Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 25


__ADS_3

Drrt...Drrt...


Aduuuuh.... Siapa sih yang nelpon Yola pagi pagi buta seperti ini, Tidak tahu apa mata nya ini serasa baru terpejam lima menit , mana badannya kok pegel benar, bergerak saja susah amat seperti tubuhnya itu di buat bantal guling oleh seseorang, Ah...Bang El nya itu selalu saja iseng, Pasti bang El nya yang memeluknya saat ini.


Tanpa menetralkan mata, Yola mengangkat panggilan tersebut.


"" Halo, bisa nggak nelpon nya jangan buta buta begini, Gue masih ngantuk... etdaaaah, siapa sih ini dan ada keperluan apa ? kalau nggak pen----""


Ini Bang El, dek ! Dan buka mata adek lebar lebar di seberang sana, Ini sudah jam 12 siang !


Ehhbueeeset, Bang El nya ada di seberang telepon, siapa dong yang sedang memeluknya saat ini, dan astaga...jam 12 siang, untung tanggal nya berselai merah, jadi free di kantor Chris hari ini.


Sekarang mata itu pun terbuka sadar lebar lebar, Hmmm...Kemal toh, yang ternyata memeluknya dan sekarang ini sedang tersenyum Menyebalkan ke arahnya.


Semalam itu bukan mimpi basa* ena ean rupanya, Sungguhan ! Batinnya tersadar akan kenyataan sebenarnya.


Dek...halo Yol, masih di sana ?


""Hah, en- iya Bang El, Ada apa ?"" Yola memberi kode untuk Kemal tidak bersuara dengan isyarat telunjuknya di bibir Kemal. si herder malah menyesap telunjuknya seperti lollipop saja.


Ada kabar baik dek, Abang---maksudnya, Kita tidak jadi rugi dan gulung tikar, KA Group atau Kemal Abraham memberi waktu untuk proyek-proyek Abang, Beliau mengirimkan Email kemurahan hatinya beberapa menit lalu.


Yola tersenyum bahagia mendengar suara cerah Abangnya di seberang sana.


Setidaknya pengorbanan ku tidak sia sia !


"" Selamat ya Bang, Ya sudah kalau gitu, Adek mau bersih bersih dulu, sore nanti adek ke rumah ya, ada yang perlu adek bicarakan...Bye Bang El..""


Cepat cepat Yola mematikan telepon nya, di saat Kemal kembali nakal mengendus kembali lehernya. Belakangan ini, ia pasti sering kucing kucingan bersama El, agar ia tidak ketahuan apa yang sebenarnya terjadi, ia juga tidak mau memberi tahu kan ke El, Kalau di balik kebaikan jin iblis di sampingnya ini ada campur tangan kehancuran nya. Itu sama saja melukai harga diri Abang nya, kan ?


""Bisa tidak anda it--!""

__ADS_1


"Panggil Mas ! Mas ! Mengerti ?""


""Iya Mas mas emas karatan."" Yola dapat gigitan kecil di bagian bahu polosnya dari Kemal atas mulut licinnya. ""Iya Mas...Bisa tidak jangan mengganggu Yola kalau lagi bertukar cakap sama Bang El, Yola tidak mau Bang El tahu akan perjanjian gila kita ini, kalau itu terjadi, Yola bisa mati terkena hukuman cambuk untuk kulit setengah badak Yola.""


Bibir nakal Kemal yang masih di leher Yola berhasil tertarik akan ucapan Yola di saat mendengar kata cambuk.


"Cambuk ? Apa El begitu sadis dalam menghukum ?""


Mulut Lo kok licin amat si Yol, masa nama baik Abang sendiri di jelekin sih.


""Cambuk itu artinya cara membuat bubur kacang Yang prosesnya lama."" Yola ngeles asal asalan. Asal ceplos saja biar si herder tak banyak tanya.


""Anggap saya percaya, Terus, apa ada kata terima kasih untuk saya yang sudah membuat Kaka mu itu tersenyum senang di seberang sana tadi.""


Yola berdecak lidah, Menoyor kening Kemal dengan kurang ajarnya agar pria ini tersadar, Bila saat ini ia sudah berjualan bukan mengemis cuma cuma.


""Eh tuan yang terhormat, Anda kan pebisnis... Ingat, Anda itu tidak memberi kemurahan hati cuma cuma, Tapi ada bayaran dari tubuh saya, Lupa ? Jadi, Kata Terima kasih itu tidak pantas untuk anda, Menjauh lah dari Yola. Yola ingin bersih bersih, tubuh ini rasa nya lengket tak sedap. Dan ah...Kita hanya saling mengenal bila hanya dalam bisnis ini, di luaran sana...Kita tak saling mengenal, yang Artinya anda-kita tidak akan baperan dalam hal pribadi masing-masing, Anda ke atas...saya ke bawah, Tidak sejalan.""


""Apa sih, turun nggak ?""


""Tidak, Karena ini adalah hak saya, kan kita dalam bisnis kata kamu barusan, Saya hanya mengambil apa keuntungan saya dalam bisnis kita ini. Dan sekarang juga saya ingin lagi.""


Kemal gemas, Entah kenapa di saat Yola sudah memberikan darah pertamanya, Ia tetiba menandai Yola dalam teritori nya, Ia kembali mencumbui Yola saat ini dan berniat mengurung Yola dalam hari libur yang panjang ini.


""Hohoho, pedang Ba--Mas itu ternyata murahan ya, Menyukai Gadis eh tidak gadis lagi, Wanita murahan ini, Tapi its Ok, Karena saya berjualan di sini, maka saya akan melayani anda sampai pedang anda ini puas sepuas puasnya, sebelum saya keluar dan berjualan di luaran sana."" Yola memang berbelit lidah, agar si Herder ini dongkol. Rasa lapar yang tadinya menusuk perut nya Tetiba menguap.


""Jangan pernah melakukan hal ini kepada orang lain di luaran sana, Saya ingat kan lagi itu dan HARUS menurut, kalau kamu dan keluarga kamu tidak mau hancur, sem---""


"" BERISIK ! Turun lah dari tindihan mas, Karena saya di sini yang berjualan maka saya yang akan memuaskan an-Mas seperti ekspektasi otak liar mu itu, Tak perlu banyak waktu juga untuk belajar memuaskan ala ala flawless Yola, TURUN !!! Mas mau puas dengan gogoyes Yola kan ?"" Kesal Yola, Biarkan hari ini begini, menjadi perempuan murahan nya Tuan Kemal Abraham....Yola paham betul akan tindakan salah nya ini, suata saat pasti ia akan menuai getahnya sendiri, Ia hanya menunggu boom itu meledak dalam hidupnya.


Kemal hanya tersenyum tipis menghadapi ocehan Yola yang terdengar kesal Kepadanya, Ia menurut turun dan membiarkan si Wild ini yang bergoyang di atas nya, Saat ini ia hanya mau menikmati apa yang ada.Titik.

__ADS_1


Shiit, Baru sebentar bergoyang sudah membuat adik gue ingin muncrat.


Kemal meram melek dalam posisi Yola di atasnya, ia mengakui si Wild ini serba luar biasa. Ia jadi kepingin memiliki seutuhnya pemirsa, apakah ia pakai hati saat ini, Tidak juga, ia hanya ingin memiliki demi kepuasan semata saja, bukan memiliki dengan arti cinta.... bedakan !!!


Aaarg ah..ah..! Kemal mengerang keras dalam kenikmatan pelepasannya di dalam liang Yola, Ia tidak bisa menahan goyangan Yola di atasnya.


"" Payah !"" Ejek Yola Tersenyum miring. Menarik tubuhnya dari atas Kemal.


"" Payah ?"" Kemal tak terima. ""Ayo kita lakukan lagi, siapa yang payah dalam hal ini."" cibiknya.


""Lihat lah pedang mu, sudah tertidur malu begitu masih saja mengelak, kalau sudah payah ya payah saja."" Yola memang sengaja meledek Kemal demi membunuh kemarahan untuk diri nya sendiri yang tak bisa berkutik sekarang yang sudah terlanjur terjerat dalam lembah kehancurannya.


" Ini masih bisa bangun sakti mandraguna lagi, Hanya butuh sentuhan pemanasan saja, maka sini lah, kita pemanasan global lagi."" Kemal Tersenyum nakal ke dada Yola yang sudah belang belang merah akan ulah jejak lidah liarnya.


""Pemanasan sana sama rice cooker, Ada kan ? Nanti Yola ambilkan di dapur dari pada tidak berfungsi dengan baik selama ini, jadi biarkan rice cooker itu hari ini berguna untuk majikannya."" Santai Yola


Setdaaah, Mulut gad-wanita ini memang pedas, Lo pikir perabot gue beras apa, di cookerin ceklek Mateng.


Yola memberi tatapan tajamnya sebelum turun dari ranjang, tapi Ding....Kok rasa rasanya ada yang aneh deh di sela intinya, Perih perih sakit mbook untuk di buat berjalan.


Kemal yang melihat Langkah tertatih ringis aneh Yola menuju kamar mandi, di buat tersenyum geli, inilah salah satu ciri kehilangan keperawanannya. Batinnya, seraya turun dari ranjang dan berniat menolong Yola untuk menggapai kamar mandi yang mungkin di kaki Yola sekarang berjarak sekebon.


""Saya boleh membantu Wild ?"" Tak menunggu persetujuan juga, Kemal sudah meraup tubuh polos itu. yang saat ini Yola diam pasrah dalam gendongannya, tapi tatapannya mbok, menusuk Sukma Kemal, galak galak minta di belai belai lagi apa ?


""Makanya, jangan liar liar amat di atas ranjang, saya nya kan jadi naps* tak sabaran, Tak memikirkan efek samping nya seperti saat ini, Sekali permainan lagi di pastikan kamu sudah tidak punya tenaga untuk berjalan tertatih pun, jadi mari kita lakukan di kamar mandi."" Goda Kemal menakuti.


""Astaga naga buntung, Bunuh saja Yola sekalian.!!!"" Rasa rasanya, Yola ingin menenggelamkan dirinya saja di dalam bathtub sekarang ini.


Hahahaha, Kemal tergelak...ia suka melihat bibir Yola cemberut, Nanti bila mana sudah tidak kuat lagi maka tinggal lahap saja tuh bibir.


Sialan ! Sabar Yola...sabar sabar sabar... Orang sabar matinya gampang.

__ADS_1


__ADS_2