Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 107


__ADS_3

Brumm...Brumm..


Suara bising kendaraan di tengah malam di jalanan sepi lalu lalang kendaraan terdengar bising...Para drag jockey sangat antusias berteriak meneriaki nama jockey masing-masing.


Kemal dan Eldath ada di sana, Namun mereka masih jadi penonton berambigu, di pojokan duduk di atas motor nya terparkir asal asalan. mata mereka seperti singa yang sedang mencari mangsa nya.


" Lo lihat nggak Mal ? Pria berjaket coklat itu ?" Tanya Eldath di balik helm nya.


" Kenapa ? Gue lihat."


" Mencurigakan, sedari tadi memperhatikan kita, mulut nya memang berteriak teriak ke para pembalap, Tapi mata nya selalu ke sini." Jelas Eldath. Mata Kemal pun yang di balik helm mencoba mengingat wajah orang di curigai Eldath, Kemal tak asing dengan wajah itu.


" Iya, Orang itu teman Yola, El. Lebih tepatnya drag jockey nya Yola, Gue pernah beberapa kali nanya nanya tentang siapa si ratu racing yang waktu itu menghianati hasil perlombaan gue ke dia, Tapi dia setia bro nutup nutupin nama Yola ke gue, bahkan di iming imingin uang pun, Dia tidak mau bersuara demi menjaga identitas adek Lo ke Gue di beberapa tahun yang lalu." Jelas Kemal.


" Yakin Lo dia teman Yola.?"


" Eum ! Seperti nya begitu, dan lihat lah...dia ke sini."


Kemal dan Eldath pun kembali diam, saat orang yang jadi topik mereka berdiri tepat di hadapan Eldath. Mata nya jeli meneliti motor yang di kendarai Eldath.


" Ini motor bukan punya Lo, Lo maling motor racing teman gue hah ? Ngaku lo." Hardik nya seraya menunjuk kasar wajah Eldath yang masih tersembunyi di balik helm.


Kemal tersenyum geli, ada orang yang memaki Eldath. Dengan santai ia membuka helmnya dan Tersenyum ramah ke orang itu.


" Lho, Lo sih..? Lo kan Pria yang sudah mengalahkan Yo--teman gue, Kenapa motor teman gue ada di kalian ?" Bingung orang ini yang bernama Rick.


" Gue Abang yang Lo panggil teman itu." Eldath membuka helmnya. Rick menelan ludahnya sendiri. Abang nya ? Batinnya sedikit menciut yang sedikit tahu siapa orang di hadapannya dari cerita Yola yang katanya selalu takut ke Abang nya yang seram bertatoan. ia sudah menuduh maling motor. Tapi bingung nya, Pria yang sempat mencari info Yola ke diri nya, ada bersama Abang Yola. itu otomatis... Yola sudah terciduk dong. Pikirnya.


" Dan gue suami Yola." Timpal Kemal tersenyum geli akan raut wajah bodoh teman Yola. Tanpa bantuan Lo, si ratu racing uda gue taklukan bro.

__ADS_1


" Oh, Gitu. Gue Rick. Kalian mau apa ke sini, kagak mungkin balapan kan ? atau nyari Yola ? Yola sudah lama kagak ke mari."


" Kami ke sini memang untuk Yola, lebih tepatnya ke selamatan Yola." Kemal turun dari motor nya, mengeluarkan handphone nya. " Lo pernah lihat motor racing ini nggak di area sini ? atau mungkin memang pembalap sini ?"


Rick menarik layar Kemal untuk di perhatikan teliti foto motor dan orang berhelm di gambar tersebut. Mata nya memicing hingga jidat nya berkerut kerut mencoba berpikir.


" Duh, Motor racing terlalu banyak berdatangan silih berganti, sorry bro..gue kagak pernah lihat."


Rick pergi setelah berucap, Kemal dan Eldath saling pandang dengan gelengan kecewanya.


Tengah malam pun berganti subuh, Mereka balik ke rumah dengan hanya memakan angin kosong saja, Nihil. Tak ada petunjuk.


...****...


" Mas, Yola ijin ke butik Fifi boleh ya, Yola mau fitting baju resepsi."


Tapi pergi nya sama pengawal ya ! Mas tidak bisa jemput kamu di rumah, sebentar lagi investor asing tiba di kantor mas.


Panggilan telpon pun terputus, Yola yang kesepian di rumah bersiap siap untuk pergi ke butik Fifi.


Dua hari berlalu pencarian para pria tersayang nya memang tidak ada temuan, Hari hari berlalu pun tidak ada masalah lagi yang meresahkan, Aman sentosa... Menurut Yola, orang itu pasti sudah kabur karena tahu sedang di incar dua jaringan sekaligus, dan menurutnya pun, dari info yang di dapat kan Yola dari Mita-Mantan sahabat nya yang sekarang mengandung anak nya Nando. Nando sudah menjual motor racing nya beberapa bulan yang lalu sebelum hari penembakan. Jadi tidak mungkin Nando pelaku nya. Untung ia belum bocor memberi tahu kan ke Abang nya kalau motor itu adalah punya Nando dulu.


Dan hari berikutnya setelah bertemu dengan Mita, Yola yang tidak bodoh tentu saja menyelidiki terlebih dahulu semua pengakuan Mita, ia turun langsung ke showroom motor yang membeli motor Nando, dan hasilnya.. Nando bersih dari list kecurigaan nya...ia pusing sendiri mencari tersangka nya yang Sangat apik menyembunyikan identitas.


Ting..


Chat masuk ke layarnya..


"Dari Fifi." Gumam Yola.

__ADS_1


Madelfie : Yol, Aku ada di TPU orang tua kamu, kamu nyusul ya. aku tunggu kamu di sini, harus datang.


Yola tidak membalas, justru malah aneh.." Sejak kapan Fifi kaku begini...Dari Gue lo ke Aku Kamu ? aneh. Tapi ini benar no Fifi kok." Gumam nya.


Yola tak membalas, melainkan menelpon ke no Fifi yang sudah tidak aktif sekarang.


" Kok mati sih ? Coba gue nanya ke Bang El aja deh."


Apa dek ? Abang lagi meeting !


" Cuma mau nanya Fifi Bang, dia ada di mana ?"


Di Chat sih, Fifi ke TPU Mommy, mau minta restu katanya, Kenapa memang nya ?


" Tidak Bang ? Ya udah ya..bye."


Walaupun sedikit ganjal di hati, Yola tetap bersiap pergi menemui Fifi di pemakaman Mommy nya, kasihan juga sama Fifi kalau nunggu lama di sana. Sekalian...ia juga mau minta restu ke mommy nya yang sudah lama tidak berziarah.


" Neng Yola, Mau pergi ya." Satu bodyguard menghampiri Yola di pelataran dengan wajah tertunduk.


" iya Bang Body, Antar Yola ya ? Tapi wajah Body terlihat gelisah begitu, nahan BAB ?"


Yola meneliti wajah sang Body bin bodyguard nya yang memang di utus Eldath khusus menjaganya ke mana pun pergi.


" Anu Neng, Abang sebenarnya tidak Kebelet, tapi sebenarnya mau ijin, istri Abang yang lagi hamil tua nelpon mau melahirkan di kontrakan, apa boleh Abang izin, tapi kalau Neng mau keluar rumah, Abang tidak jadi izinnya, Menjaga keselamatan Neng adalah tanggung jawab Abang sekarang." Sang Bodyguard serba salah, di sini keselamatan majikannya, di sana lebih berisiko lagi.. keselamatan anak istri nya.


" Wolaah, Bang...sana buru pulang ih..Kalau si mbak kenapa kenapa bagaimana coba, Yola tidak apa apa kok pergi sendiri, sana pergi pakai mobil yang ada di bagasi saja biar cepat."


" Terima kasih ya Neng. Saya pamit."

__ADS_1


" Iya, Kalau ada masalah biaya, kabari Yola atau bang El ya, Jangan sungkan."


Dab Tanpa pengawasan pun, Yola pergi mengendarai mobil nya sendiri, Lagian situasi juga sudah tenang kok, ia yakin itu.


__ADS_2