Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 51


__ADS_3

Suasana panas dan suara suara teriakan riuh dari 99,8% mendomasi laki laki di Gladiator Red hill ,mulai menghidupkan euphoria duel yang sebentar lagi akan berlangsung.


Yola yang duduk di samping Fifi dan dua bodyguard El yang menjaganya di kursi VIP, Menjadi heran sendiri...Heran nya, Apa enak nya coba menonton orang yang berduel seperti banteng yang berakhir akan berdarah darah juga kreeek patah patah tulang serta berujung wajah petarung tidak bisa di baca yang entah punya bentuk Oval, lonjong, bulat atau segi sepuluh pun karena saking babak belur nya tuh wajah, Nanti.


Tapi anehnya, Bukan nya di teriakin berhenti malah terus di teriakin untuk bangun lagi...lagi dan lagi, padahal sudah babak belur serta berdarah darah malah di semangati dari para coach, penonton, promotor bahkan para fans fans fanatik mereka.


Kalau tidak mempunyai hutang budi ke Fifi yang katanya ingin menonton si jago Red hill Danver sang gebetan ngebetnya, Yola mah ora Sudi bin kagak bakalan mau datang ke tempat yang di penuhi oleh pemilik hormon testosteron di segala sudut ruangan, Obrolan intim sana sini terdengar ngeri ngeri sedap di pendengaran nya dari para laki laki di sekelilingnya, yang membahas wanita, sek* bebas, tentu saja juga politik.


Tapi di balik kengerian itu, Yola juga dapat hikmah nya yang ehem.. mata nya jadi adem ayem nyaman melihat para calon calon petarung yang lewat sana sini berkeliweran memamerkan otot bicep nya yang hawt wow menggugah selera kemesuman kesomplakan nya.


"" Yol, Danver mana Yol, Kok belum kelihatan si calon pacar gue itu ?""


"" Kagak tahu gue !"" Singkat Yola malas, jujur...ia bukan nya tidak ikhlas menemani Fifi untuk menonton Danver, tapi perutnya itu loh, kagak kuat dengan bau asap rokok di mana mana, Walaupun tadinya ia tidak menginginkan dirinya hamil, tapi setelah tahu keberadaan nya di dalam sana, jiwa seorang wanita yaitu keibuan nya sudah meronta sendiri yang ingin menjaga calon buah hatinya.


Sedetik kemudian bunyi ting terdengar di sudut ring yang tandanya sebentar lagi pertunjukan jab ketemu jab akan di pertontonkan dengan bangga nya.


"" Ladies and gentleman, on my right is Danver Aditama Perkasa, The defending champion of the Red hill club, and on my left is.....Kemal Abraham, The challenger of our defending champion, let's watch their fight !!!""


Hah ? Penantang nya Kemal Abraham ? Yola kaget luar biasa mendengar si mbak cantik sok bule di atas ring menyebut challenger nya Danver. Oh tuhan...Baru kali ini Yola menangada kan tangannya ke atas dengan sangat kusyuh ke sang pencipta agar sepupu laknat nyebelinnya lah yang harus menang demi menyelamatkan diri dari Kemal, entah bagaimana hidup nya nanti bila di sandingkan dengan si hati gelap arang itu.

__ADS_1


"" Yol, Lo pasti berdoa agar Danver menang ya ? Tapi Yol, Gue juga baru berdoa agar Danver kalah, secara kan gebetan gue bisa keluar jadi kandidat laki Lo nanti, Doa nya ganti dong Yol, Gue takutnya sang kuasa keder lagi yang mana salah satu doa kita yang akan di jabah nya."" Fifi menyikut lengan Yola yang masih berdoa pakai panjang tuh mulut komat Kamit.


""Dengar ya Yol, Gue bakalan menyabotase EO dan gedung pernikahan Lo bila mana gebetan kinyis-kinyis gue yang bersanding dengan Lo.""


Bahkan Yola tidak mendengar Fifi berkicau ria saking takutnya di dalam sana bila Kemal lah yang menang. Dan Fifi pun baru sadar akan ucapannya yang nyamplak mirip sudah seperti cikal bakal anggota ISIS, Untung DENSUS 88 kagak ada di mari yang nonton, bisa di tangkap gue karena salah kaprah ucapan nonfilter gue. Batin Fifi gusar.


Di mata Yola, Wasit sudah memberi kan aba aba untung petarung tangguh berbeda umur di atas sana. Saat kata fight dari wasit lepas dengan kode tangan, Kemal dan Danver pun sudah memperjual belikan pukulan mulai jab, hook, low elbow, upper cut, Straigth swing bergantian dengan tenaga di atas rata-rata kekuatan bela diri mereka masing-masing beradu.


Yola baru sadar akan gambar sayap yang ada di punggung Danver, Sepupu nyebelin nya itu rupanya menepati janjinya di waktu kecil dulu, yang mana Yola kecil sering menangis karena ingin menemui orang tuanya di surga tapi tidak bisa pergi karena tidak memiliki sayap, Kata Danver...bila mana ia sudah dewasa nanti, maka ia akan menggambar sayap di punggungnya demi janjinya ke Yola untuk membawanya terbang bersama ke surga itu.


Saat babak babak terakhir, ke-dua petarung tangguh di mata Yola sudah saling berdarah darah babak belur, Hidung Danver sudah menetes kan cairan merah, Kemal pun mengeluarkan darah di pelipis kanannya menetas ke pipi, Yola ngeri sendiri melihat itu, perut nya Tetiba mual tapi di tahan nya mati matian demi ingin menyemangati Danver.


One... two... Three...


""Sudah ya Ve, Jangan di terusin la-lagi, hiks...Hiks...Hiks...Ve, sudah Ve, Gue nggak sang--gup hiks...hiks lihat darah Lo.""


Saat Wasit mulai menghitung akan kelemahan Danver, Yola beringsut maju dengan suara sudah sudah untuk menyuruh Danver jangan bangkit lagi yang mencoba bertahan, Yola tahu....Danver sudah berjuang mati matian demi dirinya, Tapi ia juga tidak mau melihat wajah jahil sepupu nya kini sudah berdarah darah, Yola yang memang dasar nya takut melihat darah banyak, seketika terlutut lemas dengan air mata sudah mengalir histeris untuk meneriaki Danver berhenti dari pertahanan nya,


Yola si keras hati baru kali ini dalam dewasanya baru menangis sejadi jadinya, Air mata nya yang banyak membuat penglihatan nya buram yang tidak menyadari kalau Danver sekarang ini sudah berada di samping nya dan memeluknya dalam posisi berlutut.

__ADS_1


Suara riuh penonton semakin heboh menyebut nama Kemal yang di anggap nya underdog tapi akhir cerita bisa mengalahkan si jagonya Red hill.


""Maafin gue ya Yola Dugong, gue nggak bisa nepati keinginan Lo, gue kalah !"" Bisik Danver pelan.


Yola menyadari ada air hangat yang tembus masuk ke punggung nya dalam dekapan Danver, Yola tahu...Danver menangis karena merasa gagal untuk membuat nya bahagia.


""Hiks...Hiks....Hiks.... Nggak apa apa Ve, Lo uda terbaik selama ini untuk mencoba memberikan apa pun ke gue, Tapi Ve....siap siap aja ya aroma ketek Lo gue sulingin buat gue bawa nanti, Siapa pun yang akan menjadi suami gue nanti, maka mau tidak mau harus tidur di antara sulingan ketek Lo, sepadan kan mas Bro untuk si Calon ?!""


Dan kini Yola merasakan jitakan lembut di kepala nya dari tangan Danver.


""Duh..Duh...Gue kagak tau ya harus senang atau sedih. Gue senang karena Danver kalah yang artinya akan mundur dari kandidat calon laki Lo, Tapi di bilang senang..gue sedih juga karena wajah ayang beib gue jadi babak belur macam habis di keroyok massa sejagat raya. Jadi gue harus bersikap bagaimana dong ?""


Fifi bingung harus bersikap apa.


" kalau Lo bingung, Lo nyemplung aja ke Empang sono !"" Sungut pedas Danver.


""Eeh, Lo kira gue planton apa nyemplung ke Empang, Untung Lo tamvaan pakai Banget, kalau tampan biasa Biasa saja sudah gue Cemplungin Lo ke laut Antartika sekalian."" Balas pedas Gusar Fifi.


""Hey flawless cantik, Kamu tidak mau memberi saya selamat atas kemenangan saya, Hmm ?"" Kemal saat ini mengedipkan mata, menggoda Yola yang nampak memutar Amber nya, malas.

__ADS_1


""Oh ya ! Selamat ya ! Selamat bertemu di Neraka ! Maksud Yola.""


__ADS_2