Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 123


__ADS_3

Ibell kembali masuk keruangan Nata dengan wajah bingung nya, ia tidak bisa dan tidak tahu harus mencari perempuan penghibur untuk Nata konsumsi di ranjang. keder jadinya.


" Sudah dapat ?" Nata bertanya tanpa berbalik, ia sibuk memindai mata nya akan pemandangan lewat dinding kaca di dalam ruangan nya. Kaki pun tertempuh angkuh di kaki satunya di atas kursi kebesarannya.


" Maaf, Saya bingung mau cari di mana Perempuan seperti itu, orang rumahan seperti saya tidak tahu macam begituan."


Senyum evil Nata mengembang, Cih..Ibell sok lugu, batinnya. ia pun berbalik dan berdiri ke hadapan Ibell, menaruh bokon* nya di ujung meja.


" Kalau bingung, kamu saja... bagaimana ? Mobil atau fasilitas mewah atau apapun untuk mu sebagai bayaran nya." Tawar santai Nata. Ibell diam datar, tapi Nata tahu...Ibell kembali meludak di dalam hatinya.


" Ah, begini saja... Sebagai DP, gaji plus bonus saya cairkan sekarang khusus untuk mu, dan sebagai gantinya kamu melakukan tarian stereaptease untuk saya saat ini juga." Pinta Nata dengan siulan mesum nya memandang penuh damba tubuh indah Ibell.


Mata Ibell kali ini membelalak marah tertahan, Sialan tuh si Bos Mesum, Apa ? Stereaptease ? Cih....ia tidak lah polos polos amat tentang penarian, itu tandanya ia di suruh menari erotis dengan slow motion membuka pakaian satu persatu. Cih...Ora Sudi, kiamat..datanglah dan tenggelam kan Nata seorang. Batin Ibell menahan murka, Tapi sesabar apa pun, ia tetap reflek bergerak.


Bugh... Satu tendangan Ibell mengenai tulang kering Nata di betis itu.


" Opss, Sorry pak, saya tidak sengaja, soalnya saya kaget dengan permintaan anda." Ibell memamerkan wajah sok polos nya akan kelakuan nya barusan di hadapan wajah Nata yang meringis sakit di tulang keringnya.


" Kalau mau nendang jangan di tulang kering dong Bell, Tendangan kamu tak seberapa tapi ngilu nya itu lho..ah." Dengus Nata memegangi betisnya. Untung ia masih penasaran dengan tubuh indah Ibell, kalau tidak...SP tiga jatuh telak untuk Ibell di tambah pemecatan tidak terhormat untuk Ibell yang artinya... perusahaan mana pun tidak akan ada yang mau menerima CV Ibell.


Rasain, Emang enak..Batin Ibell tersenyum puas dalam hati.


" Maaf pak saya reflek karena kaget dengan permintaan anda ke saya, mungkin itu peringatan kalau niat anda jangan di terus kan.. Apa lagi niat buruk anda ke saya...saya permisi, mau nyari wanita yang di inginkan bapak." Ibell masih cukup sabar.


" Cari di mana ? Saya kurang yakin dengan kemampuan mu yang satu ini." Nata masih menahan ngilu di tulang keringnya.

__ADS_1


" Di kolong jembatan, di mana sajalah, yang penting wanita kan."


" Tidak, Tidak... Lupakan saja tugas satu itu, saya keburu tidak sabar menunggu hasil kerja mu, biar saya sendiri yang akan turun tangan, kamu urus segala sesuatu nya di sini saja."


Ibell tersenyum evil memandang kepergian Nata, Ia mengeluarkan gawai nya untuk mengirim chat ke Nyonya besar. Bukan karena iming imingan bayaran yang ia akan peroleh akan kebersediaannya membantu Nyonya besar nya, melainkan ia juga senang kalau Nata dapat masalah akan Kelakuan bejat nya...Tak di bayar pun tak masalah baginya untuk pekerjaan satu ini. Tapi kalau di bayar..ya hayuukk.. itung-itung buat menafkahi keluarga ibu tiri nya yang selalu mata duitan.


Pak Nata otw ke ranjang, Nyonya. katanya akan di bawa ke apartemen.


Send.


...*****...


Ting..


Di kantor Kemal, Bunyi gawai Yola menyita aktivitas pasangan tua tapi merasa muda terus dengan kemesuman tak pernah lekang oleh waktu, dan tak tahu tempat selalu tak jauh dari olahraga ranjang kapan pun mereka menginginkan nya.


" Biarkan saja sayang, Mas uda pewe bin posisi wenak nih , sudah nyaman dengan goyangan mu." Plakk.. Satu tamparan bokon* untuk Yola dari Kemal agar terus berlaju kencang goyangannya.


" Mas, Ahh.. Sekalian pakai cambuk aja, agar persis pacuan kuda berlomba." Yola cemberut dapat tamparan di bokon* nya ulah tangan kurang ajar suami nya, pedas coeg ! Umpat nya tapi terus bergoyang nikmat di posisi ku duduk di muka.


" Hehehe, maaf, Mas semakin gila dengan goyangan mu." Kemal menyesap kemanisan bibir cemberut Yola, di sambut baik oleh Yola seraya semakin mempercepat goyangan nya untuk membuat mas suami nya puas yang rasa rasanya memang tak pernah puas karena selalu saja nambah nambah terus dan terus, malam siang, pagi sore, selalu saja ia di gali terus oleh pak suami nya ini. Yola sudah seperti sawah sepetak yang di garap kapan pun mas suami membutuhkan nya. Tapi jujur...ia aja suka. Hehehehe. Pisss !


Lahapan bibir terlepas oleh Kemal yang di ujung kenikmatan tapi ingin protes" Dek, mmm... di tahan sebentar ah goya__" Belum sempat Kemal menyelesaikan ucapannya, ia sudah sampai di pucuk muntahan olinya. Yola seakan-akan buru buru amat ingin menyelasaikan permainan.


" Sudah puas kan ? Seperti nya sih...Adik Mas sudah loyo begitu." Yola melirik pusaka Kemal yang sebenarnya masih mengacung sombong, Tapi pemiliknya lah yang terkulai lemas enak di atas sofa.

__ADS_1


" Lima ronde pun pusaka Mas tidak akan loyo." Kemal tidak terima pusaka nya di remehkan.


" Percaya." Yola menjawab seraya mengotak-atik gawai nya. Mata itu membelalak melihat pesan dari Ibell.


" Waah, dasar anak gendeng seperti bapak nya." Yola mengocehi gawai nya yang masih di tatap nya sinis, seakan-akan gawai itu adalah Nata yang di ocehin.


Kemal yang di bawah bawah namanya yang tak tahu sebab nya, Mendekat seraya membetulkan celana bahannya yang cuma di pelorotkan sepaha.


Aww..


" Apa sih Mas ? Kenapa menjerit ?" Yola buru buru memakai pakaian bawahnya, Dress memang terpasang rapi, celana short serta ********** lah yang tak berada di tempat ulah Kemal yang minta jatah walaupun di kantor. Bertanya pun tak memperdulikan Kemal yang kesakitan ada apa di belakang sana, Otak nya sudah di penuhi bayangan Nata yang tak mau berubah akan Kelakuan nya. Ia sebenarnya tau kehancuran hati anaknya akan ulah mantan pacarnya, Walau pun terkesan cuek dengan urusan pribadi anak nya tapi Yola diam diam juga tahu semua nya tanpa dapat curahan hati sedih dari anaknya pun.


Tapi.. Pikiran anak nya salah setelah patah hati, Dari 1001 satu banyak wanita di luaran sana...pasti lah ada wanita baik untuk Nata. Yola yakin itu... tapi Nata sudah mencap perempuan di luaran sana semua nya murahan, ingin nya di sentuh tak perlu di hormati. Yola harus meluruskan pemikiran kusut Nata dengan cara apa pun juga... mungkin menjodohkan nya, mungkin cara itu !


" Punya mas kejepit resleting sialan." Dumel Kemal masih berusaha melepaskan jeritan si adik yang tercubit di antara bahan dalaman nya.


Hahahaha... Yola yang baru tahu sebab jeritan Kemal, malah terbahak bahak menertawakan mas suami nya.


" Bantuin, Wild !"


" Hahahaha, Maaf Mas, Istrimu dalam keadaan buru buru ke apartemen anak gendeng mu, dia mau berpesta ranjang lagi..Ora Sudi kalau anak satu satu kita terkena penyakit lain. Nehi Nehi !" Yola berlari kecil ke arah pintu.


" Terus ini gimana, bantuin dulu."


" Gunting aja mas !"

__ADS_1


Glekk...


__ADS_2