Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 205


__ADS_3

Pelangi berusaha melepas kan jaket rajut nya yang menyangkut di jam tangan Guntur, Tanpa ingin merusak sedikit pun wol nya, Ini hasil rajutan tangan Bunda nya, ogah ogahan rusak barang sebenang pun. Kembaran nya pun punya khusus dengan inisial masing masing, jadi ini adalah baju favorit nya, harganya tak ternilai, ada kasih sayang Bunda nya di setiap rajutan nya.


" Awas saja baju gue rusak, gue rusak juga jam tangan Lo."


" Yeakh, Jangan !!!" Bisik Guntur kesal tertahan, menarik tangan nya kasar berniat menyelamatkan jam berharga nya dari Pelangi yang ingin merusak jam nya, Lantas baju Pelangi lah yang rusak.


" Yeakh, Nyebelin banget sih___ hmmp " Pelangi bernada tinggi, di bungkam langsung oleh Guntur, tapi ah...Satuan Onta masuk lagi ke ruangan persembunyian nya.


Mereka ketahuan !


" give up is better !" Titah mereka.


" Shiiit." Umpat Guntur dalam hati. Pelangi hanya tersenyum santai tanpa ada rasa takut.


" Menyerah lah, dan kasih barang mereka yang sudah kamu curi !" Ejek Pe seraya berdiri dari persembunyiannya. ia masih mengira kalau Guntur si anak jalanan adalah pencuri ulung.


" Nyawa gue yang mereka incar, bukan berlian atau sebagai nya." Guntur pun sudah bangkit, Dan terlihat tiga orang di hadapannya yang hanya tercekat etalase panjang yang di dalamnya ada komodo yang sudah di awetkan, Mereka masih memang berada di dalam museum Fauna.


" Lari kalau ada kesempatan !"


Instruksi Guntur hanya di decakin lidah sama Pelangi, Anak Biru itu malah berjalan santai ke arah tiga Om Om berseragam elok dengan senyum misterius nya.


" Pelangi !!! Shiit, Batu amat sih Lo di bilangi."


Guntur siap menarik Pelangi, Begitu pun satu orang Om Onta yang ingin menangkap Pelangi. Alih-alih tertangkap atau berdiri aman di sisi Guntur yang ingin menarik nya, Eh... Tubuh Guntur yang malah maju ke hadapan tiga orang tersebut ulah Pelangi yang mengumpang nya dengan instruksi bibir mungil itu, Tendang ! Guntur mengerti, Taktik cantik ternyata.. Hebat juga si gadis yang terlihat naif ini tapi licik punya. Batin Guntur seraya menurut, menendang junior salah satu mereka, Setelah menendang... sekonyong-konyong tubuh nya yang ada di hadapan Pelangi, eh... tertarik kebelakang ulah Pelangi kembali menarik nya kebelakang, sejurus Pelangi menyerang satu Om Onta lain nya tepat di persendian lutut itu, ia pendek.... tidak mungkin sampai menendang wajah si Om tinggi jadi lutut adalah salah satu taktik melumpuhkan lawan, itu ajaran om Gema nya selama ia jadi Nakmuay.


" Where are you going ? Young master must come with us ?"


Saat ingin kabur, Pelangi terhenti dengan Kesal, Guntur tertangkap oleh satu orang yang masih utuh belum sempat di hajar oleh diri nya maupun oleh Guntur, Pergerakan dasar tadi hanya membela diri, Pelangi atau pun Guntur belum punya kekuatan otot yang hebat untuk melumpuhkan seutuhnya, jadi kabur adalah jalan satu-satunya, tapi Pelangi itu punya jiwa penolong baik hati gen dari Bunda nya, ia tidak bisa meninggalkan Guntur yang katanya tadi si anak timuran itu berkata nyawa gue yang di incar mereka. walaupun Guntur menyuruh nya lari dan berkata... Jangan pedulikan ! Tetap ia berusaha menolong.

__ADS_1


Yeakh.... Pelangi ikut di ringkus dua orang sekaligus gara gara kalah kekuatan, otak pintar nya lagi bodoh saat ini tidak bisa di ajak berpikir karena lapar.


" Bocah ingusan ingin melawan, cih !"


" Wah, Dasar Om bau anyir Onta !" Pelangi membalas umpatan orang itu dengan bahasa pribumi nya. Sejurus gelap ! ia di bius obat, Guntur pun sudah di bius sedari tadi.


Di sisi Vay dan Petir, Anak Nata dan Langit ini masih lari larian dari kejaran dua orang misterius jahat yang entah mau apa si om jelek itu.


" Sini !" Petir dan Pelangi masuk ke area taman dinosaurus, banyak patung dimensi merupai dinosaurus sungguhan. Mereka bersembunyi di telor telor dinosaurus raksasa.


" Kemana mereka ?"


" Entah, tapi gue lihat tuh bocah nakal masuk ke taman ini, Mereka harus tertangkap, Mereka sudah membuat tubuh gue jadi bau sampah. Sangat menjijikan."


Vay mendengar itu di balik persembunyian nya.


Semoga tidak ketahuan ! lafal Vay dalam hati.


Ya ampun ! Vay di gigit semut merah. Otomatis mereka ketahuan.


" Di sini kalian bocah !"


Terpaksa Vay dan Petir terang terangan keluar dari persembunyiannya, Mereka berlarian memutar-mutari replika telur raksasa dinosaurus, Penjahat nya rasa rasanya otak nya secuil, kalau niat menangkap dengan cepat, harus nya ke-dua nya kompak menghadang di ke-dua sisi. Ini malah muter-muter berempat, alih alih Vay dan Petir yang di kejar mereka, tapi saat ini Vay dan Petir lari nya berada di belakang penjahat , seolah-olah Vay dan Petir lah di sini yang mengejar kedua penjahat itu.


Hufp.. Capek !


Bugh.. Vay dan Petir yang setia bergandengan tangan, kompak menabrak bokon* penjahat botak yang sedang mengeluh capek berhenti dengan posisi ruku' memegangi lutut nya, kepayahan. Anak anak nyebelin kayak Belut. Umpat nya yang susah di tangkap seperti belut licin.


Hahahaha...

__ADS_1


Vay dan Petir bertos ria seraya tertawa mengejek, Gara gara menabrak satu orang, eh.. kedua orang itu jatuh nya bersamaan dengan posisi menindihi tubuh rekan sendiri.


" Rasain, Emang enak !" Petir dan Vay naik ke punggung orang itu dengan sengaja loncat loncat seperti main trampolin, gepeng gepeng deh orang yang paling bawah.


" Aaargh, Sa_Sakit, Turun nggak lo bocah bocah nakal, Awas saja, bila tertangkap akan kami keluar kan us_usus Lo." Ancam nya.


Vay dan Petir tidak perduli, ia masih lompat lompat kegirangan.


" Vay, turun ! Ambil pasir atau apapun untuk merusak mata mereka untuk sesaat."


Vay menurut, turun dan melaksanakan ide Petir, Bukan niat untuk menyakiti bin membuat buta mata orang, Tapi hanya perlawanan agar nanti kalau ia dan Petir berlari, Om om jelek ini tidak melihat nya ke arah mana.


" Mata ku."


" aww, kelilipan, Awas kalau tertangkap tak bikin perkedel." Pria botak ini hanya mengocehi bayangan Vay dan Petir yang sudah tidak ada di tempat.


" Huu, Haus kak Petir, mereka siapa sih ? Kok jahat ingin nangkap Vay." Keluh Vay berlari kecil dengan masih perpegangan tangan, Petir tidak mau melepaskan tangannya, katanya.... Nanti terpisah bahaya.


Ya wis, Ora opo lah ! Demi keselamatan. Gumam Vay setuju alasan Petir.


Ke-dua nya berlari kecil ke arah museum Fauna. Di mana Guntur dan Pelangi sudah tertangkap tak sadar kan diri.


"Ada remaja belia anak kecil yang akan kesini !"


" Tahan, jangan sampai masuk dan melihat tuan muda serta gadis ini, Pokoknya beri alasan ke pengunjung siapa pun ingin masuk, lagi renovasi ruangan ! Kita harus menunggu mobil.


" Baik, Pak !


Tak tak tak...

__ADS_1


" Museum ini lagi di renovasi, adik adik. Jadi cari wahana lain ya...di sini sepi tidak ada pengunjung."


Lari kecil Vay dan Petir terhenti akan peringatan dari Om Onta.


__ADS_2