Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 233


__ADS_3

Ceklek..


Nata terhenti di ambang pintu, Harum sabun mandi menyeruak ke Indera pengendusan Nata saat baru melangkah masuk ke kamar nya membuat libidonya naik.


Istri nya itu ternyata baru selesai mandi dengan bathrobe putih membungkus pemandangan indah di hadapan nya, Handuk kecil yang membungkus rambut basah Ibell seakan akan memanggil Nata untuk di tarik nya.


Biasa nya, Mata lelaki sangat suka melihat rambut basah wanita yang acak acakan tapi terkesan se*si, itu menurut Nata. Ia terpesona sendiri dengan semua yang ada di tubuh itu, saat ini Istri nya lagi loncat kecil untuk mengambil entah apa di atas lemari. Nata sudah khatam di saat masih jadi Cassanova dengan bentuk tubuh macam macam perempuan di luar sana, tapi tubuh Ibell lah yang menjadi candunya. Mungkin karena sudah halal ? Mungkin !


" Apa butuh bantuan ?" Tawar Nata, Mata Nakal nya malah tertuju ke jenjang mulus kaki Ibell yang memang terbuka betis itu. Hijab dan pakaian tertutup lainnya ? Jelas tak terpakai, kan habis mandi, istimewa ini adalah kamar pribadi mereka, jadi Ibell tentu saja tidak malu malu tanpa hijab nya.


" Ambil kan hair dryer itu." Sahut Ibell tanpa menoleh ke wajah Nakal Nata.


" Itu tidak bagus untuk kesehatan rambut, Sini..biar Abang yang mengeringkan rambut mu."


Ibell menurut polos tak curiga, Tangan Nata menuntun nya ke arah kasur.


" Duduk di sini, biar Abang yang menggosok nya." Nata berlutut di belakang duduk Ibell di kasur itu, dengan tangan nya langsung menarik pelan handuk kecil yang membungkus rambut Ibell. Nata tersenyum nakal, Mana tahu setelah gosok gosok rambut eh.. dapat pula gosok gosok yang lainnya.


" Ah... Biar Ibell sendiri Bang, Abang kan tangan nya masih sakit."


Nata segera mengelakan handuk kecil itu yang mau di rebut oleh Ibell. Tangan mah tak apa sakit sedikit yang penting nanti bisa dapat karantina yang menggelora.


" Ini tidak membuat ku sakit, santai saja." kekeuh Nata.


Ibell mengalah !


Nata di belakang tubuh nya, Menyeringai omes, tangan nakal nya sudah mulai mencari sasaran empuk nya. Ia sengaja meraba tengkuk itu hingga Ibell merasa tergelitik merinding disko.


" Abang__ Akhh" Tadinya mau protes, Tapi mulut itu malah mendesah laknat ulah Nata yang tiba-tiba menggigit kecil telinga nya, Tangan Nata pun menelusup ke depan di mana belahan bathrobe yang terikat kencang.


Kembali Ibell di buat keenakan, Suaminya bisa saja memancing ikan.

__ADS_1


" Kita karantina Beno Eni lagi ya ?" Nata berbisik di telinga Ibell, Suaranya mulai berat menahan sesuatu. Ibell tak menjawab, bukan karena keberatan, melainkan mulut nya sudah di bungkam rakus oleh Nata.


Menit awal Ibell membalas belitan itu, mengimbangi. Tapi kalah ding... Menit berganti menit ia kehabisan nafas, Nata sangat gila dalam hal kasur. Ibell kehabisan nafas. Tangan itu meronta mendorong dada Nata agar suami nya sadar.


Terlepas !


" Kenapa ?"


" Kenapa kenapa ? Ibell kehabisan nafas, ck !" Tangan Ibell membenarkan tali bathrobe nya yang melonggar karena tangan Nata. Bibir itu cemberut.


" Hehe, maaf ! Tapi jangan di ikat lagi !" Seraya cengengesan bodoh, Tangan Nata lihai menahan jubah handuk yang ingin di ikat lagi oleh Ibell, tangan itu pun menelusup penuh perasaan lembut ke dada balon ku ada dua. Ibell tidak bisa mengelak kali ini. Jujur... keenakan !


Serangan kembali berlanjut, Handuk itu sudah jatuh asal asalan. Beno semakin berdenyut sakit kepala ingin bertemu dengan Eni yang sudah polos.


Semoga pintu sudah terkunci !


Nata membatin, lupa sendiri perihal pintu padahal ia yang terakhir masuk.


Nata tak mau berlama-lama, takut ada pengganggu tiba tiba. Segera saja tubuhnya di buat naked sendiri. Sejurus sudah menindihi Ibell dengan Beno sudah bersarang di dalam Eni.


" Akh...mmh, Ah !" Suara laknat kedua nya tidak munafik, Lenguhan demi lenguhan menggairahkan saling menyapa merdu di kamar itu sebagai saksi nya. Cicak di dinding sampai jatuh, mungkin kaget mendominasi mupeng.


Ibell pasrah di bolak balik posisi nya oleh Nata Seperti sate yang di bakar kipas kipas. secara...ia nya juga ketagihan. Jempol dua untuk suami nya soal kasur. Tadi nya Ibell sempat berkata di sela sela jungkit jungkitan itu...Jangan lama, Nanti Vay mencari! Tapi larut dalam permainan, tidak ada lagi kata jangan lama lama. Yang ada ayo terus sampai tak bertenaga.


Setengah jam permainan, Ibell seperti terbang melayang naik ke lapisan langit ke tujuh dengan gugusan bintang bintang menari indah di sekeliling nya. Detik itu... Ibell mengeluh panjang, telah sampai rasa gurih gurih sedap.


Nata ? Oh.. jelas masih bertahan ! Ia menjeda... membiarkan Ibell istirahat dulu, kasihan ! Kalau sate pasti sudah gosong kelamaan di bolak-balik. Tapi lima menit aja ding, Jangan lama lama nanti Beno keburu ngambek.


" Yuk kita tidur !" Ibell menggoda Nata yang belum menerima puncak nikmat nya. Senyum geli nya mengembang di kala mata Nata menatap nya tidak setuju.


" Eni enak.... sudah muntah, Lah Beno....Masih bertahan, bisa bisa prustasi nanti, terus kalau mati suri, siapa juga yang susah ? Pasti eni kan yang ikut mati suri." Beo Nata, tangan itu memilin milin teet tombol gunung kembar milik istri nya.

__ADS_1


Ibell tersenyum, menepis tangan suami nya, Bukan menolak, justru sebaliknya... Ibell lah yang sekarang menyerang bibir Nata yang cemberut. Biarkan kali ini ia yang memimpin untuk memuaskan rasa Nata yang memang selalu kurang kalau hal satu ini.


Jelas Nata terpekik senang dalam hati, inilah yang di inginkan laki laki, pasangan liar di atas kasur. Dengan enteng...di sela tautan itu, Nata sejenak melepaskan bibirnya, Menggendong Ibell ke arah sofa panjang, enak kayaknya bermain di benda empuk itu. Rasa sakit tangan dan kakinya yang terpincang sudah tidak terasah, terkalahkan oleh gairah.


" Bang, pintu sudah di kunci kan ?" Ibell bertanya terlebih dahulu sebelum bergerak. Saat ini posisinya...Naik delman Ku duduk di muka.


" Aman !" Hanya mulut yang aman, Tapi hati Nata juga tidak yakin, ia juga lupa sudah mengunci pintu atau belum. Posisi ini sudah sangat enak, sayang banget nanti kalau Ibell mencabut Eni dari Beno gara gara pintu doang, Mulut nya juga sudah mager tak mau lepas dari balon Ibell yang tepat di wajah nya.


Lagian siapa sih yang mau masuk. Orang tuanya punya etika baik ! Kagak main nyelonong ke area pribadi orang, Abah dah Ambu... Terakhir kali di lihat Nata, orang tua angkat Ibell itu lagi ngurung di kamar. Vay ? Aman sentosa anak semata wayangnya itu lagi bersemedi seru di depan monitor, Nata yakin...Vay akan lupa waktu karena keseruan.


Ok ! Aman katanya. Ibell pun bergerak lincah tak memberi jeda lagi hingga Nata di buat merem melek ah uh kepedesan.


Arrrggh... Tepat setelah Nata sampai menembak Eni. Gagang pintu terdengar ceklek.. Sejenak Ibell dan Nata saling pandang dengan masih posisi yang sama. Sejurus.... Ibell dengan kasar menarik tubuhnya dari tusukan Beno. Nata dan Ibell kocar-kacir ke kasur, menarik cepat selimut nya untuk menyembunyikan tubuh naked mereka.


Ada pengganggu di luaran sana tapi tak kunjung masuk.


" Pura pura tidur Ibell !" Titah Nata. Ibell memukul kesal dada Nata.


" Kata nya sudah di kunci !"


" Sudah kok !"


Benar adanya di kunci, buktinya orang yang mencoba menekan handle pintu tak kunjung terlihat dan pelaku nya itu adalah Vay.


" Ayah ! Tidur belum ? Vay mau bertanya, monitor Ayah ada yang eror sebelum Vay gunakan, apa boleh Vay perbaiki ?"


Tidak ada jawaban dari Nata. Ibell yang ingin menyahut Segera membungkam mulut Ibell dengan bibir nya. Biarkan anak nya berkoar di depan pintu, pegal bersuara nanti nyerah juga. Yang terpenting tawuran berlanjut.


" Sudah tidur kah ?" Vay cabut, kembali ke ruangan monitor favorit Nata yang mungkin akan menjadi ruangan favoritnya juga.


Beno dan Eni jelas akan karantina.. Lanjut menjeda kalau sudah capek, lanjut lagi istrihat lagi.

__ADS_1


__ADS_2