
Sah....
Kata itu bagi pasangan normal yang saling menginginkan akan terdengar bahagia untuk kedua mempelai, Tapi di sini...Yang bahagia hanya Kemal seorang, Tidak dengan Yola...Yola hanya datar datar saja, Dalam hatinya...ia sudah membenarkan rutukan Daddy-nya nyata adanya ! Nyata ? Karena bukan nya dalam bahtera rumah tangga itu harus di dasari dengan pondasi cinta, Sementara mereka tidak ada dasar cinta, tapi keterpaksaan... nilai Yola belum percaya dengan mulut manis cinta Kemal.
Sah...Kata itu pun sudah terdengar beberapa detik yang lalu di kediaman Eldath, kini Yola mencium punggung tangan Kemal sebagai dedikasi nya seorang istri dan di balas cium kening dari Kemal, sekilas.
Nampak di sudut mata Yola, kini tangan Bang El nya sedang mengepal erat berkali-kali, mungkin Abangnya tak rela kalau dirinya ini sudah di miliki orang lain, di samping Abang nya...Ada juga Mamang Asep nya yang tersenyum lembut kepadanya, Tapi Yola tahu... Senyum itu hanya keterpaksaan saja, Mamang Asep nya juga tak rela...Namun beliau piawai menyembunyikan rasa ketidak relaannya.
""Kalian sudah sah menjadi suami istri....."" Pak penghulu sedikit memberi wejengan petua sedikit tentang rumah tangga yang baik dan benar kepada kedua mempelai. dan setelah nya..kini mempelai dalam sungkem sungkeman meminta restu dari keluarga inti. Dan kini Yola dalam simpuhan Bang El nya sebagai ganti orang tuanya.
""Datang lah kembali kapan pun itu, Abang selalu ada untuk mu, Dek !""
Eldath mengelus kepala Yola yang sedang bersimpuh di hadapan nya. Yola tahu arti kata ambigu Abang nya... yang bila mana Kemal menyakiti nya, maka datang lah dan katakanlah sesungguhnya, Dia siap menjadi tamengnya.
"" Eum."" Hanya itu yang sanggup Yola katakan, Dada nya sebenarnya sesak kepingin nangis meraung raung tapi di tahan nya, Nanti...Ia Pasti akan rindu manja manjaan dengan bang El nya seperti anak kecil pada Bapak nya. Entah masih bisa atau tidak lagi.
__ADS_1
Dan kini Kemal pun bersimpuh di hadapan Eldath, Walaupun umurnya lebih tua sedikit dari Eldath, Tapi kini ia adalah adik ipar sekarang, jadi kudu menghormati kaka dari Istri nya.
""Aku tidak akan mengatakan titip adik ku, Karena Yola bukan barang, Aku hanya menitip pesan, Yola adalah salah satu dunia ku, Kamu pasti tahu akibatnya kalau sampai melukai hatinya."" Yang Keluar dari mulut Eldath bukan lah pesan pada dasarnya, melainkan adalah Ancaman dingin yang masuk ke dalam telinga Kemal.
""Dunia mu akan saya hargai, Tenang saja...Saya akan mendedikasikan hidup ku untuk Yola dan calon anak ku mulai kata sah tadi menggema dan mohon maafkan aku kesalahan ku yang berlalu ."" Kemal pun berambigu saat menyebut kesalahan ku yang berlalu. Dan El hanya mengangguk tipis seraya menepuk pundak Kemal, Mungkin mulai dari sekarang ia harus belajar menerima Kemal sebagai keluarga. Ok...ia akan mencoba demi kedamaian rumah tangga adik nya.
Dan Yola sekarang berada di depan Mamang Asep nya. Walaupun bukan orang tua kandung nya, Yola tak pernah memperdulikan itu, ia selalu menganggap orang tua di hadapannya adalah orang tuanya sendiri, beliau sangat berjasa juga dalam hidupnya, Merawat nya dari kecil, orang tua ini pula yang pertama kali membelikan nya pembalut bulan pertama nya karena di waktu itu ia masih lugu yang histeris melihat darah keluar dari pipi* nya, Selain membeli kan roti bersayap, Si Mamang juga dengan sabar menjelaskan bagaimana kodrat menjaga diri dari Sentuhan laki laki, dan ia gagal membanggakan pesan pesan Mamang nya karena ia sudah kotor sebelum sah.
Sebagai tanda terima kasih nya, ia hanya bisa memberikan kecupan sayang hangat nya meluncur di pipi sangar Mamang nya saat ini, ia tak mau menangis cengeng padahal mata nya sudah perih berkaca kaca , ah.... Besok besok ia pasti rindu dengan liur obat Mamang nya bila mana ia terluka di lutut.
""Yola mana ada gendut, Mang ? Masih sekso asyo bohay begini di katain gendut."" Yola nampak tak terima di katain gendut oleh Mamang nya, Wanita Gito lho... Sangat sensitif bila sudah menyangkut berat badan. Dan cengiran berhasil tercipta di ke-dua nya, Yola berhambur masuk ke dalam pelukan Mamang nya. ia menangis diam di dada lebar itu,dan dengan cepat mengusap nya pelan.
Setelah berharu biru di keluarga nya, yakni ke Danver juga ke Om Lexi beserta istri beliau, Kini Yola mengekor di langkah Kemal menuju ke inti Keluarga Kemal, Ada orang tua Kemal di pojok sana yang tadinya menolak adanya pernikahan ini, Tapi dengan keras keinginan Kemal, Mereka pun terpaksa menuruti keinginan anaknya, apalagi mengetahui ada cucu mereka di dalam rahim Yola Membuat nya Skakmat telak.
Tapi ding, Di mata Yola... Kok Meca kagak mau merapat ke orang tua kandung nya sendiri ya, Yakni ke Ayah kandungnya dan sekarang adalah Mertuanya. Oh.. iya, Ia lupa kalau Meca dan beliau masih dalam perang dingin toh yang sedikit tahu cerita Penghianatan Arya-mertuanya. ok...itu bukan masalah nya, ia tidak mau ikut campur, tapi ia pengin ada kerukunan nanti. Lihat saja... Mereka akan rukun dengan adanya campur tangan nya.
__ADS_1
Saat Yola dan Kemal dalam minta restu ke orang tua Kemal, Di arah lain ada Bang Gultom baru bergabung sepulang dari luar negeri, biasa... Habis berburu atas titah dari sang Bos yakni Eldath yang masih saja mencari siapa musuh yang pernah menyabotase mesin berat nya.
Dan rupa rupanya, terlihat dari wajah Bang Gultom si koko sipit ini, nampak terkejut melihat ada Pernikahan di rumah Bos nya. apalagi melihat mempelai pria nya, Shiit Gue terlambat pulang, Ck...Udah sah dong ya ? Bagaimana reaksi Bos kalau tahu siapa dalang penyabotasean itu.
"" Bos.""
Eldath menoleh ke asal suara, Erick atau Bang Gultom nama sapaannya, dengan senyum legah, teman sekaligus pengawal nya ini akhirnya pulang juga dari perburuan nya, Ia sudah pernah mentitah sebelum berburu Yakni jangan pulang sebelum menemukan target nya yang ia ketahui kalau si mangsa bersembunyi kabur ke luar negeri.
""Nanti saja ya, Rick ! Yola lagi dalam hari nya, aku ingin memuaskan mata ku untuk melihat dia berada di sini, ya walaupun nanti juga bertemu tapi...Rasa nya sudah beda saja dengan statusnya sebagai istri orang."" Eldath dari jauh memperhatikan wajah adiknya yang sekarang ada di hadapan Meca dan Vero juga Titan.
"" Yakin nih Bos, Nanti ? Kalau nanti sang tersangka bisa keluar dari dalam kandang kita tanpa mendapatkan sesuatu."" Ambigu Bang Gultom, dengan sedikit berbisik.
Eldath pun yang penasaran akan hasil pencarian Erick, membiarkan menyampaikan laporannya sekarang saja, mengalah.
Seraya mendengar kan laporan Erick atau bang Gultom, ia beberapa kali mengucek daun telinga nya, Takut salah dengar dengan penyampaian Bang Gultom. Tapi ia tidak lah salah dengar, Kemal Abrahaaamm.. Gigi itu terdengar saling beradu, marah. Kemal Sialan,!!!
__ADS_1
"" KEMAL ABRAHAM !!!"" Suara itu membuat isi ruangan jadi hening, saking terkejutnya akan Eldath yang ber-teriak keras dan marah.