
DOR...
DOR..
Dua tembakan dari arah jauh melesat ganas dari seseorang yang bersembunyi di tempat gelap dengan motor sport racing di dekatnya, setelah satu pelurunya melesat melenceng dan satu nya berhasil mengenai punggung seseorang, Sniper itu pun naik cepat ke atas motor karena dirinya saat ini sudah tertangkap mata Eldath yang berusaha mengejar nya dengan berlari bodoh.
Sementara korban nya sudah bersimbah darah di pangkuan seseorang.
"" BANG ELLLLL !!!"" Pekik Yola gemetar, Minta tolong untuk segera menolong Mas suaminya.
Yap...Kemal lah korban nya, menyelamatkan istri nya auto menyelamatkan nyawa calon bayi nya pula, dan itu memang salah satu kodrat suami bukan. berusaha dan harus melindungi istri, sebejat bejat nya dirinya yang brengsek akan otak celup, Ia juga sebenarnya tahu arti suami bagi pasangannya. Dadanya bertugas untuk menghangatkan istri, Punggung lebar nya bertugas untuk melindungi istri dari hantaman apa pun itu. Dan sekarang lihat lah, punggung nya sudah bekerja dengan baik.
Sementa Yola semakin bergetar takut...Darah banyak !!! Tembakan !!! ke-dua itu adalah kelemahan Yola yang trauma sedari tragedi orang tuanya kini kembali terulang di hadapan mata nya, gara gara melindungi nya, Kemal terluka. Seperti dulu juga....Gara gara melindungi nya, darah Mommy nya berceceran ke mana mana dan meninggal. Dasar diri ini...pembawa sila ! Rutuk nya sendiri. ia tidak mau kehilangan Suaminya, Tidak mau !!!
"" Mas ! Mas ! Hiks--"
"" Lucu, kamu menangis untuk ku Yola ? jangan menangis."" Suara Kemal sudah melemah.
"" Mas, dengerin Yola...Yola ingin Mas bertahan, janji untuk tidak meninggalkan Yola, Yola mencintai Mas, Yola minta maaf baru membalas kata manis itu, Mas harus sehat kembali untuk kita-rumah tangga kita, anak kita, ku mohon ! Mas dengar kan...Yola mencintai Mas, juga.."" Hiks hiks..
Kemal tersenyum mendengar pertanyaan Yola di detik detik buram dan berat nya mata itu juga merasakan tubuhnya melayang oleh tenaga besar seseorang.
__ADS_1
Akhirnya ! Satu pekan, Mas berhasil mendapatkan cinta mu. Terima kasih sudah membalas nya !!!
"" Yol, kamu bisa nyetir kan dengan keadaan genting ? Yol ku mohon, Dengar Abang.. lawan ketakutan trauma mu, ini bukan saatnya untuk menangis, Abang akan mengeluarkan peluru itu seraya menuju ke rumah sakit. Kamu harus bisa nyetir dengan benar agar Kemal tertolong.""
Yola pun mengikuti arahan Eldath yang masuk ke kabin belakang tanpa menunggu jawaban darinya bisa atau tidak, sementara tubuhnya ia kuat kuatkan dalam rasa getar takut itu dalam menduduki kabin kemudi.
"" Buruan Yola, jalan kan mobil nya, bantu Abang kali ini !"" Suara Eldath terdengar bergetar, Namun tangannya segera membeda punggung Kemal yang sudah di suntik bius mati rasa, untuk mengeluarkan peluru tersebut, ia memang ahli akan hal itu, dalam mobil mewah besarnya juga di lengkapi alat bedah medis yang steril. Sebagai orang yang selalu di hantui musuh seperti semut tak terlihat keberadaan nya dan tetiba menggigit seperti saat ini, ia harus siap segalanya untuk pertolongan pertama yang sudah di ajarkan segalanya pun dari Mamang Asep nya yang dulu tangan kanan bawah tanah keluarga Kakek nya di Belanda sana.
Satu hal Eldath sesali, Yaitu tidak menerima permintaan Bang Gultom untuk mengantar dan melindunginya, dan akhirnya.... Orang sniper sialan itu bisa terbebas saat ini.
Baiklah !!! in hale...ex hale. Lima menit Yola masih dalam keadaan grogi takut membawa kemudi mobil Eldath saat ini.
Aku bisa, demi suami Yola, demi menghilangkan rutukan Daddy kalau rumah tangga Yola akan baik baik saja.... Selama nya
"" Hallo Mang Asep, Kami dalam keadaan tidak baik, tolong segera ke area apartemen Kemal, Retas CCTV area parkir depan, dan temukan orang yang berkendara motor racing."" El menelpon dengan bluetooth di telinga, Seraya tangan piawai nya masih berusaha mengambil peluru di punggung Kemal.
Sementara...Yola perlahan menguasai kemudi dalam fokus ngebut nya, jiwa pembalap nya kembali lagi yang sudah lama di hiatus kan...dan semakin gila saja dalam kemudi itu ketika mendengar percakapan Eldath di telpon, Motor racing ? Apa motor itu sama, yang dulu pernah sengaja menabrak ojek yang dulu ku tumpangi ? Shiiit !!! Siapa orang itu yang ingin membunuh ku ?
"" Akhirnya keluar juga peluru nya !"" Legah Eldath dalam keringat dingin membasahi pelipis nya, Orang ini rela mengorbankan nyawa untuk Yola--Adik tersayangnya, dengan itu ia harus menolong Kemal dengan cara ekstrim seperti itu. Menunggu sampai rumah sakit sangat mengambil resiko, jadi mau tak mau ia harus menjadi dokter bedah dadakan dengan cara nya sendiri.
"" Bang, bagaimana dengan kondisi nya, itu darah nya kok banyak banget sih Bang ?""
__ADS_1
"" Sudah, lebih ngebut lagi...Nafas nya masih normal kok, Darah nya akan berhenti setelah suntikan ini."" El benar benar sudah seperti pyshico, alih alih ngeri akan kelakuan nya yang mengorek ngorek daging punggung Kemal,ini terlihat santai sekali air muka itu, datar datar aspal muram.
"" Benar tak apa, Yola tidak mau jadi janda muda ya Bang, Yola merasa kalau Yola itu pembawa sial, Orang tersayang Yola selalu saja dalam bahaya karena Yola."
El mengumpat geram tidak sepakat akan kesimpulan sempit Yola, adik nya bukan pembawa sial, buktinya...ia sampai saat ini masih hidup yang selalu bersama dengan Yola. Takdir lah yang menentukan kejadian ini, bukan karena orang yang di cap sial.
"" Sekali lagi mendengar adek mengatakan diri sendiri pembawa sial maka alat bedah ini menancap sekalian di punggung Kemal."" Ancam Eldath untuk membungkam mulut asal Yola.
"" Yakk, jangan dong ! Masa Yola belum beradu kasih sayang sama mas suami sudah mau janda saja.""
El melepas kasar sarung tangan yang sudah berwarna merah darah dari tubuh Kemal. Ternyata adik nya sudah jatuh cinta kepada Kemal. Huuu ! Entah ia harus bersikap apa nanti, apakah ia akan mengalah dan melihat sampai mana Kemal bertahan dari dunia tobatnya dalam percasanovaan ? kalau kumat lagi, bagaimana ? otomatis adiknya yang akan hancur tersakiti. itulah yang El takut kan kalau Yola bersatu dengan Kemal yang aib nya sudah tidak rahasia lagi. Takut adik nya sakit hati berdarah darah yang obat nya tidak di perjual belikan ! Sakit hati lebih susah di obati dari pada punggung berdarah darah kan ?
"" Yol, jujur...apa kamu benar sudah mencintai suami mu eh maksudnya Kemal ? bukan karena gara gara tragedi ini semata-mata kan"" El kembali menarik kata suami mu, Rasa nya berat sekali untuk mengakui Kemal sebagai adik iparnya.
"" IYA !!! Yola mencintai nya.""
Ckiiiiiitttt...
Jawaban singkat padat Yola tersampaikan beriringan kaki nya menginjak pedal rem di hadapan rumah sakit.
El tak menjawab lagi, mengusap wajahnya kasar. Yola tahu Itu adalah tanda jawaban prustasi Abang nya.
__ADS_1
Maaf Bang El....hati tidak bisa di setir, sekuat apa pun untuk berbelok kiri, Tapi nyaman nya berbelok kanan, maka pemilik hati hanya bisa Pasrah saja.