
"" Tunggu apa lagi ? Tunjukkan keahlian kamu !"" Titah Kemal tak sabaran duduk di sisi kasur sementara Yola masih berdiri gugup di hadapannya.
Keahlian apa Ding, Gue bisa nya balapan, masak ala kadarnya, Terus hal ektrim lainnya, di ranjang ? ini pertama kalinya, bagaimana mau ahli, belajar aja kagak pernah.
Yola hanya diam seribu bahasa. eh ding ! Bagaimana kalau kita ngelucu aja mencandai si herder, siapa tahu tertidur mendengar kekonyolan nya.
"" Keah----!""
""BURU ! Jangan sok jaim dan lugu Seperti masih gadis saja !""
emang gue gadis, sialan !
""Kalau gue ngaku masih suci, percaya ? dan mau melepaskan saya dan Bang El bila mana saya masih Gadis"" Yola menatap dalam manik hitam kelam Kemal seperti hatinya herder ini yang gelap gulita.
": Hahahaha, mana ada wanita masih gadis bila mengingat sampul nya saja seperti ini....Liar, play girl, Mesu*nya tuh mulut innalillahi ! Saya TIDAK PERCAYA dan jangan kelamaan ! Tanggalkan benang mu sendiri atau saya sendiri yang akan membuka nya dengan cepat ?!""
Yola menahan pergerakan Kemal yang akan menyentuh benang nya. "" Saya bisa sendiri, tidak usah repot-repot !""
Yola menjawab cepat, Tangannya bergetar hanya sekedar meraih kancing saja, Bang El, Yola takut !!! Batinnya yang sudah berada di ujung tanduk kehancurannya.
Neng Geulis, Mamang mah tak masalah atuh Neng, bila di luaran sana Neng teh Nakal sering gonta-ganti pacar untuk menikmati hidup masa muda, Tapi...satu wejengan untuk Neng terapkan dalam hati ya Neng.. Yaitu, Jagah selalu atuh mahkota Neng sampai pada orang yang tepat lah yang mengambil nya sendiri, Yakni seorang suami, Suami akan merasa bersyukur bila mana mendapatkan wanita yang menjaga kesuciannya, Yang berarti Neng tuh intan permata cantik tiada tara yang di miliki oleh suami.
Yola tergugu dalam diamnya saat tetiba teringat nasehat hidup baik Mamang Asep nya, pengganti orang tuanya dalam kesendirian nya.
Yola sebentar lagi jadi intan permata gelap tak terlihat Mang Sep.
__ADS_1
""Yola, kamu kok lama, sini !!!"" Breeeek !!! Breeeek !!!
""Ap--?""
"" Kamu sudah membuat ku tak sabaran, ini kamu coba rasakan adik saya di sini, Sudah berdenyut denyut keras sedari tadi.""
Yola membola malu saat tangannya digenggam kan ke adik Kemal, Si herder ini tanpa pergerakan tak terbaca darinya juga, Berhasil Membuat kancingnya berserakan tergelincir ke mana mana di lantai karena tarikan paksa oleh Kemal yang tak sabaran membuat bajunya rusak.
Tak perlu lama pun kini kulitnya sudah polos tanpa sehelai benang pun akan ulah kepiawaian Kemal. Bahkan sekarang ini ia sudah berada di atas peraduan, melirik Kemal dengan wajah pias saat melihat si herder dengan Santai membuka benangnya dan memperlihatkan adiknya yang sudah mengacung angkuh.
Etdah, apa perabot segituh besarnya muat ke dalam lubang yang kecil. aku pasti berdarah darah. matilah kamu wild, Batinnya ngeri.
Oh... mungkin maksud bodyguard Daddy nya dulu ini kali ya, yang pernah tak sengaja ia dengar sewaktu ia kecil dalam pembicaraan para bodyguard Daddy nya, Yang kata nya saat MP, pak Raka Membuat istrinya berdarah darah dan seketika tergelepak gelepak seperti ikan kehabisan air yang di pindahkan ke pinggir, saking tidak muatnya.
Ok... sebagai pertolongan pertama, Yola butuh kotak P3K untuk membalutnya saat ia berdarah darah, Dan juga ia harus meminta ke Kemal untuk menyiapkan tabung oksigen sebagai pertolongan pertama bila mana ia seperti ikan di pinggir kolam tergelepak gelepak kehabisan nafas karena saking tidak muatnya.
Baru nempel segitu aja sudah merinding enak gue, apalagi... ?
""Kenapa malah menjerit di saat kita belum melakukan apa apa, Jadi biar sesuai irama, Keluar kan lah suara seksi mu sekarang ini...""
Hmmppp, Yola tetiba menutup mulutnya agar tak bersuara Laknat, yang di mana Kemal menulusuri titik lehernya, dan Si Kemal ini semakin turun bermain di balon ku ada dua Membuat nya ada gejolak aneh yang tetiba Munjul dalam dirinya untuk pertama kalinya.
""Ba-bapak, Apa di sini ada kotak P3K dan tabung oksigen ?""
Kemal yang sedang asyik merema* dan mengulu* buas ujung balon merah muda di hadapannya ini seketika menyerinyit dan menatap Yola penuh tanya.
__ADS_1
""Pertama, panggil saya Mas di saat kita tidak berada di kantor, kedua...aku hanya punya kotak Obat nya Tapi untuk tabung oksigen tidak ada, Lagian buat apa barang kedua nya...aneh kamu."" Oceh gemas Kemal, wong sudah mengubun begini di ajak berbicara, kan Nanggung !
""Bu-buat ngobatin saya bila mana saya sudah berdarah darah dan tergelepak gelepak seperti ikan sekarat saat punya Ba---Mas sudah berhasil masuk, Du- Ah Du-dulu kata bodyguard Daddy, Pak Raka Membuat istrinya sekarat berdarah darah aah... dan tergelepak gelepak sekarat di saat MP, katanya, Ahhh...."" Yola lagi lagi menahan gejolak aneh di tubuh nya di saat Kemal kembali menyesap ujung balon nya.
""Tidak ada seperti itu, MP itu indah dan enak, Kalau tidak percaya mari kita buktikan Sekarang juga. caranya, buka lah lebar lebar ke-dua kak i mu. Nah....iya Seperti ini, tahan dalam posisi itu dan rasakan sensasi nya sebentar lagi.""
Kemal tidak menyadari kalau sekarang ia sedang memberi kuliah untuk Yola si wanita bunga liar mesu* tapi aslinya belum sama sekali tersentuh dan polos masalah kasur. Ia tersadar di saat ada pekikan sakit Yola tepat mendorong adiknya sudah masuk sedikit dan merasa merobek selapu* di sana.
Penasaran, Kemal kembali menarik adiknya untuk meyakinkan kecurigaannya, Shiit, Si liar ini benar benar masih suci tersegel ! Batinnya melihat ada sebercak darah di ujung adiknya, Berarti dirinya dan kebanyakan orang di luaran sana menganggap Yola si bersegel nakal ini adalah wanita penggila Kasur, salah besar rupanya.
""Kenapa berhenti ? Pasti sudah berdarah darah ya ? Pasti Yola sebentar lagi tergelepak gelepak seperti Ayam kejang kejang koid, Kalau Yo--- Hmmmpt.""
Sesaat Kemal membungkam merah delima bibir Yola menggunakan bibirnya agar tak banyak Cerewet. ia menatap Yola seakan-akan minta izin untuk masuk lagi, Tapi yang di tatap hanya diam pasrah, Tak di ijinkan pun maka jangan harap lepas, Apalagi ia mengetahui dapat barang langkah selama perjalanan celap celupnya, Dan ah...ia sekarang Mengerti dasar asas si adik yang selama ini tertarik tegang terus bila sudah di hadapkan wajah Yola. Rupanya si adik minta perawa* ting ting juga, bosan muren yang terus di hadapkan dengan kelonggar longgaran.
""Tahan, sebentar akan perih dan berakhir akan terbang ke awang-awang."" Sekilas Kemal mengecup kening Yola, dan kembali di bawa sana untuk memberi pelajaran enak untuk Yola konsumsi dalam pertama kalinya.
Tak perlu lama bagi Kemal untuk mengajari apa itu kenikmatan dunia ke Yola, Pelajaran prakteknya ini sudah berhasil membuat Yola berkeringat mengerang nikmat di bawah pacuan kudanya, dan ia nya pun di buat sangat terkesan nikmat luar biasa akan milik Yola. Sangat nikmat dan menagih.
Fix...Kemal tidak akan melepaskan si wild ini dalam waktu dekat, bila perlu...ia akan merantai tak kasat mata leher Yola bila mana si Wild ini macam macam dengan nya.
""Bagaimana Yola ? Enak ?"" Kemal terlunglai lemas di samping Yola, Ia di buat keluar cepat terus oleh milik Yola yang sempit mengapit adiknya.
"" Tak mau munafik, Pengalaman berdarah darah ini rupanya enak juga, Kalau tahu begitu dari dulu mungkin saya sudah melakukan nya bersama pacar pacar satu Minggu saya."" Yola tersenyum remeh, sengaja membuat kuping Kemal panas dengan mulut unfaedanya
"" Sialan tuh mulut, jangan sampai kamu melakukan permainan piling pilingan ini bersama pria lain manapun di luaran sana, Mas tidak suka punya mas di bagi bagi, Kamu hanya boleh melakukan nya bersama mas seorang, mengerti kamu Yola, Kalau melanggar dan ketahuan. maka kamu akan mendapat hukumannya."" Ancam Kemal.
__ADS_1
"" Mengerti, tak mau mengerti.""
Jawaban tak tepat Yola berhasil membuat Kemal menggembur Yola kembali sampai berkali kali hingga larut malam yang sebenarnya awal mereka tadi bermain masih sore hari, Kemal bahkan Tanpa sadar tidak memakai pengaman dan sejak awal ia pun menghujami milik Yola yang ia kira Yola adalah bit c handal yang pasti memakai suntik penunda atau obat sejenis nya.