Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 170


__ADS_3

" Di sekolah tadi ada Om bule yang baik hati lho, Bun !" Vay bercerita. Sementara Ibell hanya mendengar kan celotehan anak nya seraya terus menuntun tangan Vay untuk segera meninggalkan Mall. Ia tidak mau mengambil resiko besar yang tadi sudah menggunakan kartu ATM. waspada lebih baik bukan dari pada terciduk, Mungkin saja Nata dan keluarganya mencari cucu mereka dan ingin mengambil Vay dari nya, ia tidak mau itu dan berakhir betul betul hidup sendirian.


" Bun, Vay mau makan itu ! rasa coklat Bun, Abah Ambu pun pasti suka deh." Tunjuk Vay ke toko Dunkin'donuts yang di lewati nya.


" Nanti saja ya Vay, Kita harus buru buru pergi ke Desa lagi, Kerjaan Bunda masih banyak sayang."


Ibell menolak secara halus, Namun Vay tetap kekeuh, menghentak tangan Bunda nya dan berlari masuk ke toko kue tersebut.


" Vay." Panggil Ibell dengan menahan kesal nya, hati nya resah ketakutan layak nya buronan. Dan mau tidak mau ia pun mengikuti keinginan anak nya. Dari pada anak keras kepala nya ini terus merajuk dan malah bikin lama.


Kartu Ibu Ibell kembali di gunakan, Pak.


Earphone yang terpasang di telinga Nata kembali memberi kabar.


" Saya sudah di lokasi, pantau terus dan selalu beri kabar." Nata berlari masuk ke dalam Mall yang lumayan ramai pengunjung. Mata elang nya membidik mencari Ibell.


" Ah Bego !" Rutuk Nata. Karena terburu buru ia melupakan keahlian nya, Kenapa ia tidak meretas titik mesin yang di singgahi kartu ATM Ibell, tidak perlu repot-repot kan mencari istri nya itu ke toko satu dan satu nya lagi.


" Dunkin'donuts ?" Gumam nya, Dan mata serta langkah nya mencari toko tersebut.


" Pak, toko kue donat di lantai berapa." Nata bertanya cepat ke Pak Security.


" Lantai ini pak, di sebelah barat dekat pintu keluar."


" Thanks Pak."


Dengan berlari, Nata bagai di kesetanan, Jangan sampai istri nya meninggal kan toko tersebut dan berakhir kehilangan jejak lagi. Lari terus menerus dan sesekali mengucapkan kata maaf yang sempet di tabrak nya tanpa sengaja.


Sementara Ibell, Anak nya masih saja berbinar binar menginginkan ini itu, Maklum...Vay yang biasa nya berbaur dengan sawah serta ternak Abah di desa jadi antusias. Ia berada di dalam Mall, apa aja ada. Mainan, makanan yang terlihat menggiurkan, dan Eskrim bermacam-macam rasa juga serasa melambai lambai memanggil nya.


" Kita pulang Vay, Nanti kita di jalan bisa kemalaman, Vay nggak kasihan apa sama Bunda ? Bunda kan harus mengurus sayuran untuk pengiriman nanti subuh." Jelas Ibell yang berlutut menyamakan tinggi anak nya di depan gerai donat.

__ADS_1


"Nanti kapan kapan kita ke sini lagi deh, lagian uang Bunda kan sudah habis beli laptop sama kue ini !" Bohong Ibell, Padahal ia menyadari, Isi ATM nya begitu banyak, Kenapa mantan suaminya itu masih menafkahi nya ? Ah...ia mendadak takut, takut takut Nata menuntut hak asuh Vay.


Dari arah belakang Ibell yang berjongkok, Nata masuk ke toko donat, Nata tak melihat Vay dan Ibell karena fokus nya ke toko tersebut.


" Baiklah Bunda, Tapi Yubikiri ya Bun. Nanti kalau Bunda banyak uang kita ke sini lagi, Ajak Abah Ambu juga Bun."


Ibell segera meraih tangan mungil anaknya untuk Yubikiri, Setelahnya meraup tubuh mungil itu naik kegendongannya. dan berlalu keluar melalui pintu barat.


" Ah, Sial ! Ibell sudah tidak ada ?" Umpat Nata meninju udara kesal. Sang kasir menoleh dan bertanya, apa ada yang bisa saya bantu, Pak ? Tanya nya.


" Apa tadi ada wanita ini beli kue di sini ?" Nata memamerkan foto Ibell melalui gawai nya. Sang Kasir menggeleng.


" Tapi barusan Istri saya melakukan transaksi di sini melalui kartu ATM."


Sang Kasir berpikir sejenak. Hanya ada satu yang melakukan pembayaran melalui kartu, Tapi wajah wanita tadi dengan foto wanita cantik ini, bagaikan langit dan bumi.


" Ada sih pak, tapi wajah nya berbeda, Ibu tadi tuh maaf.. tonggos berhijab serta berkacamata, dan ah..Ibu tadi terlihat buru buru seraya membawa anak kecil perempuan, wajah nya setengah bule mendominasi mirip seperti anda."


Fix, Ibell selama ini menyamar ternyata, istri nya ternyata pintar juga mengelabui orang banyak. Dah..ah, Tidak salah lagi, anak kecil yang bersama Ibell itu pasti anaknya, anaknya berjenis perempuan rupanya, ia sudah tidak sabar ingin memeluk kedua wanita tersayangnya, ia rindu setengah gila, dan sebentar lagi rasa rindu nya itu akan terbalaskan. Semoga saja. Amin sepanjang jalan tol.


" Kenapa sih Bun, Bunda terlihat buru buru, Vay bisa jalan sendiri lho."


Ibell tidak mendengar kan kecerewetan Vay, ia terus melangkah ke arah parkiran di mana mobil losbak nya terparkir.


" Tubuh Vay berat lho Bun."


" Bunda kuat sayang, dan pegangan yang kuat ya nak, Jangan sampai jatuh."


Vay menurut, mengalungkan tangannya di leher Ibell, tapi sayang... Karena terburu-buru, Ibell hampir terjerembab karena tersandung langkah sendiri yang menggunakan kulot lebar di bagian bawah sana.


" Hati hati Mba, Untung ada saya."

__ADS_1


Laju jatuh Ibell tertahan oleh tangan besar laki laki.


Astagfirullah..Biru-Mentari ? Semoga tidak mengenaliku.


"Te-terima kasih ya Pak." Ibell tergagap, kaki nya mendadak bergetar hebat dan menurunkan Vay dari gendongannya.


Mentari dan Biru kompak mengangguk seraya mencoba mengenali suara itu ? Tapi siapa ? Mentari pun melirik bocah jelita yang memakai seragam sekolah yang mirip seragam anak anak kembarnya.


" Saya permisi." Ibell membenarkan kaca mata bulat tebal nya dan berlalu cepat naik ke mobil losbak berwarna putih.


" Hulk, Kamu kenal suara wanita tadi nggak ? Rasa rasanya tidak asing." Curiga Mentari.


" Iya, Petite. Aku pun lagi mencoba mengi__"


Bugh..


" Maaf maaf saya tidak se__ Lho Bi, Tari, kalian di sini. Ah.. Apa kalian tadi lihat Ibell di parkiran sini ?" Nata tidak melanjutkan kata maafnya menyadari Biru lah yang ia tabrak tidak sengaja karena mundur mundur dengan mata liar kemana mana di parkiran tersebut.


" Ibell ? Ah..Tadi berarti__ Itu..itu kak Nata, kak Ibell..Itu kah ?" Tunjuk Mentari ke mobil losbak yang sudah berjalan menuju ke pembayaran loket parkir keluar. Mentari dan Biru baru enggeh suara itu ketika mendengar Nama Ibell. Maklum... Tujuh tahun mereka tidak saling sapa suara.


" Shiiit, Bi..Gue pinjam mobil Lo, mobil gue di sebelah timur." Nata main rampas kunci mobil Biru yang masih di tangan. Tancap gas mengejar laju kendaraan Ibell yang sudah lolos masuk ke jalanan raya. Sementara ia di jegat oleh prosedur pembayaran parkir.


" Cepetan buka dan ambil kembaliannya." Oceh Nata membuat petugas loket parkir terburu buru membuka plang nya.


Kamu tidak akan bisa kabur Ibell, Kemanapun suami mu ini akan meladeni mu.


Nata membuat dirinya dapat sumpah serapah dari pengguna jalan raya lainnya. Bagaimana tidak di sumpahin, ia ugal ugalan seraya menyalip lincah bagai belut ke pengendara lainnya.


Di sisi Ibell, Nafas nya teratur normal, ia mengira sudah aman dari masalah. Tersenyum teduh ke arah Vay yang saat ini menikmati donat coklat.


" Itu dia mobil nya." Gumam Nata bernafas legah siap memblokir jalan istri nya.

__ADS_1


__ADS_2