
" Mba__Mba, Sudah sampai !" Sopir taksi sedikit bingung mau membangun kan penumpang nya yang tertidur. Sesuai aplikasi yang di pesan atas nama Gilang, taksi itu berhenti di depan pekarangan rumah mewah yang berjejer tiga.
"Mba." Panggil nya lagi, tak berani menyentuh sedikit pun kulit wanita cantik yang di duduk di kabin belakang. Dari luar...Gilang yang baru tiba pun dengan taksi lain, mengetuk jendela mobil. Sang sopir menurunkan kaca jendela itu.
" Tidur mas ?" Tanya Gilang ke sang sopir.
" Iya Mas, sedari tadi di bangunin tapi tak bergeming, mau menyentuh sedikit kulit nya tidak sopan mas." Takzim sang sopir. Gilang tersenyum ramah dengan kesopanan pria berumur ini.
Sedikit nakal, Gilang meniup wajah cantik yang kelelahan Lyn untuk membangunkannya, ia tersenyum geli di kala Lyn melenguh racau.. Shut up, Dad ! Lyn, still sleepy !
" Lyn, hey...Saya bukan Daddy mu, kalau tidak bangun, aku gendong kamu masuk ke dalam kamar ku tanpa embel-embel halal, Mau sayang ?" Goda Gilang, inilah sifat Aslinya selalu to the point, Menyukai wanita seumuran kakak nya membuat tantangan untuk dirinya sendiri. Sudah lama Gilang menaruh hati kepada Dosen cantik nya ini, Tapi tak ada respon baik dari Marelyn, yang ada dapat keketusan melulu.
Dan mata Amber mirip punya sang Daddy nya terbuka lebar, bermuka masam saat wajah Gilang begitu dekat di hadapan wajah nya.
" Ish, dasar bapak nya, Mumun !" Umpat Lyn mengingat ke kegilaan Gilang akan monyet jelek itu.
Lyn, Menoyor kening Gilang yang mencondong masuk lewat jendela, ia pun turun dari taksi dan baru sadar kalau ia berhenti di pekarangan rumah Gilang, bukan rumah nya sendiri yang berada di seberang jalan komplek ini.
" Bapak salah alamat !" Protes nya ke sang sopir yang menurunkan koper kecil miliknya, mengabaikan Gilang yang masih menampakkan wajah sok tampan nya, tapi berondong ini memang tampan sih, mirip Om Vero. Batin nya memuji tapi hanya menganggap Gilang hanya menggoda saja, bukan sebenarnya menyukainya dengan kata lawan jenis. Lagian ia kurang suka dengan Kelakuan aneh dari anak Om Vero ini yang sedari dulu menyukai monyet... iiiiih, ia geli sendiri.
"Tidak sayang, Kamu tidak salah alamat kok, kan rumah ini akan menjadi rumah kita di masa depan." Kedip Gilang tersenyum manis.
" Gelap, dan permisi Nak ! Masuk dan minum susu dulu sana ke Tante Meca biar otak kamu terbuka sedikit, sayang sayang..sayang mata mu." Semprot Lyn galak. Tapi anehnya Gilang malah tersenyum manis, menganggap kegalakan Lyn sebagai alunan musik romantis. cihaaa...Cinta itu budek, rupanya.
...*****...
Ckiit...
Aww...
Mobil sport hitam yang di kendarai Nata di pagi hari ini hampir saja menabrak wanita yang tiba-tiba menyebrang dengan sangat terburu-buru. Nata keluar, ingin menolong wanita berkemeja sifon merah dengan rok span hitam selutut yang terjatuh karena sedikit menghantam kaki gadis anggun wow, cantik dan bertubuh goals di hadapannya ini.
" Maaf, Maaf mba ! Saya tidak berhati-hati dalam berkendara !" Seru Nata ingin membantu untuk berdiri. Tapi di tolak sopan oleh gadis yang menurut Nata kalau wanita ini mempunyai tutur kata yang sopan. lihat saja...Biasa nya orang yang hampir celaka ulah dari orang lain pasti akan nyap nyap, Tapi wanita ini tidak menunjukkan tanda-tanda kemarahan di wajah cantik itu, wanita ini hanya sibuk membereskan map nya yang jatuh dari genggaman nya.
" Apa ada yang terluka, mba ? Kalau ada..ayo kita kerumah sakit, saya akan bertanggung jawab." Tawar Nata meneliti tubuh wanita cantik ini untuk mencari luka.
__ADS_1
" Tidak Mas, saya tidak apa apa kok, permisi..saya sedang buru buru takut terlambat." Jawab nya tanpa menoleh sedikit pun ke orang yang membuat nya celaka, ia tidak marah karena merasa ia nya lah yang salah main nyebrang saja dengan terburu buru demi mengejar waktu.
" Tapi__" Nata tidak bisa menahan gadis itu yang main pergi saja dengan sedikit terpincang, padahal ia melihat ada luka sedikit darah di lutut sang gadis.
Senyum tipis mengembang di bibir Nata, baru kali ini ia menemukan wanita yang berani menolak nya, bahkan wanita itu juga tidak sama sekali ingin melihat lama wajah rupawan nya, Netra coklat wanita itu seakan-akan cuek terhadapnya.
" Isabelle Lovelia, Nama yang anggun ! Cocok dengan orang nya." Gumam Nata membaca fotocopy identitas wanita itu yang jatuh keluar dari map coklat yang di pegang kuat oleh gadis tadi.
...*****...
Lobby perusahaan software milik Nata di pagi hari ini, menampakkan banyak wanita asing di mata Nata. Ah..ia lupa, ia kan sedang membuka lowongan pekerjaan khusus wanita cantik untuk di jadikan sekretaris, biasa...Selain di jadikan sekretaris, siapa tahu ehem.. bisa di ajak naik ranjang satu malam.
Mata elangnya itu pura pura cuek, Tapi di sela langkahnya, ia sempat melirik sejenak dengan gaya cool nya untuk meneliti siapa kah yang terbaik dari salah satu mereka semua untuk di jadikan sebagai sekretarisnya.
Ahaaai...Mata nya menangkap sosok berbaju merah. Wanita itu... wanita yang di tabrak nya, tadi.
Dengan langkah wibawa nya, Nata kembali melangkah keluar lobby, memanggil Security. Security yang di lambai oleh Nata Segera mendekat dengan sikap sopan nya.
" Ada yang bisa saya bantu, Pak ?"
" Baik pak."
Nata kembali berdecak, ia juga merasa kasihan ke para pelamar lainnya, kembali berbalik untuk memberi titah ke pak Security.
" Pak, suruh para pelamar itu melamar di kantor pusat KA Group saja, ada lowongan di sana juga."
" Baik pak, laksanakan."
Dan Nata pun berlalu pergi menuju lift yang akan mengantar kan diri nya di mana lantai ruangan nya berada.
Tidak lama menunggu di dalam ruangan, pintu pun di ketuk. Pasti pak Hartono dan sekertaris yang akan di interview nya sendiri.
" Masuk !" Teriak nya.
Dan pintu pun terbuka, menampakkan dua orang persis dugaannya.
__ADS_1
" Maaf pak, Apakah benar ini orang yang anda inginkan ?"
Nata hanya mengangguk dan mentitah Staff nya untuk keluar ruangan meningkalkan mereka berdua saja. Bukannya langsung mempersilahkan duduk sekretaris baru nya untuk di interview, ia malah sibuk dengan pekerjaan nya.
Lima menit... sepuluh menit... sampai lima belas menit, wanita yang bernama Isabelle Lovelia ini di abaikan sengaja oleh Nata, mengetes.
Isabelle atau kerap di sapa Ibell ini mendengus pegal dalam hati, baru dua langkah menuju ke arah pintu, sudah ada suara yang menghentikan langkahnya, ia pun berbalik lagi.
" Baru Lima belas menit menunggu, anda sudah tidak sabaran dan menyerah di sesi wawancara ini. Bagaimana anda dapat bekerja di bawah tekanan terget target perusahaan ? Apa sampai di sini saja daya juang kamu, Isabelle Lovelia ?"
Akhirnya bapak menyebalkan ini mengeluarkan suaranya juga, tapi dengan sedikit kesal, pria ini masih menunduk dalam ke arah berkas berkas sedari awal ia masuk, Ibell mengumpat dalam hati, pria tua aja sok misterius. Pria tua ? pastilah... Secara kebanyakan pemilik perusahaan kan, Tua ?
" Maaf pak, saya pikir anda lagi tidak bisa di ganggu sehingga saya mengambil inisiatif sendiri untuk tidak menggangu anda, makanya saya ingin keluar dulu."
"Saya hanya mengecek berkas berkas ini sebentar, Tapi kamu ingin main kabur saja, apakah kamu tidak sabar ingin bercakap cakap dengan saya ? Baiklah... kalau begitu mari kita bercakap-cakap untuk memuaskan rasa ingin tahuan anda."
Ucapan orang ini berambigu, Ibell diam saja, padahal jujur... sebenarnya ia ingin melemparkan Vas bunga ke kepala pria tua itu yang masih setia menunduk saja, mungkin otak nya tercampak di kolong meja sana.
Dan setelah Ibell membatin mengumpat, Wajah pria itu akhirnya mendongak jelas dan sekarang menatapnya tepat di netra coklat nya. Orang ini ? Orang yang menabrak gue ? Gumamnya seperti berkumur kumur. Dan semakin Speechless saja Ibell di kala Nata berdiri mengambil arsip di rak belakang kursi kebesaran nya. Tinggi sekali calon bos nya ini, Ia pasti mirip kurcaci kalau di sanding berjalan bersama Pak tua eh muda ini.
M&M.. Bin Macho dan Manly. itulah kesimpulan nya untuk perangai segar Bidadara di hadapannya ini.
Sesi wawancara pun mulai dengan serius atas sikap profesional mereka masing masing, Nata manggut-manggut mendengar kan jawaban jawaban cerdas dan lugas yang keluar singkat tapi padat dari bibir manis Calon sekretaris nya. ok...Fix, Kepintaran cek perfeck. Ia hanya butuh memastikan harga diri perempuan cantik ini, apakah bertipe murahan seperti Mutia sang mantan Penghianat itu atau lain dari yang lain.
" Ok, sebagai tanda keresmian anda untuk bergabung di perusahaan Software saya...mari kita berjabat tangan untuk memulai hari bekerja sama....Saya Dinata Kedward Abraham, biasa di panggil Pak Nata."
" Isabelle Lovelia, Kerap di sapa Ibell tapi terserah bapak saja." Ibell menyambut takzim jabatan tangan Nata. seketika ia merasa tangannya di genggam erat erat mesum oleh bos baru nya.
" Kalau sayang, Boleh ?" Kedip genit Nata.
Aih Ding, tadi sok Cool, sekarang mata keranjang...itu mah kulkas bodol bin rusak parah euy. Dasar !
" Boleh, Tapi itu pun kalau anda tidak merasa imege anda akan anclok di depan para karyawan anda, karena seingat saya akan kontrak kerja yang saya tanda tangani barusan itu ada peraturan tidak boleh mempunyai affair sesama pekerja di sini." Ibell menjawab santai. Dan Nata terkesima dengan penolakan santai gadis ini. Menarik untuk di goda.. tapi namanya perempuan pasti sama saja... murahan seperti Mutia.
_____________
__ADS_1
Notes ; Para raiders yang setia memberikan jejak nya, Author berterima kasih sebanyak banyaknya untuk kalian 😍 dan bagi yang para raiders yang merasa ber tag Fans.. Tolong langsung Chat aja ya.. karena author kadangkala tidak mengecek secara berkala... So, Niza Niza...di tunggu Chat nya untuk mendapatkan bonus dari author....salam sehat semua 😘 thanks sekebon untuk Vote, komen, Hadiah dan jejak lainnya..😆