Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 174


__ADS_3

Ibell terbangun di pukul 2 dini hari, Jam jam segini lah waktu nya meluncur ke kota untuk menaruh sayuran di sana. kelopak matanya terasa bengkak seperti habis menagis. Teringat kejadian di waktu senja. Aku memang habis menangis. Batin nya.


Ia melirik ke samping nya, Kemana Vay ? Oh tidak ! Anaknya pasti di bawah pergi oleh Nata saat dirinya sedang pingsan. Tidak bisa di biarkan, ia harus menyusul ke kota untuk mengambil Vay kembali, ia tidak boleh cengeng, menangis hanya membuat nya lemah.


Keluar dari kamar, menuju ke kamar mandi di dekat dapur, cukup cuci muka doang dan kembali lagi ke kamar terburu buru mengganti pakaian, mengenakan pasmina asal asalan yang terpenting sinkron, tak lupa wajah culun tonggos jelek sudah terpasang di wajahnya. ia sudah nyaman dengan wajah palsu nya karena wajah jelek ini lah yang selalu membuat nya aman dari mata pria keranjang. Siapa yang mau lama lama melihat wanita buruk rupa ?


" Aku membenci mu, Nata. Kamu sudah membawa anak ku pergi." Ibell buru buru keluar kamar, Lampu ruang tengah gelap tak di perdulikannya, Pikirannya melalang buana ke Vay, setelah mengantar sayuran, ia akan pergi mengambil anaknya. itu rencananya.


Bugh..


Aww..


Tuh kan, gara gara lampu gelap, ia tidak tahu ada kasur lantai yang tergelar di tiduri oleh orang. ia kan jadi terjengkang di atas tubuh Abah berasa otot bicep, Bukan kulit keriput.


" Abah, kenapa tidur di sini ? Kalau Abah penyek ke injak Issa kan bahaya, Ambu akan cari berondong lho."


Ibell tidak tahu saja siapa yang di tindihin nya, Nata tersenyum jumawa di balik gelap nya ruangan, ada untungnya juga memakai baju kaos Abah sebagai baju ganti malam ini, Ibell pikir ini adalah Abah. Nata juga berupaya secara halus tapi tepat menahan Ibell agar susah bangkit dari tubuh nya. Semua yang ada di diri Ibell sangat di rindukan nya.. Harum tubuh nya tetap saja sama dari dulu.


" Abah, Lepaskan ! Issa mau nyusul Vay, anak Issa pasti di bawah laki laki kemarin, kenapa Abah tega membiarkan orang itu membawa cucu kalian." Ibell juga kesal ke Abah Ambu nya.


Sementara Nata, Senyum nya semakin lebar, kuduk nya tergelitik sendiri saat nafas Ibell menerpa sisi lehernya. Beno langsung saja On di bawa sana, sinyal nya kuat benar kalau Eni nya begitu dekat. Tapi sabar ya Beno, Mak nya Eni masih bad mood.


Sabar sabar sabar...Sudah berapa lebaran pak e ? aku berpuasa tak kunjung buka buka puasa. Andai Beno bisa protes..maka ayat protes nya seperti itu ke Nata.


Tak


Lampu tetiba menyala, Tiga kepala melihat pemandangan Nata dan Ibell dengan masih berposisi intim.


" Ayah sama Bunda lagi main smackdown smackdownan ya, Ayah kalah jadi di tindihin Bunda ?" Polos Vay bertanya. Ambu dan Abah terkikik geli tertahan.


" A-Abah ?" Ibell tergagap, Abah nya berdiri di dekat stopkontak, Lah..Abah yang keberapa yang menahan pinggang nya ?

__ADS_1


Shiit..Abah berwajah bule !


" Lepas !" Ibell menyubit keras dada Nata, dan buru buru bangkit secara brutal.


Nata sendiri tercengir cengir bodoh, istri nya lucu sekali. Malu malu merona. Tapi kenapa Ibell masih pakai wajah culun nya ya ? Hanya hati nya yang bersuara, ia tidak berani bertanya untuk saat ini.


" Vay, buru ambil perlengkapan sekolah mu Nak, Kita berangkat sekarang !"


Vay menurut manis akan titah Bunda nya, Segera beranjak masuk ke kamar. Ibell sendiri langsung ke luar rumah.


" Jam dua ?"


" Begini lah kesibukan Issa dan Vay, Nak. mengantar sayur mayur hasil panen sendiri ke kota." Jelas Abah akan kebingungan Nata.


Mendengar itu, Nata tidak diam diri, ia bangkit dari kasur dan menyusul Ibell yang saat ini Istri nya lagi manasin mesin mobil losbak berwarna putih yang di belakang nya sudah penuh sayuran yang sebelumnya sudah di muat oleh Abah Sebelum tidur.


" Biar Abang yang nyetir, Malam malam begini sangat berbahaya Ibell."


" Apa kamu tidak takut ada begal di jalan ? atau penjahat apa gitu ?"


" Ibell, Abang berbicara kepada mu ?" Nata menahan pintu kemudi yang akan di tutup Ibell, ia lah yang akan menjadi sopir malam ini untuk Istri dan anaknya.


" Jangan ganggu Bang Nata, Lebih baik ambil pakaian mu, pergi dari sini. Rumah ini tidak pantas untuk orang gedongan, Selain tidak pantas...rumah ini juga muatan nya sudah memenuhi kapasitas. Dan ku mohon setelah Ibell datang dari kota, Ibell tidak ingin melihat tamu lagi." Usir Ibell halus dengan nada meminta baik baik.


"Masalah orang jahat ? Kalau Ibell berpikir takut terus, Maka aku dan keluargaku tidak bisa makan. Lepas kan pintu nya atau tangan halus mu terjepit."


Nata mengalah, orang sabar pasti di sayang Tuhan, Kalau Tuhan sudah menyayangi nya maka ia akan merajuk meminta agar hati Ibell tidak dingin lagi terhadap nya. Amin.


" Vay, Vay ikut mobil Ayah mau nggak ?"


Vay yang ingin naik ke mobil seksi Bunda nya, tertahan oleh Nata yang menawarkan mobil keren pakai banget. Vay mau sih.. Secara ingin merasakan mobil mewah itu seperti apa di dalam sana.

__ADS_1


" Nak, buruan naik, Nanti kita telat sayang." Teriak Ibell dari dalam mobil. Vay jadi bingung sendiri, di sini Ayah nya, di dalam sana wonder woman nya. Mana yang harus ia pilih.


Aha.. Jalan tengah nya adalah menarik Ayah nya untuk ikut satu mobil dengan Bunda nya.. Tidak apa apa ia duduk di pangkuan Ayah nya justru asyik kan, bisa merasakan bagaimana rasanya di sayang oleh seorang Ayah.


" Ayo Yah, Kita satu mobil aja ya."


Aha.. Tentu ide bagus, Nata antusias dalam tarikan tangan mungil anak nya.


" Lho, Vay..kok A-ayah nya di ajak Nak ?" Lidah Ibell berat sekali menyebut Nata adalah ayah anaknya, tapi mau di pungkiri juga tidak bagus karena kenyataannya memang seperti itu.


" Biarin ya Bun ? Vay suka punya Ayah Bunda Seperti teman teman Vay yang lainnya."


Nata cukup diam saja, Anaknya yang bekerja, ia hanya menikmati ke jumawaannya. Yang Ibell kini nampak kalah dengan permintaan anak sendiri.


" Tapi tidak muat sayang." Upaya Ibell lagi.


" Ayah mau kan mangku Vay selama perjalanan ?" Vay bertanya kepada Nata.


" Tentu dong ! Jangan kan mangku Vay seorang, Mangku Bunda Vay juga Ayah sanggup."


Nata tersenyum geli di beri plototan horor


oleh Ibell akan godaan nya.


Bisa tidak jangan mesum di depan anak sendiri, penyakit mesum nya tidak pernah sembuh sembuh, heran !!!


Ibell kalah telak, tidak mungkin kan ia beragumen di depan mata dan telinga anak nya. Melajukan mobilnya dengan Nata memangku Vay di samping kemudi nya.


Kamu memang wanita tangguh Ibell, demi masa depan anak kita, kamu rela bekerja di waktu jam jam orang masih di dalam selimut. Terima kasih sudah menjadi bagian hidup ku, Abang janji akan meleleh kan hati mu yang saat ini membeku.


Mata Nata tak lepas dari kesibukan Ibell menyetir.

__ADS_1


__ADS_2