Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 131


__ADS_3

Nata beranjak masuk ke dalam mobil nya, di mana Ibell duduk gusar di sebelah kemudi.


" Bagaimana pak, mereka___ aduh pak, ini wajah anda kenapa babak belur begini."


Nata jual mahal, coeg. ia menepis tolak tangan Ibell yang menyentuh pipi nya, padahal ia tersenyum geli di dalam hatinya. berhasil.


" Nanti saja cerita nya, intinya kami tadi berantem sesaat." Bohong nya. " tapi sudah beres kok, kamu aman saat ini, tapi esok atau kapan pun saya tidak tahu, jadi kamu akan tinggal di apartemen saya sesaat dulu, saya sudah memberitahu kan hal ini ke papa mu juga." Nata tancap gas.


Ibell tak lepas dari wajah lebam Nata, gara gara membela nya wajah tampan mulus itu jadi tercela karena nya.


" Terima kasih pak !" Ujar nya tulus dan sangat tidak enak hati.


" eum, santai aja Bell."


Kamu harus mengobati pipi saya Bell, tak apa lah lebam sedikit. Bibir Nata tertarik senyum modus dalam hati.


Sampai di apartemen, Nata dan Ibell masuk ke lobby, mereka berdua tidak ada yang menyadari ada orang yang memperhatikan mereka, lebih tepatnya satpam mata mata dari Yola yang di tugaskan khusus untuk mengintai Nata bila mana membawa perempuan masuk ke dalam wilayah apartemen.


Nyonya, Pak Nata ke apartemen bersama seorang wanita cantik. Ini foto mereka.


Send


Ting..


" Huapa ! Ibell ? Nata ? Mereka akan kuda kudaan ?"


Yola turn off dengan gairah nya dalam bermesraan bersama Kemal di kamar saat gawai nya memberikan info tentang Nata.


Kling.. Otak nya tiba tiba menyala cerdas, saat nya bermain. Batinnya menyeringai licik, ia akan menciduk Nata dan Ibell, mau ngapa-ngapain kek, mau tidak kek..ia akan mendrama.

__ADS_1


" Kenapa sih wild ? Ada apa ?" Heran Kemal.


" Ayo Mas, ikut aku..kita akan punya mantu malam ini juga." Yola semberinga, Ternyata Dewi Fortuna berpihak cepat kepadanya


" Hah ? Mantu ?"


" Sudah, jangan hah hah heran begitu, Mama mau membuat jebakan untuk anak mu agar tobat seperti mu, Tenang saja...calon nya itu Ibell, orang yang sudah aku jabarkan Perangai dan sifat nya ke Mas."


" Sekretaris Nata ya itu ma ? Yang katanya selalu menolak ajakan Nata karena harga dirinya yang tinggi ?"


"Eum !" singkat Yola seraya bersiap siap.


Kemal menurut antusias, Demi anak semata wayangnya, ia menurut saja apa yang pikir Yola baik, Istrinya juga selama ini memang selalu benar dalam melangkah, walaupun cara nya sedikit berbeda dari yang lain.


...******...


Sesampai dalam unit, Nata menghempaskan pinggulnya ke sofa ruang tamu, ia membuka jas nya dan melonggarkan kancing kemeja sampai dua kancing terbuka di bagian dada itu memperlihatkan di mata Ibell bulu dada halus Nata.


" Iya, tapi kamu bebersih saja dulu, pakai lah unit ini sesuka mu, Sementara pakai saja kemeja ku atau baju apa pun yang menurut mu pas untuk kamu pakai malam ini, besok akan ada orang yang membawa kan pakaian mu."


Nata berbaring santai di atas sofa, ia juga kasihan melihat wajah pucat ketidak enaknya Ibell terhadapnya yang mungkin berpikir merepotkan.


" Baik lah." Ibell beranjak masuk ke kamar, ia memang butuh air dingin untuk membasahi tubuh nya yang serba capek. di kuncinya rapat rapat kamar itu dan secepatnya bebersih tubuh agar Nata tidak lama menunggu nya untuk mengobati luka pipi itu.


Ceklek.


Ibell sudah fresh dengan kaos kedodoran milik Nata membalut tubuhnya sampai di bawah paha, ia segera masuk ke dapur untuk mengambil kompresan.


suit suit..seksi cuy.. Beberapa kali jakung Nata menelan ludahnya sendiri melihat penampilan sederhana Ibell tapi ngenah pakai banget ke naluri laki nya. Baju nya seperti kaos oblong sepaha untuk Ibell kenakan, rambut terurai sedikit basah acak acak menambah keseksian tersendiri, cantik alami.. itulah di dalam otak nakal Nata menilai Ibell yang berjalan ke arahnya dengan kain dan wadah kompres di tangan.

__ADS_1


" Maaf pak sudah merepotkan anda, Saya akan mengobati luka lebam bapak agar cepat sembuh." Ibell menaruh wadah air itu di atas meja.


" Sebenarnya tak masalah juga kagak di obati, Tapi kalau maksa ya sudahlah." Nata berbaring santai di atas sofa panjang, ia memejamkan matanya, mengerjai Ibell menyenangkan baginya. "Tak apa kan saya tiduran seperti ini, biar meresapi." Bibir Nata tersenyum tipis.


" Eum !" Ibell pun berjongkok, Membuat kedua lutut nya menekan lantai di sisi Nata, memulai aktivitas nya mengopres pipi Nata.


" Aww, pelan pelan, Bell " Nata kali ini benar benar keperihan terkena air, ia tidak menyangka kalau pukulan orang itu terlalu ngefek sakit juga. " Begini caranya." Modus, Nata meraih pergelangan tangan Ibell untuk di tuntun Membuat pergerakan sehalus mungkin di pipinya. Mata ia buka dan menatap Netra coklat Ibell dalam dalam, menghipnotis Ibell, mana tau tertarik dan berubah pikiran mulut manis itu ngajak sendiri kuda kudaannya.


"Pak, saya akan pelan pelan, saya bisa sendiri !" Lirik tajam Ibell ke tangan Nata.


" Eum, baik lah.. tapi cara kamu salah, kamu harus meniup niup nya juga."


" Di tiup ?" Ragu Ibell, tak sadar mau di modusin oleh Nata.


"Iya, di tiup agar tidak perih, tapi kalau tidak mau juga tak masalah, preman itu me__"


Ibell langsung memajukan wajahnya untuk meniup pipi Nata mendengar kata preman, ia sadar diri kalau Nata terluka karena diri nya, seenggaknya hanya ini lah rasa pertanggung jawabannya.


Ibell tetiba merasa kan jantung nya tidak normal di sini, ia dag dig dug sendiri akan suasana yang terasa kurang oksigen tetiba. Melihat netra Nata memandang nya tak berkedip jadi salting.


Kenapa begitu tampan ? aku bisa gila kalau terus di posisi ini. Tak di pungkiri, Ibell terpesona dengan perangai pria satu jengkal jarak di hadapan wajah nya, andai pria di hadapannya ini tidak mempunyai sifat nyeleneh, mungkin hati nya yang kosong akan haus belaian kasih sayang sudah terjatuh di pelukan Nata.


"Party s*x, baby ?!" Rayu Nata, bahkan Ibell yang sempat melamun tidak sadar kalau Nata sudah berbisik di pinggir telinga nya, Nafas panas Nata seakan menggelitik bulu kuduk nya, ia meremang merinding sendiri.


Tersadar akan ajakan kurang ajar Nata, Ibell menjauh secara cepat, Namun tertahan karena Nata sedari tadi memang memegang pergelangan tangannya, ia terjerembab naik ke tubuh Nata yang berbaring di atas sofa panjang.


" Maaf pak, saya tidak sengaja__"


"ASTAGAAAA... APA YANG KALIAN LAKUKAN, MEMALUKAN SEKALI !!!""

__ADS_1


Ibell dan Nata buru buru memisahkan diri, mendengar suara gelegar bariton Eldath, bukan hanya Eldath saja, Tante Meca dan Tante Fifi nya, Beberapa sepupu nya serta kedua orang tuanya ada di depan mata dengan tatapan siap membunuh nya.


__ADS_2