Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 128


__ADS_3

Setelah mengantar Ibell kembali lagi ke kantor, Nata langsung tancap gas menuju rumahnya, ia ingin berdemo atas kelakuan ratunya yang ingin menjodohkan nya dengan lady man, Mama nya pikir, apakah ia sudah tidak waras. Iiih... Nata bergidik jijik, ia tidak bisa membayangkan bagaimana nasib nya yang harus mendesaah menusuk lubang belakang pria tiap malam di ranjang nya, bahu itu semakin bergidik jijik saat batang nya harus bertemu batang, amit amit jabang bayi, batinnya mengetok kepala nya sendiri sedikit keras. Apa mama nya itu berpikir ia mempunyai penyakit penyimpangan seksua* atau penyakit parafilia.


Ratu nya itu aneh bin sedikit gila, Masa mau punya mantu seorang banci, sangat membuat nya prustasi kalau soal menyangkut beragumen dengan mama wild nya.


" MAAAAA !" Nata berteriak teriak dari tadi, Tapi tidak ada yang merespon nya.


Yola dengar itu, cuma ia malas menyahut, ia lagi asyik di dapur bersama ART nya. Tapi semakin di diamin, anak nya semakin toa saja memanggil nya, ia bungeng sendiri. Dengan itu ia keluar dari dapur dan berseru ke Nata yang ingin menginjak anak tangga. Seketika anak nya menghampiri.


Acting On..


" Apa, kamu itu berisik sekali ? Apa kamu sudah bertemu calon pilihan mama" Yola dengan santai menghempaskan pinggulnya di atas sofa. ia tidak peduli dengan wajah cemberut anak nya.


Nata dengan lemas menjatuhkan duduk nya, namun di lantai dekat kaki Yola dengan duduk menyilang seperti petapa Gotama, sudah seperti anak kecil yang akan merengek minta mainan.


" Ma, yang benar saja Mama mau menjodohkan aku dengan gosokan panci banci itu sih ? Gila aku, iiih" Bahu Nata lagi lagi bergidik jijik. " Anak mu ini masih normal lho, Ma. Aku masih doyan bolong depan sempit, bukan bolong belakang yang banyak ta* nya, Aku juga masih suka dada montok untuk di mainkan, Bukan dada bidang seperti milik aku " Nata berucap cerca tanpa rem mengeluarkan dengusan kesal nya.


Yola tergelitik hatinya ingin terkikik, Namun Tidak. ia tahan sebisa mungkin, demi membuat anak nya tobat dari kebiasaan celup celup jijik nya, Yola siap melakukan apapun.


"Kalau kamu masih merasa waras maka kamu itu sudah menikah." Cibir Yola mendelik malas. " Mama sengaja mencari modelan lady man, Mana tahu kamu tobat, Mama tak apa tuh punya mantu macam Lilita bin laki laki yang penting kamu tidak mendesaaah haram sama wanita di luaran sana tiap malam, Mama tidak suka."


" Tapi Nata yang suka celup nya__"


Plak.


Nata terjeda, mengelus sakit kepala nya yang dapat pukulan keras dari tangan halus rasa badak mamanya.


"Maksud aku, Nata tidak suka di jodohkan, ayolah ma, Jangan main jodoh jodohan lagi, Nata ingin bebas dari kata pernikahan, biarkan anak mu ini terbang bebas.ya..ya.pleas. dan ah...masa mama tidak malu sama ibu ibu lainnya kalau seorang Yolanda punya mantu lady man."


Nata merengek manjah, dagu nya ia taruh di atas paha Yola mata binar mohon nya mendongak sok sedih. ia pasang wajah wajah teraniaya nya. Tapi bagi Yola kagak ngefek dengan tipu muslihat wajah sok sedih itu.


" Persetan dengan kata ibu ibu, bapak bapak semuanya yang ada di sini...kalau perlu Mama akan undang penyanyi ratu ngebor itu untuk mengumumkan kalau kamu akan menikah dengan ladyman, Pokok nya mama fine fine wae lah..mau lady man kek, lady gaga kek, lady Bell boy kek.. intinya kamu menikah layak nya orang." Kekueh Yola dengan wajah keras kepala nya yang ogah di bantah barang sedikit pun.


Nata menggeleng geleng keras kepala pun untuk menolak, hidup itu indah kalau berkelana dengan Beno, merendahkan wanita macam Mutia itu asyik, kalau menikah ? ya....cuma satu lubang saja, bisa bisa Beno kagak puas dan ngambek terus.

__ADS_1


" Ma, Nanti Aku aduin sama Papa lho, ma ! Kalau Mama di luaran sana suka ngecengin dada macho." Nata mengancam seketika Kembali dapat pukulan dari Yola.


" Anak durhaka kamu ya, Kamu pikir Mama takut sama Papa eum ? Kamu lupa siapa mama ? Wild Flower lanjut usia, Induk raja Cassanova papa mu saja mama bisa genggam apa lagi cuma kamu pitik nya. Mama kebiri habis tuh pedang, Nyaho." Sembur Yola, galak.


Glek...Nata segera mengapit adik nya menggunakan paha plus di tutup pakai tangan, takut takut mamanya tarik pisau buah dan sreet langsung. ia sudah lupa kalau mama nya ini si mantan bunga liar yang misterius kekakuan nya, ia sudah mendengar banyak kisah mama nya dari para Om Om nya dan juga dari Tante Tante nya, membahayakan.


Melihat anak nya sudah mingkem seribu bahasa, Yola bangkit kasar dari duduknya sampai hempasan angin menerpa wajah Nata yang masih duduk di lantai dengan wajah kalah nya.


" Bagaimana ini ? Masa aku harus terima begitu saja di nikahkan sama lekong, Nehi Nehi...inhale exhale. Ogah !" Nata masih duduk prustasi dengan kalakuan ratunya.


Sebelum berbelok ke arah dapur, Yola kembali menoleh dengan senyum licik nya. " Kamu akan menikah secepatnya, Nak. Tapi bukan sama banci, Mama pasti kamu mau dengan pilihan mama kali ini."


...*****...


Kepergian Nata dari rumah kembali ke kantor, Giliran Yola beraksi, mengunjungi rumah Ibell ingin bertamu di hadapan Mita-Mantan sahabat nya.


" Iya sebentar."


Yola melirik penampilan anggunnya, apa kah sudah membahana untuk Mita lihat di balik pintu yang berteriak sebentar itu.


" Yo-Yola." Mita tergagap, menyapa tamu nya.


" Hai, how are you ex friend ?" Dengan sedikit sombong Yola melepas kaca mata hitam nya, memperhatikan penampilan daster Mita dari atas kebawah beberapa kali. begini kah penampilan pelakor itu ? sangat memprihatinkan. ia sengaja menyinggung perasaan ex friend nya melalui tatapan gidik nya.


Mita yang dapat tatapan remeh dari Yola mendengus dalam hati. " Mau ngapain ke sini ? Cari Nando ? sudah mati pergi sama pelakor lain, hanya beban anak yang setan itu tinggal kan." Ketus Mita to the point.


Yola tersenyum sok manis, ia dapat info kagak penting, tapi kasihan juga sih Mita ya...di tinggal. Namun kembali lagi Yola berpikir, beginilah hasil nya, Mita memetik buah pahit nya akan kelakuan nya sendiri di masa lampau.


" Bukan Nando sayang, Tapi urusan lain, ngemeng ngemeng...Gue boleh masuk nggak sih." Tanpa menunggu jawaban, Yola dengan songong masuk melewati Mita begitu saja. Mita pasrah dengan Kelakuan kurang sopan Yola. ia tahu sifat baik buruk Yola dari dulu...akan baik ke orang yang baik pun dan akan sesuka hati ke orang yang pernah berkhianat seperti dirinya.


" Straight to the point, Wild. Gue tahu pasti ada hal penting Lo datang ke sini dan entah dari siapa Lo tahu alamat gue." Mita bersedekap dada memperhatikan punggung Yola yang memperhatikan foto keluarga nya yang terpajang di dinding.


" Wow, anak Lo cantik cantik dan tampan ya Mit. Hebat juga Nando nusuk nya...tiga anak !" Yola pura pura bodoh.

__ADS_1


" Dua, Hanya dua...satu anak tiri gue. Dan cepat katakan maksud Lo kesini apa ? Gue nggak punya banyak waktu." Mita menampilkan wajah masam nya terang terangan. Yola kembali tersenyum manis.


" Gue mau lamar anak lo buat anak gue." Tandas Yola membidik potret Ibell dengan jari telunjuk nya.


Kali ini, Mita lah yang tersenyum remeh. duduk sombong masih tersenyum sinis melihat arah telunjuk Yola.


" Isabelle ? Apa tidak ada lagi yang mau sama anak lo hingga gadis seperti Ibell yang Lo bidik, Yol ? Kasihan kalau begitu."


" Hohoho, Seperti Ibell ?" Yola jadi meradang mendengar tutur kata Mita yang seakan merendahkan anak tirinya sendiri, ia saja yang baru beberapa kali bertemu Ibell, jiwa kasih sayang nya meronta ronta, Seumpama ia laki laki, jelas Yola akan jatuh cinta ke anak gadis itu yang memang mempunyai daya tarik tinggi.


" Jadi wanita mana yang bagus menurut Lo, Mit ? Anak gadis Lo, Dian ? Opss, Ralat... Bukan gadis lagi ya...jadi wanita saja."


Mita tersinggung dengan celetuk pedas Yola yang menghina Dian. " Pergi lah, gue nolak keinginan lo." Usir kesal Mita. Yola malah duduk santai, ongkang ongkang kaki yang sedari tadi hanya memunggungi Mita, mata nya sedari tadi terpesona dengan senyum tulus Ibell di foto itu.


" Yakin ?" Amplop coklat keluar dari tas Yola, menaruh malas malasan di atas meja. Mantan sahabat nya ini kan matre, di kasih uang juga langsung mangut aja.


" Cih, nyogok." Tanpa malu, Mita mengintip isi nya. Lalu mendorong kembali ke hadapan Yola, Tentu ia menolak, Alvin sudah menDP nya lebih banyak dari Yola kasih saat ini. " Ibell uda ada yang naksir, uang nya lebih banyak dari yang Lo imingin itu." Tolak nya, padahal dalam hati meronta untuk segera di raup uang sebanyak itu.


" Oh, ya uda kalau kagak mau, gue kagak maksa kok, Lagian tanpa mengeluarkan sogokan pun gue bakal jadi mertua Ibell, Secara anak tiri Lo itu kan kerja di perusahaan anak gue, Tiap hari ketemu, muncul benih cinta deh. Dan ah...Pasti Lo nggak tahu ya... Yailah... anak gue kan misterius, ahli retas yang bisa menyembunyikan identitas nya dengan apik hingga media bisnis aja nggak pernah tahu bocoran anak dari Kemal Abraham."


Yola tentu saja tidak bodoh, ia ogah ogahan memberi Mita uang yang banyak, bukan pelit..cuma rasa rasanya kagak pantas saja... apalagi ia pernah dengar langsung pembicaraan nya dengan Ibell, untuk merayu bos nya saja agar dapat plus katanya. ibu macam apa itu. cih..Yola jadi kesal jadinya, Manarik amplopnya kembali masuk cantik ke dalam tas, Aman. Namun ia kepikiran dengan perkataan Mita yang Ibell uda ada yang naksir memberikan uang banyak. Wah..kagak bisa di biarkan berlangsung lama nih, ia harus bergerak cepat. Batinnya uda ada rencana lagi.


Mita yang menelan ludahnya tidak rela... Uang nya kabur. Batinnya ngiler melihat banyak lembaran pak Soekarno di dalam amplop sana. Gagal belanja nya deh. Keluh nya akan sifat Wild ini yang memang tidak mudah di permainkan, Ia kan kepingin Yola memohon kepada nya dan ujung ujungnya membuat penawaran menguntungkan baginya untuk meraup sebagian harta Yola yang buaaanyak itu. Kalau begini sih...kagak dapat sepersekian persen pun bin gigit jari.


Dan ah...Dian bodoh itu kenapa tidak memberi tahukan nya kalau mantan bosnya itu adalah anak dari pengusaha Kemal Abraham, kini malah menjadi bos Ibell....dasar anak dungu itu, Ibell lah yang beruntung. awas kalau pulang nanti. Batinnya kesal ke anak kandungnya.


" Karena gue di tolak lewat ibu tiri JA to the HAT jahat ini, maka dengan hormat gue pamit, see you ex friend." Pamit songong Yola. Mita mengumpat kasar dalam hati, ia ingin sekali menjambak rambut ex friend itu, Tapi tertahan...ok, ia akan mengambil hati Yola demi harta yang akan ia ambil melalui Ibell.


" Gue setuju." Mita mengekori langkah Yola menuju teras. Yola tetap melangkah dengan senyum miring nya tanpa menoleh.


" Eum, gue apresiasi kan persetujuan lo itu dengan angin kosong saja karena sebenarnya kagak penting juga sih..Lo pan cuma ibu tiri yang kagak berhak dengan hidup Ibell, apalagi Lo hanya manfaatin kerja keras anak tiri lo. Gue kagak jadi minta bantuan nya. Gue bisa sendiri." Tolak Yola, Lagian tadi sok jual mahal...ya mana mau amplop nya keluar lagi, sudah pewe di dalam tas nya.


Dasar Yolanda sialan, Gue pasti akan meraup harta Lo melalui Ibell... lihat saja.

__ADS_1


Mita meninju ninju udara kesal setelah kepergian mobil Yola.


__ADS_2