Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 209


__ADS_3

Di jam yang sama di tengah malam itu, Nata bangun dari tidur bohong nya, Hati nya gelisah memikirkan anaknya, sudah ketemu apa belum ?


Pelan pelan ia bergerak menjauh dari kasur agar Ibell tidak terganggu. ia keluar kamar berniat menelpon Papanya.


Tanpa Nata sadari, Ibell sebenarnya pun belum nyenyak, Gerakan tangan itu menarik pasmina dan memasang nya asal asalan tanpa memakai kaca seraya melangkah keluar.


Nata berhenti di deck, Ternyata ada para sahabat nya pun belum tidur.


" Apa ada kabar ?"


Biru menggeleng gusar, anak kembar perempuan satu satunya pun belum pulang. Bagaimana reaksi Mentari nanti kalau anak remaja mereka di kabar kan hilang ? Ia paling anti melihat wanita nya menangis, cukup sudah penderitaan istri nya dalam tiga tahun dulu, koma. ia tidak mau ada lara terdalam di hati istri nya lagi.


" Ayo lah, kita tidak bisa diam diri seperti ini, anak anak kita mungkin dalam masalah !" Seruan Langit membuat Ibell menautkan alisnya bingung yang berdiri di belakang lima pria di hadapannya.


" Kita harus apa ? Berenang? itu namanya bunuh diri, ini tengah laut." Dirgan paham kecemasan tiga sahabat nya, tapi mau bagaimana lagi, mereka terjebak di kapal ini di tengah laut luas.


" Na___Ada Ibell !" Gema yang ingin bersuara menenangkan, Terhenti saat berbalik ada Ibell di antara mereka.


Bungkam ! Semuanya menampilkan wajah tenang nya dalam kepura-puraan. Nata pun tersenyum paksa.


" Kok di sini__mm, maaf ! Abang tidak bisa tidur ja__"


" Jangan sembunyi kan apa pun, Ibell curiga dengan kalian, apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan? katakan anak anak siapa yang ada di dalam masalah ?" Netra itu menyelidik.

__ADS_1


" Ah..Mm !" Nata bingung bagaimana harus menjelaskan nya. Kini Ibell masih menunggu siapa kira kira yang akan menjelaskan ada apa sebenarnya. Tapi ke lima pria di hadapannya hanya berlomba bisu.


" Ok, Ibell tanya ke Mentari atau yang lainnya saja." Ibell siap melangkah pergi.


" Yeakh, Jangan Ibell ! Jangan ke Mentari." Tahan Biru, ingin menarik tangan Ibell tapi di urungkan, sadar. ia tidak bisa menyentuh kulit wanita lain selain istri nya sendiri. Biru selalu menjaga kodrat wanita.


" So ?"


" Vay, Pelangi berikut Petir lagi dalam pencarian, mereka berpisah dari gerombolan saat bermain di TMII." Gema yang menjelaskan. Percuma juga menyembunyikan nya bukan ? Ibell sudah mendengar pembicaraan mereka dan berujung curiga.


Apa kah Ibell salah dengar ? Di kucek nya telinga itu yang tertutup pasmina, di cerna kembali penjelasan Gema.


" Ini salah kan ? Ini__ini, Bang Nata ! Vay nggak mungkin hi_hilang. " Kaki yang tadinya kuat berjalan seketika lemas seperti jelly tak bertulang, Mendadak Ibell shock lemas, panik, cemas dan segala perasaan gelisah berkecamuk di tubuh nya, anak satu satunya tidak mungkin hilang. Dulu main kabur kaburan karena ingin menyatukan ia dan Nata, Tapi sekarang apa ? Tidak mungkin cuma main kabur kaburan lagi bukan ? ia dan Nata sudah memulai hari baru lagi. Vay tidak punya alasan apapun untuk mendrama skenario di sini.


" Ibell__ " Sekonyong-konyong tubuh Ibell ambruk, Nata yang melihat air muka Ibell yang sudah berbeda dari awal penjelasan Gema, Sigap was was menangkap tubuh istri nya...inilah yang ia khawatir kan kalau Ibell stress, emosi nya tidak bisa di kontrol kalau menyangkut Vay. Dan Nata mengerti kecemasan istri nya... Secara jiwa raga Istrinya sedari dulu yang berperang penting untuk Vay adalah Ibell seorang diri.


" Terus, Kenapa kamu balik Mas tanpa Vay di tangan mu ?" Yola emosi, bisa bisa nya hal besar seperti ini Kemal baru memberi nya kabar, Pantas saja perasaan nya sangat tidak tenang sedari tadi....Yola pikir Vay tidak pulang pulang karena menginap di rumah si kembar, Vay sudah minta ijin sebelumnya.


" Mas pulang bukan mau tidur melainkan mau ngambil barang persiapan."


Yola mengikuti langkah Kemal ke kamar, ia tahu maksud barang itu apa...Senjata ! Tidak ada gunanya untuk marah marah saat ini, ia akan ikut serta dalam pencarian Vay.


" Kamu mau apa ? Jangan bilang mau ikut ?"

__ADS_1


" Kamu memang suami ku yang patut melarang ku, Tapi aku seorang Oma, Cucu ku di luaran sana berkeliaran entah lagi apa ? dan entah berurusan dengan siapa di luaran sana, inilah alasan ku untuk selalu menyuruh menutupi identitas Nata dari dulu, takut saingan pebisnis kita mengincar keluarga, Nata aman sampai besar....Cucu ku yang jadi korban yang mungkin adalah saingan bisnis mu atau saingan bisnis Nata sendiri."


Yola berbeo seraya memakai pakaian casual nya, serasa muda kembali... Celana berbahan kulit berwarna hitam menutupi sempurna jenjang kaki nya, di padukan baju kaos ketat bertuliskan Wild flower di bagian depan dada, di lengkapi jaket kulit senada dengan celana nya. Rambut sweet caramel sudah terikat tinggi seperti buntut kuda, yang saat ini bergoyang irama sesuai gerakan Yola yang menunduk memasang sepatu boot kulit hitam nya, Yola juga menyematkan pisau lipat di sela sepatu nya itu.


Kemal melihat penampilan Yola jadi menerawang jauh terhempas ke masa lalu., ia lebih demam Yola berpenampilan wild ini dari pada Yola yang menye menye kayak kemarin saat Ibell pergi menyisakan kesedihan bersalah di dalam hati Yola hingga sering tekanan darah istri nya tidak stabil.


" Siap Wild ?" Kemal pun sudah berbalut pakaian casual nya sendiri.


"' Hm, Menurut mu ?" Pergerakan cepat Kemal yang melempar satu pistol ke arah Yola, Terbaca. Yola sigap menangkap pistol kecil tapi kapasitas kecepatan nya setara senapan, jelas memiliki peredam suara.


" Lumayan, insting kamu masih Ok, Wild ! Jadi aku tidak akan cemas memikirkan keselamatan mu nanti, Julukan Oma muda, kamu yang merajai."


Kemal melampar sesuatu lagi ke Yola dari kejauhan...Hap! Tertangkap sempurna, Tapi kali ini bukan senjata melainkan kunci motor. Yola dengan senang hati di ijinkan naik motor lagi yang sudah lama tidak merasakan Hobby terkubur nya ini.


Gara gara balapan ia di pertemukan oleh si herder manusia kulkas rusak suami nya. Mudah mudahan dengan naik motor lagi, ia bisa bertemu cucu nya di luaran sana di waktu tengah malam ini.


" Go !"


Kemal berjalan mendahului, sedetik ia pun berjalan Keluar kamar. Bi Tina berikut Abah Ambu tak berkedip melihat penampilan Yola di buat cengong..., Itu Nak / Nyonya Yola bukan ? Batin mereka dengan mulut terbuka melongo. Yola bukan Oma Oma melainkan wanita dewasa matang dengan pesonanya. Nilai mereka dalam hati.


" Abah Ambu, Bi Tina, Kami pergi dulu nyari Vay, kabarin kami kalau ada kabar apapun tentang Vay." Yola melangkah cepat seraya bersuara, perasaannya sudah di kuasai oleh Vay. Kemal bahkan tak menyapa saking terburu buru nya.


" Ba-baik ! hati hati Nyonya /Nak !" Serempak mereka.

__ADS_1


Abah-Ambu dan Bi Tina sampai mengintip di jendela saat dua suara kenalpot motor terdengar dari luar rumah.


" Naik Motor besar juga bisa ?" Lagi lagi mereka di buat cengong dengan Perangai asli Yola, Bi Tina saja yang sedari Nata masih kecil sudah bekerja di rumah Yola, baru tahu Kalau majikannya sangat Wild tapi kebaikan hatinya, Juara ! Bangga Bi Tina memuji.


__ADS_2