
Berjalan dan bersikap biasa wild...
Setelah turun dari mobil Kemal yang mengantarkan nya paksa ke rumah besarnya di mana El sudah menunggu nya, Yola pun berjalan masuk seperti biasa dengan sikap somplaknya menyapa semua pengawal El.
""Bang Elllll.. Yola seksiiiiiii sudah pulaaaang !!!"" Yola berteriak di dalam rumah sudah seperti di hutan. El yang baru turun dari tangga, Tersenyum geli akan sifat adiknya yang entah niru siapa ?
""Telinga Abang kembali sakit lagi mendengar suara Tarzan."" Ledek El, Tersenyum dan merentangkan kedua tangannya untuk Yola sambut sebagai rasa rindunya.
Setidaknya Yola melihat wajah cerah Bang El. Batin Yola menyambut hangat pelukan El, Yap...Ia tidak akan menyesal menjadi budak nafs* Kemal yang penting saudaranya ini tersenyum lebar tanpa beban.
Merenggangkan pelukannya, El meneliti penampilan Yola yang memakai baju serba panjang dengan leher mengenakan syal. El menaik kan satu alisnya, Menyelidik...ini bukan penampilan Yola sesungguhnya yang biasanya serba mini.
""Kenapa lihat Yola seperti itu, Cantik ya ? Yailah...adik Eldathio gitu loh !""
Dalam hati sih, Yola sar ser Sur...Takut takut El melihat macan tutul ulah Kemal di inci leher nya.
""Sakit dek ?""
""Sakit ? Waah, Pasti wajah Yola jelek dong ! Kan Kata Bang El, Kalau Yola sakit wajah Yola itu seperti hantu gentayangan pucat seperti tak berdarah."" Yola bercanda, mengeluarkan kaca kecil dari tasnya, Membuat El terkekeh-kekeh, karena ia memang pernah berucap seperti itu.
""Cantik kok, cuma penampilan adek saja yang aneh di mata Abang, sudah jadi orang kah ?""
Ck, Bukan jadi orang lagi, dan tidak akan bisa menjadi orang lagi, lebih tepatnya adek sudah menjadi iblis menyeramkan.
Yola menarik El untuk duduk di sofa, ia harus bicara penting Masalah pernikahan, ia tidak mau menikah, dari dulu ia memang tak menginginkan itu, entah kenapa juga ? di tambah kondisi nya saat ini ia bukan lagi Yola yang benar, sebelum mengenal Kemal. Kondisi nya sekarang sudah berbeda.
__ADS_1
""Yola ke mari cuma mau menanyakan hasil pencarian Bang El di Gladiator, Yola harap...Bang El batal kan ya ! Yol---""
""Tidak bisa ! Abang akan lanjut... lagian emang nya kenapa adek tidak mau menikah eum ?"" Manik El menatap dalam wajah Yola. Dengan ini Abang mungkin bisa membantu mu melukapan tragedi itu, dek.
""Ayolah Bang...Yola lebih baik jadi Perawa---wanita tak bersuami sampai tua deh dari pada harus mendengar pernikahan, Entah kenapa ? Dan hampir tiap malam pun Yola mimpi dua orang bertengkar hebat menyebut nyebut Pernikahan kita adalah kebohongan, Penghianat !!! Setelah nya... Dooor. Bang El tahu arti mimpi Yola tidak ?""
Mata kucing Yola menatap dalam wajah El, mencoba membaca air muka El yang datar tapi kali ini terlihat ekspresi gelagapan, inilah ekspresi Abang nya yang akan mencari kata-kata kelit.
""semua orang pernah mimpi buruk dek, tapi tidak akan berpengaruh dengan alam nyata, mimpi ya mimpi, nikah ya nikah tidak ada sangkut pautnya, Lagian Pernikahan itu menyenangkan kok, tidak buruk !""
Kaya yang berkultum sudah atau pernah nikah saja, Wonge bujangan lapuk begini kok berkata Pernikahan itu menyenangkan. Dasar Abang tak mau mengerti penderitaan adek nya.
""Yola pamit aja lah !"" Kedua bahu Yola melorot lemas, Percuma berbicara panjang ke Abang nya ini atas Topik pembatalan pernikahan, Abangnya berniat sekali angkat tangan atas dirinya. Pikirnya. Ia sebenarnya sudah tidak pantas untuk menjadi piala adu jotos, apa coba yang di banggakan darinya kecuali kecantikan dan keseksian nya, ia pan sudah bolong, sudah tidak pantas kan ?
""Abang antar ya ? atau nginap saja di sini ?"" El mengikuti langkah ngambek Yola menuju pintu utama.
Sementara El, terpaku menatap punggung Yola yang sudah hampir hilang di telan pintu gerbang... Entah ini salah apa benar atas sikap nya yang membuat Yola bekerja keras sendiri di luar sana juga memaksa Yola untuk menikah hanya demi mengobati asumsi Yola setelah tragedi kedua orang tuanya, di kala itu.
...*****...
"" Danver, Pinjam warna kuning dong, masa gambar buah pisang Yola warna nya ungu, Nanti bisa di bilang pisang janda dong""
""Tapi warna pisang Ve juga habis Yol, Nggak apa apa juga kan pisang warnanya ungu, lain dari yang lain.""
"" Kita minta beli aja yuk ke Mommy atau Daddy, Mereka kan sudah pulang, Yola nggak suka warna ungu, nanti kera nya tidak mau makan gambar pisang Yola karena pisang nya Janda, takut ketularan jandanya.""
__ADS_1
"" Ide bagus tuh Yol, Lagian koas lukis Ve juga udah rontok, jelek.""
Dua langkah bocah berumur sepuluh tahun ini sedikit ragu ragu mendengar pertengkaran pertengkaran di balik tembok pembatas.
"" Yol, Minta beli warna nya nanti aja ya, Mommy dan Daddy lagi perang perangan.""
"" Enggak mau, Yola maunya sekarang, nggak apa apa yuk, kita minta uang nya saja, biar kita beli sendiri.""
"" Kamu kenapa bohong, hah ?""
"" Ini karena salah mu, Ini salah mu, kamu yang membuat ku berbohong dan karena kamu juga selalu mengabaikan ku, ini salah mu juga.""
"" Kamu---""
Braaaaaak....
Sekelebat, di atas ojek online Yola tetiba mendapatkan separuh ingatannya yang sudah di sugesti untuk hilang. Tapi.... Belum terang benderang ingatan itu, ia mendapat musibah...Motor yang di kendarai nya tetiba di tabrak dari belakang, ia yakin itu...ia sengaja di tabrak dari belakang hingga ia dan tukang ojeknya terjatuh Membuat pipi nya terbentur di pinggir trotoar, ia masih bersyukur benturan itu tidak terlalu parah karena jenjang tangan nya sigap tertumpuh menahan beban tubuh nya yang terjerembab seperti kodok. Tapi tetap saja, pipi mulusnya pasti besok besok sudah memar seperti korban KDRT.
"Aduh, Neng....maaf ya, Saya tidak hati hati, Hing---!""
"" Ayo bang jek, Kita kejar motor racing itu, kita sudah di celakai ini, tapi motor Sialan itu main kabur saja."" Yola mengambil kendali motor si jek, Tukang ojek setengah baya ini walau pun linglung, ikut naik di boncengan Yola, ia hanya berdoa, Motor kredit nya ini selamat setelah di buat kebut kebutan oleh penumpang cantiknya yang ngebutnya menyamai rekor pembalap sesungguhnya.
"" Neeeengg, Hati hatiiiii....Cicilan bapak belum lunaaaaasss, nyawa bapak pun cuma satuuuu, tidak bisa di kredit kredit ini maaaah."" Sang jek, berpegangan kuat di pinggang Yola, Mungkin dalam kondisi tak menegangkan ia menyukai posisi ini, kapan lagi coba bisa memeluk cewek cantik ? Tapi ini situasi nya berbeda.... Nyawanya antara terbang saat ini di buat Kelakuan ngebut pelanggan ojeknya.
""Pegangan yang kuat aja Mang jek, Masalah kredit motor nanti di bayar asuransi mesin saja, kredit nyawa ? Serahkan kepada yang punya bank syariah nyawa ke nyawa-nyawaan. kalau ada ! Kalau tak ada nanti Yola ganti dengan nyawa cacing yang mati nya susah walau pun sudah di potong potong.""
__ADS_1
Walau pun menyahut, Yola tetap berusaha mengejar laju motor yang kekuatan mesinnya di luar standar dengan mesin motor mang jek, ia lengah.... kehilangan jejak racing di pertigaan jalan.
Kampret, ketahuan siapa orangnya gue tabrak sampai usus Lo ketindes.