
Braaaaaak....
Bersusah payah Kemal membawa tubuh Yola yang mabuk keluar dari club, Wild ini menghajar laki laki yang tiap di lewati nya, Kemal juga membayar kerugian besar di club sebagai ganti rugi yang di acak acak Yola, Minuman mahal yang tersusun rapih di lemari bartender di bidiknya memakai kursi bundar stainless. sehingga beberapa botol cantik yang harganya mahal pecah berantakan.
""Hai tamvaan, Kita hang out bareng yuk, Sini....sini, kita kiss scene bareng...""
Bola mata Kemal hampir lepas dari rongganya, di saat Yola main tarik pria lain dan hampir di sosor oleh Yola Kalau Kemal tidak sigap menarik Yola dari belakang. Hmmmmp, Ogah ogahan Kemal membagi bibir Yola dengan Pria lain. Yola hanya boleh berbuat bersama nya, tidak boleh bersama orang lain. Titik. Ia tidak perduli ada di tengah tengah keramaian dalam Club itu, apa lagi mereka berdua menjadi pusat perhatian akan Kelakuan Yola yang di luar nalar, mabuk.
"Bibir dan semuanya yang ada di tubuh mu, hanya milik ku...Milik ku, Mengerti Yola ?"" Kemal melepaskan pangutannya, menangkup wajah Yola dengan kedua telapak besar nya, menatap wajah sayu itu yang tersenyum polos saat ini. Setelah nya meraup tubuh Yola yang sekarang memberontak minta di turunkan.
Sampai di parkiran, Kemal memasukkan Yola ke mobil dengan paksa, Masih saja liar padahal sudah sempoyongan, bahkan pipi Kemal sudah merah dapat jab beberapa kali dari Yola yang pergerakan nya tak terkira, Meracau... memukul. Itulah yang di lakukan nya.
Hoeeek... Hoeeek...
Hmm, Ini lah yang Kemal tidak suka melihat orang mabuk, muntah muntah sembarangan, bahkan Yola mengotori mobil nya saat ini.
""A---!""
Hoeeek... Hoeeek...
__ADS_1
Shiiiitt, Bukan hanya mobil, melainkan kemeja nya juga terkena kotoran dari mulut Yola.
Kesal...Tentu saja, Tapi kok nggak tega ya melihat wild ini dalam keadaan payah Seperti ini.
""Aku sudah bilang untuk jangan minum !" Gumam nya meringis. Membuka baju nya yang kotor dan membuat kemeja mahalnya untuk membersihkan kabin dari kotoran Yola, Membuang kemeja mahalnya asal asalan lewat jendela mobil. dan kini Kemal hanya berdada polos.
""Untung mobil ku kedap mata dari luar !"" Kemal juga membuka baju Yola yang sudah bau kotoran mulut, menyisakan tanktop ketat seperut dan celana tipis sepaha Yola, menarik paper bag di Kabin belakang yang isinya persediaan kemejanya dalam keadaan genting tak terduga seperti ini salah satunya.
""Pakai ini !""
Mata Yola yang tadinya terpejam lemas terbuka dengan sangat sayu, ia tersenyum melihat wajah Kemal di hadapannya.
""Hai Tampan, kita berjumpa lagi... ingat Gue nggak ? Yolanda... Just call me Yola, and You ? Ya...Gue ingat, Lo itu laki laki Manly yang pertama kalinya mengalahkan gue di aspal liar, Duh... Ini nya kok empuk amat ya, Hmm...di bikin bantal empuk rada keras kali ya. Ngeraba dan di ndusel sedikit boleh dong ya ?""
""Jangan memaksa ku untuk memiliki mu di atas mobil."" Kemal mendorong pelan kening Yola agar menjauh dari dadanya, Ternyata si wild sudah terpejam. Bagus lah, setidaknya aku bisa menyetir dengan tenang. Batinnya, dan melesat kan mobil nya dalam kecepatan tinggi.
Sampai di apartemen, Kemal menaruh tubuh Yola di atas kasur, ia ikut merebahkan tubuhnya untuk meralaskan tenaganya yang terkuras habis akan ke absurd-an Yola.
Merasa tenaganya sudah terkumpul, Kemal menarik tubuhnya untuk duduk ia perlu mandi, dan pergerakan nya itu mengganggu Yola yang masih di luar kesadaran jernihnya.
__ADS_1
""Bang El !"" Yola bangkit dari tidurnya, memeluk leher Kemal dari belakang, dagu nya bertengger manis di bahu Kemal yang merasa orang yang di peluk nya manja ini adalah El.
""Jangan benci Yola, Jangan tinggalkan Yola, Bagaimana pun keadaan Yola ya Bang, Maafkan Yola....Hiks... Hiks...Hiks.""
Kemal kok jadi terenyuh mendengar suara Isak Yola yang bergetar ketakutan, entah kenapa hatinya ikutan sakit Mendengar suara Yola yang terdengar pilu, Bahkan Kemal merasakan dada Yola berombak ombak menyentuh punggung nya yang di dekap Yola dari belakang.
""Aku bukan El, Yola. Tapi Kemal...Ke-mal !"" Tekan nya.
""Tuh kan, Bang El belum tahu keadaan Yola yang sudah hancur harga dirinya, malah duluan mengelak nama dari Yola, Yola tidak mau di tinggal Bang El, Jangan tinggalkan Yola Seperti Mommy Daddy, Hanya Bang El yang sayang Yola dengan tulus.. Apa Bang El tahu, Kata Daddy Sebelum meninggal, Yola itu pembawa sial, Yola itu penyebab mereka meninggal, katanya. Yola..Yo-yola bukan anak Daddy, Yola itu anak haram katanya. Kalau Yola anak haram berarti Yola adik haram bang El kan ya ?""
Entah benar atau tidak yang di racaukan oleh Yola, Tapi Kemal mengepalkan tangannya kuat Mendengar anak haram dan pembawa sial, Nasib nya ternyata sama dengan Yola, Ia juga anak haram sebelum orang tuanya bersatu oleh Ayah kandungan nya bukan. Abraham... Itulah nama orang tua sambung nya yang baru di ketahui kebenarannya dari mulut Meca-adik satu Ayahnya.
Kemal berbalik, menaruh kepala Yola yang terisak pelan untuk bersender di dadanya.
""Aku tidak akan meninggalkan mu, aku berjanji !"" Reflek Kemal berucap, ia sendiri Bingung Setelah tersadar dari ucapannya.
""Janji ya Bang El, Janji jangan tinggalkan Yola kalau rahasia Yola ketahuan, rahasia Yola itu sangat menjijik kan... Rahasia Yola adalah, Yola itu jadi simpanan, pemuas bahkan sudah bisa di bilang pelacu* nya orang, hiks....hiks...Yola ter-ter-paksa, Yola pun malu akan diri sen-diri, Yola mohon maaf tidak bisa menjadi adik yang baik dan tidak bisa menjadi adik yang membanggakan.""
Dan itu karena keegoisan ku, maaf kan aku...Yola. Ada rasa sesal di diri Kemal yang sudah merusak harga diri Yola.
__ADS_1
Aku berharap kebodohan dalam kecurangan ku tidak di ketahui oleh mu, Yola. Entah kenapa aku tidak mau kehilangan mu. Apakah itu di nama kan cinta untuk lawan jenis, damn it kalau itu yang terjadi dalam hidup ku...Aku paling benci yang namanya cinta, Cinta itu bisa menyakit kan diri sendiri dan bisa menyakitkan orang lain, Seperti orang tua ku yang rela menyakiti hati wanita lain.
Kemal mengelus elus rambut Yola dengan lembut yang masih menyender di dadanya, Orang yang di elus elus Kepalanya sudah terpejam kembali, dan sesekali bibir itu meracau tak jelas ngomong apa ? Mengecup Kepala nya sayang dan seketika darahnya berdesir hangat, Ia menepis rasa itu...ia tidak mencintai wanita ini, iya....! Ia tidak mencintai nya, ia hanya menginginkan tubuh nya. Tepisnya terus menerus mengelak.