
Dua hari berlalu, Kemal sudah keluar dari rumah sakit, Namun tangannya masih di gips, Bukan nya istrihat di rumah menunggu kepulihan fisik nya seratus persen, ini malah langsung beraksi untuk meluluhkan hati Yola, Sabodo lah dengan Eldath, di hajar lagi...Ya...hayo, Masuk rumah sakit lagi, ya...Tak apa. Yang penting niat nya harus di laksanakan, lebih cepat lebih baik kan bekerja dalam misi. Misi..Ku kejar di kau, ku tangkap di kau, Istri ku !
Dan di sini lah Kemal. Di depan rumah Yola yang tak dapat pintu rumah karena Eldath yang ada di dalam rumah, mengharamkan Kemal dapat pintu, Biarkan Kemal kepanasan gosong di halaman rumah, berteriak teriak memanggil " YOLA" sudah seperti orang rada rada miring.
"" Bos kecil, apa sebaiknya kita bukan kan saja, berisik ini kuping nya Mamang atuh ah."" Keluh sang Mamang seraya mengintip di jendela.
"" Biarkan Mang, Nanti kalau capek melonglong juga pergi."" Cuek Eldath yang duduk santai di sofa seraya mengoperasikan laptop nya, ia memang sengaja tak ngantor hari ini, mendengar Kemal sudah keluar dari rumah sakit membuat nya mengurungkan diri untuk ngantor, Takut takut Kemal datang Membuat kekecaun lagi dalam hidup adik nya.
""Ya sudahlah kalau begitu, Mamang ke halaman belakang saja, melihat Neng Yola.""
"" Yola di belakang ? Ngapain ?"" El mengangkat kepalanya yang tadinya setia melihat layar nya.
""Lagi duduk termenung !""
""Termenung ?"" El segera bangkit, ia kira adik nya itu masih tidur, hormon kehamilan belakangan ini membuat adiknya tidur terus di hari terang dan malam hari adik nya terjaga terus. Eldath juga sampai begadang menemani Yola yang terlihat kurusan karena munta munta di trimester pertama.
"" Yola.. Yolaaaa, Buka pintu nya !""
Yola yang tadinya duduk melamun di taman belakang, samar samar mendengar orang berteriak teriak. Ia pun bangkit dari kursi khas taman, ingin memutari rumah nya untuk menuju ke asal suara, Namun pergelangan nya segera di tahan oleh Eldath.
""Bang, Siapa sih yang berteriak-teriak di halaman depan ? Dengar tidak ?""
""Bukan siapa-siapa, orang gila alias Kemal, kamu masuk saja ke dalam kamar, jangan pernah menemuinya, mengerti Yola ?"" Warning keras Eldath.
__ADS_1
"" Tapi--!""
"" Masuk Kamar sayang."" Suara Eldath memang rendah, Tapi di kuping Yola itu perintah telak yang harus di patuhi.
"" Baik lah !""
Beranjak nurut, Yola berjalan masuk ke dalam rumah nya, Samar samar ia juga mendengar Kemal berteriak, Mas tidak akan pergi sebelum melihat mu. Mas akan berdiri di sini terus sampai kapan pun. begitu lah suara teriakan dari luar rumahnya mengiring Yola di dalam kamar lantai dua saat ini, dan tempat Kemal berteriak itu posisi nya di bawah tepat balkon kamarnya.
Yola sedikit mengintip, duh... Kasihan juga tuh tangan oleh oleh dari Bang El. Lirih nya dan kembali lagi tak menghiraukan suara teriakan Kemal yang sesekali memanggil namanya. Kemal saat ini sudah seperti gembel tamvaan yang memakai gips, nilai Yola.
Satu jam berlalu, Di telinga Yola masih terdengar suara Kemal, Dua jam dan tiga jam berlalu, masih ada teriakan Kemal sesekali, Namun di jam ke lima, suara itu nampak tak terdengar. Pingsan kah Karena kepanasan dan kelaparan ?
Sebenarnya Yola juga kasihan, Tapi ia tidak mau tertipu, dalam hal apapun sekarang ini, ia harus cermat dalam menilai, ia tidak mau salah lagi... Takut takut Kemal hanya bersilat lidah buaya saja.
Penasaran, Yola berjalan ke balkon kamar nya, Melihat ke bawah, Hais... Terkejut, Ternyata Kemal masih setia di bawah terik matahari yang tadinya duduk bersila peluh kepanasan dan saat ini segera berdiri dan melambaikan tangannya ke arah Yola yang masih mematung di balkon.
"" Apa kabar ? Anak kita sehat ?"" Teriak Kemal di bawah sana.
Yola diam.
"" Apa ngidam sesuatu ? Mau Mas belikan makanan apa gitu ?"" Kemal tak putus asa, Walaupun Yola hanya diam, tapi cukup senang baginya karena Yola akhirnya keluar dari persembunyiannya, walaupun jarak balkon memisahkan, atas bawah.
"" Dua hari tidak ketemu, Kok kurusan... mikirin Mas ya ? Hayo ngaku ?""
__ADS_1
Astaganaga, kepedean amat ? Yola jadi eneg jadi nya. ""Yola ngidam nya, Mas pergi saja dari sini."" Usir halus Yola, Ia sebenarnya melihat Kemal tidak tega juga, Lihat lah...Kemal dalam dongaknya ke atas memincingkan mata karena kesilauan matahari juga sudah berkeringat bercucuran dari pelipis turun leher. pasti haus, Bukan apa apa juga, Takut takut Kemal malah pingsan karena lapar, kehausan, atau kecapean. Kan ngerepotin.
""Kok gitu sih, bukain pintu dong ?""
Baru juga meminta pintu di bukakan, eh sudah terbuka, Tapi wajah sangar Eldath yang keluar dari sana, di belakangnya ada Bang Gultom dan Mamang Asep.
Tapi Yes... Eldath seperti nya mau pergi, pakai bawah koper lagi... Yang lama aja ya Kaka ipar, biar adik ipar ini lebih leluasa pedekate ke Istri tercinta.
"" Eh, Mal... Kalau masih sayang nyawa, lebih baik pergi deh dari sini, jangan ganggu adek gue lagi, atau Lo tahu akibatnya."" Semprot Eldath. sejurus melirik ke atas balkon.
"" Yola, Abang bilang jangan temui dia, malah ngeyel kamu ! Masuk sana !"" Teriak Eldath menangadakan kepalanya ke atas.
"" Yola kan jauh di atas, Mana ada ngelanggar.""
El melotot dari bawah.
" iya..iya..!"" Nurut Yola akan kode keras Eldath. ia pun berlalu masuk kamar.
"" Jangan galak galak dong, kasihan lagi ham----""
"" Pergi atau tangan satu butuh di gips lagi, mau hah ?"" Ancam Eldath. Kemal menggeleng santai, menurut pergi dengan langkah di buat sangat pelan, ingin mendengar apa yang Eldath pesan kan ke Mamang Asep sebelum naik mobil.
"Mang, Harap gerbang di perketat, El tidak mau ada dia masuk ke halaman lagi, apalagi masuk ke dalam rumah, jangan sampai itu terjadi, titip Yola juga, jangan biarkan dia berkeliaran tanpa ada penjagaan, El tidak mau ia pingsan tiba tiba di jalan tanpa ada yang tahu, dan tolong kirim surat pengunduran diri Yola di perusahaan Chirs. INGAT ya Mang, Kemal tidak boleh masuk, Titik !""
__ADS_1
""Iya, Iya... Sudah sana atuh pergi keluar kota dengan tenang dan balik dengan selamat... Gultom, jaga Eldath selama satu pekan di sana ya... Ingat, masih ada musuh lama yang mengancam."" Pesan Mamang Asep.
Dubi dubi dam... Syalalalala, Yes... Eldath keluar kota, Senang Kemal yang mendengar itu, Seringai nya sangat manis sekilas menengok ke balkon Yola yang sudah tetutup. ia akan menggunakan waktu satu pekan dengan sangat baik untuk membuat Yola jatuh hati padanya. Semoga di mudah kan ?