Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 34


__ADS_3

Orang tua Kemal saling pandang di kala melihat anak laki-lakinya keluar dari kamar dengan membawa wanita cantik di samping Langkahnya, Dari penampakan sekilas.. Wanita ini pasti sudah di cumbui abis abisan oleh anaknya.


Sementara Yola, ia risih saat Kemal menarik kursi untuk nya dan memaksanya untuk ikut makan siang.


""Siapa Mal ?"" Arya Sunjaya- Ayah Kemal menatap tak suka ke arah wanita di samping anaknya yang seperti nya tidak asing akan wajah cantik itu, pernah melihat tapi di mana ? Bingung nya.


Dududuh,,, Duh mamae...ini Om Arya kan ya ? Orang tua Meca dan Titan, Tapi kok di sini ? Apa Kemal itu saudaraan sama Meca dan Titan ? Tapi wajah si ibu bukan Mama dari Meca, dasar Yola bodoh, pan mama Meca sudah meninggal jadi mungkin si ibu ini adalah istri mudanya. Duuuuhhh...Gue harap Om Arya tidak mengenali ku, Takut takut nanti melapor ke Bang El.


""Teman !"" Kemal menjawab singkat.


""Teman apa yang di bawah ke kamar ?""


""Teman tidur ! Karena itu di bawah ke kamar."" Kemal masih santai seraya mengunyah menjawab pertanyaan kesal Ayahnya yang sudah terdengar dua oktaf.


Sementara Sandra-Mama dari Kemal, Serta Yola serba salah akan perseturuan Anak Ayah ini yang pasti akan menjadi sebentar lagi. Yola ingin menghilang seperti jin bila punya kekuatan.


""Dengar ya Kemal, berhenti bersikap sesuka hati, menikah lah segera agar Kelakuan buruk mu itu tidak berkelanjutan, Anak anak dari teman Ayah banyak yang menginginkan mu, tapi kamu malah begini, Pilih lah salah satu dari mereka tapi jangan yang lainnya."" Saat berucap yang lainnya, Arya menatap tajam ke arah Yola.


Yola tak menyentuh barang sedikit pun makanan nya yang di siap kan Kemal untuk nya, makanan enak di hadapannya ini pasti berduri di telan nya jika situasi panas seperti ini, apalagi yang jadi penyebabnya adalah dirinya.


""Menikah hal mudah, tapi menjalankan kesetiaan itu yang sulit bila mana kita masih setengah setengah, Seperti anda bukan ? Sudah menikah tapi masih jelalatan CLBK. "" Kemal Tersenyum sinis ke dua paruh baya di hadapannya.


""Sudah... sudah...!"" Lerai Sandra, beginilah ujung ujungnya bila mereka berkumpul... kesalahannya selalu saja di ungkit ungkit oleh anak semata wayangnya. dan ini itu gara gara anak Suami nya dari Wanita yang lainnya yang sudah membongkar rahasia mereka. Sandra sangat membenci Meca.


""Kemal pamit !"" Kemal berdiri, mengkode Yola untuk beranjak mengikuti langkah nya keluar rumah.


""KEMAL !!!"" Teriak Ayahnya marah. Namun sang empu nama tak menghiraukan nya.


""Permisi ya pak, ibu ! Tenang saja...Saya bukan apa apa nya Pak Kemal kok, kami hanya sedang berbisnis bukan yang lainnya !"" Yola menundukkan kepalanya takzim, menghormati ke-dua orang tua Kemal yang tak menghiraukan ke takzimnya. dan saat berucap yang lainnya ia pun menatap Arya.


Yola pun mengejar langkah Kemal yang sudah hilang dari pembatas tembok.


""Tunggu dulu ! Yola mau mengambil barang barang Yola, Yola nyewa hotel saja dalam dinas satu Minggu ini, Yola tidak ingin membuat perseteruan di dalam rumah Mas."" Yola menarik tangan Kemal untuk berhenti berjalan di mana pintu utama berada, ia tidak enak ! Sebenarnya banyak sekali pertanyaan nya untuk kehidupan Kemal, Tapi merasa punya batasan ia hanya bertanya tanya sendiri dalam hati.


""Tidak usah menyewa hotel, Mas punya banyak Apartemen kosong siap huni, barang barang mu akan ada yang membawanya kesana, kita ke kantor sekarang, meeting besar ku bersama klien klien dari luar negeri mungkin sudah menunggu. Kamu ambil saja berkas berkas dari perusahaan Chirs untuk sampel mereka siapa tahu tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan kalian.""

__ADS_1


Yola hanya mengangguk takzim dan segera beranjak ke kamar mengambil tugasnya sebagai utusan Chirs. ia tidak mau mengurusi hal pribadi Kemal.


...******...


Meeting tahunan perusahaan Kemal yang besar besaran di hadiri Staff penting dari anak anak perusahaannya juga relasi relasinya dari lima negara telah usai yang berlangsung sampai Sore hari.


Bubar, semua bubar satu persatu di ruangan itu, meningkalkan Yola dan Bimo-asisten pribadi Kemal di dalam ruang meeting, Tentu saja ada sang empu perusahaan duduk datar dengan hasil meeting bin berkas pundi pundi di hadapannya.


"Bim, Tolong taruh semua berkas ini ruangan saya."" Titahnya.


""Baik pak !"" Sahutnya.


Yola, merasa tidak ada pekerjaan lagi ia pun bangkit dari kursi tanpa kata ke Kemal.


"" Flawless, Kamu mau kemana ? Siapa yang mengijinkan mu keluar hmm ?""


Tidak usah di jelaskan lagi bagi Bimo Kalau sikap bos nya sudah seperti itu pada perempuan, berati ada apa apanya.


""Maaf pak, pekerjaan saya kan sudah selesai, asam lambung saya naik, Mengerti kan ?""


""Bimo, Nanti malam sudah harus siap semua, Bikin klien klien kita yang dari luar negeri menjadi puas, Mereka juga minta paus sebagai pendamping nya bersenang senang !"" Kemal mentitah seraya melangkah pelan menuju Yola yang sudah keluar ruangan.Sang Asisten pun hanya mengangguk.


""Mau kemana ? lewat sini ?!""


""Adududuhhhh..Apa sih pak, main tarik saja...Yo--saya mau tur---yak kan ! Lift nya kembali nutup."" Dengus nya. si herder main tarik masuk ke dalam ruangan yang ia terkah sebagai ruangan kerja Kemal.


""Kamu tidak boleh Kemana mana tanpa diri ku, Wild. duduk lah di sini, makanan akan datang sebentar lagi."" Kemal duduk di sofa dan menarik pinggang Yola untuk duduk di pangkuannya.


""Hohoho, jagah sikap tamvaaan, kita ada di kantor.""


Delikan sinis Yola di anggap lucu oleh Kemal, ia senang membuat si flawless ini kesal dan cemberut, hobby barunya Membuat suasana hatinya tenang.


""Ini kantor ku, siapa yang mau melarang eum ?""


Kruuk...

__ADS_1


""Hahahaha."" Kemal tertawa lepas mendengar suara perut Yola, si wild ini lapar berat ternyata.


Dasar perut tak tahu malu, kagak makan bangku sekolah.


""Tunggu sebentar, kita makan kue kering terlebih dahulu seraya menunggu makanan berat nya datang."" Kemal beranjak dari sofa Setelah menurunkan tubuh Yola.


""Cepat lah, Yola berasa Ingin muntah karena laper, bergaul dengan Pemilik perusahaan raksasa itu tak selamanya enak, makan saja susah."" Sindir Yola Pedas. Kemal hanya tersenyum tipis dapat sindiran.


""Maaf Nona Membuat mu kelaparan...Makanlah ini dulu.""


Yola terdiam, si herder sok baik ingin menyuapinya.


""Nona ini sudah besar, tahu cara makan seperti apa ?"" Yola ingin merebut kue kering yang ada di tangan Kemal, Tapi si herder mengelak, Kue yang di toples pun di tahannya. Melirik sinis ke Kemal yang tersenyum geli kepadanya.


""Peliiit !"" Ketus Yola.


""Pelit ? Hey Nona, Aku Ingin menyuapi mu, bukan pelit dan aaaa..buka mulut mu !""


""Baiklah, entah ini artinya apa ? Tapi tidak buruk juga menerima nya."" Yola menerima suapan Kemal, Tapi bukan Wild nama nya kalau menurut manis, ia malah ikut menggigit tangan Kemal, sehingga Terkesiap suara ringisan dari Kemal.


""Enak kue nya !"" Ledek Yola tersenyum tipis sudah mengerjai Kemal.


""Ada yang lebih enak lagi, Seperti ini !"" Kemal menaruh satu kue kering di bibir nya, menggigit ujung nya untuk menahan kue, menyuruh Yola untuk mengambil nya dari bibir nya.


""Ishh, Og--!""


Tidak ada penolakan, itulah yang selama ini Kemal sering ucapkan, Namun bibir yang tak bisa berbicara, maka pergerakan lah yang bersuara. .Kemal menarik tengkuk Yola, hingga wajah Mereka hampir menyatu, Manik Amber Yola bersibobrok dalam manik gelap Kemal, Membuat ada getaran aneh lagi yang muncul di benak Kemal. Ia kalah dengan mata indah itu, jadi gelagapan sendiri.


Sementara Yola tersenyum mengejek, Kemal sedari tadi menggodanya, Fine....ia akan membelinya lunas kagak pakai kredit kreditan.


Mengambil kue tersebut dengan bibir nya yang masih ada di bibir Kemal. Ia sengaja menyatukan sekilas bibirnya setelah berhasil mengambil kuenya. ""Kue nya enak, sangat enak."" Mengedipkan matanya, menggoda Kemal yang sekarang gugup gelagapan tak jelas.


What is this Vibration ? Batin Kemal menjauh dari Yola.


Hahahaha...Lucu ! Wajah nya seperti badut.... tersipu meong !

__ADS_1


__ADS_2