
Tok...Tok...Tok...
Setelah bebersih dari tubuh gatal gatal nya, ulah semut yang membuat kulit nya sekarang di beberapa inci bentol memerah, Kemal pun mengetuk kamar nya yang sekarang di tempati Yola hanya dengan handuk sepinggang melilit tubuh nya. Ia butuh baju, dan baju nya ada di kamar nyaman nya, di dalam sana.
Ceklek
Hais, Si herder Kenapa lagi memperlihatkan roti sobek dan dada endusable nya, Yola mupeng nih mau menyentuh nya, sikit aja, boleh kagak ya... Batin nya, Namun sejurus ia menggeleng membuang otak omes nya, eleeeh..Bisa gede kepala si herder kalau di elus elus. Harap kemesuman di kondisikan !!!
"" Apa, Apa mau pamer otot macho ke Yola eum ? Modusin kemesuman Yola, begitu ? kagak ngaruh, Mas suamiiiii !"" Tuduh nya berseru ledek di akhir kata nya. Dan ingin kembali menutup pintu. padahal dalam hati nya tergoda ingin mengelus dada endusable milik Kemal.
""Eh..eh.. Tunggu dulu flawless."" Kemal menahan pintu tersebut. "" Justru itu Mas ke sini, mau nutup aurat machones ini, Baju mas kan di dalam semua, Lupa ?"" Kemal tersenyum genit, Namun pikiran nya baru tersadar melihat penampilan Yola yang tidak mengganti baju, Ah..ia lupa memesan kan baju untuk Yola pakai selama tinggal di apartemen nya.
"" Boleh masuk kan ? Mas janji, tidak akan macam macam."" Kemal meyakinkan, kalau kali ini ia tidak akan meminta hak nya kalau Yola sendiri tidak siap memberi nya. ia ingin memiliki istri nya dalam keikhlasan jiwa raga, bukan dalam pemaksaan seperti dulu.
"" Baik lah." Yola mengizinkan, membuka lebar lebar daun pintu, Mata nya baru mendapati punggung Kemal setelah melewati tubuhnya, bentol bentol memerah, Kenapa tuh Mas suami ? Alergi ?
"" Setelah ini, Mas akan memesankan baju untuk mu, maaf mas dengan itu."" Kemal berbicara seraya sibuk memilah milah bajunya menghadap lemari, Tak sadar ada Yola yang memperhatikan tutul tutul bentol gede di punggung putih nya.
"" Kamu pakai baju Mas yang in---"" Bugh... Karena tidak tahu ada orang tepat di belakangnya, Kemal berbalik kasar sehingga dada nya saat ini menempel di wajah Yola.
Deg... Jantung ke dua nya bergerumuh hebat, Kalau Kemal sudah tahu, arti desir hangat itu, Tapi bagi Yola, Tumben tumbenan hati nya, Dag Dig Dug Ser hanya karena mencuim tak sengaja dada bidang Suaminya. Ada apa dengan mu, wild ? Tidak boleh begini ! Yola berusaha menepis rasa jumpalitan nya. Dan Kemal saat ini sangat menikmati situasi menegangkan bagi bulu bulu nya , Demi apa...Yola menahan diri di posisi ini, tak bergerak elak, Tak berbicara satu kata pun, Yang ada saat ini tangan Yola di belakang sana meraba punggungnya dari posisi depan dengan mata Amber itu terus mendongak menatap nya tak berkedip. Sumpah...Ini rasa nya, Seeeer Nikmat boss !!!
__ADS_1
Yola pasti terhipnotis, dan setelah nya.. Menerima ku lapang dada, dan seterusnya lagi..ehem Enak enak deh...Hihaa, Mal...Kamu memang hoki.
Aww...
Kemal tetiba menjerit, Yola meraba punggungnya dalam posisi seperti orang pelukan itu hanya ingin menggaruk bentol bentol di belakang sana.
""Kamu mencakar Mas, Yola !"" Dengus Kemal cemberut.
"" Hahaha."" Yola tetiba tergelak geli. "" Hayo ngaku, pikirannya pasti sudah omes merajai kan ? Huuu, Sorry ya... Telanjang bulat pun Yola tidak tergoda nafs* di ajak naik ranjang."" Hahaha. Yola dengan jahil menoyor gemas jidat suaminya.
Waaah... Nantangin, Gue lepas handuk nya, Awas aja mupeng tak berkedip. Dan benar saja...Kemal menggoda Yola dengan berpura-pura ingin menarik handuk nya di hadapan Yola.
"" Kenapa ? Kata nya tak akan nafs*, Tak Masalah dong Mas memakai pakaian di sini."" Goda Kemal, Perlahan ingin menarik handuk nya.
"" Iiiiih, Gila."" Umpat Yola dan ngeberit masuk ke kamar mandi, Namun karena terburu buru, ia tersandung di karpet berbulu lebat, membuat nya oleng. Dan Kemal yang melihat itu secepat kilat berlari untuk menyelamatkan istri dan calon anak nya dengan cara menarik tangan Yola kasar masuk ke dekapannya.
Dan Bugh...Karena tak seimbang, mereka sama sama oleng terjatuh ke atas kasur, Dengan posisi Kemal menindihi Yola saat ini. Tanpa ke-dua sadari kalau handuk Kemal saat ini ngambek melorot copot entah kemana.
"" Hampir saja."" Legah Kemal yang tadinya, jantung nya terasa ingin copot karena melihat istri dan calon anak nya mau celaka karena keusilannya.
"" Maaf, Yola tak hati---""
__ADS_1
"" Sudah, Yang penting kamu dan anak kita tidak apa apa."" Potong Kemal, tak mau bangkit di posisi adem saat ini.
"" Tak apa sih tak apa ! Tapi kok rasa rasanya, nafas Yola juga sesak di tindihin begini, dan aneh nya..ada sesuatu yang nonjol nonjol nakal di bawah sana.""
Tersadar seperti ada angin sejuk yang menerpa kulit nya, Kemal Perlahan mengangkat tubuh nya separuh di atas tubuh Yola dan menundukkan kepalanya ke bawah, Yola dengan bodoh nya mengikuti arah pandang Kemal di bawah sana.
Dan... Aaarg, Anu nya Mas yang nonjol nonjolin kulit Yola. Pekik Yola di balik bantal yang baru saja di tarik nya asal asalan menutupi wajahnya yang malu padam, Sumpah...Ia pernah merasakan si anu nusuk nya sampai tekdung saat ini, Tapi benar...ia malu coeg... Keringat dingin menerpanya di balik bantal, ia belum siap di tagih ranjang oleh suami nya yang memang adanya hak nya Kemal. ia mengerti sebagai istri harus memberi kan hak itu ke Kemal, Tapi ia belum siap, apa lagi mengingat perkataan Eldath yang katanya setelah anak mereka lahir, Mereka akan segera bercerai. Ia tidak mau terjebak sendiri. Tidak mau dan harus terus mengeraskan hatinya seperti batu gunung.
"" Ck, Kenapa harus malu sih Yol ? Kita kan pernah saling menikmati, Bagaimana kalau kita merasakan nya lagi."" Harap Kemal agar Yola menyetujui nya, berusaha halus kan tak Masalah dong, nama nya usaha...Di Terima ayo ber ah uh ah di atas ranjang bersama, di tolak pun tak masalah, ia akan bersabar padahal di bawah sana sudah menegang angkuh minta lubang.
Tak ada jawaban dari balik bantal, Kemal pun yakin kalau Yola belum siap, menolak nya secara halus, dengan itu tak mau memaksa. Bangkit dari tindihan halus itu, dan segera menarik handuk juga pakaian gantinya yang berserakan di lantai, masuk ke dalam kamar mandi
Air dingin lagi yang merendam mu, Dik ! Sabar ya...Nanti juga kamu berenang di goa sempit soulmate mu, Maka nya... Berdoa dan berusaha keras lagi dong. Agar soulmate mu terhipnotis, Lo senang, gue pun bahagia, Kita sama sama bahagia !
Kemal mengocehi lirih adik nya yang tegang selama perjalanan nya masuk ke dalam kamar mandi untuk rutinitas mandi ulang lagi, guna membuat si adik tidur.
Maaf ya Mas, Kita dari awal sampai saat ini memang dalam kesalahan, Yola hanya mengelakkan sesama antara kita agar tak sama sama berat bila mana waktu Meja Hijau menerpa perpisahan status suami istri ini. Batin Yola memandangi punggung Kemal yang sudah tenggelam pintu kamar mandi, ia baru mengingat perkataan Eldath yang akan memisahkan status pernikahan mereka setelah kelahiran bayi nya.
_________
Notes ; Kak Arida di tunggu Chat nya ya... Sudah ada Tag FANS nya.
__ADS_1