
Pagi pagi Ibell dapat kabar dari Andra, Kalau Dian pagi ini mengamuk seperti orang gila yang meracau tidak jelas. Ia pun izin ke Nata untuk tidak masuk kantor hari ini dan akan bertemu janji sama suaminya itu di rumah sakit guna untuk memeriksa kesuburan reproduksi mereka sekalian konsultasi program hamil yang benar dan tepat. Mereka kompak ingin memeriksa kan diri karena hampir tiap malam berhubungan suami istri kecuali di satu pekan tertentu ( Menstruas*) tapi tidak ada tanda adanya kehidupan di rahim Ibell.
" Kenapa bisa seperti ini, kak Andra ?"
Ibell kasihan melihat Dian yang meracau tidak jelas, sedikit dikit menjerit-jerit dengan mata kosong seraya meringkuk memeluk ketakutan lututnya yang duduk di pojok kamar . Kakak tirinya sepertinya depresi berat kali ini.
" Ha-ha-ha."
Andra yang ingin menjawab pertanyaan Ibell, terhenti dengan suara tawa seram Dian.
" Aku hamil ? Aaargh aku benci perut ku, aku Benci." Bugh Bugh Bugh.
Segera Ibell dan Andra beranjak cepat ke arah Dian yang menghardik dan membabi buta memukul mukul perut sendiri.
" Dian, Hentikan, Nanti anak mu bisa mati, sadar Dian." Cegat Andra, mengikat segera tangan Dian menggunakan sarung bantal guling yang di tarik nya asal asalan.
" Kak Dian !" Sedih Ibell membersihkan air mata kakak nya yang memandang nya lurus lurus saat ini, sungguh.. walau pun kakak tirinya ini sering dzolim ke padanya, Tapi ia tidak pernah meminta ke Tuhan untuk menghukum kakak nya seperti ini. Tapi apa boleh buat, Setiap kehidupan pasti ada buah perbuatan kita yang harus di petik, tergantung pembawaan apa sikap dan perbuatan kita.
"Bagaimana dengan janin nya nanti kak Andra kalau dia terus begini."
Andra hanya menggeleng prustasi akan pertanyaan Ibell.
" Mama saja dalam kondisi sakit saat ini karena tertekan dengan keadaan, tekanan darahnya naik, Bell. Kakak bingung harus apa ? Dian pasti butuh konsultasi kejiwaan, mama pun butuh obat, dan kakak tidak ada sepersen pun uang untuk membiayai itu." Andra mengusap wajahnya kasar, ia ingin sekali bunuh diri bila mana ia tidak kasihan dengan ke-dua keluarga nya.
" Ibell akan membantu kakak, Dan mari kita bawa Dian berobat sebelum terlambat. Untuk Mama, biarkan saja istirahat di rumah dulu, kita pun akan membelikan nya obat Setelah mengurus Dian."
Andra tetiba berlutut di hadapan Ibell, Ibell yang bingung jadi terbengong.
" Ibell, dari segala kesalahan Aku, Mama dan Dian ke pada mu, Aku tulus hati untuk meminta ampunan mewakili mereka, maafkan kami, Bell." Andra menetes kan air mata sesal nya. Mungkin hal yang menimpa keluarga nya adalah hadiah kedzalimannya ke Ibell.
" Kakak." Ibell menuntun bahu Andra untuk berdiri dari bawah, "Ibell di sini itu artinya peduli ke kalian semua, tanpa minta maaf pun, Ibell sudah ikhlas ridho, ayo kita pergi cepat sebelum Dian kembali histeris."
__ADS_1
" Terima kasih." Pertama kalinya Andra memeluk hangat keluarga adik tirinya, begini kah rasa nya berdamai ? Hatinya sedikit ada ketenangan.
...****...
Selesai dengan urusan keluarga nya, Ibell pun berada di rumah sakit, menunggu kedatangan Nata yang sudah membuat rencana bersama dengan dokter spesialis kandungan.
" Hai, Sudah lama Sayang ?" Nata yang baru sampai segera menjatuhkan kecupan nya di kening Ibell. Tiga Suster yang berseliweran menatap penuh mupeng suami romantis di hadapan mereka itu. Ah... Sungguh beruntung hidup yang di peristrikan modelan laki Manly tampan tanpa cela seperti laki laki itu. Batin mereka iri.
Satu tampan rupawan, satu cantik anggun. Klop. Lah... Orang jelek nya buat siapa ?
" Belum, dan ayo.. Dokter sedari tadi menunggu kita di dalam." Sambut Ibell dengan senyum termanis nya.
Mereka tidak menyadari ada mata jahat memperhatikan mereka dengan sengit, Alvin.
" Apa mereka akan punya anak ?" Smirk jahat tercipta di bibir Alvin. Memandang tidak terima tangannya yang di biocrepe hampir patah gegara serangan kurang ajar Nata.
" Sus !" Alvin menghentikan langkah suster yang baru keluar dari ruangan dokter yang di dalamnya masih ada Nata dan Ibell.
" Hm, ada sedikit. Saya adalah teman dari pasien yang ada di dalam ruangan itu, kalau boleh tahu istri nya lagi hamil kah ? kalau iya berati kami sebagai keluarga nya patut memberikan suprise dong !" Alvin berambigu, siasat jahat.
" Oh, Tidak pak, mereka dalam proses konsultasi, kalau begitu mari...saya buru buru mau ke lab."
Alvin mengangguk, lagi lagi smirk jahat nya terlihat.
Aku akan bermain cantik, Nata. siap kan mental mu mendapat laporan yang membuat mu berdebar jantungan.
Siasat cantik kali ini menyakinkan Alvin untuk bisa menjatuhkan mental Nata tanpa mengeluarkan keringat banyak. Cukup menipulasi hasil lab Nata, kelar sudah rival nya itu.
Dengan itu, ia mencari sekutu pihak dalam rumah sakit untuk membantu nya di lab itu.
Let's play, lose or win is at the end of the story, Nata !
__ADS_1
...****...
" Bang, Beri tahu ke Ibell, Abang ingin punya anak berapa dan anak pertama kepingin laki laki atau perempuan ?"
Setelah dari Dokter, Mereka melanjutkan hari nya di kantor lagi, Namun bukan pekerjaan yang mereka sibuk obrolkan melainkan keturunan. Nata terkekeh geli dengan wajah antusias Ibell tentang anak, Netra coklat istrinya sangat berbinar bahagia tak sabaran rupanya.
" Sini." Tarik Nata ke Ibell, memangku istri nya dengan lanjut mengulum bibir sensual itu dengan mesra tapi singkat.
" Abang, Ini kantor." protes Ibell seraya melirik ke pintu, mana tau ada staff yang main masuk saja, mengingat jam segini kebanyakan ketua divisi meminta tanda tangan.
" Abang tau dan jangan khawatir." Biip.. Sekali tekan tombol remote, Pintu ruangan Nata langsung klik terkunci.
Ibell merasakan ada tanda-tanda Beno akan mulai bermesum ria.
" Hasil nya akan keluar besok, jadi hari ini kita bikin anak lagi, mau itu laki laki, wanita pun Abang akan bersyukur yang terpenting calon anak ku itu tumbuh nya di rahim mu, wanita hebat yang pasti bisa mendidik anak-anak nya kelak di jalan yang benar, Suami bejat mesum ini saja bisa di buat bertobat oleh mu, apalagi anak anak nya..pasti jadi ahli agama."
Mulut Nata bisa saja panjang lebar nyap nyap, tapi tangan nya sudah perlahan meloloskan atasan kemeja Ibell.
" Yakin di- di sini, tidak ada akan di ketok pintu dari luar ruangan ?" Nafas Ibell langsung saja tercekat berat mendapat hisapan bayi besarnya di ujung gundukan nya.
" Dapat SP langsung kalau ada yang berani menggedor pintu tak sabaran."
Dan bayangkan sendiri apa yang terjadi di antara mereka, kuda ku duduk di muka saat ini sedang berlangsung.
Drrrt..
" Bisa tidak nelpon nya nanti saja, awas kalau tidak penting ah..ah.."
Nata reflek main tarik telponnya kesal yang masih mengharap Eni. ia tidak tahu siapa di seberang sana.
" Gila kamu, di sana masih siang kan Nat ? Tapi udah ngebuat genjo* saja. Sama Ibell kan ? bukan wanita lain, awas kalau wanita lain lawan mu, Mama tembak online dari Paris sini."
__ADS_1
Aih ding, Mama wild nya ? Tut... Nata tanpa menjawab...Main matikan saja. Ibell lebih enak di mangsa saat ini. Batin nya cuek ke ocehan Yola yang entah mau apa menelpon nya. Masih ingat anak mantu ternyata, kesal Nata yang baru di kabari setelah beberapa hari kepergian orang tua tak ingat umur itu.