
"" Otot Gue nggak bisa menurut dalam situasi begini Ca, Sumpah...Gue pengin buet meratakan wajah saudara Lo itu !"" Eldath berupaya mengontrol emosi nya agar ia tak bangkit dan menghajar Kemal lagi. Geram tertahan, Saat berkata itu, Eldath menunjuk kasar Kemal yang duduk jauh dari jangkauan nya. Tiap mau bangkit, Meca selalu menahan nya.
"" Gue nggak akan restuin, gue menolak lamaran kalian, pergi lah."" Lanjutnya. Membuat Meca membulatkan matanya, tak percaya...bisa bisanya menolak padahal Yola sudah berbadan dua. Otak kok butek ya..dasar si wajah Sangar, Kelakuan terbalik. Umpat Meca kesal dalam hati.
Sementara Yola, mengulum senyumnya tipis..Yes tralalala, ia tidak akan menikah... Punya anak tak punya suami justru lotre dalam hidupnya. Senang ? Ya senang lah...Itu pan artinya ia tidak akan berumah tangga, dan si auto rutukan Daddy-nya tak berlaku...Plus nya punya anak lagi. Senang nya hidup ini.
"" Eh pak bro, Lo kagak kasihan Ama Yola ya ? Dia lagi hamil lho ! Setidaknya Lo bertanya keinginan dia, mau atau tidak ? Lagian dalam peristiwa ini Kemal tak mungkin bodoh menghamili anak orang tanpa sebab, dan sebab nya karena cinta, Lo tanya ke Yola...Apa Kemal memperkosa adik Lo atau melakukan nya dalam sama sama enak."" Tembak Meca mencoba menyatukan segala permasalahan dan Ingin memecahkan nya dengan kemenangan.
Mampus ! Yola melupakan kepintaran si mulut otak pengacara ini, Mereka tidak akan puas kalau pulang tak mengantongi sesuatu, begitulah sepak terjangnya dunia perhukuman dan Meca tidak akan menyerah demi keinginan Kakanya. Mungkin ! Tapi tentang hukum ? Pengacara yang tak membelot itu menjunjung kebenaran yang sudah di bumbui sumpah mati akan nama kebenaran, Kalau ia membuka semua asal mula kelicikan Kemal, Meca bisa saja balik menyerang saudaranya karena Meca di juluki pengacara jujur, tak mau membela orang yang jahat licik, seperti Kemal ini yang sudah menyabotase perusahaan Eldath dan berakhir dirinya lah korban nya.
Tapi kalau ia buka bukaan, Yola juga men-skakmat harga diri Eldath yang mungkin menganggap dirinya tak becus karena di balik kesuksesan mempertahankan kekokohan perusahaan nya ada harga diri sang adik yang terinjak injak, ia tak mau melihat Eldath dalam kesedihan itu. Ok... Sudah basah maka sekalian nyebur saja.
""Bagai--?""
__ADS_1
""Tidak usah di tanya, Yola pasti menolak !"" Yakin Eldath menyela Meca untuk bertanya ke Yola.
"" Ck " Lama lama Meca kehilangan kesabaran juga. Baiklah kalau El keras kepala, Jangan sebut ia Master nya hukum, ia akan pulang dengan kemenangan untuk Kemal. Ia akan mencubit ego si El juga Yola untuk sedikit saja. Ngamuk ngamuk sekalian atau kicep speechless Sono.
"" Bagaimana dengan anak nya kalau sudah lahir ? Yola El... Kalian punya otak kan ? Anak itu butuh status !"" Meca sengaja bermain kata kata.
"" Ada aku, Aku akan membesar kan anak Yola dengan baik, Memberi nya status dan kasih sayang !"" Keras kepala Eldath. Hati Kemal remak, ia akan di pisahkan dengan anaknya. Tidak bisa !
"" Pak Bro, Fine...Kamu bisa berkata seperti itu, Dan Kamu Yola...Apa kamu nggak kasihan dengan Abang mu, Dia akan mengutamakan kepentingan mu dari pada hidup nya sendiri, Secara kasar nya... Separuh Binatang pun butuh keluarga lengkap dan berkeluarga masing-masing, Ok.. Anggaplah Eldath menanggung semua beban mu, Memberi kan kasih sayang nya ke Anak mu seperti kasih sayang Ayah ke anaknya, Tapi tetap saja berbeda, Sang Anak tetap saja kehilangan sosok Ayahnya, Karena sang anak hanya mendapatkan kasih sayang seorang Om, karena benar adanya Eldath adalah Om nya, bukan Ayah nya. Hari ini kalian masih sok bisa dan sok bijak sendiri dengan cara memisahkan orang tua yang benar-benar ingin bertanggung jawab tapi kalian abaikan. Tapi bagaimana dengan NANTI ? Apakah kalian tega nanti melihat air mata anak tak berdosa itu di saat pulang sekolah dapat ejekan dari para teman teman nya, anak yang tak punya bapak lah... anak haram dan sebagainya. Aku sendiri calon Tante nya ngeri membayangkan nya nanti, Dan apa jawaban kalian nanti kalau sang anak bertanya papa ku kemana ? Kenapa tega meninggalkan aku ? Pasti nanti kalian akan bungkam atau berbohong sebagai jawaban nya. pikir panjang lah wahai kalian orang pintar, Ingat...!!! Penyesalan ada di akhir cerita.""
"" El, Saya bersungguh sungguh lho ingin membahagiakan anak ku dan adik mu, Toh...di luar dari kebiadaban ku, aku sudah memenangkan Yola di ring, ku harap kamu tidak menjilat ludah mu sendiri dan tak mungkin juga kamu melanjutkan pertandingan itu karena Yola sudah mengandung anak ku."" Kemal pun bersuara mencubit ego Eldath, sedikit. Namun kedua kepala yang sekarang di tatapnya oleh kelompok Meca hanya diam membisu.
Astaga...Mereka batu sekali, kudu di ketok palu di meja hijau apa ? Baiklah kalau masih kurang, Aku tambahin sedikit lagi bumbu bumbu ala Meca Aprilian.
__ADS_1
"" Aku anggap kediaman kalian adalah penolakan telak, Tapi Eldath, Yola ! Sembilan bulan setelah kelahiran anak mu, Kita akan bertemu di meja hijau bin pengadilan ya... siap kan diri kalian untuk memperebutkan hak asuh anak emas itu, karena aku sebagai Tante nya pun ingin ikut serta merawat nya.""
Dalam hati Meca, Tersenyum evil saat kedua orang yang di cercanya halus mendadak mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk dan menatap nya geram saat ini... Emang gue pikirin, kesal kesal lah kalian.
"" Ca, ini tidak adil lho, dia anak ku..aku yang mengandung nya, aku yang melahirkan nya. kenapa di perebutkan hak asuhnya, aku yang menderita di sini."" Tolak Yola tentang perebutan hak asuh. Sementara Eldath diam dengan geletukkan gigi nya. Meca tahu Eldath lagi emosi mengubun tapi Meca juga tahu...Si Eldathio adalah salah satu orang pintar yang tahu pasal pasal perundangan di negara nya.
""Betul sayang, sebagai perempuan yang mengandung pasti berpikir kesana, Tapi pan anak di rahim kamu ada campur tangan Kemal Abraham, Bisa saja kamu terbebas dari meja hijau kalau Kemal tidak menginginkan anak nya itu, Tapi ceritanya di sini, Kaka ku juga menginginkan anak nya, kenapa harus di bikin ruwet sih nih masalah kalau ada jalan tol yang baik yakni menerima pertangung jawaban dari kaka ku. dan baru kali ini ada orang yang tak mau di beri pertanggung jawaban, aneh !"" Sindir Meca keras. "" Ok...Karena tidak ada jalan lurus nya di sini, Kita akan bertemu di pengadilan sembilan bulan ke depannya, Eldath...Saya tahu kamu punya kekuasaan pun, tapi di sini yang bermain hukum. ku harap kamu mengerti ungkapan Ambigu ku, Dan ah..Meca tak pernah kalah lho di Meja Hijau. Jadi See you, Kami pamit !""
Sebelum berdiri, Meca memberi tatapan intimidasi nya akan mata ketakutan Yola yang saat ini gusar. Satu...dua...ti--
"" Yola mau, Yola menerima lamaran ini !"" Cegah Yola akan ke empat Orang yang sudah berjalan pelan ke arah pintu.
Hahahaha, Permainan emosional gue dapat umpan. Meca Tersenyum legah Sebelum berbalik lagi ke arah Eldath dan Yola.
__ADS_1
Kemal ? Dalam hatinya bersorak ria Hebat kamu dek, puji nya ke Meca.