
Hiks hiks hiks hiks...
Eldath hanya berdecak lidah, membiarkan Fifi nangis kejer, Biarkan wanita menyebalkan ini nangis sesuka hatinya, pukulan Fifi di dadanya yang di jadikan Samsak pukul pun hanya sebatas gigitan semut saja yang di rasakan nya. El malah tersenyum geli diam diam, akan wajah bantal polos Fifi yang nangis, Lucu juga wanita ini ? Batin nya. Dan tatapan matanya terhenti di bibir merah muda Fifi. SHIIIITT...El terbesit akan ciuman ganas mereka semalam, Pikiran El seketika omes ingin merasakan ke manisan itu lagi. Gila Lo El...rutuknya sendiri.
""Hiks hiks, Lo udah ngerusak gue, El ! Lo sama saja dengan Beno, manfaatin wanita yang tak berdaya.""
Ding...Jadi itu pikiran Fifi terhadapnya.. Waah, Salah nih !!!
"" Atas dasar apa Lo nuduh gue ngerusak Lo, eum ?"" El menangkap tangan Fifi, lama lama sakit juga di gigit semut.
"" Kata Lo, gue hiks.. Gue di beri Obat gairah, Pasti Lo nyerang gue hab-- hiks hiks habisan.."" Huawaaa..hiks hiks.. "" Ja-ja-hat hmmpp.""
Telinga El bungeng juga mendengar diri nya di cap jahat, Menikmati ehem ehem aja kagak, eh di tuduh, Dengan itu...ia membekap lembut bibir Fifi dengan telapak tangan lebar nya.
Aaargh... Tangan El malah di gigit kasar oleh Fifi yang memancarkan mata sedih juga kekecewaan serta kebencian kepadanya. Tidak bisa di biarin.
Eits Ding, Kok gue nggak suka ngelihat Fifi natap gue penuh kebencian ? El merasakan aneh di hatinya, biasanya ia bodoh amat dengan nama perempuan, tapi ada di sudut hatinya yang berbeda sekarang di dalam sana.
"" Hiks--""
"Diamlah !" El sedikit mengeraskan suara nya. "" Gue maksud ku, Aku... Tidak melakukan apa pun, jadi diam lah...ikatan tadi itu bukti semalaman aku menahan mu agar kamu tidak merayu ku terus dengan sangat agresif."" Mata nakal El berhenti di buah dadaaa Fifi saat agresif keluar dari mulutnya, Shiiit.. Otak gue perlu di bersihkan, omes melulu.
"" Benarkah ?"" Perlahan Fifi meneliti tubuh nya di hadapan El dengan cara intipannya masuk ke sela baju nya tepat di daging buahnya. kalau ada tanda merah di situ kan, berarti El berbohong.
"" Benar !"" Singkat padat El. memalingkan wajahnya melihat kebodohan Fifi yang malah mengintip barang yang ia omeskan tadi. Kalau ia tidak kuat bagaimana coba ? Bisa merusak anak orang juga ujung ujungnya yang semalam ia mati matian menahan hasratnya. Dasar perempuan, racun nya dunia !!!.
"" Kamu bohong El, bukti nya ada tanda laknat di daging dada gue. Huawaaa.""
Gue bungkam juga tuh mulut pakai bibir ganas !!! Kesal Eldath Mendengar suara berisik Fifi yang nangis tetiba terus, berisik.
__ADS_1
"" Itu tanda memang dari Aku, Tapi kamu sendiri yang minta di sentuh, bahkan Kamu terus menyerang ku, bibir suci ku pun kamu renggut paksa !!! Kamu pikir mudah apa menahan kenormalan laki laki, Sesak tahu nggak ! Mana aku di katain payah lah. Ujung ujungnya Belum di gempur pun saat ini kejer, bagaimana kalau sudah ? Mungkin bunuh diri."" Jelas El, tutur kata nya pun sedikit sopan, Dari Gue Lo sedari tadi jadi Aku kamu. Lembek sih tetiba ni hati. Kenapa lagi ah ? Bingung nya dalam hati, tanpa sadar tangan tak bersahabat nya malah terulur menyekah air mata Fifi di pipi itu.
Ada rasa ingin melindungi saat ini... itulah dalam benaknya.
"" Sumpah ?""
El mengangguk akan pertanyaan Fifi.
"" Sumpah gue yang ngambil ciuman pertama lo ?"" Dari panjang kali lebar penjelasan El, hanya bibir suci yang nyangkut di otak somplaknya. Kagak percaya aja, umur bangkot tak pernah ciuman satu kali pun. Kasihan benar yang pernah menjadi pacar Eldath, kering di anggurin mulu bibirnya.
El mengangguk ragu ragu, sedikit mencium ada aroma akan ada ejekan.
"" Hahahaha.""
Dasar perempuan !!! Tadi aja nangis kejer, eh..malah ketawa, sudah gila kah ? Umpat El, malas. berdiri dari sisi duduk Fifi. Namun dasi yang sudah rapih terpasang di leher tetiba di tarik oleh Fifi hingga wajah mereka berhadapan dengan sangat dekat.
"" Terima kasih sudah menolong ku, dan menjaga ku, walaupun ada sedikit tanda cicip sedikit di tubuh ku dari kamu, Tapi tak masalah..Dan ini tanda terima kasih ku yang terakhir..."" Hmpppt.
Shiiit, El gelagapan gugup kicep dapat hadiah serangan bibir dari Fifi dalam keadaan sadar tanpa ada obat lagi yang merasuki hormon si wanita ini. OMG... Jantung nya serasa ingin loncat keluar. berdebar debar dalam ciuman itu, bisa serangan jantung kalau begini terus, bisa mati mendadak pula ujung ujungnya.
Akhirnya terlepas juga, padahal El sudah terbawa suasana akan kegilaan Fifi yang main sosor...ia menikmati pangutan Fifi yang terasa ikhlas dari Fifi untuk nya. Dengan menyembunyikan wajah Nervous nya tapi tidak yakin juga tidak terlihat dari Fifi wajah sipu nya. El memberanikan diri menatap intens wajah jahil 11 12 Fifi dengan wajah jahil adik nya, Yola.
"" Bagaimana, enak kan ciuman itu ? So...laki laki kudu menikmati sedikit kenalan wajar. Masa bangkot begini baru merasakan kiss kissan. Malu sama bulu dada, El ! Hahahaha, Aku yang pertama ngambil perawan bibir Lo, hayo.. bersihkan sana pakai bunga tujuh rupa.""
Fifi dengan nakal menggoda, tergelak geli dengan telunjuk nya menyentuh bibir El yang diam terpaku dalam menatap nya tak bergeming.
Aduhhh, kesangaran nya akan bangkit rupanya, sebelum gue di mutilasi, kabur ah...
"" El, Minjam kamar mandi ya ?""
__ADS_1
El masih saja tak bergeming, menatap nya semakin dalam saja.
"" Hallo El, Lo eh Kamu keserupan ya ?""
Masih saja diam.
"" Kamu tersinggung El ?""
Tetap tak berkedip memandang nya. Fifi jadi merinding ding takut di kuduk nya. Mata El melebihi Elang yang siap menerkam mangsanya. beeeh..kagak benar ini mah... Kesurupan benar ini rupa rupa nya.. Kesurupan setan bibir. Batin Fifi perlahan bangkit dari kasur, sangat pelan ingin beranjak dari sisi El yang masih bungkam, seram seram menakutkan.
"" Mau kemana ?"" Pergerakan cepat, El menarik tangan Fifi dan tanpa di prediksi Fifi jatuh ke pangkuannya.
" El."" Ronta Fifi ingin turun dari pangkuan El. Tapi El menahannya. Masalah ini mah, Gue kira menggoda sedikit jadi kicep, eh...gue yang kicep ujung ujungnya.
"" Dari semalam kamu terus mengatai ku payah payah dan payah. Tadi dengan pergerakan praktek bibir pun tanda nya mengatai ku payah lagi. Aku semalam menahan diri tak menyentuh mu lebih karena aku menjunjung tinggi kehormatan wanita dan aku sadar kalau kamu dalam kondisi tak sadar diri oleh pengaruh obat, Tapi kali ini kamu merayu ku dalam kesadaran seratus persen, jadi bagaimana sekarang, apa kamu ingin merasakan kejantanan yang kamu sebut payah ini.""
Senjata makan tuan, itulah yang di rasakan Fifi, El menahan pinggang nya agar tak bisa kabur dari posisi pangkuan itu. Sekarang jantung Fifi lah yang berdebar keras.
"" El, Lepas kan aku...!""
"" Kenapa ? Takut ?"' El menjungkitkan satu alisnya. Emang enak gue kerjain.
"'Tidak !!!!""
Awww..
Hahaha.. Fifi terlepas dengan mudah nya dengan menarik ikat rambut gondrong rapi El kebelakang, sehingga El mendongak ke atas dan kesempatan bagi nya untuk kabur ke dalam kamar mandi. Suara gelak geli nya pun terdengar senang meledek El.
Dasar wanita gila !!! Umpatan boleh saja kasar, Tapi bibir El tersenyum gaje dengan tangan pun menyentuh bibir nya, bayangan berciuman bersama Fifi selalu menghantui nya.
__ADS_1