Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 142


__ADS_3

Kata orang.... Salah satu cobaan besar bagi laki laki adalah berduaan bersama perempuan di dalam ruangan tertutup, mustahil setan akan kalah...Tapi se ! Nata kan wajib sah sah aja merayu cumbu wanita yang masih di rayu nya untuk melakukan ehem ehem, pan sudah halal..Jadi setan di antara mereka tidak ada kan ?


Kenapa yang halal butuh perjuangan ekstra, naik gunung nyelam laut, Begitu lah rasanya perjuangan Nata untuk merayu Ibell agar nyaman dengan Beno tanpa adanya ngiung ngiung ambulance lagi. Biasanya ia yang di puaskan oleh para wanita ons nya, Ini malah kudu Astagfirullah..Sabar menghadapi Ibell padahal Beno sudah tidak sabar sedari tadi mencari lubang Eni.


" Begini deh, Bell. Abang kasih asuransi apa gitu, rasa bercinta itu enak kok, jadi jangan takut, apalagi kita sudah sah untuk saling memuaskan nafkah batin kita." Nata bernegosiasi. Ibell berpikir keras, pandangannya liar ke atas langit langit putih.


" Tapi Ibell takut Bang Nata menghianati Ibell setelah Ibell memberikan harga diri Ibell yang Ibell jaga baik baik selama ini ?" Inilah keraguan Ibell, Kesetian Nata..ia berhak mempertanyakan kesetiaan suami nya untuk jangan menyentuh wanita lain setelah dirinya sudah seutuhnya menjadi istri Nata.


" Jujur, dulu...Aku adalah pria setia, sangat setia malah..Cuma ada satu kejadian yang membuat ku brengsek. Tapi insyaallah, Dalam rumah tangga ini suami mesum mu ini akan hanya mesum kepada mu saja, doa kan...suami mu tidak lagi masuk ke lembah kehancuran itu, Ajarkan aku lagi arti kesetiaan itu, kamu mau kan ?"


Ibell menggeleng pelan, ia tidak setuju dengan pemikiran salah Nata.


" Kesetiaan bukan dari ajaran orang terdekat, Bang. Tapi harus dari hati paling dalam Abang sendiri, tanyakan hati Abang arti kesetiaan itu apa ? Ibell bukan lah ahli perasaan yang bisa menggurui orang, Tapi sebagai istri yang tahu diri, Ibell akan memenuhi tugas Ibell sebagai istri di ranjang." Ibell bersuara lirih di tentang tugas ranjang nya.


Nata tersenyum teduh, Pikiran nya terbuka lebar lebar..ia salah selama ini akan pemikiran sempit nya yang menilai wanita itu sama seperti Mutia.


"Abang akan berusaha mungkin untuk setia kepada mu, Ah bukan berusaha... Tapi HARUS ! Dan akan membuka hati untuk nama mu, kamu pun harus sama, mungkin begini lah cara Tuhan mempersatukan jodoh kita yang awalnya cuma salah paham. Memang perasaan ini masih bimbang akan cinta untuk mu tapi seiring nya waktu, mungkin akan tumbuh besar."


Ibell menoleh dalam ke wajah serius Nata, inilah pertama kali nya ia mendengar suara Nata yang penuh rasa serius, ia merasakan itu. Senyum nya mengembang. Ok...Ia pun akan belajar menjadi pasangan hangat seutuhnya.


"Arti senyuman itu ? Pertanda boleh dong ?" Nata menebak. Ibell mengangguk pelan.


" Tapi Ibell tidak tahu cara memuaskan."


aha...Nata terpekik senang. memuaskan ? ah..serah kan padanya, kecik itu sih.


" Tenang kalau hal itu, Kamu perlu tutup mata saja agar tidak shock melihat Beno, menikmati nya rasa itu dan ikuti naluri kewanitaan mu, pasti enak kok."


Nata segera membuka kaos nya. Ibell seketika menurut menutup mata seperti perintah Nata. merasa kan tangan nakal suami nya membuka kancing piyama nya. dan sejurus ada rasa dingin menerpa kulit dada setengah polos nya yang masih tertutup kaca mata kain. Tangan ia tahan sebisa mungkin untuk tidak menabok kepala Nata yang kini bibir suami nya hampir menyentuh kulit dada nya.


Tahan nafas Bell, tahan tangan enteng kamu agar tidak memukul. Ibell berperang batin untuk tetap sadar diri dan bertahan sampai ke permainan, tadi... sebelum nya ia sudah sharing di mbah gul gul tentang hal ranjang. Kata nya kalau awal sakit, tapi nanti juga enak kok, kata nya. ia juga penasaran rasa enak itu seperti apa ?


" Bell, Boba mu masih kecil ya ? Mau di bikin besar nggak ?" Bukan nya bereaksi, Nata malah tergoda untuk menggoda wajah malu Ibell yang terpejam rapat rapat.

__ADS_1


Lantas mata indah itu terbuka.


" Boba ? Boba minuman ?" Heran Ibell.


Nata mengangguk di hadapan wajah Ibell.


" Ibell nggak punya Boba ? aneh kam__"


"inilah Boba enak itu." Nakal Nata langsung menyesap ujung dada Ibell. Seketika Ibell menegang, ada rasa aneh yang timbul di tubuh nya, ia bergerak pelan gelisah dan reflek menjambak pelan rambut Nata sebagai ekspresi rasa aneh yang tetiba timbul itu. ia kegelian namun ingin bertahan kembali merasakan rasa aneh yang baru pertama di rasakan di tubuh nya sebagai wanita dewasa.


"Jangan di gigit bibir nya, nanti berdarah bagaimana ? Keluarkan saja suara mu, tapi jangan berteriak nanti Mama Papa bangun dan menerobos pintu lagi."


Ibell manut angguk aja, Nata tersenyum gemas akan kepolosan anak gadis perawan yang sebentar lagi akan menjadi mantan perawan.


Mood panas On..


Ibell bersuara Laknat saat kepiawaian bibir Nata menyentuh inci kulit sensitif nya, Bibir...Dada... Leher serta daun telinga nya pun dapat sasaran dari bibir piawai Nata.


" Bang, Ibell seperti ingin pipis." Seru Ibell dengan suara tersengal.


" Keluarkan saja, itu bukan pipis biasa." Tangan Nata menelusup ke bawa, di mana Ibell sudah basah. Ibell sempat menepis tangan Nata, Tapi serangan Nata kembali beraksi di dada Ibell. Ibell pun pasrah, Justru suara laknat nya semakin menggema indah di kala jari Nata bermain menelusup masuk ke inci tubuh nya yang paling intim nya.


" Hmm, ahh." Desah nya enak. Oh, ini rasa nya ? Enak kok, tidak ada yang sakit, apa Ibell sudah tidak perawan lagi ? Batin nya bertanya, pan kata Mbah gul gul awal nya sakit di kala perawan nya di bobol. Entahlah... Ibell jadi menikmati apa yang di lakukan oleh suaminya. Seenggaknya ia dapat ibadah. ia pasrah kepada Allah kedepan nya untuk rumah tangga nya yang jauh dari kata cinta.


"Jangan pingsan ya Ibell, Beno mau keluar, tutup mata saja agar tidak shock." Titah Nata. Kini Ibell sudah benar benar naked. dan Ibell pun menurut menutup mata nya, ia tidak mau membuat Nata kecewa kalau ia sampai masuk rumah sakit lagi karena melihat penampakan Beno.


"Aaargh, sakit !" Tetiba Ibell berteriak di kala Beno mencari lubang sudah basah tapi sempit punya.


" Tahan, please ! Nanti akan perih sedikit dan akan berangsur enak kok." Nata jadi tidak tega juga melihat wajah kesakitan istri nya. ia beralih ke bibir Ibell untuk kembali memberi sensasi nya.


Tangan satu nya mencoba menuntun Beno untuk membobol gawang selaput sempit Eni.


Hmmp.. Ibell memberontak, tak sadar menggigit bibir Nata sebagai rasa sakit di bawah sana di mana Eninya terasa sesak di penuhi Beno.

__ADS_1


"Maaf ya, Sakit ya ? atau mau berhenti ?" Nata tidak tega, sungguh..rasa nya sangat enak perawan sempit itu, belum bergerak aja, tapi Beno serasa di jepit tidak mau keluar. Nginap ah.. Begitulah Beno bersuara kalau punya mulut.


" Lakukan, Ibell akan tahan." Ibell pun Nanggung merasakan sakit ya sudah sakit ini, kasihan juga melihat wajah mupeng Nata yang sudah di selimuti nafs*.


"'Terima kasih !" Cup... Satu kecupan di dahi Ibell jatuh dari bibir Nata sebelum Beno bergerak pinggul.


Perlahan tapi pasti, rasa enak itu menyerang hasrat Ibell, tidak ada lagi rasa perih, yang ada erangan kenikmatan saling beradu di mana Nata yang bekerja di atas tubuh istri nya.


Keringat demi keringat menyatu, aroma ruangan lavender tergantikan akan aroma percintaan mereka yang eksotis. Ibell bahkan sudah berkali-kali 'sampai' ulah Nata yang tidak ada puas puas nya, padahal kata Nata.. Lutut abang sudah gemetaran tapi Beno masih ingin bersama Eni. Ibell hanya tersenyum mengikuti keinginan Suaminya, pantas saja berzina itu di gerumungin separuh orang sesat, rasa nya enak kok..Batin Ibell nagih juga.


Subuh hampir menyapa, Nata sampai berkali-kali mengeluarkan oli cinta nya di dalam rahim istri nya..inilah percintaan panjang dan paling nikmat yang di rasakan Nata selama journey celup celup nya. Tubuh Ibell menagih. Batin nya. dan perlahan ambruk ke samping tubuh polos berkeringat Ibell yang menatap nya intens saat ini.


" Terima kasih Ibell, kamu membuat ku puas." Seru Nata dengan suara lemah nya.


"'Eum, Tapi Bang, ini sudah subuh, Mau nggak jadi imam dua rakaat Ibell." Pinta Ibell ingin memberi jalan tobat perlahan untuk suami nya.


Nata terdiam, wajah nya teralihkan malu akan ajakan Ibell yang selama ini ia lalai akan tugasnya sebagai hamba sang pencipta.


" Tidak mau ya ? Ya sudah tak apa, biar Ibell sendiri, Ibell mau mandi." wajah Ibell terlihat sedih, berpikir Nata menolaknya.


Tangan Ibell tertahan oleh Nata.


" Bukan menolak, tapi apa Abang masih pantas."


" Tentu, di mana ada orang yang bersungguh sungguh, pasti di terima oleh-Nya." Bibir Ibell terlukis manis.


" Ok, kita mandi dan menjalankan tugas wajib."


Nata meraup tubuh Ibell, ia menebak pasti istri nya susah berjalan secara Beno bermain sangat lama.


" Eeeh, Ibell__"


" Eni lagi manja, jadi biar kan seperti ini."

__ADS_1


Hati Ibell berbunga bunga dapat perlakuan istimewa oleh Nata, semoga rumah tangga nya akan bahagia tanpa ada batu besar di hadapan sana. Batin nya berharap rumah tangga nya seperti Biru dan Bintang-Sepupu Sepupu Nata yang hangat harmonis.


__ADS_2