Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 145


__ADS_3

Nata dan Ibell keluar kamar dengan Ibell di gendong ala bridal style menuju meja makan, Duh.... begini kah rasanya di manja sama pasangan ? rasanya sulit di ungkapkan oleh untaian kata kata, intinya... Ibell berbunga bunga nan di hati nya terasa senang tak terkira.


Ibell berharap Nata pun sama... Sama sama nyaman berada di sisi nya. Tak butuh lama rasa itu hadir di hati Ibell, Selama di karantina oleh Beno, ia jadi jatuh.... Jatuh cinta ke suami mesum nya.


Bi Tina segera menyiapkan makanan di hadapan majikan nya yang selalu baik nan sopan dalam bertutur kepadanya walau pun tubuh ini hanya lah ART saja.


"Bi, Mama Papa kemana ?" Nata melirik jauh pintu kamar orang tuanya seraya menuang air putih ke dalam gelas Ibell yang sudah di tenggak habis oleh Ibell, duh... istrinya habis di karantina jadi dehidrasi.


" Di kamar, Tuan muda." Bi Tina menahan senyum geli nya melihat penampakan kedua majikan muda nya yang penuh tanda merah cinta di kulit itu. " Sejak tadi juga nggak keluar keluar, membawa kotak pesanan Tuan Nata, kata Tuan Kemal mah, mau di teliti dulu apa kah aman atau tidak untuk di konsumsi." Bi Tina tersenyum kembali, nggak yang muda nggak yang pengantin tua sama saja, sama sama mesum. Geli Bi Tina dalam hati tapi sangat bersyukur mendapat majikan baik semua nya.


" Hah, Duh Bi. Jangan sampai Obat itu di konsumsi oleh tulang tua Bi, Tidak di anjurkan bagi yang berumur soalnya."


Ibell langsung mengangkat Tatapan nya yang sedari tadi sibuk dengan makanan nya, ia lahap sekali dari tadi seperti pekerja kuli aja padahal hanya habis tawuran sama Beno.


" Lagian Bang Nata pakai pesan gituan segala sih, kalau Papa Mama kenapa kenapa bagaimana coba, Kita dobrak saja yuk."


Nata baru mengangguk setuju dengan usulan Ibell, eh... teriakan Papa nya di arah kamar dengan kepala doang terlihat, sudah berseru memanggil Bi Tinaaaa !


" Bi, Kata istri saya, siapkan teh manis pakai gula rendah kalori dalam teko ya Bi, Berikut cemilan nya juga Ok deh...Di dalam kulkas semua kue borong saja bawa ke sini Bi."


Braakk..


Hahahaha.. Nata, Ibell dan Bi Tina terkikik geli dengan Kelakuan pengantin stok tua yang sekarang ikut berkarantina.

__ADS_1


Bi Tina segera menyiapkan makanan pesanan Tuan nya dengan tawa ia tahan agar tidak pecah.


" Astaga karantina kita di tiru Bell. Hahaha." Nata tak kuasa menahan tawa nya, ia serasa sudah kenyang makan angin karena kebanyakan tertawa.


" Heheh, biarkan saja Bang, Tapi bang.. Antar Ibell ke teras ya, mau berjemur, butuh sinar matahari langsung biar nggak kena penyakit kuning karena kebanyakan di dalam ruangan selama beberapa hari ini."


" Ayo, Abang gendong kemana pun,asal mama Eni jangan sakit aja." Nata tersenyum mesum, Eni sangat nikmat bagi si Beno. Sementara Ibell sudah merona, bisa bisa nya ia pun tertular mesum seperti suaminya.


Di tempat lain, Mita mondar mandir di ruang tamunya, sedari kemarin kemarin ia bolak balik mengecek saldo rekening nya namun masih kosong saja, apakah Ibell lupa dengan kewajiban nya yang harus memberikan uang bulanan nya separuh dari mantu tajir nya itu.


Ah...Mita mendesah kasar, membanting Handphone nya ke sofa, Ibell sangat keterlaluan, Hidup nya sudah enak menjadi mantu orang kaya, eh..main lupa keluarga nya.


" Ma, Kenapa cemberut begitu ?" Pandji balik ngantor jadi tidak semangat melihat wajah istrinya kecut seperti itu. " Ini gaji Papa, Jangan lupa cicilan rentenir kudu di utamakan, Papa nggak mau lagi seperti lalu lalu yang babak belur."


"Ma, coba deh jangan ganggu anak anak apalagi Ibell yang sudah berumah tangga, Nanti keluarga barunya berpikir tidak baik ke anak kita, dan Andra...ah, anak mu itu pasti tidak akan memberikan mu uang, secara dia kan sudah tidak bekerja."


Pandji meninggal kan Mita masuk ke dalam kamar, bukan nya di sambut baik sepulang kerja, eh... malah di ketusin. Ah..ia jadi kangen dengan anak kandung nya, Yang selama ini menganggap Ibell di luar jangkauan nya karena selalu membantah kata orang tua.... Itulah aduan Mita, Ibell selalu berpilaku kurang sopan terhadap istrinya selama ia di luar rumah untuk bekerja banting tulang.


Itu karena gara gara anak kamu yang menolak ajakan Alvin, Andra ku jadi pengangguran kan jadinya. Mita menatap sinis punggung Pandji seraya menelpon gawai Ibel namun tidak aktif, Dengan memberanikan diri, Mita menghubungi nomor Nata, Namun sama saja kagak aktif. ah..ia bodoh tidak mempunyai nomer telpon rumah Nata, Namun berpikir lagi... kalau ia menelpon ke sana, Nanti Yola lah yang menerima panggilan nya.


Mita beralih ke no Dian saja, entah kemana anak gadis bolong nya itu.


" Kamu di mana ?"

__ADS_1


" Lagi sama bos, Ma ! ada apa ?"


Mita tersenyum penuh arti, anak nya pasti dalam situasi jumawa.


" Minta uang dong, Mama mau ke salon, kepala mama lagi mumet nih."


" Ah, Tenang ma, Nanti Dian transfer kalau Dian berhasil menggait Bos, sekarang dalam proses, sabar ya.."


" Gitu dong, yang pintar jadi cewek, gunakan Kefeminiman mu dalam meraih kemewahan, kalau bisa tiru noh Ibell, Polos polos menghanyutkan, apa kagak ngiri tuh ?"


" Bisa tidak jangan bawa bawa nama Ibell, Dian tidak suka." Dian menjawab malas.


" Mama kan cuma memberikan contoh, lagian jadi orang sih beg* kamu tuh, Dulu kan Nata ada di genggaman mu, kenapa malah menyia nyiakan nya dan jatuh ke adik tiri mu."


Tut Tut Tut..


" Ah...sial, main matiin lagi, kurang ajar semua jadi anak." Mita mengomel sendiri, masuk ke dalam kamar, besok pagi pagi ia akan menemui Ibell di rumah keluarga baru nya itu untuk meminta uang secara langsung. Titik. Bodoh amat ketemu wild flower kadaluarsa itu. Niat nya sudah bulat.


" Ibell Ibell Ibell terus, Bosan aku mendengar namanya." Dian yang berada di sebuah kamar mandi restoran jadi kesal sendiri, mengomeli kaca di mana ada pantulannya di sana.


" Lihat saja, Hari ini Lo masih menjadi ratu, besok entah hari kapan pun itu, Lo akan___" Dian tersenyum licik, mendadak ia punya ide licik untuk Ibell-adik tiri nya yang ia benci. Ya...Benci ? Ia selalu kalah dalam nasib, ia iri dengan apa pun yang di miliki adik tiri nya itu.


Jangan panggil gue Dian kalau Lo kagak menangis sedih, Ibell. Apa lagi suami Lo mudah amat dalam hal ranjang oleh wanita mana pun, Lo akan menangis, lihat saja.

__ADS_1


__ADS_2