Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Extra Part 113


__ADS_3

Pukul satu dini hari, Yola terbangun dari tidurnya karena merasakan sakit di bagian perut buncitnya yang sudah memasuki trimester akhir, perkiraan dokter... waktu kelahiran nya tinggal menghitung hari aja, Namun katanya itu bisa saja melenceng dari perkiraan... nama nya juga perkiraan itu tidak pasti..iya kan ?


" Gerah banget sih." Yola menarik tubuhnya untuk duduk di atas kasur, dalam kehamilan nya ini memang selalu saja membuat nya kepanasan. ia melirik ke samping di mana Kemal tertidur pulas, Suaminya kelelahan sekali, Akhir akhir ini Kemal sering ke kantor pusatnya yang berada di luar kota, Pulang pergi. ia sebenarnya kasihan melihat suaminya yang bekerja jarak jauh, Tapi mau gimana lagi, ia ingin melahirkan di kota ini, bukan di kota suami nya. Lebih lebih di rumah ini ada Fifi yang membuat nya merasakan sama...sama sama hamil maksudnya, bedanya..kakak ipar nya baru mengandung tujuh bulan, ada keseruhan sendiri bagi mereka menjalankan hari dengan perut sama sama buncit.


Detik dan menit semakin berputar, Rasa mules sakit sakit di perut nya semakin menjadi, menjalar kemana-mana, Tapi kadang berhenti dan kadang tiba rasa mules sakit itu sendiri.


Apakah ini tanda tandanya mau melahirkan ? Entah ? ia belum ingin mengambil kesimpulan ke sana dan belum niat membangun Kemal yang masih berdengkur kecil.


Bukan apa apa, Laki laki kalau di geprak sedikit dengan kata keluhan itu sangat meresahkan. Kemarin...ia mengeluh mules sakit perut, eh Tetiba dengan panik Mas suami nya segera menggendong nya naik ke mobil dan mengajak nya ke dokter di pertengahan malam. Kemal menganggap dirinya mules karena mau melahirkan, Tapi ia hanya mules karena kebanyakan makan rujak buah saja. Dokter Nelo sampai mendengus kesal kesal geli sendiri menertawakan kesiagaan Kemal yang salah kaprah.


Semakin menjadi rasa kontraksi itu, Yola bangkit dari kasur, menarik jam tangan nya untuk di pakai, Mondar mandir sendiri dengan kaki telanjang, seraya memperhatikan jam di tangannya yang bila mana mules di perut nya datang dan pergi dengan waktu yang menentu terus menerus, maka Fix...ini bukan kontraksi palsu melainkan kontraksi asli.


Aww... Wajah itu semakin pucat karena kontraksi nya berkelanjutan lama dalam menit menit tertentu, ia mendekati Kemal yang belum saja terganggu dengan jeritan reflek nya yang di timbulkan oleh anaknya yang mencari lubang untuk keluar.


" Mas, Mas...Bangun Mas." Yola menggoyang goyangkan lengan Kemal yang naked, hanya menggunakan selimut.


" Apa sayang ? Kamu ingin Naik Kuda ? Naik saja...Mas menikmati dalam mata terpejam aja,ok." Dalam mata dan otak setengah sadar, Kemal menyilak selimut nya dan memperlihatkan adik nya yang loyo tertidur. " Di elus elus saja biar bangun." Lanjutnya.


Ck, Yola berdecak lidah, Mana bisa horn* dirinya kalau lagi mulas mau melahirkan begini.


" Bukan itu Mas, Bangun cepetan, Perut Yola mules." Yola kembali menutupi adik suaminya yang loyo menggunakan selimut.


" Oh, Kebanyakan rujak ya sayang ? Masuk kamar mandi nya hati hati ya. pakai sendal anti licin." Parau nya dengan mata masih lengket terpejam.


" Maaaas, Yola mules mau melahirkan Mas!!!" Rengek Yola seraya meringis pelan, ia kembali kontraksi. Kesal juga jadinya... kemarin kemarin mulas karena rujak, Kemal pikir mau melahirkan, Eh.. giliran mules ingin melahirkan di suruh masuk ke kamar mandi. Dasar ya !!!


" Oh, Mau melahirkan !" Sedetik masih cuek dengan mata terpejam malas bangun. " What ? Mau melahirkan ? Ayo sayang..kita ke rumah sakit, ayo.. ayo.. ayo..Mas sudah siap." Hebohnya sadar penuh dengan mata seratus watt melek strong. Bahkan Kemal langsung bangkit dari tempat tidur, meraup tubuh Yola.


" Mas, Turunin Yola, Yola tidak mau di jatuh kan di jalan karena kekuatan Mas yang masih setengah karena tertinggal di kasur." Tolak Yola, sebenarnya bukan itu alasannya, melainkan Kemal belum pakai baju sehelai pun.


" Mas Kuat kok, ayo !"


" Kuat sih kuat, Adek nya yang kagak pasrah senjata mas di pertontonkan Secara meria."


Kemal tersadar dengan cengiran bodoh nya. menurunkan Yola dan beranjak ke arah lemari untuk berpakaian terburu buru, saking terburu buru nya, kaos nya malah terbalik. biarkan saja..ia takut Yola menunggu kelamaan.


" Mas bangun kan Bang Eldath dulu gih." Ujar Yola.


" ELDAAATH, GEMPAAA, BANGUUNNN, GEMPAAA, GEMPAAA !!!" Kemal langsung berteriak memanggil Eldath yang lagi nyaman-nyaman nya memeluk hangat istrinya dalam tidurnya.

__ADS_1


Astaga.. Yola tidak mau lagi menegur suaminya yang sangat salah cara membangun Eldath. Tenaga nya akan ia simpan saja untuk persalinan normal penuh perjuangan, nanti.


"Ayo sayang, kita duluan saja ke rumah sakit nya, Eldath pasti nyusul setelah selesai mengurus kata gempa, kita titip omong saja sama Bodyguard yang berjaga."


Yola mengangguk setuju. ia sudah merasakan di sela pahanya sudah ada cairan membasahi pakaian dalam nya.


Sementara di kamar Eldath, Yang sebenarnya baru beberapa menit terpejam, bangun kocar kacir memakai pakaian nya yang berserakan di lantai. Mendengar suara Kemal yang katanya ada Gempa ia panik sendiri. Seraya berpakaian, ia juga membangun kan Fifi .


" Fi, sayang...Bangun, ada Gempa katanya." Paksa Eldath sedikit kasar menarik tangan Fifi yang masih asyik dengan mimpinya. Fifi pun akhirnya tersadar dengan kaget pun cepat memakai bajunya.


" Gempa nya berkekuatan berapa Bang ? Kok rasa rasanya damai saja tuh barang barang tidak ada yang berjoget joget jatuh." Aneh Fifi dengan logikanya yang tersadar penuh.


" iya yah ?" Eldath pun berlari keluar kamar, di susul Fifi di belakangnya, mereka melirik kamar adiknya yang terbuka lebar. dari tangga, ada satu Bodyguard nya yang menghadap.


" Bos, Pak Kemal dan Neng Yola katanya menunggu Bos di rumah sakit. Neng Yola sudah mau melahirkan." Lapor nya.


Eldath kembali menelan ucapannya perihal Gempa. Dasar Kemal.. Sangat kurang ajar sekali cara membangunkan nya dengan berteriak Gempa. Sadar nya langsung.


" Asyik, Si jagoan somplak akan keluar, Ayo bang kita kerumah sakit." Semangat Fifi. Namun tangan itu di tahan langsung oleh Eldath.


" Kamu di sini saja ya ? Jangan ikut, orang hamil kudu banyak istrihat. Tak apa kan ? Demi anak kita." Larang halus Eldath yang tidak mau membuat Fifi kecapean.


Eldath mengangguk dengan senyumnya, mengecup bibir Fifi dan berlalu pergi.


Di rumah sakit, Yola yang sudah di periksa tahap awal untuk melihat kedalaman pembukaan nya, masih di suruh menunggu karena pembukaan nya belum sempurna untuk melakukan proses kelahiran anak nya. Kemal dengan setia dan sesekali ikut meringis reflek mengikuti Yola yang bila mana kontraksi hebat menyerang nya.


" Mas Kenapa meringis juga, Mas mau melahirkan juga ?" Heran Yola, mondar mandir menguatkan diri berjalan jalan santai agar pembukaan nya semakin sempurna.


" Mas hanya reflek sayang, duh.. sakit ya ?"


Yola mengangguk. " Pakai banget Mas___ awww"


Yola yang rasa rasanya sudah merasakan kontraksi yang paling hebat, Terpekik kuat. Kemal segera memanggil Dokter. Dan Nelo yang kebetulan bertugas malam segera datang.


" Ayo, kita cek kedalaman pembukaan nya, uda sempurna atau belum ?"


" Eh eh eh..Enak saja ! Jangan Lo yang memeriksa punya istri gue, kesempatan aja Lo sepupu laknat." Kemal tiba tiba saja menghantam tubuh Nelo yang akan memeriksa inti Yola yang pasrah saja karena kesakitan di brankar itu. Bigg No No... Telak nya.


" Ck, Terus siapa kalau bukan gue, kumpret. Lo bisa hah ?" Nelo jadi emosi juga, begini nih kalau punya pasien yang suami nya posesif gila. orang mau ngebantu serius karena memang kerjaannya malah di pikir cabu* sama sepupu sendiri.

__ADS_1


" Dokter kandungan lain aja, atau asisten Lo aja yang penting perempuan." Tegas Kemal telak.


" Ck, Dasar Lo, Nanti...gue telpon rekan gue dulu, Tapi kalau ada apa-apa sama Yola, jangan salah kan Gue, terlambat sedikit, fatal bagi calon bayi Lo yang mungkin bisa tersedak air ketuban." Nelo menarik cepat hp nya, Sungguh.. sebagai dokter kandungan, ia melihat Yola jadi kasihan sendiri meringis sakit hebat yang mungkin waktu nya di tangani.


" Jangan ribut woiii....Yola sudah tidak kuat, Mas.. Dokter Nelo saja, Yola tidak kuat lagi, ini sudah kerjaan nya, percayakan saja... buang sedikit otak posesif mu itu, Yola sakit ini, Mas ?"


Kemal bingung, antara otak posesif nya yang kagak rela milik istrinya akan di lihat oleh pria lain di hadapan mata nya sendiri, Tapi ia juga tidak mau terjadi apa apa dengan kedua tersayangnya. Dengan berat hati Kemal mengangguk berat hati mengijinkan.


Dan Drama sengit penolakan Kemal, Kini berubah ketegangan suara erangan perjuangan Yola untuk melahirkan anak nya. Seraya mengatur nafasnya akan instruksi dari Dr Nelo dan beberapa suster, Yola terus berpegangan di inci tubuh Kemal yang pasrah saat ini, di cakar dan di jambak...Kemal pasrah di aniaya oleh istri yang berjuang, Tapi jujur... sudut hatinya begitu tersentuh... beginilah perasaan orang tua memperjuangkan anaknya. Sakit dan penuh perjuangan antara hidup dan mati. Kemal menangis dalam hati melihat perjuangan istri nya dan ia pun tiba tiba mengingat ibu nya sendiri. Maafkan aku yang mungkin selalu mengecewakan mu, Ma ! Batinnya mengingat kesalahan nya yang pernah hubungan mereka tidak hangat.


" Sakit ya sayang ?" Kemal menghembuskan napas pendek pendek, Yola yang bertarung nyawa, ia yang meneteskan air matanya bercampur keringat, sungguh...ia sebenarnya tidak kuat melihat Yola dalam kesakitan seperti itu, ia bahkan diam saja di cakar dan di jambak oleh Yola, ia rela.


" Sakit lah mas ! Pakai nanya lagi... Dengar ya Mas, untuk seterusnya Yola nggak mau lagi di ajak kuda kudaan. Mau kuda ku duduk di muka kek, duduk di belakang kek, posisi apa pun Yola nggak mau lagi, sakit hasilnya Mas ! ingat itu, Yola nggak mau...nggak mau." Yola mengamuk mencubiti lengan Kemal sampai merah, suaminya hanya pasrah dengan Kelakuan nya.


" iya sayang, sabar ya sayang ! Kita nggak main kuda kudaan kok sekarang, Tapi nanti kalau kamu sudah melahirkan anak kita." Kemal terus membujuk Yola dengan sabar ia menerima ikhlas cap cakaran Yola di lengannya.


" Sabar sa--bar, Mas enak ngomong gitu, coba Mas Kemal yang jadi Yola, bisa sa--sabar nggak ?" Oceh nya. Sedetik ia berteriak sekencang kencangnya saat mendapat kontraksi yang paling kuat dari sebelumnya, seraya menjerit, ia juga mendengar instruksi dari Dokter Nelo, mengejan.. tarik napas, buang napas berulang ulang tapi dengan sekuat tenaga, ia masih gagal mengeluarkan anak nya dari dalam perut. bahkan napas nya sudah terengah-engah hampir menyerah dalam keadaan ini.


" Kamu pasti bisa sayang, Kamu harus berjuang demi bayi kita, Demi anak kita." Bujuk Kemal berbisik di telinga Yola.


Yola yang mendengar kata bayi dari mulut suami nya yang sangat menaruh harapan besar terhadap nya seakan mendapat suntikan kekuatan dalam berjuang lagi. ia kembali mengejang sekuat tenaga dengan bantuan tenaga dari genggaman tangan erat Kemal, lima menit berjuang tenaga...Yola merasakan ada sesuatu yang merosot hangat dari dalam inti nya, rupanya anak nya sudah keluar di iringi plasenta yang banyak bercampur darah.


Yola dan Kemal reflek menangis haru Mendengar suara tangisan bayi nya yang memenuhi ruangan.


" Laki laki, sehat dan sempurna, selamat mas bro dan mbak bro !" Setelah memeriksa kondisi si bayi, Dokter Nelo pun akhirnya bernapas lega yang sempat di buat cemas karena Yola hampir menyerah.


" Silahkan !" Suster memberi kan bayi itu ke Kemal untuk di sakral kan bagaimana adanya.


Kemal nyaris tak percaya lagi, ia sudah menjadi suami dan bapak mulai detik ia siap untuk membahagiakan ke dua tersayangnya, demi tuhan..ia menyayangi kedua orang yang ada di hadapannya.


Dinata kedward Abraham..


Ya...itulah nama bayi nya yang sudah di pikirkan dari jauh hari. Kemal tersenyum lebar melihat anaknya saat ini berada di atas dada Yola skin to skin untuk menyusui dini.


Bruuk...


Sekonyong-konyong nya ia merasakan gelap..Rasa mual dari aroma amis darah yang di tahannya sedari tadi dan rasa gemetaran di kaki nya yang melihat darah Yola mengalir banyak dari panggul istrinya baru terasa...ia ambruk.. pingsan.


Alamak... Suami macho Yola pingsan !!!

__ADS_1


__ADS_2