Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 106


__ADS_3

Cie...Cie...Cie.


Yola dan Kemal yang sudah duluan di meja makan waktu sarapan pagi ini, Antusias menggoda El dan Fifi yang datang dengan Fifi yang di gendong ala bridal style oleh Eldath yang istrinya ini tidak mau sarapan karena tidak bisa berjalan katanya, akibat ah uh ah rondenya kelewat dosis.


" Ehem." Eldath berdehem keras, peringatan bagi Yola dan Kemal untuk tidak menggoda lagi, ia nya santai saja, Tapi Fifi lah yang sudah memerah tuh wajah seperti tomat busuk. Fifi pun sudah di atas kursi dengan selamat mat mat.


" Kaka ipar, Di gendong begitu rasa nya bagaimana ? Adem ser atau panas ser ?"


Yola menendang pelan kaki Fifi di bawah sana. Senang sekali diri nya menggoda sahabatnya ini yang sudah menjadi nyonya rumah besar nya.


" Sayang !" Warning Kemal. " Berhenti menggoda, dan minum susu hamil itu, kita akan ke dokter pagi ini." Kemal menguap berkali kali, ngantuk. Eldath dan Fifi membuat suara laknat sampai subuh, sehingga ia tidak bisa tidur.


Yola memang menurut meminum susu khusus ibu hamil, Tapi mata dan telinga nya masih setia ke Fifi.


" Rasanya sakit, Risih, Abang Lo pyshico !" Ketus Fifi mengomeli Eldath yang membuat nya tidak bisa berjalan. Yang di omelin hanya datar datar menikmati sarapannya. Menyebalkan bagi Fifi. Satu ronde lagi ya, 'keluar' cepat kok. Begitulah rengekan si tatto semalam kepadanya, Mintanya memang satu ronde, Tapi waktu nya berkepanjangan sampai subuh. Bagaimana bisa jalan coba, di bor terus sampai ia melambaikan tangan ke kamera. dan mengakui suami nya lah yang menang, kagak payah. ia lah yang payah. Itulah pengakuan nya dan si Abang tatto baru tersenyum jumawa seraya melepaskan nya untuk beristirahat.


Kemal dan Yola tertawa geli dengan dumelan Fifi.


" ish, Parah Lo Bang Eldath, anak orang di bikin berdarah darah dan tergelepar gelepar begini." Yola menggeleng geleng, Ia tahu risih nya saat pertama kalinya. Fifi dengan konyol manggut-manggut membenarkan ucapan sahabat nya, Seraya meminum susu hangat, ia perlu tenaga. " Enak nggak Fifi, ehem ehem nya ?" Lanjut Yola.


"Enak sih, tapi capek !" Ceplos Fifi. Eldath tersenyum geli, membayangkan malam panas nya, sangat panas tak tahu waktu hingga Fifi di buat kualahan oleh nya. Benar kata Fifi, ia seperti pyshico. Batin nya, Tapi pyshico ehem ehem.

__ADS_1


" Sampai subuh lho, Yol. Mas sampai begadang tidak bisa tidur, telinga Mas tersumpal musik pun masih terdengar suara suara kuntilanak nya." Kali ini Kemal mengedipkan matanya ke Eldath yang di hadiahi plototan horor dari Eldath. Tapi Kemal hanya tersenyum santai.


" Jangan bahas yang unfaeda lagi, asal kalian tahu, Suara kuntilanak kalian berdua saja kemarin kemarin mengganggu Abang yang tidak punya pasangan, sekarang terserah kalian..mau pakai sound speaker aktif tak masalah lagi, kan ada Fifi buat pelampiasan horn* Abang."


Kompak mereka bertiga saling pandang mendengar penderitaan Eldath kemaren kemaren. Sejurus hahahaha tawa geli menyertai tatapan santai santai kesal Eldath ke tiga orang di hadapannya.


" Bang, hahahaha...Terus, Terus..Horn* nya bisa down di apain itu roti fermipan nya. Di rendam air dingin atau di omelin ?" Fifi masih tertawa geli. Yola sampai mengelus perut nya kebanyakan tertawa, Hari ini lah yang ia tunggu tunggu seumur hidupnya, melihat Abang nya punya pasangan dan berbahagia selalu. Yola bersyukur dalam hati, Abang nya mendapat pendamping hidup macam sifat Fifi yang mungkin bisa mencair kan sifat tempramental Abang nya yang apa apa selalu marah marah.


Adek doa kan, Pernikahan Abang tidak ada badai besar yang akan menguji kalian.


Dan percakapan candaan demi candaan terlontar sudah, dan berakhir membahas status pernikahan di depan umum yakni ingin membuat resepsi bersama. Yola dan Fifi kompak antusias, Perempuan manapun sangat senang kalau di perlakukan istimewa oleh pasangan nya.. Mereka kompak ingin mengadakan resepsi pernikahan kembar yakni di hari yang sama dan gedung pun yang sama.


" Dua minggu dari sekarang !" ide Fifi.


"Terus ?"


" Satu minggu paling lama dari sekarang, lusa pun ayok." Yola menatap Abang dan Mas suaminya minta persetujuan. Fifi ok ok saja. lebih cepat lebih baik.


" Tidak boleh !" Kompak Kemal dan Eldath. kedua kepala wanita masing-masing mengerucutkan bibirnya ke para Suaminya.


" Maksud Mas, Besok pun jadi tapi kalau malam ini Mas bisa menangkap si tersangka tembakan itu, Bikin acara besar besaran itu sangat berisiko tinggi untuk mengundang musuh yang mungkin leluasa menyakiti kita."

__ADS_1


Kemal cepat cepat menjelaskan agar istri jahil nya tidak ngambek, Dan Eldath kali ini satu pemikiran dengan Kemal.


" Benar kata Kemal, dan malam ini kami akan kompak turun tangan bersama. Kalian di rumah saja, Yola ? Dengar kan...Di Ru-mah saja." Eldath memperingati Yola dengan tegas, Adik nya ini susah di tebak kalau menyangkut kepentingan keselamatan keluarga nya. " Fi, tolong bantu Abang untuk mengawasi Yola agar tidak keluar malam ini. Tanggung jawab ada di tangan mu, mungkin kamu tahu sendiri watak Yola yang pembangkang kadang kandang." Fifi mengangguk setuju dengan titah Abang suami.


" Emang Yola bayi kudu di awasi, Yola tidak akan bandel-bandel kok, cuma satu kata bandel saja...Pisss.. Etdah..Adek cuma bercanda." Yola segera menampilkan wajah bodoh nya dapat tatapan seram dua pasang sekaligus. Mas suami tumben sekali kompak dengan Abang nya Kalau masalah kekerasan.


" Tapi ya Mas, Bang ! lebih baik Yola turun tangan deh---"


" Jangan ngeyel, Wild !" Mode serius di wajah Kemal.


" Dengarin dulu napa ! Maksud adek tuh... Biarkan Yola sendiri yang mengendarai motor Yola, Kalian lindungi Yola dari belakang saja, Adek yakin lho.. pasti tampan orang brengsek itu keluar kalau melihat Yola turun aspal lagi." Bujuk Yola ingin membantu. Sungguh, ia serasa lupa lupa ingat motor itu milik siapa.


" BIGG NO !!!" Tolak keras Kemal. " Mas tidak mau mengambil resiko, Melihat mu naik motor racing saja udah bikin jantung mas was was takut, apalagi turun langsung balapan lagi, kamu mau buat anak kita bersorak meneriaki mamanya di dalam sana eum ?" Kemal kesal kalau sudah menyangkut keras kepala Yola.


" Iya Yol, bahaya tidak ada yang tahu, istimewa kan Janin mu, jangan sampai menyesal." Bujuk Fifi. Eldath tersenyum tipis, istrinya bisa membujuk secara benar juga.


" Abang yang akan memakai motor mu malam ini, dan Kemal akan pakai motor racing Abang. Tapi coba deh Yol ingat lagi...apa benar motor tersangka itu kamu pernah melihatnya di tempat balapan liar ? Soalnya Gion sudah pernah mencoba menyamar sebagai pembalap di sana tapi motor tersangka tidak ada yang mirip ?" Eldath kembali menyuruh Yola untuk berpikir keras untuk bisa mengingat, motor racing itu milik siapa.


" Coba adek ingat ingat lagi !" Yola memejamkan matanya untuk berkonsentrasi. Fifi dan kedua pria di hadapannya menunggu suara Yola dengan wajah serius.


" Ah..adek tidak bisa konsentrasi, masa adek tetiba melihat bayangan semur jengkol, Fifi...kita masak bersama dengan menu itu ya, Lo kan jagong nya masak si jengki jengki beroma khas di mulut itu."

__ADS_1


Dan Ke-tiga orang di hadapannya kompak beranjak, malas dengan sikap main main Yola. Fifi masih setia di gendong oleh Eldath menuju kamar.


" Elaah, kok adek di tinggal..Maaaas suamiiii ! Ngambek juga ya ?! Ya sudah sana pada pergi, Yola___ Masa Nando sih ? iya...gue yakin itu motor Nando, bedanya ada perubahan sedikit di cat nya saja. Mita ? Mungkin gue bisa nanya nanya ke mantan sahabat gue itu. Tapi bagaimana caranya bisa ketemu secara pribadi kalau keluar rumah sekarang di larang.


__ADS_2