
Vay dan Petir berjalan santai di belakang tiga orang yang membawa box besar yang di dalam nya adalah Pe dan Guntur. Biar nggak curiga ! Itulah taktik mereka yang seakan akan bersikap santai agar di kira salah satu penghuni apartemen tersebut.
Saat box di masukkan ke lift khusus barang, Petir berteriak kepada ke tiga penjahat itu.... Sir, Wait ! Pinta nya minta di tunggu agar lift tidak di tutup segera. Tangan itu pun menggenggam tangan Vay, seperti perangko tidak mau di lepas, biar aman. Bagaimana pun...ia laki laki, harus melindungi walau pun Masih di bilang anak bawang baru gede.
Sorot mata Vay dan Petir saling mengkode, mereka sudah membuat plan A, Kalau gagal Plan B pun sudah terencana oleh mereka. Plan C pun ada kok ! Tenang aja...Anak Ibell serta anak Senja ini main licik juga bisa.
" Kak, Aku sakit perut !" Ucap Vay berakting dengan bahasa internasional nya agar tiga kepala Onta ini mengerti pembicaraan mereka yang di dalam lift hanya ada mereka berlima berikut box dua orang isi nya.
" Sabar ya ! Tahan." Ucap lantang Petir membuat tiga orang yang kaku kaku minta di cucut tuh hidung prosotan nya, menoleh ke padanya.
" Adu kak, Tidak bisa." Vay memaksakan mati matian mengeluarkan kentut nya, Tahan nafas dalam-dalam.., Jangan sampai kuning kecoklatan nya juga keluar. Rutuk Vay yang rencana awal si Petir menyuruh nya membuang gas beracun di dalam lift sebagai awal pembelajaran untuk tiga Onta ini terima.
Proottt... Hasil tahan nafas Vay, berhasil. angin kentut beracun nya lolos sudah. Ah...lega ! Batin nya. ia dan Petir aja kebauan apalagi si Om Onta yang Kompak menutup hidung mancung ketimuran itu.
" Bau amat sih, Vay ! Kamu habis makan telur rebus ya ?" Petir malah protes dengan tangan menutup hidungnya, ia tidak menyangka...Gadis berwajah jelita ternyata busuk juga bau kentut nya. " Kakak kira kentut kamu aroma nya seperti bunga Lili. Ternyata baunya taik ayam."
" uhh, giliran kakak gih yang ngentutin, lebih parah ya, kalau bisa bau nya melebihi bangka* agar pada pingsan." Vay cemberut.
Mereka saat ini berbicara menggunakan bahasa pribumi sendiri, jadi ketiga Om Onta ini tidak paham.
Ok, Sekarang giliran Petir yang akan ngebom alami. Tarik nafas dalam dalam, Tahan ! Lima menit kemudian.
Prooook, Mpreeet.
Vay dan Petir kompak ngebom bersama di dalam ruangan persegi itu.
" Oh No, Stupid kid !!!" Umpat mereka kompak bertiga ingin muntah muntah karena bau bangkai Kentut kedua bocah tengil itu.
__ADS_1
Hehehehe... Dalam hati Vay dan Petir Ingin terbahak bahak apalagi kecerobohan satu Om Onta yang main tutup hidung menggunakan sapu tangan bekas yang sudah di beri obat bius.
Pingsan satu ! tinggal dua.
" Sir, hehe, Sorry !" Vay pura-pura polos, tercengir cengir manis dengan bulu mata lentik asli itu berkedip kedip lucu di depan dua Om Onta yang terlihat kesal tertahan.
Ke-dua bocah ini tidak di respon, Suara denting lift berbunyi, tanda mereka sudah sampai di lantai yang di tuju nya.
Vay dan Petir masih di dalam lift, sengaja keluar belakangan, Kedua om Onta ini lagi kesusahan, Satu lagi empot empotan menarik box, satu nya lagi kesusahan memapah teman nya yang pingsan karena hasil kebodohan sendiri. Nutup hidung kok pakai sapu tangan berobat bius.. Maam tuh senjata makan tuan.
" Kenapa kalian mengikuti kami ?"
" Oh, Tidak ! Unit kami ada di lantai ini, ah... sebagai anak baik, bagaimana kalau kami membantu mendorong box ini." Petir menjawab nya lugas. rupa rupanya ia dan Vay di curigai, maka nya ia berbohong.
" Tidak usah, Terima kasih !" Tolak nya sudah jengah berurusan dengan kedua bocah tukang kentut itu. Wajah pada Ok, Tapi etika nol besar. Buang angin kok di dalam ruangan tertutup, jelas berseliweran masuk ke paru-paru bikin penyakit saja. Kesal nya !
" Hati hati, ayo kakak bantu !" Petir mengedipkan mata seraya mengulurkan tangan, di balas kedipan lucu pun oleh Vay. tanda beres, Hanya nunggu waktu tepat untuk bereaksi. Membiarkan orang itu masuk terlebih dahulu, Vay dan Petir juga memikirkan nafas Pelangi yang bila mana berlama-lama di dalam box, bisa saja kehabisan nafas.
Setelah pintu unit tertutup rapat, Vay dan Petir seketika berhenti, mengintip di belokan koridor.
" Bagaimana Vay, kode nya sudah di otak kan ?"
" Beres kak !"
" Bagus, ingat ya..kalau Plan A gagal, maka pindah ke Plan B."
Mereka mengobrol berbisik bisik dengan Kepala itu tersusun rapi mengintip di belokan. Posisi kepala Petir di atas dengan kepala Vay di bawah, hanya Kepala saja yang terlihat dari arah depan.
__ADS_1
Lima belas menunggu bosan dengan posisi masih sama, Akhirnya hilal kenakalan mereka akan terlaksana. Satu Om Onta keluar dari unit, mungkin mau nyari makan, Hust sana jauh jauh pergi nya. Riang Vay dan Petir bertos kompak siap beraksi. Ini lah yang mereka tunggu tunggu... Kepergian salah satu dari mereka, Bocah bocah mereka kan kekuatan otot nya masih lemah, Tidak mungkin bisa melawan otot kekar tiga sekaligus. Pasti om Onta satu nya masih pingsan terbius. Jadi hanya satu lawan mereka saat ini.
Mari kita lihat... Siapa yang akan menang ! Otot atau otak.
" Ingat ya tugas kakak, jangan sampai melenceng."
" Siap !" Di tangan Petir sudah siap alat pelumpuh mata bin gas mata, Jangan di tanya mereka ngambil di mana ? Mereka ngambil di mobil si om Onta, tali juga macam macam alat yang bisa di buat di jadikan kejahatan sudah di bawah mereka di dalam tas nya saat ini, tapi di tangan Vay dan Petir...alat alat tersebut akan di gunakan untuk melumpuhkan kejahatan.
Bip Bip Bip..
Vay dengan mudah nya mengingat kode pintu unit, padahal sudut mata nya tadi hanya melihat jari jari itu bergerak bukan nomer nya yang di lihat.
Di dalam sana, Satu Om Onta keheranan mendengar bunyi password di tekan dari luar. teman nya begitu cepat kembali nya. Batin nya... Kaki itu pun melangkah ke arah pintu berniat menyambut makanan.
Ceklek...
" Kalian__"
Hmm...Rasain ! Petir menggebu-gebu menyemprot gas mata itu ke Om Onta yang tadinya mau menyerang. Suara erangan kepedihan dari Om Onta terdengar pilu seraya tangan itu masih berupaya ingin menangkap Vay dan Petir.
Bugh...
Arrhhg...
" Ha-ha-ha, sakit ya Om ?" Sebenarnya Vay juga bingung dengan pukulan kecil nya. masa di tonjok segitu aja tapi erangannya kenceng banget sih Om Onta ini yang seketika mencak mencak ngilu ngilu sakit, Katanya. Padahal tangan Vay serasa nonjok spons empuk lho. aneh kan ?
Sedikit geli, Petir membatin.... Sakit lah...kamu nonjok burung nya !
__ADS_1