Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 151


__ADS_3

Ibell tersenyum ramah kepada klien Nata yang masih berbincang bincang bisnis di ruang meeting yang mungkin ke-dua pria setengah baya di hadapannya menunggu para sekretarisnya yang di tinggalnya di toilet.


" Kenalin pak Juan, pak Gevan. Ini adalah sekretaris plus Istri saya yang anda tanyakan keberadaan istri saya barusan."


Ibell menunduk sopan seraya menyatu kan ke-dua tangannya sebagai tanda sapa nya agar tidak bersentuhan tangan dari pria manapun dan siapa pun selain muhrimnya.


"Wah, saya kira ibu Ibell ini sekedar Sekretaris saja, Jaga jaga sekalian ya Bu kalau suami nya main serong !" Canda dari Pak Gevan di senyumin oleh Nata dan pak Juan.


" Anda betul sekali pak, Suami harus di jaga, banyak wanita zaman sekarang yang lagi lupa daratan dengan meniru istilah yang lagi hits 'Suami orang lebih menggoda' " Nada Ibell memang terdengar bercanda, Namun itu sindiran keras bagi dua wanita yang baru saja bergabung.


" Betul kan Ibu Mutia dan Ibu Dian ?" Lanjut Ibell bertanya ambigu ke dua wanita di hadapan yang sekarang berdiri di sisi para Bos nya.


Lah...Kedua pria setengah baya di hadapannya yang terlihat tidak nyaman dengan sindiran Ibell. Ya iyalah... Mereka adalah pria pria yang memanfaatkan peluang dapat sekretaris cantik nan muda, bagi mereka...di rumah adalah suami tapi di luar rumah adalah pria pria mengaku bujangan tak kenal dosa.


" Pak Gevan, kita masih ada jadwal lain setelah ini."Dian berwajah jengkel ke Ibell dapat penghinaan secara lembut tapi menekan mental nya.


" Kita juga masih ada meeting di tempat lain setelah dari sini pak Juan, sebaiknya kita berangkat sekarang." Mutia tak kalah malu nya akan sindiran Ibell yang ngena pakai banget. Pergi lebih baik saat ini terlebih dahulu.


Nata yang tak perlu melakukan apa pun untuk mengusir Mutia jadi tersenyum bangga dengan sindiran santai santai pedas Ibell. ah..Nanti Ibell akan dapat hadiah dari nya.


"Kami Permisi pak Nata, Ibu Ibell." Pamit ke-dua laki laki ini secara bersamaan.


" Silahkan pak, tapi maaf kami tidak bisa mengantar kalian sampai ke lobby." Nata malas pakai banget berlama lama melihat wajah Mutia, jadi berkelit sok sibuk adalah pilihan tepat.


" Tak masalah."

__ADS_1


Keempat orang itu pun meninggalkan ruangan meeting, Nata segera saja menarik Ibell dan mendudukkan tubuh Ibell di atas pangkuannya.


" Istri pintar !" Cubit manja Nata di dagu Ibell.


" Apa sih ?" Tepis nya. " Dan bikin kaget saja." Protes nya yang memang tidak tahu pergerakan Nata yang main pangku saja. "Coba sini, Ibell mau dengar degup jantung Abang, apakah berdisko senang bertemu mantan."


Nata terkekeh kecil melihat kelakuan Ibell yang benar-benar menempel kan telinga itu ke dada nya.


" Apa kata dada Abang sayang ?" Nata malah bercanda.


Ibell segera menarik kepalanya dan memukul pelan dada Nata "Katanya..Abang harus jaga hati ke Ibell saja, Kalau sampai macam macam jantung Abang akan lompat keluar dari tempat nya dan Greek." Sadis Ibell membuat pergerakan menggorok lehernya. Nata terkekeh geli kembali, lucu saja melihat wajah cemberut itu.


" Jangan khawatir, Masa lalu hanya masalah lalu, yang terpenting masa depan ku ada di pangkuan ku."


Ceklek..


"Ambil lah dan segera keluar, ganggu saja." Ketus Nata, Ibell yang ingin turun dari pangkuan nya ia tahan secepatnya. tak perduli ada orang lain yang melihat Kelakuan tak senonoh mereka yang di dalam kantor, toh.. kantor kantor ia juga, mau apa Lo ?


" Nat, Aku mau minta maaf kepada mu, aku di rayu oleh Alvin di kala itu, wajar manusiawi bisa saja tergoda, ku mohon lupakan yang dulu dan kita mulai dari awal, kamu masih mencintai ku kan ? Aku bersedia untuk jadi yang kedua, dan agama juga tak melarang pria memiliki istri dua bukan ? Benar kan Mbak Ibell." Mutia tak tahu malu nya langsung saja to the point.


Jangan di tanya perasaan Ibell saat ini mendengar ada wanita gila yang terang terangan memasang wajah tembok nya meminta suami nya, ia marah mendidih mengubun, Namun mati matian ia tahan, ia ingin mendengar respon Nata terlebih dahulu.


"Kamu kepedean Mutia, Bagi saya nama bahkan semua tentang diri mu itu sudah menjadi abu tak tersisa, dan lebih baik jangan mempermalukan diri di kantor saya, pergi lah." Usir dingin Nata


Ibell tersenyum puas di atas angin mendengar penolakan telak Nata.

__ADS_1


" Eits, perlu mbak Mutia dan Bang Nata ketahui, Agama memang memperbolehkan berpoligami, tapi sorry...Saya bukan wanita sempurna untuk ikhlas ridho mengijinkan suami saya memiliki istri baru, Lebih baik saya mundur suka rela menjadi istri dari pada saya makan hati tiap hari, Maaf mbak Mutia..Anda seorang wanita, bagaimana perasaan anda kalau ada wanita lain meminta suami anda secara gamblang di depan anda, Pasti sakit kan ?"


Seraya berucap tegas namun terdengar sopan penuh ketenangan mengendalikan emosi nya, Ibell mendekati Mutia, berdiri di hadapan Mutia dengan wajah datar nya.


"Wanita adalah cerminan keindahan mbak Mutia, Jangan nodai keindahan itu dengan cara bertingkah merendahkan martabat wanita, cari lah kebahagiaan yang jauh dari kata haram."


Ibell tersenyum miring melihat Mutia mengeraskan rahangnya yang mungkin tidak terima di beri ceramah dari nya. Beranjak pergi meninggalkan Nata di belakang sana.


" Ibell, tunggu hey." Kejar Nata. mengabaikan Mutia. ia tahu istri lagi emosi tertahan.


...****...


Balik rumah, Mood Ibell masih saja jelek. Menyapa Yola dengan suara di paksakan selembut mungkin, Namun Yola melihat ada raut kecut di wajah cantik menantu nya. dengan itu Yola menatap Nata meminta penjelasan.


"Lagi marah !" Hanya mulut yang bergerak berucap begitu, namun tidak ada suara yang keluar dari Nata di belakang Ibell.


" Ada masalah Bell, Cerita ke Mama ?"


Ibell yang meneguk air putih milik Yola baru sadar kalau mertua nya memperhatikan nya.


" Eum, Bang Nata mau poligami lagi katanya ingin sama Mutia, Ma." Ibell sengaja ingin membuat Nata di omelin oleh Yola, biar suatu saat nanti suami nya berpikir seratus persen untuk tidak berkhianat, Hari ini bisa saja kan pasangan kita berjanji setia...eh, giliran di rayu oleh wanita lain, berujung khilaf alasannya. Cih...


" Apaa, Nataaaaa !"


Nata melotot kan mata nya ke Ibell yang saat ini tersenyum menyebalkan kepadanya mendengar teriakan maksimal Mama nya yang beranjak berkacak pinggang galak.

__ADS_1


" Ma_ Itu. Itu."


__ADS_2