Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 129


__ADS_3

Nata di kantor memutar mutar kursi nya, ia kepikiran terus sama kegilaan ratunya tentang lady man. ia sampai melukapan pesta ulang tahun relasi nya.


Ceklek.


" Maaf pak, saya hanya mengingatkan kalau anda mempunyai jadwal undangan malam ini." Lapor Ibell.


Nata terhentak dari lamunannya, memperhatikan Ibell atas sampai ke bawah. Lady man dan Ibell bentuk nya bagaikan langit dan bumi. hiks. keindahan nya sangat berbeda. Batinnya merengek.


" PAK, ARE YOU OK ?" Ibell menaikkan oktaf nya, Takut takut si bos keserupan karena tak berkedip.


" Hey, I am fine, saya hanya mengukur lingkaran dada kamu, membedakan nya antara dada banci cafe itu."


Ibell melotot, menyilang kan tangan nya di dada, si bos mesum ternyata berfantasi liar dengan tubuh nya. Dasar mesum.


" Nyebelin !" Ketus Ibell menyemprot, ia jadi menyesal masuk ke dalam ruangan Nata. " Permisi"


" Eh.. siapa yang menyuruh mu angkat kaki, kamu tolong belikan hadiah untuk klien saya, Yang paling bagus untuk umur pria berumur lima puluh tahunan, gunakan ATM saya untuk membeli nya, Pin nya pakai tanggal lahir saya."


Ibell merampas kesal kartu ATM Nata dan buru buru keluar padahal ia tidak tahu berapa tanggal lahir pak mesum nya. bodoh lah... Nanti saja ia menelpon lagi untuk menayangkan,ia sudah kesal untuk berlama-lama di hadapan Nata.


" Kenapa Bell ? Kok wajah mu kecut marah seperti itu ?" Satu karyawan laki laki bertanya sopan.


" Pak Nata nyebelin, dia tadi berfan__ Tidak, pak Nata lagi keserupan di dalam sana, jangan masuk sekarang, nanti kamu di semprot." Ibell ngasal, ia tidak mungkin mengatakan kalau dada nya dapat pelecehan mata tanpa kedipan dari Nata. Ihhh, ia malu sendiri...dan pokoknya, semoga si bos mesum nya itu dapat ganjaran dari orang spesial nya nanti, paling tidak sumpah nya terkabul kalau Nata tidak akan mendapatkan jatah malam pertama nya, ya iyalah...Sang Nyonya somplak itu memilih lady man untuk pak bos Mesum, Emang enak.


...*****...


Sampai di Mall, Ibell memilah milah mencari kado yang bagus, kata pak bos nya kudu bagus bin jangan malu maluin.


Langkah nya terhenti di depan toko jam tangan mewah.


" Ada yang bisa saya bantu, Mbak ?" Pramuniaga menyambut sopan langkah Ibell.


" Saya cari jam tangan untuk pria berumur !"


" Silahkan Mbak, yang seperti apa yang anda inginkan."

__ADS_1


" Yang paling bagus !"


Sang pramuniaga toko mengangguk paham dengan maksud nya, langkah nya pun di iring ke etalase kaca yang isinya jam mahal semua.


" Ini mbak, jam branded limited edition, bla bal bla..."


Ibell menganga takjub mendengar harga jam tersebut yang hampir satu M kurang seribu perak saja, gila...ia bisa beli rumah dan mobil dengan harga segitu. ia gugup sendiri mau mengambil jam tersebut.


" Nanti ya, mbak. Saya lapor ke bos saya dulu."


Ibell segera menarik gawai nya, menelpon Nata. bagaimana pun itu harga fantastis cuma sekedar kado saja. ia harus meminta pendapat sang empu ATM jangan sampai di salah kan.


" Halo pak, saya sudah dapat kadonya yang katanya kudu bagus, cuma harga nya satu M, bagaimana, ambil atau jangan ?"


" Ambil saja yang penting menurut mu bagus, jangan lama lama sekalian kamu juga beli dress cantik untuk kamu pakai menemani saya ke pesta, no penolakan. pakai ATM itu untuk keperluan mu malam ini. buru...saya akan menjemput kamu di sana.""


Ibell mengeluarkan sumpah serapah nya, si bos seenak wudel ngajak pergi tanpa penolakan, katanya. Cih..nasib badan jadi kacung ya begini.


" Pak, satu lagi...Saya tidak tahu tanggal lahir anda,jadi ATM anda tidak berguna saat ini kalau anda tidak menyebutkan nya sekarang."


" Kamu itu ya, dari awal tidak bertanya dulu, main cabut pergi saja__"


Kado sudah di tangan, baju pesta stail modis nya pun sudah terpasang anggun di tubuh Ibell yang baru di beli nya di butik atas perintah Nata, ia menunggu Nata di pelataran pintu keluar Mall, sedikit berhati hati menjaga tas nya yang di dalamnya ada barang seharga satu M. ia tidak mau di jambret.


" Wah, kita bertemu di sini, cantik !" Alvin datang bak jailangkung di samping Ibell berdiri dengan tatapan kagum nya akan perangai cantik Ibell saat ini.


" Kamu ngapain di sini, Bell ?" Andra pun ada, menatap penampilan Ibell yang berbeda di mata nya kali ini.


" Saya ada perlu " Datar Ibell menyahut, entah kenapa mata Alvin selalu membuat nya takut, walaupun Nata selalu berucap mesum dan menatap nya mesum pun, Tapi rasa nya berbeda. Alvin seakan akan mempunyai niat jahat terhadapnya melalui mata itu.


" Andra, bonus akan cair banyak kalau adik mu jatuh ke pelukan saya malam ini juga." Bisik jahat Alvin. Andra mengangguk, menyeringai jahat pun, adik nya memang cantik, ia saja tergoda dengan tubuh adik tirinya apalagi bos mata cewek ini.


" Searah kan kepada saya bos."


Bip Bip Bip..

__ADS_1


Baru Andra ingin berdrama menipu Ibell, eh...adik tiri nya sudah ada yang ngelakson pakai mobil mewah. Dan Alvin mendengus kesal saat tahu siapa orang di dalam mobil itu, Nata pengganggu. Batinnya kesal.


" Saya permisi, bo_ Pacar plus bos saya sudah menjemput." Demi menjaga diri sendiri, Ibell berbohong, mengakui Nata sebagai pacarnya di hadapan dua kepala pria di hadapannya.


Nata segera tancap gas, pikiran nya bertanya tanya kepada Ibell, antara ingin memuji ke cantikan sekretaris nya, juga antara ingin menanyakan Alvin.


" Jangan dekat dekat dengan pria tadi, tidak baik untuk keselamatan mu." Nata to the point dengan ketidak sukaan nya ke Alvin.


" Eum, saya tahu___" Ibell spontan reflek menceritakan klise kekurangajaran Alvin.


Nata reflek memukul setir mobil nya kesal di hadapan Ibell, ia tidak suka, entah kenapa ia cemburu ada pria lain yang ingin berniat lebih ke Ibell apalagi itu adalah Alvin sialan itu, Penghianat seperti Mutia, ia tak memungkiri dirinya bukan lah orang baik, tapi jiwa pelindung nya sebagai laki laki meronta di kala mendengar cerita Ibell akan niat jahat Alvin terhadap sekretarisnya.


" Kamu tinggal di apartemen saya saja, kamu jangan dulu balik ke rumah mu itu, Melihat gelagat kedua pria tadi saja sudah mencurigakan." Tandas Nata tidak mau di tolak.


" Tapi pak saya__"


" Terserah kamu Ibell, mau selamat atau tidak, dan tenang saja, saya tidak tinggal di apartemen lagi...Mama saya sudah berfirman untuk tinggal di rumah, jadi jangan takut mau di lecehkan dengan pria mesum ini, saya mesum juga ada otak nya yang paling anti memaksa kehendak para wanita, mereka bersedia ya Ayuk, Seperti kamu sering menolak ku, ya Ok..tak masalah. Saya hanya berusaha mengajak, di tolak atau di terima keputusan di tangan kamu." Nata menginjak pedal rem, mereka sudah sampai. Menoleh ke wajah cantik Ibell menunggu jawaban.


" Maaf pak, saya masih bisa jaga diri, saya tidak enak dengan kebaikan anda. Terima kasih tawaran baik nya." Tolak Ibell sopan. ia tidak mau menerima niat sok baik Nata, secara si bapak pintar merayu nanti ujung ujungnya juga kagak gratis. Hari ini emang baik, besok besok..pasti menagih. Cih... taktik receh. Batin Ibell.


Nata hanya mendengus datar. Ya sudah kalau begitu. Batin nya tak mau memaksa Ibell. yang penting ia sudah memperingatkan dan menawarkan niat baiknya.


" Kalau berubah pikiran, dan butuh tempat, datang lah ke apartemen kosong saya."


Ibell mengangguk takzim.


" Btw, sebelum kita turun, coba perlihatkan hadiah yang kamu siapkan, saya tidak mau di buat malu kalau hadiah nya mengecewakan, calon istri seorang Nata pasti mempunyai selera tinggi kan ?" Otak sengkle Nata mulai on menggoda.


Ibell memutar matanya malas, Nata tidak bisa di tebak, tadi aja duarius wajah itu, eh...seperkian detik kembali edan lagi. Dasar.


" Ini pak, hadiah nya, tapi maaf...saya udah membungkus nya secantik mungkin menjadi kado istimewa." Ibell memamerkan bungkusan cantik berwarna biru muda.


" Kreatif sih, Tapi saya mau melihat isinya, jadi buka bungkusannya."


Kacung harus patuh Bell. Kesal Ibell. menyayangkan membuka bungkusan kado itu.

__ADS_1


" Bagus, pilihan mu bagus. Ya sudah.. bungkus lagi seperti semula, bungkus sesecantik diri mu." Nata turun dari mobil meninggalkan Ibell yang komat kamit kesal dengan sikap suka sukanya. ia tersenyum sudah membuat Ibell cemberut. Ngegemesin bagi Nata. Sementara Ibell saking kesalnya ia kepingin melempar kepala Nata dengan kado mahal itu.


Hiks, sayang kalau di lempar, satu M !!!


__ADS_2