Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 119


__ADS_3

Ibell mendengus kasar melihat Kelakuan bos nya, ia kira menjadi sekretaris plus asisten seorang pria gagah perkasa di hadapannya itu tidak lah repot repot amat. Tapi hanya menggunakan dasi saja, menjadi tugasnya pula yang memang ia pun berjadwal datang ke apartemen Nata untuk mengurus sarapan nya, ia jadi heran..ia tuh Asisten pribadi atau Babu.


" Ibell, Sus* mu kok semakin hari semakin besar ? Kamu menyusui bayi ya ?" Lirik Nata di dada Ibell, ia melancarkan pertanyaan akan mimpi basah nya, Siapa tahu dari mimpi basah menjadi nyata basah.


Ibell membelalakkan matanya, sengaja menarik dasi Nata sedikit kasar yang memang saat ini lagi memakai kan dasi. Nata hanya tersenyum lebar dengan aksi kurang ajar Ibell yang mencekik leher nya akan dasi ini, ia maklum, ia pan bertanya kurang ajar juga.


"Candaan anda sangat lucu, Kalau anda jadi komedian di tv tv itu pasti di lempari batu bata langsung." Hardik Ibell santai. ia sudah selesai memakai kan dasi untuk Nata dan Nata yang melihat hasil tangan Ibell yang rapi, tersenyum manis, ia senang melihat wajah masam Ibell, menurut nya semakin cantik.


" Begitu ya, Tapi saya pikir, kebalikannya deh, mereka malah akan minta di peluk naik keranjang, secara...saya kan tampan terhakiki plusnya mapan, kamu nya saja tidak mau di ajak tidur bersama saya di ranjang, jadi... Mumpung di apartemen kita naik ranjang yuk ?" Mesum Nata berkedip genit ke Ibell yang sedang membuat kan kopi saat ini.


Ibell mengumpat dalam hati, Ia benci dengan sikap mesum Nata, kalau bukan gaji yang sangat besar yang di janjikan oleh Nata kepadanya yang memang membutuhkan uang untuk keluarga nya yang banyak menuntut terhadap anak sendiri, ia ora sudi jadi kacung nya si Nata Nata mesumm parah gila ini. Baru beberapa hari menjadi karyawan Nata, otak Ibell sudah tercemar karena ucapan Nata yang tiba-tiba vulgar terus kalau sedang berduaan, di luar itu...Nata pekerja keras dan eksmud bin eksekutif muda hebat, ia bangga dengan prestasi Nata dalam pekerjaan bukan prestasi mesum ya.. Kalau di ingat kesana, Ibell sebenarnya ingin mengetuk kepala Nata pakai hak sepatu nya.


" Dalam mimpi anda saja saya ora Sudi naik keranjang bapak." Kesal Ibell menyahut seraya menaruh kopi buatan nya di hadapan duduk nya Nata. Nata tersenyum lebar, bibir cemberut Ibell sangat menantang nya untuk di ****. Sekretaris nya ini special menurut Nata yang susah di rayu walaupun di iming imingin bayarannya mobil mewah.


" Tapi dalam mimpi saya semalam, saya menghabiskan sumber daya kehidupan bayi mu, bahkan Beno pun menusuk Eni dengan Eni yang bergoyang kuda ku duduk di muka." Nata menceritakan mimpi basah nya dengan ringisan nikmat kecilnya membayangkan sekarang Ibell diatas pangkuan nya, mengulangi mimpi itu.


Dan Ibell yang mendengar kata kata aneh Nata yang.. Bayi, Beno , Eni kagak paham dengan konyol ia menggaruk tengkuknya, Bingung.

__ADS_1


" Anda itu bicara apa sih pak, Beno nusuk Eni ? dan apa ? Bayi ? Bayi siapa yang anda maksud ? Saya boro boro punya bayi, masih Ting Ting kok masa punya bayi sih. Seperti nya anda ini dalam keadaan tidak waras, apa perlu saya jadwal kan anda ke spesialis kejiwaan ?" Ibell tersenyum geli di kala Nata melengos di katain gila terhadapnya. Bodoh lah di katain sekretaris kurang ajar lah atau apalah, pan si bapak aja kurang ajar. tapi masih di maklumi, selagi Nata hanya merayu mulut saja bukan dengan pergerakan pelecehan tubuh. pelecehan ucapan Vulga* sih kuping nya dan iman nya masih tebal kuat kokoh kok, tak mudah di imingin dengan fasilitas mewah, harga diri adalah tiang kokohnya seorang wanita, itulah prinsip kuat Ibell.


" Bell, duh...bibir mu kok manis benar ya, Kamu ngajak saya kemana ? Hotel ? hayuukk."


Sabar Ibell.. Batin Ibell yang mendengar candaan mesum Nata dengan alis itu naik turun menggoda nya. " Anda lucu sekali ya pak, Spesial kejiwaan di hotel pun ada lho, hotel Rodeo." Santai Ibell menganggapi asal asalan. " Dari pada terlambat lebih baik saya bacakan jadwal bapak di sini... Satu jam dari sekarang, Bapak ada meeting bersama petinggi perusahaan, Jam sebelas siang, Bapak punya janji klien dari Malaysia, Setelah nya... Bapak punya jadwal keluar kota untuk pekerjaan plus ketemu keluarga. jadi ayo pak, kita berangkat."


Tanpa menunggu suara Nata, Ibell berjalan keluar unit, Nata mengekor dengan mata tak lepas dari bokon* sintal Ibell yang bergerak sesuai irama langkah nya. Duh.. boleh di pegang nggak ya. Batinnya mesum tersenyum nakal.


Di dalam lift, Ibell mengambil jarak jauh dari berdiri nya Nata, ia tidak sudi dekat dekat, Bukan apa apa, ia juga takut khilaf mencium aroma wangi laki Nata membuat hidung nya segar. Tak di pungkirinya, Nata memang tampan di atas rata-rata, Wanita mana pun pasti akan terjerat Kalau lemah iman, plusnya...Nata punya finansial melimpah, anak pengusaha terkemuka yang baru di ketahui nya kemarin ketika awal masuk ke dalam unit Apartemen Nata yang melihat Foto Kemal Abraham. ia kira Nama ABRAHAM di belakang nama Nata itu hanya mirip saja, tapi oh ternyata...ia bekerja di perusahaan anak dari KA group yang Ibell memang mengidolakan kesuksesan jaya si KA Group, perusahaan raksasa di kota nya. pantas saja saat melihat pertama kali Mama sang Bos, ia rada rada familiar dengan wajah nyonya Abraham yang selalu muncul di majalah bisnis bersanding mesra dengan pak Kemal itu.


Ingin deh bertemu langsung dengan pak Kemal, idola para pekarir muda seperti saya. Batin Ibell memandang wajah Nata yang berdiri gagah dengan tangan dua masuk ke dalam saku celana.


" Berubah pikiran Ibell ? Apa kamu ingin merasakan bibir saya ? saya pencipo* handal lho, aku pastikan tipe bibir bergaris senyum kamu itu ketagihan dengan bibir saya." Nata mencodongkan sedikit wajahnya ke hadapan Ibell, Gadis di hadapan nya hanya tersenyum santai dengan alis terangkat satu.


" Saya akan khilaf histeris kalau haji Oma di hadapan saya yang menawarkan ciuman nya."


Hahaha, Nata tertawa geli di dalam lift itu yang memang penghuni nya cuma mereka, Bagaimana tidak lucu, Ibell penggemar penyanyi raja dangdut yang memang sebagian Fans nya memanggil dengan sebutan haji Oma.

__ADS_1


Astaga, Selera Ibell maaf..maaf aja nih.. Pendek dan berambut keriting, sudah tuir lagi sekarang.


" Kenapa tertawa ?" Cemberut Ibell.


" Hahahaha, lagian kamu aneh Ibell, saya lebih tampan dari haji Oma lho, masih muda lagi, Kok kamu malah mau khilaf dengan rambut keriting, berbadan pendek sih, sudah tua lagi, jangan jadi pelakor lho ?" Nata mengeluarkan air mata di sudut matanya karena kebanyakan mengetawai selera Ibell.


" Ck, anda salah, idola saya itu tinggi nya sebelas dua belas dengan pak Nata, rambut nya lurus pirang belah samping, masih muda kok." Kekeuh Ibell menjelaskan idolanya.


Nata semakin terbahak geli, Sejak kapan pak raja dangdut itu punya rambut lurus belah samping, di pirangin lagi ? Apa pernah di rebonding yang ia tidak tahu, Pan ia kan jarang nonton hiburan.


" Coba jelaskan, dari tahun berapa kamu melihat haji Oma itu punya rambut lurus, hmm ?"


" Dari lahir kayak nya pak, Bapak kalau tidak percaya dengan idola saya dan idola nenek ompong saya, Nih..saya ada foto nya." Ibell mengeluarkan hapenya untuk Nata lihat foto pria berwajah Korea.


Nata membelalakan mata nya, tawa ia tahan.. Tunggu dulu...


" Bell, sejak kapan Lee min ho berubah nama haji Oma ?" Bingung Nata, ia tertipu nama toh.

__ADS_1


" Sejak Nenek saya Ompong yang susah menyebut nama idola nya yang saya idola kan pun semenjak remaja, Kata nenek saya, susah amat nama nya, ya uda Nenek saya menggantinya dengan yang mudah saja...Haji Oma." Jelas Ibell. Sedetik ia menarik hape nya yang di pegang oleh Nata dan melangkah keluar dari lift yang sudah sampai di lantai dasar.


Astajiiim, Maaf pak raja dangdut, saya salah orang, maaf pun sudah menertawakan rambut keriting mu. Nata keluar dari lift pun dengan mulut terkunci rapat rapat, Ibell ini membuat nya seperti orang bodoh. Haji Oma bin Lee min ho. Nata geleng geleng kepala dengan kelucuan Ibell yang seenak wudel memberi julukan fans nya.


__ADS_2