Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 115


__ADS_3

Kita masuk di S2 ya Guys... sorry lho kalau S1 nya kurang menarik..


Satu pasangan tanpa status pernikahan sedang bergelut keringat di dalam kamar apartemen tanpa di kunci, Bagi kedua nya... suara erangan sensasional mereka adalah indah menghiasi pergulatan nikmat mereka.. Tapi tidak dengan pria yang sedang di balik pintu kamar itu yang merasa kan sakit hati luar biasa akan Penghianat pacar tersayang nya yang dianggap nya setia kepadanya.


Yap... Orang yang sedang mengintip itu adalah...Dinata Kedward Abraham.. Anak dari Yola dan Kemal, rasa patah hati mendalam sedang ia rasakan saat ini.


" Enak sayang ?"


" Nikmat, aku mau lagi !"


" Boleh, Tapi ingat ya Mutia, Kita hanya sebatas teman ranjang saja, Tetap kita harus menyembunyikan ini dari Nata maupun Marelyn !"


Di balik pintu kamar, Nata yang masih mengintip, mengepal erat tangannya, apa ? ia telah di tipu oleh pacar nya sendiri bersama pacar sepupu nya. Sialan !!!


" Tentu saja Alvin, Kita tetap orang asing di luar tapi di kamar kita adalah sepasang yang mencari kepuasan atas pasangan kita yang berpegang teguh dengan kehormatan nya., cih... sangat kuno dalam menjalankan hidup."


"' Oh, jadi... Nata payah seperti Lyn juga...hahah, mereka memang saudara sepupu yang bodoh, Mau saja di tipu oleh kita."


Cukup sudah ! Nata angkat tangan untuk bersabar, Ok... Biarkan ia di cap kuno yang ingin menjaga kehormatan kekasih nya sebelum halal.. Tapi No... Jangan hina ia dan Marelyn-Sepupunya... Sialan Alvin itu apalagi si Mutia itu, di kasih kehormatan, Minta nya di murahin. Ok... Mulai rasa sakit ini , Semua wanita yang bukan darahnya akan di cap oleh Nata sebagai wanita murahan semua...Yang hanya ingin di permainkan di atas ranjang.


Nata mengamuk, dengan satu kali tendangan, pintu itu rusak di buat nya. sontak yang lagi ah uh ah... terloncat kaget tak berkutik menunduk malu di atas ranjang dengan wajah Mutia sudah pias. " Nata !!!" Lirihnya speechless.


" Wah, wah, wah...Hebat sekali kalian. Alvin...Mutia.". Cekrek... Beberapa foto di ambil oleh Nata untuk buktinya ke Lyn yang di mana ke-dua orang ini sudah menghianati nya abis abisan.

__ADS_1


" Kenapa Lo main ambil gambar kita ?" Alvin ingin turun dari ranjang, Namun sadar dengan tubuh nya yang polos, tertahan.


" Kagak perlu tahu, kalian lanjut kan saja, tangan gue sebenarnya ingin memukul kalian, Tapi di ingat ingat lagi, percuma... kagak ada faedahnya, yang ada tangan gue bisa terkena kuman menjijikkan dari kalian. Apalagi Lo, Mutia... Di perlakukan emas oleh gue, tapi ingin nya di perlakukan hina oleh pria yang sama sama hina pula. Kita putus...dan awas saja setelah ini Lo berani menampakkan wajah kalian berdua di hadapan gue atau pun di hadapan Lyn, Gue bersumpah...Akan menghancurkan kalian sampai ke bisnis bisnis kecil milik orang tua kalian.. Dasar binatang rendahan."


Cuih....!


" Pak... Pak..Pak Nata ?"


Braaak...


Nata reflek menggeprak meja kerjanya dengan sangat keras, kaget. Kaget karena lamunan tentang masa lalu nya di ganggu oleh seseorang. dan seseorang itu adalah sekretaris gadis rasa bolong entah siapa yang pertama, Tapi ia pun sudah pernah membokingnya, sekali. No ke-dua kalinya. itulah prinsip percasanovaan nya...Ya, setelah di khianati oleh masa lalu nya, ia berubah becat, semua wanita kecuali keluarganya di cap murahan semua termasuk orang yang berdiri seksi di hadapannya ini dengan kancing bagian atas nya sudah terbuka dua lebar lebar memperlihatkan daging bukitnya. Nata menelan ludahnya sendiri, ia memang doyan wanita, tapi prinsip nya tetap sama...No celup dua kali nya akan wanita yang sama.


" Kamu membuat ku kaget Dian ! Ada apa ? ini sudah jam pulang kantor, kenapa masih saja berada di kantor ?" Nata menutup rapat-rapat leptop nya, ia mendapat gelagat aneh dari sekretaris ini yang rasa rasanya ingin merayu kelakian nya, tapi ia tidak minat. Takut takut Ons ini naruh hati kepadanya yang hatinya sudah mati entah kemana. Menikmati hidup tanpa pacar tapi bisa celup celup dengan wanita mana pun yang ia inginkan adalah kesenangannya saat ini.


Shiiit.


" Kamu kurang ajar sekali, mulai detik ini kamu saya pecat." Murka Nata. Sontak Dian turun dari pangkuan Nata, ia kira memberi plus plus akan membuat Bos nya senang dan memberikan posisi khusus di kantor ini, Tapi apa ini...ia malah di pecat, sial sekali nasib bodohnya.


" Tapi pak, bukan nya satu malam berlalu, anda pernah menikmati keindahan tubuh saya, kenapa anda malah begini." Protes nya tidak terima di pecat begitu saja.


" Tapi itu bukan gratis, Saya sudah memboking mu kan, so...Impas satu malam itu juga, saya kan sudah memperingatkan kamu untuk tidak membahas itu lagi, kamu malah melanggar. Maaf...jadi pergi lah...dan bawa semua barang barang mu dari kantor saya." Usir Nata tidak mau ambil pusing lagi.


Dian memancarkan cahaya kekecewaan dan kemarahan nya... Gue sumpahin ada wanita yang membuat mu menderita dan sakit hati , juga menolak mu mentah mentah seperti yang saya rasakan saat ini. Rutuk Dian menghentakkan kakinya pergi begitu saja tanpa embel-embel kesopanan lagi.

__ADS_1


" Darko...Buka lowongan pekerjaan khusus sekretaris handal, Selain punya otak encer, cantik dan seksi plus nya. Ok.."


Tanpa mendengar jawaban dari balik telpon pun, Nata mematikan sepihak teleponnya.


...*****...


Di tempat lain, satu wanita cantik berpenampilan tertutup namun tetap terlihat seksi di mata adam, sedang menunggu taksi yang baru keluar dari bandara.


Taksi...


Panggil nya, Namun...dari arah lain, taksi itu sebenarnya sudah di boking oleh orang lain, Dan orang itu adalah Gilang Al Miller yang baru datang dari luar negeri Setelah menempuh pendidikan nya.


" Hai Nona ini taksi sa__" Gilang terdiam, sejurus menyeringai, siapa kah di hadapannya ini ? Marelyn Dinda Aditama , wah... rejeki anak Mama ini namanya, Dosen cantiknya pun yang terkenal guallaaaak di kampusnya sedang pulang kampung juga. Ok...di luar area ia adalah laki laki biasa, bukan mahasiswa si Dosen cantik bermulut ketus ini. ia kan ngefans gila akan kecantikan anak dari Om Eldathio ini.


" Gilang !!! Ini taksi saya, kamu harus ngalah sama Dosen sendiri atau kamu akan saya kasih nilai D, Mau ?" Ancam nya ketus.


Nilai D, Saya sudah lulus kok, weeek..


" Ihiiir, Boleh kok, tapi jadi pacar Gilang, Mau ?" Gilang tersenyum santai dapat plototan horor dari Dosen cantik nya. Walaupun umur Lyn sebelas dua belas dengan kakanya-Bintang tapi boleh dong naksir yang lebih tua.


" Gilang, kamu itu anak di bawah umur, masih pitik, jadi jangan ngimpi ya, atau kelakuan kamu ini akan saya laporkan ke Tante Meca dan Om Vero." Setelah mengomeli Gilang, Lyn main naik ke taksi yang sudah di bayar oleh Gilang lewat aplikasi. Meninggalkan Gilang yang tersenyum gaje.


Cantik amat ya, bule asli aja kalah, bule indo itu memang wow... Tapi sayang... guallaaaak nya minta di cipo*.

__ADS_1


__ADS_2