Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 185


__ADS_3

Dua pasang suami istri berbeda umur, berbincang serius di bawah pohon mangga rindang tinggi menjulang, dengan sayuran macam macam jenis di hadapan mereka tersusun rapi tiap bedengan.


" Maaf ibu dan bapak__"


" Panggil Kami dengan nama saja, Bah. Jangan terlalu formal." Kemal memotong ucapan Abah, rasanya tidak sopan saja bila terlalu di segani oleh ke dua orang tua yang banyak berjasa ke Mantu dan cucu nya.


" Ah, baik Nak. tidak apa kan ada embel-embel nak ?"


" Tentu." Sahut Yola tersenyum lembut, tidak sabar menunggu jawaban Abah atas permintaan nya yang ingin membeli seluruh tanah Abah yang sangat luas di hadapannya demi Ibell.


Sungguh... Mantu nya sangat hebat, bisa berkebun dengan tanah yang begitu luas. Tenaga apa yang di punyai Ibell. Yola dan Kemal bangga ke Ibell sekaligus berkecamuk sedih di dalam hati, Mantu nya ternyata banting tulang selama ini.


Hari ini Kemal belajar banyak dari Ibell, Wanita yang terlihat lemah, tidak lah selalu lemah, apapun akan di lakukan oleh seorang wanita untuk keluarga nya apalagi menyangkut kepentingan anak. sesungguhnya, wanita itu lebih kuat dari laki laki bila mana zona nyaman nya terusik, Maka wanita pasti akan mengeluarkan taring nya. Tidak di pungkiri adanya ' Laki laki rata rata kuat secara otot, tapi wanita lebih kuat bila menyangkut mental. Setuju ?


" Begini... Sebenarnya tanah luas ini tidak ada niat untuk di jual, bukan karena harga, tentu saja harga yang Nak tadi sebutkan lebih dari banyak." Abah berucap hati hati agar tidak menyinggung Mertua Ibell. Ambu hanya menyimak sedari tadi, ia tahu maksud penolakan Abah.


Yola dan Kemal masih diam, Bernegosiasi ke orang yang mempunyai sifat di luar materialisme itu susah susah gampang, Banyak susah nya dari pada gampang nya karena si pemilik tidak melihat banyak nya uang yang di tawarkan tapi mungkin melihat momentum di barang tersebut.


" Karena cita cita kami." Abah menatap Ambu yang tersenyum penuh arti, suaminya sungguh luar biasa, Masih mengingat keinginan nya yang suatu saat tanah mereka ini akan di wakaf kan saja, bakal pahala mereka, toh...uang banyak buat apa ? Mereka saja tidak punya keturunan, sanak saudara ? Lah... mereka kan anak tunggal masing-masing yang orang tua pun sudah di sisi-Nya.


" Apa kami boleh tahu, Cita cita apa yang Abah maksud tadi ?"


Abah tersenyum kikuk, Nanti di bilang sombong lagi, Orang miskin kok belagu banget main wakaf segala.


" Hehehe, Itu__"


" Kami bercita cita ingin mewakafkan tanah ini Nak." Ambu yang menyambar, lagian suaminya tercengir bodoh, karena mungkin merasa tidak enak hati.


" Waah, Hebat." Yola memberi dua jempol nya. di balas senyum Abah dan Ambu.

__ADS_1


" Wakaf ? Memang cita cita Abah dan Ambu ingin bangun apa di sini ?" Kemal masih penasaran.


" Apa saja sih, Tapi di lihat dari sisi kampung, Anak anak di sini tidak mempunyai sekolah layak, ada pun cuma sekena nya saja yang jarang di lihat pemerintah setempat, itu pun jauh dari sini, Guru yang ngajar hanya kebanyakan relawan. Maka nya Issa teh memilih sekolah bagus untuk Vay di kota, agar bisa sukses dan niat awal Issa waktu itu ingin membuat Vay contoh yang baik di kampung ini, agar orang kampung pada sadar, kalau sekolah teh penting untuk diri sendiri dan lingkungannya, Issa ingin membuat Vay menjadi anak sukses nanti dan bisa membuat maju kampung ini, Tapi itu...Abah terhalang biaya karena dulu__."


Abah tersadar, tidak melanjutkan ucapannya, Tidak enak yang sudah berlalu di bahas lagi. kalau dulu uang nya sudah ada tapi karena musibah di kala operasi dua kali Ibell yang sangat mahal biayanya, tabungan untuk cita cita mereka tertunda. Toh itu pun sudah beramal.


" Karena ?" Yola masih menanti kelanjutan cerita Abah.


" Karena kami masih menabung Nak." Lanjut Abah mengelak. Ambu mengangguk tipis setuju untuk tidak membahas lalu lalu.


" Kami akan mewujudkan impian Abah Ambu, bukan hanya satu macam sekolah, tiga sekaligus, Dari sekolah dasar sampai menengah atas. Abah Ambu wakaf tanah nya, Saya mengatas namakan Ibell akan menjadi yayasan pendidikan nya, Tapi tenang saja Free kok."


Abah dan Ambu melongo akan ucapan enteng Kemal, ini tiga tingkat lho. Coba katakan, Mereka tidak salah dengar kan ? Telinganya masih aman dari budek kan ?


" Abah Ambu, Aih... nanti masuk angin." Yola tersenyum geli.


" Ini Abah tidak salah dengar kan ?" Abah meyakinkan lagi pendengaran nya.


Alhamdulillah... Syukur Abah memeluk istirnya, mereka sangat menyukai anak-anak, dengan itu..Abah dan Ambu bercita cita membuat anak di sekitarnya memulai langkah mereka dengan awal baik.. Yakni menuntut ilmu.


" Tapi seluruh tanah Abah akan di bangun tak terkecuali rumah, rumah Abah akan saya gusur." Kemal berambigu.


Di gusur ? Terus ia dan istrinya mau tinggal di mana ?


" Abah harus ikut Ibell dan Vay tinggal bersama kami, lebih jelasnya rumah kami akan menjadi rumah kalian juga." Jelas Yola cepat saat melihat Ambu menunduk bimbang.


" Tapi kami tidak mau merepotkan, Nak." Tolak Abah halus, sungguh...ia dan istrinya tidak mau jadi beban orang.


" Kalau Abah menolak dengan alasan akan menjadi beban untuk kami, maka itu salah. Ibell pun pasti akan sedih dan menganggap dirinya sendiri sebagai beban Abah dan Ambu selama dia berada di dekat kalian tujuh tahun lebih ini, apa kalian tega Ibell berpikir seperti itu ? Tolong lah...Beri kami kesempatan untuk membalas Budi kalian." Yola menangkup kedua tangannya di depan dada dengan bersungguh-sungguh. Hanya ini yang bisa perbuat. semoga ke-dua orang tua ini mau.

__ADS_1


Hening, Abah dan Ambu berpikir keras dalam diam.


" Ibell sudah menganggap kalian orang tua sendiri, begitu pun sebaliknya 'kan ?" Yola masih berusaha keras membujuk. Abah Ambu kompak mengangguk membetulkan, mereka memang sudah menganggap Ibell anak sendiri, hidup mereka tujuh tahun setelah kehadiran Ibell dan Vay jadi berwarna, tidak kesepian lagi.


" Kalau begitu apa lagi yang di ragukan ? Jangan berpikir negatif dengan alasan merepotkan. kami akan sangat welcome dan berterima kasih kalau kalian mau ikut bersama kami, Vay dan Ibell juga tidak akan merasa kehilangan Abah Ambu nya karena kita satu keluarga."


Satu keluarga ? Abah dan Ambu begitu tersentuh di anggap keluarga oleh Kemal, Orang terpandang seperti mereka tidak malu menganggap orang tua ini jadi keluarga nya. Tak selamanya orang kaya itu sombong, Buktinya sepasang suami istri di hadapannya ini. Terima kasih Tuhan. Di dalam hati, Abah berucap syukur, ia sudah tua..amit amit nanti kalau ia tidak ada umur panjang, mungkin mengiyakan Kemal dan Yola adalah jalan nya, Agar suatu saat bila ia di panggil Tuhan, maka istri nya tidak akan sebatang kara.


Mendengar persetujuan Abah, Kemal merangkul Yola yang terus berucap terima kasih, Istri nya sangat senang.


" Ok, Sekarang antar kami ke Vay, di mana tempat mereka bermain ?" Yola sudah tidak sabar ingin memeluk cium cucu nya.


" Mari, kita akan berjalan setengah jam ke arah bukit perkebunan teh itu, Hehehe tapi apakah nak Yola sanggup berjalan dengan sepatu tombak itu."


Kemal menahan senyum geli nya, si Abah teh meremehkan si wild nya.


" Tenang Bah, Saya mah kuat, jangan kan bukit, gunung pun saya daki. kan ada Suami saya yang akan menggendong."


Mampus ! Gara gara ketahuan menertawakan istri sendiri, Kini punggung Kemal jadi korbannya, Ada Yola yang bertengger nyaman di atas punggung itu. Abah dan Ambu di belakang jalan Kemal, terkikik geli.


" Maka nya Mas suami ku, Jangan macam macam, istri sendiri di katawain, enak nggak jadi kuda ?" Yola tersenyum evil di atas gendongan Kemal, senang nya hati ku... Senandung nya dalam hati yang berhasil mengerjai suami sendiri.


" Kamu menang saat ini, wild. Tapi di kamar, kamu yang akan menjadi kuda ku." Balas Kemal tak mau kalah.


"Ingat umur, main kuda nya cukup lima menit saja, nanti encok lho." Lagi, Yola meledek, tangan sengaja bergelayut erat di leher Kemal.


"Hah..Main ranjang lima menit ? cukup apa ? Baru juga celup ujungnya dengan bersuara laknat Ah..ah.. Belum ada Uh uh nya, tapi sudah selesai. Pasal dari mana itu ?"


" Hust, Nanti Abah Ambu mendengar nya." Yola menabok pelan bibir suaminya.

__ADS_1


hahaha. Kemal yang lucu sendiri malah terbahak-bahak dengan nafas mulai ngos ngosan karena beban tubuh Yola.


__ADS_2