Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 48


__ADS_3

"" iya Bimo, ada apa kamu menelpon saya, apa ada masalah di kantor pusat, di sana ?!""


"" Sedikit pak, Anak buah kita yang pernah menyabotase mesin berat pak El, hampir tertangkap oleh anak buah pak El ! tapi syukur anak buah kita lainnya sempat menyelamatkan nya Sebelum di paksa buka mulut. Jadi saya harus bagaimana ?""


"" Kirim anak buah kita yang di cari pak El ke tempat terpencil atau keluar negeri, cukupi kebutuhan nya dari A sampai Z, Pokoknya Pak El dan anak buahnya jangan sampai mengetahui semuanya sebelum saya berhasil mendapatkan adik nya, beri dia identitas baru Mengerti ?""


"" Laksana kan, Pak !""


Kekesalan Kemal yang hampir ketahuan, melampiaskan nya ke Handphone nya, ia melempar layar pintar itu ke lantai, mengusap wajahnya kasar dan duduk gusar di kebesarannya.


El tidak bisa di remeh kan ternyata ! Dia juga pintar, bahkan sangat pintar dalam dugaan gue, bagaimana jadinya kalau gue ketahuan Sebelum Yola menjadi milik gue, pasti El akan menyusahkan jalan gue.


Mimik wajah yang tadinya gusar, kini tersenyum teduh di saat melirik wallpaper laptop nya, Ada potret Yola yang di ambil nya diam diam di saat malam dirinya mengajak Yola di perbatasan pantai berombak agresif.


Andai benar kamu hamil Yol, mungkin gampang bagi ku untuk masuk ke dalam hidup mu, walaupun berawal dari keterpaksaan, tapi pasti akan jadi keikhlasan. Tangan itu pun menyentuh senyum Yola di pose. Cinta oh cinta....Bikin Kemal si cassanova jadi radah radah stress.


Di tempat lain....Yola memasuki lift di gedung apartemen di mana unit Danver berada, ia ingin memastikan keadaan sepupu nya itu setelah perlakuan nya di Club yang memanfaatkan keracauan Danver demi pribadinya.


Saat pintu lift hampir tertutup, ada kaki yang menahan di tengah pintu dan berhasil terbuka otomatis kembali.


""Maaf, saya ikut----Yola ? Lo ngapain di sini malam malam begini ?""


Nando ? Mantan gagal move on pacar satu minggu Yola, yang pernah terciduk ah uh ah bersama sahabat Yola sendiri menatap intens mahluk cantik yang masih di cinta nya. Nando percaya tidak percaya wild ini ada di hadapannya dalam satu lift, bagaimana tidak percaya, Biasa nya tempat nongkrong Yola di club atau ngemall bersama teman teman sosialitanya, ini ada di mari, Rejeki mantan soleh ini mah.


""Gue ada urusan di sini, Lo kenapa liatin gue ampe segitunya ? Jangan bilang Lo sekarang terkena sidrome mantan yang lepas dari genggaman tetiba tampak begitu rupawan ?""


Yola yang mulai risih karena di pandangi penuh kerinduan oleh Nando, mulai mundur mundur karena Nando meringsek maju kehadapan nya. Apalagi Yola samar samar mencium aroma alkohol tajam dari mulut Nando, Bisa panjang urusannya !


"" Maafin Gue ya Yol, gue kangen banget sama Lo, Gue tuh cinta mati sama Lo...Gue nggak bisa ngelupain Lo,Yol. Bahkan gue merindukan kata kata sarkas Lo !!! Kita balikan ya, Kita mulai dari nol lagi, Oke !!! Mau ya ?""

__ADS_1


Nando saat ini sedang mengguncang guncang ke-dua bahu Yola seperti boneka rusak dengan nafas putus asa, Bagaimana tidak putus asa ? Yola itu adalah penganut paham, Buanglah mantan pada tempatnya.


"" Aduh... Sorry to say ya Do, Gue itu bukan Pertamina yang selalu memulai nya dari Nol, Bagi gue saat sudah ada kata putus berarti sudah end, nggak ada lagi tuh kata perkekasian di antara kita lagi yang akan lanjut, everything's done. Lagian gue itu cuma mantan ! bukan pahlawan untuk di kenang ! Gue aja kagak !!! Kalau cuma hubungan say hi dalam pertemanan it's ok bagi gue, Dan tolong ya Nando, Kalau Lo masih mau jadi teman gue, Lo jangan pernah maksa maksa gue lagi seperti ini, Nando !!! Lepas !!! le---hmmmpt, Brengse* le---hmmmpt""


Yola yang sudah di himpit terkunci mulai kehabisan nafas yang di curi oleh Nando, Memangutnya paksa walaupun sangat susah mendapatkan nya karena Yola memberontak nya lumayan bertenaga.


Ting !!!


"" Yola !!!""


" Eh Danver, syukur lah kita berjumpa di disini ya sayang, jadi gue nggak usah capek-capek nyusulin Lo ke atas, so...Kita mau main nya di mana ? di tempat Lo atau di hotel, gue uda kengen berat ama Lo !!!""


CUP ! CUP ! HMMMP!!!


Danver sang sepupu nyebelinnya, mulai melototi nya dengan ganas saat Yola mengecup kedua pipi Danver dan berakhir meluma* bibir Danver sekilas di hadapan mantan gagal move on nya.


Nando yang tak terima menarik Danver, bermaksud untuk memberi bogeman mentah nya di wajah pria Sialan ini.


Danver sang jagoan Red hill hanya menangkap santai kepalan tangan Nando dan memutar nya kebelakang, bunyi kraaak dan longlongan kesakitan Nando di dalam lift pun menggema. Ting, bersamaan dengan itu... Lift berhenti di lantai 19, Danver pun menarik Yola dan membawa nya masuk ke dalam unitnya.


"" Lo itu sampai kapan sih Yol akan berubah, apa Lo kagak kasihan apa sama anak orang yang Lo mainin perasaannya. Jangan sampai gue datang ke rumah Lo untuk melayat jenazah Lo yang mati karena di mutilasi orang."" Sembur Danver ganas, seraya melap lap bibir nya dengan ekspresi jijik yang sudah di cium sembarangan oleh sepupu mesumnya.


"" Ah, Lo mah doain gue mati melulu Ve, Nyebelin. Tapi Ve... Bagaimana rasanya bibir Lo yang uda gue perawanin, Perih perih sedap, atau sakit sakit nambah, ayo loh Ve.... bentar lagi bibir Lo bengkak bunting ulah bibir gue."" Goda Yola tersenyum geli seraya menoel noel lengan bicep otot Danver, dan dapat toyoran keras dari Danver.


"" Gila Lo !"" Rutuk malas Danver dan berlalu masuk dapur, ia butuh minum... Dehidrasi gara gara kelakuan unfaeda Yola.


Yola yang sebenarnya ingin berbicara serius, mengikuti langkah Danver.


""Ve, bagaimana suasana gladiator ? Apa Bang El sudah ada kandidatnya, gue nggak mau lho Ve menikah, Tolongin gue dong Ve.""

__ADS_1


Yola sudah mulai mengeluarkan jala kesedihan yang memang bersungguh sungguh di hadapan Danver.


Danver yang sudah tahu Perangai Yola seperti ini lah sifat aslinya terhadapnya manjah yang memang sudah seperti adik Kaka, mulai menepuk hangat pucuk kepala Yola, lembut. Memberi satu gelas air putih ke Yola.


""Kandidatnya ya gue, siapa lagi ? Semua list Bang El sudah gue ratakan, dan dengar dengar ada challenge baru yang akan nantang gue, Tapi entah siapa tuh orang ? Tapi Yol, kalau gue yang menang, gue bakal jadi laki Lo dan sebaliknya, begitu ? Tapi gue sayang Lo nya sebagai adek gue, kagak ada nafs* gue walaupun Lo telanjang bula* di depan gue.""


Danver duduk di meja makan, berhadapan dengan Yola yang menatap nya penuh harap kepada nya.


"" Gue juga kagak nafs* nyuk ke Lo, setan aja kabur lihat Kelakuan ganas Lo, siapa yang doyan coba jadi bini Lo ? Gue cuma berharap Lo menangin pertarungan Ve, dengan itu kan gue kagak jadi milik orang lain dalam hal berumah tangga, kalau ma Lo kan bisa di atur ntar. Menangin ya Ve, pliiiiiiss !!! Lo kudu win Ve, gue nggak mau tahu, kudu menang oke !""


Yola mengguncang lengan bicep Danver seperti anak kecil yang memohon kepada bapak nya.


""Gue usahain ya Yol, Tapi gue nggak janji, Ingat arti kata ini... Ada langit di atas langit ?""


Yola manggut paham, Mengerti kode Danver, yang artinya, ada orang hebat di atas orang hebat ! Tapi seenggaknya ia sedikit bernafas lega, si Danver mau berkompromi dengan nya.


Maaf Bang El, Bang El bergerak seenak udel, jadi jangan salah kan Yola bila Yola bermain trick bersama Danver. Batinnya yang benar-benar tidak mau menikah.


"" Ve, Gue itu benar bukan anak Daddy ya ?""


Uhuk uhuk uhuk.


Danver sampai memuncrat kan minuman nya gegara pertanyaan ngena Yola.


"" Ih, Ve...Lo kok jorok amat sih ! Gue jadi mual ini ah...Gue pinjam kamar mandi Lo ya ?""


Yola benar benar mual di buat air muncratan Danver yang tumben tumbenan begitu saja jijik. Dan sekarang Yola di dalam kamar mandi mengeluarkan segala isi perutnya.


Danver yang tadinya puas akan tingkah nya yang bisa mengelak dari pertanyaan Yola, jadi kagak enak juga membuat Yola jadi mual Karena mungkin jijik. Ia pun beranjak Masuk dan membantu Yola memijit tengkuk sepupunya.

__ADS_1


__ADS_2