Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 65


__ADS_3

Yol, Yola...


Kemal dan Eldath yang masih setia menunggu kesadaran Yola dari tidurnya yang tepat hari ini adalah tidur satu pekan nya seketika di buat cemas, panik juga khawatir menjadi satu. Karena Yola saat ini menangis dalam mata terpejam dan juga tanpa Isak suara sedikit pun, air mata itu mengalir sendiri bak wadah bocor tes tes tes membasahi pelipis mata turun ke sisi bantal, Membuat kedua kepala pria ini gelagapan takut apalagi Eldath dan Kemal merasakan inci kulit Yola terasa dingin. Mereka kompak memberikan kehangatan di masing masing satu tangan Yola dengan ucapan pun sama, Yola, bangun Yola !!!


""DOKTER !!! DOKTER !!!""


Situasi panik kadang kala membuat orang tak bisa berpikir jernih nan bodoh, Seharusnya mereka memanggil petugas kesehatan itu sedari awal, Namun Kemal baru tersadar setelah tangan satu nya menyentuh perut Yola yang di mana ada anak nya di sana.


"" Tolong beri kami ruang pak !"" Ucap sang Dokter yang baru datang bersama dua suster.


"" Bapak bapak harap keluar dulu, Beri kami prifasi dalam bekerja."" Satu suster menggiring Kemal dan Eldath ke arah pintu, Sebenarnya berat ke-dua nya untuk beranjak, Namun mereka juga mengerti prifasi cara kerja dokter untuk situasi genting dan serius begini yang tak mau di ganggu dalam berkonsentrasi.

__ADS_1


Sebelum benar-benar menghilang di makan pintu tertutup, Eldath yang berjalan di belakang Kemal menoleh, melihat dada adik nya di kejutkan memakai defibrilator atau alat pemicu jantung agar kembali berdetak. Apa semarah itu adik nya kepadanya sehingga berniat meninggalkan nya begitu cepat, sehingga tega dalam satu minggu ini tertidur pulas padahal kata dokter tidak ada penyakit serius yang di alami adik nya. Adik nya tak mau berbicara lagi kepadanya ! Adik nya kembali menyerang nya dengan cara ngambek luar biasa menakutinya.


Ini semua karena emosional Abang yang tidak bisa terkontrol, Abang tidak akan memaafkan diri sendiri bila mana mata itu terpejam rapat selamanya, Yola. Maaf..Maaf..maaf.. Begitulah sesal nya dalam hati seorang Eldathio. ingin menjerit keras saat ini, Hati nya sakit sendiri melihat kondisi adiknya yang sepertinya tidak bersemangat untuk hidup lagi, ia akan kembali menjadi pembunuh darah sendiri yang ke dua kali nya bila mana adiknya tidak tertolong, iya...ia kembali membunuh, Tangan ini...dulu Daddy, sekarang Yola...Hiks hiks hiks.


Eldath menangis dalam batin tak terbendung, Sebagai laki laki ia memang di ajarkan seberapa Puruk nya kesedihan, ia di haramkan untuk menangis..didikan Mamang Asep serta Almarhum Opa nya memang kejam yang tidak boleh cengeng bagaimana pun kondisi keterpurukan nya, Terakhir mata nya menangis di hari pemakaman orang tuanya. dan sebagai ganti tetesan air mata nya, tangan itu sudah berdarah darah meninju ninju tembok kokoh di hadapannya. Kemal yang melihat itu tak ada niat untuk menghentikan nya, ia malah tersenyum kecut sinis.


""Yola sangat menyayangi mu, El ! Potong lah sekalian tangan mu kalau kamu mau melihat wajah Yola bersedih seumur hidup bila dia sudah sadar, Jangan bodoh jadi orang ! Saking sayangnya, dia sampai mentitik terendah kan harga dirinya demi kamu----- (dan itu Karena gue.) Bahkan di hari terakhir bertukar cerita, dia hanya menanyakan keberadaan mu, Apakah Bang El ada di luar, apakah bang El sudah menjenguk ku ? Itulah pertanyaan harapannya, Namun berat hati aku menjawab tidak ! Dan raut wajah cantik nya pun terlihat kecewa.""


"" Mentitik terendah kan harga dirinya ? "" Eldath mengulang kata-kata kemal yang berambigu itu.


Hais, salah ngomong, shiiit ! Maaf kan, Mas Yola, Tapi mungkin ini saatnya semua terungkap, maaf ! Janji Mas sampai waktu sini saja, aku akan mengakui semua kesalahanku, Apa pun yang akan terjadi, Terjadilah sekarang...Ix Hale in hale...

__ADS_1


"" Yola ham----""


Ceklek...


""Bang Elll !!!""


Kemal tertahan dalam pengakuannya mendengar suara itu. Sementara Eldath... Eldath segera menoleh dengan wajah terkejut mendominasi rasa bahagia kelegaan. Yola ? Benar kah itu Yola yang sudah berdiri di tiga langkah di depan nya ? itu bukan arwah Yola kan ? perasaan adik nya itu tadi dalam keadaan kritis, detak jantungnya pun harus di pancing menggunakan defibrilator tapi sekarang berdiri layaknya Yola yang sehat, Memang dalam kondisi wajah pucat, tapi...Ah, ini adalah Yola nya, adik nakal nya yang sudah bangun dari tidur panjangnya.


"" Ibu ! Ibu tidak boleh begini, anda mencabut selang infus begitu saja dan berlari keluar padahal baru siuman dari tidur panjang, anda masih rentan sakit, luka luka ibu di tubuh masih belum sembuh total, sebaiknya ibu kembali masuk.""


Yola tak menggubris perkataan dokter dan menepis sopan tangan suster yang ingin memapahnya masuk. ia melangkah terpincang ke hadapan El yang masih mematung tak berkedip, si herder di belakang sana juga dalam keadaan cengong tak berkedip. Ah..bodo amat akan Bang El nya yang mungkin masih marah kepadanya, ia ingin memeluk erat-erat tubuh besar Abangnya, Ia berhutang nyawa ke Abang nya. Ia ingin mengadu kalau memori yang di sugesti itu sudah di ketahui nya, ia akan terus bersembunyi di ketek Abang nya agar aman terus menerus dari orang jahat.

__ADS_1


Luka cambukan ? Rasa nya memang masih rada rada aww heboh.. Tapi no problem, bukan masalah besar, bahkan ia sudah melupakan hukuman kejam Abang nya dan semoga Abang nya juga mau memaafkan nya dan menerima lapang dada aib nya yang ada buahnya di dalam perut, Di hukum terus tiap hari tak apa lah, Toh ia memang bandel Minta di cambuk terus, tapi sedikit nego jangan di cambuk boleh tidak ya ? di hukum salto ria saja deh...ia akan menuruti, tapi di Ding...ia pan lagi hamil, bersalto mana boleh ! Yang ada anak nya di dalam perut ikut nungging jungkir balik sana sini pusing di dalam dunia perutnya. Duh... Maafkan mama ya sayang, baru bangun sudah mau membuat mu bersalto salto. pan kudu pemanasan dulu kan ya biar jangan encok.


__ADS_2