
Di ruang tamu, El dan Gion-polisi sudah menunggu kedatangan Kemal sedari tadi tapi yang di tunggu tak kunjung datang, Sesekali mata Eldath menatap anak tangga untuk mengecek orang yang di tunggu nya.
Lagi apa sih mereka ? El tidak enak hati akan Gion yang lama menunggu.
"" Maaf ya Gion, Kamu sudah menunggu lama, Nanti aku ketuk mereka dulu.""
Belum beranjak, Tapi orang yang di tunggu sudah muncul bersama adiknya yang saat ini baru turun dari anak tangga.
semakin dekat ke dua orang yang di nanti, El semakin memicingkan matanya menatap adik nya yang shiiit, Rupa rupanya adik nya sudah habis habisan di gempur oleh Kemal di sore hari ini yang melihat ada bercak merah di leher putih adik nya. Wajah El serasa tidak ikhlas menerima kenyataan kalau adik kecil nya sudah di miliki seutuhnya oleh pria lain.
"" Kalian lama amat sih, Kopi Abang saja sudah kering wadah nya karena kelamaan."" Ketus El bertanya. Mata nya menatap sinis ke Kemal.
"" Biasa lah, pengantin baru, ritualnya harus lama."" Santai Kemal menyahut, Yola yang rasa rasanya ketahuan habis bermain jadi panas wajah nya, Malu. Apalagi ada orang lain di hadapannya. Eh...Gue masih punya urat malu toh ? kirain sudah putus.
El melengos, Gion hanya tersenyum maklum, secara ia ngerti pakai Banget pengantin baru itu seperti apa, lah wonge ia pun baru pengantinan sama Fina.
""Jadi bagaimana Gion ? ada perkembangan ?"" Kemal mode seruis, dan wibawanya terpancar di mata Yola kalau mas suami dalam mode seruis.
"" Ada---""
Selamat sore semua nya !
Baru Gion menyahut sedikit, ada Meca dan Vero datang bersama Mamang Asep yang mempersilahkan mereka untuk masuk saja, katanya. Semua Mata pun teralih kan ke pasangan suami istri itu yang seketika membuat El iri ke Vero.
Selalu cantik ! Pujinya dalam hati.
"" Kak Kemal, sudah baik kan ?""
Meca bertanya seraya menghempaskan pinggulnya di sofa yang berhadapan langsung dengan Eldath.
Kasihan Abang gue...! Nanti Bang, Yola callingin cewek buat Abang. Batin Yola, dan tangan lentik itu pun dengan lincah men-chat nama madelfie bin Fifi. Apa kalian mau tahu apa isi chatnya. bagini...
Fi, Lo ke rumah gue ya...Gue lagi ngidam pingin lihat Lo pakai dress hijau seperti lemper yang enak di makan itu, sekalian...dandan yang cantik. Ok !
Ting....
Apa sih yang nggak buat Lo, Pakai bikini pun, gue rela asalkan anak Lo kagak ngeces jorok. Tunggu lima belas menit !!!!
__ADS_1
"" Yola ?!""
Astajiiim, Ternyata sedari tadi ia lagi di tanya oleh pak polisi tetangga-Gion !
"" Ya, ya ! ada apa ?"" Yola tercengir bodoh.
"" Dek, jangan bercanda Mulu dong, Ini soal serius lho, kita punya musuh yang nggak tanggung-tanggung dalam menyerang."" Semprot Eldath, Namun terkesan lembut memberi tahukan, karena Yola di tengah tengah duduk nya antara dirinya dan Kemal, Eldath dengan mudah menjawil gemas adik nya.
"" iya, tadi nanya apa ?"" Yola menatap Gion dengan raut serius, Abang nya minta serius, ya ayukkk.
"" Ni, teliti dengan baik genstur tubuh orang yang bermotor ini, motor nya juga coba teliti dengan seksama, siapa tahu kamu mengenali si tersangka, Kamu kan pernah di dunia liar motor, aku curiga nya tersangka adalah salah satu dari lawan kamu.""
Damn, Eldath mengumpat, ia lupa menelisik ke jalan aspal liar itu, benar kata Gion, Yola sering balapan dulu, mungkin saja salah satu dari mereka yang pernah Yola singgung tapi tidak terima.dan berakhir dendam.
Kini mata pun tertuju ke Yola semua yang lagi menimang nimang dua foto di tangannya.
" Yola tidak kenal !"
" Serius ? Tapi mata mu tidak bisa saya bohongin kakak ipar Yolanda." Meca beranjak sekedar menarik foto di tangan Yola, Bibir dan mata Yola berbeda, itulah yang Meca curigai. Ia adalah pengacara, ingat itu ! Mimik wajah seseorang sangat mudah ia tebak bila sedang berbohong. makanan sehari hari nya bergulat di meja hijau dengan orang orang bermuka dua sudah tidak asing lagi bagi Meca.
" Sayang, katakan dengan benar, jangan sembunyikan apa pun."" Bujuk Kemal.
"" Dek ! ingat ingat lagi dong."" Desak Eldath.
" Jangan maksa dong, serius lho, Yola lupa lupa lupa, Kalau kalian maksa, Nanti Yola jadi stress bagaimana coba ? Tapi kalau Yola masuk ke dunia motor racing satuuuu malam saja, Mungkin Yola bisa inga---!""
"" TIDAK BOLEH !!!""
beh... Kompak amat berteriak nya. Yola mengusap usap daun telinga nya, Semua mulut meneriaki nya dengan oktaf tinggi.
"" Biasa aja keleus !!!"" Santai Yola, memutar matanya ke kanan, ada Mas her--suami yang menatap nya intimidasi.
"" Awas ya kalau nakal, ingat lho sayang, ada nyawa di dalam perut mu."" Kemal memberi tatapan peringatan nya.
Dan Yola hanya mengedipkan bahu nya, melirik ke ke kiri, Abang nya lebih seram yang membuat pergerakan menggorok leher, mengancam nya.
Saolaaah, Yola seakan-akan biang kerok amat, tidak ada yang percaya...serah, serah lo lah pada.
__ADS_1
Tap...Tap...Tap...
Suara derap langkah high heels terdengar mendekat menyita telinga, tapi belum terlihat siapa orangnya, Yola yang yakin itu adalah langkah sepatu perempuan tersenyum lebar, Si Madelfie sudah tiba rupanya, Tapi se ? Derap langkah itu terdengar ramai, Tidak mungkin Mamang Asepnya atau bodyguard lainnya memakai sepatu tinggi bukan ? Fifi sama siapa ? Gumam nya dalam hati.
Dan terlihat lah dua orang wanita cantik dengan versi nya masing-masing, Satu terlihat feminim wow, Satu lagi terlihat modif tomboy tomboy manis. Fifi dan Fina-istri dari Gion-pak polisi.
"" Lho sayang, kamu di sini sama temannya Yola, kamu kenal dia ?"" Gion langsung mendekat dan menarik istri nya untuk duduk di sisi nya.
"" Tidak, kami bertemu di depan, Aku kesini karena kata Meca kamu ada di sini, Lagian mau masuk rumah, di kunci."" Fina melambai Hay ke sahabat nya-Meca dan di balas jempol oleh Meca dengan senyum manis nya. " Tak apa kan, teman sekolah aku bertamu yang tidak di undang."" Fina bertanya ke Eldath, Namun yang di tanya tak fokus, Mata El hanya menatap lekat Fifi yang duduk di dekat Meca.
Baju kok mirip, Hijau hijau ! Tak mengelak, Fifi sebelas dua belas berkelas seperti Meca di mata Eldath malam ini, tapi di luar mulut somplak Fifi, kalau sudah bersuara, tidak ada berkelas nya, yang ada hanya mulut menyebalkan.
"" El, Elaaahh..Gue nanya sopan pakai aku kamu malah di kacangin, Lo lihatin siapa sih... Sahabat gue-Meca atau si mbak cantik di samping nya. Kalau lihat Meca, noh..Ada pawang nya yang duduk jutek di bahu sofa sebelah Meca." Fina kesal di cuekin, sama saja... istri Gion ini punya mulut Pedas.
Yola yang sengaja menyuruh Fifi memakai baju hijau dan sengaja pun menyuruh Fifi duduk di dekat Meca, berniat ingin membuka lebar-lebar mata Abang nya kalau wanita di dunia ini bukan Meca seorang yang aslinya sudah milik laki laki lain, ada Fifi noh... yang anggun juga kalau lagi mingkem tuh mulut somplak nya.
" Iya, iya, boleh kok.! dan aku tidak melihat istri orang, tapi bodyguard gue yang baru saja lewat"" Sahut El ke Fina, mengelak. Cepat cepat menjelaskan agar Vero dan Meca tidak salah paham, ia tidak mau membuat kerekatan di rumah tangga orang. kok gue malah berkeringat dingin sih dalam kumpulan orang-orang ini. Batin Eldath, Nervous semenjak kedatangan Fifi yang tak sama sekali melirik kepadanya, jadi kesal kesal santai.
"" Bang, Hijau kiri dan hijau tengah, Yang mana yang lebih menggoda ?"" Yola menyenggol lengan Eldath, berbisik pelan ingin menggoda Abang nya.
"" Dua duanya !"" Sahut Eldath tak sadar, suara nya pun terdengar besar, menyita kepala kepala yang sedang ngobrol santai. Kemal pun sampai memiringkan kepalanya yang terhalang kepala Yola.
Hihihi... Yola terkikik pas di telinga Abang nya. Dan Eldath semakin malu saja dengan dirinya yang entah kenapa ?
Percakapan demi percakapan terdengar, Sampai ke ujung ujung membahas poligami di antara kumpulan mereka. Fifi dan Eldath hanya diam Mendengar kan saja.
Tapi Fifi dan Eldath heran kompak dalam diam mencerna ucapan santai Yola yang katanya tak apa ada poligami, Hebat sekali sahabat nya ini, lapang dada. Sangat istri Soleha. Batin Fifi akan ucapan santai Yola.
" Yol, Lo benar gitu tak masalah ada poligami ?"" Meca saja heran. Kemal apa lagi yang sebagai suaminya.
"" Eum !"" Santai Yola menyahut anggukan karena mulut nya mengunyah kue, ia lapar !
"" Hebat benar Lo, Kalau gue sih sorry ya..Gue cincang tuh laki sekaligus madu gue."" Bar bar Fina, kambuh. Gion menelan ludahnya, begini nih punya istri bar bar, segede pangkat nya pun yang jadi polisi, Kalau di rumah...ia hanya seorang budak Cinta nya sang istri.
"" Lo Soleha juga ya sob ?"" Kini Fifi yang muji.
"" Apaan sih pada, Gue setuju aja ada poligami, asal laki lakinya yang berpoligami jangan Mas Kemal saja.""
__ADS_1
Hmmm.... Mata orang orang yang ada di ruangan itu, Kompak memutar matanya Malas, mereka kira Yola benar benar memberi ijin Kemal berpoligami.
Duh... istri gue bikin dag dig dug aja...