
Yola Sedang mematuk matuk penampakan nya di fitting room di sebuah butik berkelas di dalam pusat perbelanjaan, Pendengaran nya sedikit ia tajamkan di saat nama nya di agung agung kan untuk jadi bahan gosip sampah para wanita tukang iri dalam kehidup suka suka nya.
""Gue denger denger tuh ya, Nando sekarang sudah di depak oleh Yola si wanita murahan yang berpenampilan kurang bahan itu, dalam pacar satu minggu nya ! Gue heran para laki laki di luaran sana, apa sih yang di lihat dari Yola selain ***** dan bottom nya yang gue yakinin itu hanya implanan doang tidak ada keren kerennya, gue----!""
""Sirik amat sih jadi Hew--Manusia, Biasa nya orang sirik itu tanda tak mampu lho, Ti ati untuk bersuara nanti keselak urat lidah tahu rasa lho, pada !""
Yola memotong pergosipan para wanita sirik di hadapannya sambil berlenggak-lenggok seksssiih ke arah kasir dengan beberapa baju mahal yang di pilih nya setelah mencoba nya di fitting room.
""Keren itu di saat berbelanja di butik ternama tanpa melihat harga baju yang akan di beli, bukan keren hanya mencoba nya saja di fitting room lalu cekrek ria ria dan hasil Cekrekannya di publikasikan di sosmed tapi tidak jadi di beli. itu namanya pembohongan public say ! Nggak malu apa sama IG yang hasil pinjam pencitraan doang dari butik ini.""
Sindir Yola pedas, tawa tertahan dari pramuniaga butik terdengar. mendengar keceplosan mulut pedas pelanggan cantik di hadapannya.
"" mbak mbak, Baju baju ini yang sudah Anda coba apa jadi di beli ?""
Satu pelayan butik keluar dari fitting room dengan setumpuk baju mahal korban percobaan pinjam pake foto doang oleh tiga wanita yang menggosip hidup Yola.
""Hehe, maaf ya mbak kami tidak jadi membelinya, soal-----!""
""Soalnya, harganya kemahalan kan ? cih, kasihan amat tuh baju mahal ya, sudah ternoda keringat orang penggosip tapi tidak jadi di beli, ya sudah mbak pramuniaga syantiiek, biar saya yang membayarnya, lumayan untuk di jadikan keset kamar mandi nya Mamang Asep ku.""
Yola kembali mengeluarkan kartu platinum nya, Ketiga para penggosip lari ngeberit manahan malu serta gondok akan kesombongan Yola.
__ADS_1
Bomat untuk kalian kalian, gue idup kagak nyusahin Lo pada kan, gue hidup cuma nyusahin abang tersayang gue ini. Huu ! Maam aja tuh gossipp !
Bugh....
Saat Yola berjalan santai ke parkiran mobil nya, seorang pria terburu buru jalan menunduk ke layar pintar yang di mainkan di tangan, menabrak punggung Yola Membuat baju baju yang baru di belinya di butik tadi terjatuh kotor yang keluar dari paper bag mengenai genangan air di pelataran parkiran yang suasana nya habis hujan.
""Maaf maaf !""
""Maaf maaf mata Lo !"" Ketus Yola tanpa menoleh ke wajah si penabrak yang sekarang menatapnya tersenyum jumawa, Ketemu lagi kita ? Batin Kemal.
""Lo lihat ini, baju baju mahal gue jadi kotor, gue nggak mau tahu ya, Lo harus tanggung jawab, Lo harus ganti se--- eh Ding, Setdaaah...Lo lagi Lo lagi kulkas rusak, Demen amat ya bikin rugi di hidup gue, kemaren mobil sekarang baju baju mahal gue Lo rusak, Nama tengah Lo harus tercantum masalah karena Lo itu mas---!""
"" Shut up !"" Potong kemal gemas akan bibir lemes Yola yang nyap nyap berisik Cerewet, Lebih baik di bungkam tuh mulut dengan mulut nya lebih berfaedah kan.
""Dasar kampret Lo !"" Yola tersadar, dengan mudahnya ia bisa terlepas dari pangutan Kemal dengan cara memakai bela dirinya ya tak terbaca memelintir tangan Kemal kebelakang sehingga ia sekarang ada di belakang tubuh Kemal yang sudah di kuncinya erat.
""Astaga tamvaan, Lo memang modelan rusak ya, masa main pelecehan di tempat umum sih, Lo kagak punya biaya apa bayar hotel untuk ngajak gue, Sepertinya sih begitu, jadi Lo nggak usah deh ganti baju baju mahal gue yang sudah kotor akan ulah Lo, gue kan baik ya ?."" Yola mempererat kunciannya akan tangan Kemal yang di pitingnya.
Kemal malah tersenyum bukan nya meringis sakit. ""Kata siapa gue nggak mampu, beli hidup Lo aja gue bisa dengan mudah jika kesabaran gue udah abis, tapi tenang saja...sabar gue masih ada untuk menunggu kerelaan Lo yang mau di tindihin oleh adik gue yang nafs*an ini akan keseksian Lo, sayang !"" Kemal tak mau kalah, ia mengembalikan keadaan yang sekarang Yola lah yang ada di pitingannya walaupun sedikit tenaga untuk melumpuhkan si wild flower ini.
""Bagaimana ratu racing ? Apa Lo mau suka rela mendesahhh di bawa tindihan gue, satu malam saja !"" Bisik Kemal tepat di telinga Yola Membuat Yola merinding laknat. Kemal yang mendengar desaha* kecil Yola melebar kan senyum nya, Setan kecil ini rupanya kesetrum juga di buatnya, cuma si Setan bak malaikat ini cuma gengsinya serendah ketek, levelnya pria pria d bawah kelas nya.
__ADS_1
""Gue mau aja sih, tapi nunggu ayam melahirkan anak nya dulu ya, baru Lo nyari gue !"" Somplak Yola menyahut, HM..cari lah sana ayam bunting siap melahirkan anaknya. Batinnya tak gentar. seorang wild tidak ada rasa takut di benaknya, Ia hanya takut akan Kakanya seorang dan tentu saja akan sang Penciptanya.
""Sebelum Lo ngebeli harga diri gue, maka ganti dulu noh kerugian gue, itu pun kalau Lo laki yang nggak lari dari tanggung jawab.""
Kemal tersenyum remeh, Baju doang sih cilik baginya, Kalau Yola mau main dengannya sekarang pun, Kemal bahkan akan membeli butik fashion terkenal untuk Yola terkhusus. laki ? Tentu saja ia laki, Jadi ia akan tanggung jawab walaupun sekarang lagi ada pertemuan penting, ia rela untuk menundahnya demi Ingin membunuh rasa penasarannya ke Gadis Wild flower ini.
""Ok, siapa takut ! Gue akan bertanggung jawab, jadi wild, Ayo ikutin langkah gue !""
Kena Lo, Herder...! Yola tersenyum setan, ia akan mengerjai si modelan kulkas rusak di hadapannya ini yang sedang melangkah masuk ke pusat perbelanjaan. Lagian sombong sih yang katanya bisa membeli dirinya, jadi lihat saja...apa yang akan wild flower ini bisa lakukan untuk membuat si herder kapok mencari masalah dengan nya.
""Butik langganan gue yang ono, bukan kios ini."" Yola menolak untuk masuk ke Butik yang ia pun tahu kalau merk baju di butik ini mehong mehong Karena tadi pun ia sudah belanja di mari, cuma masalahnya, ia harus mencari butik yang ramai akan pengunjung, agar misinya untuk Kemal tanggung bisa berhasil.
""Tak masalah !"" Kemal menurut tak curiga, ia pikir wanita di mana saja akan hijau bila tetiba di traktir berbelanja fashion mahal.
Waaah, Rame pengunjung.. satu dua tiga.... Tiga puluh pengunjung cuy.... Satu orang satu juta harga baju sama dengan tiga puluh juta melayang dalam sekejap buat kantong Lo, herder ! hahahaha, pintar amat si Lo Yola ****iiiiaah. Yola ngebatin dengan cengiran sok lugunya, mempersilahkan Kemal untuk duduk di kursi tunggu saja, biarkan ia bekerja berbisik bisik ke setiap orang untuk belanja saja sepuas hati nya, Namun yang akan membayar nya si pria tamvaaan yang sedang duduk santai dengan handphone di tangan. ia nya sih, setelah kelar berbisik-bisik nya main kabur saja.
Mampus Lo ! mang enak gue kibulin lagi. Yola meningkalkan butik menuju parkiran dengan suilan siulan santai nakalnya, membayangkan reaksi Kemal saat ini. Hahaha. Lagi lagi ia tersenyum puas.
"" HUAAPAAAH ! ENAM PULUH JUTA ?""
Kemal terkejut saat Pramuniaga butik memberinya struk belanja seharga fantastis cuma ukuran baju beberapa biji doang !
__ADS_1
""iya pak, Kan bapak sudah mentraktir pelanggan pelanggan butik yang baru saja keluar dengan senyum bahagia nya menyapa bapak satu persatu saat mereka ingin beranjak di hadapan bapak."" Jelas sang pelayan toko. Sebenarnya sang pelayan pun dapat bisikan dari Yola kalau ia juga di traktir oleh pria tamvaaan di hadapannya.
Pantas saja para wanita tadi memberikan kata terima kasihnya ke gue, jadi ini maksud nya...Yolaaaaaaa, Dasar iblis kibul !!!! Tunggu sampai urat sabar gue putus !!!