
""Hai Yol, Kita berjumpa lagi kan, bahkan dalam satu hari ini aku buktikan kepada mu kalau kita pasti akan berjumpa lagi."" Lirih Kemal, begitu dapat kesempatan melihat El beranjak ke loker mengambil handuk kecil, ia segera menggoda Yola yang menatap nya datar saat ini.
""Mau apa ke mari ? Jangan sampai saya laporin ke Bang El akan sabotase itu !"" Ancam Yola, pura pura tersenyum karena El saat ini melirik ke arah mereka.
""Laporin saja sayang, Semua nya bila perlu, kita buka bukaan rahasia."" Alis Kemal terjungkit satu menggoda Yola yang mingkem seketika. Kemal tahu.... Yola itu tidak berani membuka semua nya, sama saja makan racun bila mana buka bukaan depan El yang berujung El yang pasti akan paling bersalah di sini karena Yola melakukan semuanya demi nama El. Logika Kemal terarah kesana. dan Benar kan dugaannya. Kini Yola tidak mengusirnya lagi. dan malah berjalan ke arah El.
""Bang El, Ayo...Ajarin Yola bela diri lagi, Yola ingin berolahraga berat, sudah lama juga tidak melakukan nya."" Pintanya mengabaikan keberadaan Kemal, Anggap saja hantu tak kasat mata, iya kan ?
"" Maaf ya dek, Abang kagak bisa saat ini karena ada urusan penting di astronomix Club, Abang harus pergi.""
"" Bagaimana kalau sama saya latihannya, boleh kan Pak El ,berduel dengan adik anda, Saya Ingin merasakan pukulan wanita itu seperti apa ?"" Kemal menyela, Mulai modus modus busuk membawa kata latihan, Dengan begitu kan ia bisa berduaan dengan Yola.
Ok...Baik lah kalau itu mau pak herder. gue beli ! Batin Yola.
""Kalau saya terserah Yola saja, bagaimana dek, mau ?"" El mantap Yola yang menyeringai tipis.
""Mau dong Bang, Masa Yola nolak rejeki nomplok sih, di kasih nonjok dada liat Pak Kemal tuh pasti wow banget, Iya kan pak Kemal ?""
Tuk.
__ADS_1
""Jangan nakal, jaga sikap...Ya sudah kalau begitu, Abang pergi dulu, Pak Kemal titip adek saya jangan di ambil hati kalau ubur ubur nya lagi kumat."" El menjitak lembut kening Yola, Mengecup nya dan pergi setelah menepuk bahu Kemal. Cuma...ada rasa aneh saat melihat mata Kemal menatap adiknya. Namun ia tidak mau menerka sembrono awal dulu.
Kepergian El, Yola menuju loker, mengambil tali rambut dan mengikat rambut pirang nya asal asalan namun terkesan menarik di mata Kemal yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Yola.
""Bagaimana tamvaan, siap ?""
""Siap sih, cuma saya tidak mengijinkan kamu untuk berolahraga berat, Nanti calon anak kita melorot lagi." Sekonyong-konyong Kemal meraba perut rata Yola, Ngarep kecebong nya ada yang jadi di sana, masa tempur beberapa kali tidak ada yang jadi satu pun. payah nama nya itu sih. Harus ada Dedek di dalam ya, simsalabim push...abrakadabra....Jadi ! Jadi ! Jadi ! Mantra mujarab sudah Kemal sebutkan biar Dedek Yola mau tak mau harus mau menikah dengan nya.
Bugh...
Yola yang kaget memukul tangan Kemal yang masih di perut nya, menepisnya.
Kalau sudah cinta yang berbicara, lagi cemberut melotot ke arahnya pun di bilang tersenyum. Hadeeh, Kok ia tertiba konyol lebay seperti ini ya...Cinta Membuat nya aneh, sudah bangkotan tapi kelakuan ABG tujuh belasan.
Yola sampai menelan ocehannya akan ke Gendengan manusia sebiji di hadapannya.
""Entah ya, saya tidak tahu apa yang ada di otak gelap kamu itu tentang hamil, Tapi tolong Jangan berucap ngasal tentang hal intim begitu, Dan ah...Kata siapa saya mau berlatih jotos saya itu ingin berlatih memanah. kamu harus berdiri di sana dengan buah semangka di kepala, pegang lah benar dan jangan bergerak sedikit pun.""
Glek...Glek...Glek...
__ADS_1
Jakung Kemal naik turun menelan ludahnya susah payah, Bukan karena nafs* birah* melainkan takut, Yola ingin menjadi kan nya sebagai obyek latihan memanah nya. aduh Gusti... ia masih ingin hidup, Masih ingin celup ah uh ah mendesaaah bersama Yola, kalau Yola salah bidikan bukan mengenai buah semangka yang di pegang nya di atas kepala, bagaimana coba ? Pewaris nya kan belum jelas sudah tumbuh di rahim Yola atau belum ?
""Yol, Jangan dong, kalau kepala Mas yang terbidik bisa bahaya kan, Latihan yang lain aja ya ?"" Walau pun protes, tapi Kemal sudah berdiri tegak sedikit gemetaran di tempat yang di tentukan Yola yang berjarak delapan meter bertentangan posisi mereka.
""Pilih saja, latihan berat yang katanya kehamilan saya bisa melorot atau latihan ini, hmmm ?"" Yola balik menyerang Kemal dengan memakai kata kata Kemal sebelumnya. Ia tersenyum geli dalam hati, herder jantan ini rupanya takut terkena bidikan nya. ia sengaja mengerjai Kemal yang Ingin Membuat lutut itu bergetar hebat karena takut.
""Ok, Mas rela di jadikan obyek deh...Tapi jangan salah sasaran ya ? Mas masih ingin merasakan surga dunia bersama mu bukan surga akhirat apalagi neraka jahanam...Eeeh Kenapa bidikan nya jatuh ke adik Mas, Nanti kalau mati loyo bagaimana nasib mu dek Yola, nanti main ranjang nya sama siapa ?""
Kemal yang sudah berkeringat dingin karena takut bidikan anak panah Yola mengenai kepala nya, Kini bertambah gemetaran saja, si Yola malah beralih ke adik bawah perutnya di saat ia berucap surga dunia bersama mu, Naseeb mengejar cinta wanita liar begini amat ya ! Yang di kejar cintanya tidak ada manis manis nya dalam berperilaku, tapi pan ia sudah tahu betul karakter wanita incarannya ini, baik hati penuh kemisterusan yang entah ada apa di balik hidup liarnya itu. Yola itu rapuh...bukan lah wanita kuat atau liar jelek Kelakuan nya seperti penilaian orang orang di luaran sana, ia sudah mengetahui rahasia wild ini yang hanya bertopeng saja untuk menutupi hidup aslinya.
""Yol !"" Rengek Kemal agar Yola memindahkan bidikkannya ke arah buah besar di atas kepala nya saja.
""Diam lah, Tamvaan ! Bergerak sedikit taruhannya rudal balistik mu."" Shaaap...Yola tidak main main, melepas anak panahnya yang memang bukan membidik buah semangka yang di pegang Kemal di atas kepalanya, melainkan gym ball yang berada di samping kaki Kemal. membuat bola karet itu bocor seketika.
""Hah, Kok nggak sakit ? masih selamat kan adik Mas ?!"" Perlahan Kemal membuka matanya yang reflek tadi menutup mata saat Yola melepaskan tembakan nya. kakinya bergetar hebat dengan pandangan ke arah celana bagian tengahnya. Alhamdulillah, Burung nya masih dalam sangkar. Tapi kok crit crit.. ia kebelet pipis pemirsa...
""Yol, Toilet mana ?"" Pergerakan Kemal risih menahan air kotor yang ingin muncrat ulah Yola.
""Hahaha, Kebelet ya....!"" Telunjuk Yola menunjuk pintu di sudut ruangan, ia menahan tawanya melihat Kemal ngebirit ke arah telunjuknya. "" Maaaas... Jangan sampai berceceran ya, Hahaha !"" Yola sampai memegangi perutnya karena geli menertawai Kemal. Maaf Mas...Biar kapok mas nya dan tidak kerumah Yola lagi.
__ADS_1