Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 21


__ADS_3

Halo Neng, Neng Yola segera kesini ya, bujuk dan temenin bos kecil, Bos ke-kecil lagi... lagi dalam keadaan tidak baik baik saja Neng.


Tut....Tut...Tut..


Tanpa bertanya ada apa ? Yola segera mematikan handphone nya sepihak dan segera mungkin berlari ke jalanan raya dari kosannya saat ini untuk mencari taksi ojek atau apa pun yang bisa di buat berkendara, padahal ia baru saja balik ngebabu di apartemen Tian hari senin ini, tubuhnya dalam remek sakit semua.


Hampir dua bulan ini ia memang tidak pernah bertemu dengan Abang nya dan ia memang sengaja tidak pernah mampir ke Rumahnya maupun ke Kantor El walau hanya sekedar bertanya apa kabar Abang-Adek lewat telepon tidak pernah juga.


Namun apa ini ? Setelah hampir dua bulan keluar dari rumah, ia di kabarin Mamang Asep nya yang terdengar cemas, Pasti ada masalah genting yang terjadi, atau Abang nya di serang musuh dari almarhum Keluarga nya ? dan....dan...dan.. Tidak mungkin bang El nya terluka, Abang nya itu kuat seperti baja, 15:1 pun ia kuat menghadapi musuh seorang diri dengan tangan kosong sekali pun.


Yola takut, sedih, dan menyesal jadi satu.... Menyesal karena ia cuek ke Abang nya selama ia di lempar tinggal di rumah kosan yang sialannya tiap malam di bayan bayangin mimpi buruk.


Turun dari ojek, Kaki Yola seketika bergetar hebat seraya berjalan cepat masuk ke pelataran rumah besar nya.


"" Mang Sep, Bang El...Bang El kenapa Mang ? Di mana dia ?"" Yola langsung mencerca tanya Mamang nya padahal jarak mereka masih jauh jauhan.


"" Di dapur Neng, Bicara baik baik ya Neng, Mamang takut atuh si Bos kecil stres gara gara semua proyek deadline nya hampir kena pinalti besar besaran."" Jelas Mang Asep sudah berhadap hadapan dengan Yola.

__ADS_1


Yola menyerinyit aneh."" Proyek ? Pinalti ?"" Gumamnya, Ada rasa legah sedikit dari hatinya karena fisik Abang nya dalam keadaan baik, Tapi Yola yakin...Abang nya lebih baik sakit fisik dari pada terkena serangan mental dalam pekerjaan nya yang berakhir akan merumahkan semua karyawan nya yang Auto berdampak bagi keluarga mereka, Walaupun Abangnya terlihat sadis dan kejam, hati El itu seperti kapas... Putih tapi rentan kotor berbahaya bila di usik. Yola tahu semua sifat Abang tersayangnya.


Tapi ini aneh....Baru kali ini Yola dengar Abang nya kalah dalam pekerjaan yang biasa nya Abang nya selalu goals apik memuaskan klien nya dalam kesempurnaan hasil kontraktor plus design design Abang nya yang terkenal akan ke apikan nya pun.


Kaki Yola berhenti di tengah tengah sekatan dapur yang di matanya sekarang ini suasana lagi gelap di dapur tersebut, Ia menyalakan lampu... manik amber nya langsung bersibobrok dengan manik Amber El pun yang menatapnya tajam siap mengomeli pengganggu namun mulut itu pun seketika tertutup setelah sadar bahwa Yola lah yang menggangu semedi kehancurannya tepat esok hari mendatang.


El kembali ke aktivitas nya tanpa satu kata pun. Aktivitas El di mata Yola sekarang ini sedang berjibaku dengan asap asap tembakau menyeruak dalam ruangan dapur, Entah dari jam berapa Abangnya bersemedi di atas kursi table dapur yang kini asbak itu sudah di penuhi puntung nya.


Yola mendekat duduk di samping El, dengan sayang tanpa ada satu kata juga dari bibir merahnya ia memeluk El dari samping. Biar kan ia menenang kan El dengan posisi hangat seperti ini, tidak semua rasa menenangkan itu dari untaian kata-kata, Bagi Yola... Pelukan hangat akan pengertian satu sama lain juga adalah ketenangan bahkan satu pelukan hangat dari yang tersayang itu melebihi untaian kata kata penenang.


walau pun tersenyum mencandai nya, Tapi dari getaran suara El sekarang ini dalam titik rendah. Saudara baik tanpa bertanya Abang lagi terluka ya... pasti sudah tahu duluan bila si saudara dalam tidak baik baik saja. Cuma di sini, Yola bingung nya akan duduk permasalahan utama nya.... kenapa bisa seperti ini, dan proyek untuk klien siapa yang terancam melemparkan pinalti kerugian yang katanya besar besaran terhadap perusahaan keluarganya.


"" Bila Bang El masih anggap Yola saudara, maka berbagilah... Iblis ini pun bisa jadi orang demi saudaranya."" Yola Tersenyum teduh untuk memberi ketenangan ke El.


""Abang kalah dek, Abang terancam bangkrut untuk membayar pinalti sekaligus enam proyek di beberapa tempat, yang satu proyek pinaltinya sampai milyaran bahkan trilliunan."" Jelas El gusar.


El tidak tega akan semua karyawan nya yang sudah mengabdi lama kepadanya tetiba di rumah kan. Bagaimana nasib mereka ? El tergugu dalam diam nya, Seorang Aditama Perkasa kalah dalam berbisnis bahkan akan terancam gulung tikar dan itu saja belum cukup untuk membayar pinalti ke KA Group raksasa yang terkenal tidak bisa menerima toleransi barang waktu sedikit pun, bila gagal ya gagal saja... itulah bisnis, mati atau mematikan lawan, Dan itu lah prinsip KA Group yang di dengar oleh El selama ini dalam kabar burung sesama pebisnis. ah.... seharusnya ia tidak tergiur akan tawaran Kemal.

__ADS_1


"" Kok bisa Bang dan kepada siapa Abang harus membayar pinalti itu ?"" Lembut Yola menggenggam tangan El. baru kali ini ia seserius begini, dalam bertutur pun tidak ada kesomplakan nya yang biasa nya di gunakan untuk mencair kan suasana tak enak seperti ini.


""Karena cuaca buruk, hujan memperlambat kinerja proyek kami, dan itu kebodohan Abang yang sudah tahu lagi musim hujan tapi dengan rakus menyetujui perjanjian kontrak bersama KA Group yang hanya dua bulan saja waktu itu.""


Manusia herder lagi....Sumpah serapah Zoo Yola lontarkan ke nama Kemal, Sejak kemunculan herder itu hidup nya seperti sedikit rumit. rasanya Yola ingin memotong, mencincang, dan memasukkan daging kemal ke koper lalu membuang nya ke tengah laut biar di makan hiu tuh si herder.


Yola tidak tega melihat Abang nya dalam kerapuhan dalam diam begitu, ia bisa apa coba untuk membantu Abang nya ? ia nya tidak punya uang banyak, pan uang banyak itu punya El, itu pun sudah di bekuin semua nya kartu kartu platinum nya oleh El dari sebelum ia di depak untuk menjadi orang katanya.


Mungkin gue harus berbicara empat mata bersama Her--- Kemal Kemal itu. Harap nya di beri waktu untuk El melanjutkan proyeknya, lagian seperti nya ada keganjilan di sini, Tapi apa itu, Yola gelap tak mengerti !


Drtrr... Drrrt...


Ibu Panti ? Saolaah...ada apa lagi ini, kok jantung Yola berdenyut denyut khawatir ya ? Si ibu panti bila nelpon malam malam itu pasti ada sesuatu yang penting, sangat penting malah. Tapi Yola yakin...ibu panti nelpon tidak untuk masalah dapur, Karena baru kemarin ia mentransfer sembilan puluh persen semua gaji nya ke ibu...Bayang kan saja, 10% : 90%.


"' Halo ibu Nur....Apaaa ? iya...besok Yola mampir ya Bu, Bilangin ke adik adik untuk tenang !""


Masalah bertambah lagi.... Yola membuat air muka nya santai saja di depan mata Abang nya... padahal sebenarnya ia ingin mencat mencat seraya menggaruk garuk tembok saat ini setelah mendengar kabar kalau tempat tinggal panti tersebut mau di gusur.

__ADS_1


__ADS_2