Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 236


__ADS_3

Chiiit...


Mobil five kembar berhenti. Vay turun lebih awal, menatap plang bertuliskan Club Muay Thai, di depan sana sudah ada Petir dan Guruh berikut adik-adik nya masing-masing.


Alis itu berkerut, Ia tidak suka bau bau latihan bela diri, tapi kenapa si kembar mengajak nya ke Club ? Bukan nya, doi doi ini mau mengajaknya ke tempat projects ?


" Neng Bule !" Sapa Petir jenaka dengan alis itu di naik turun kan. Vay hanya membalas nya dengan kedipan bahu.


" Aku tidak suka latihan bela diri lho, mau pulang ajalah !"


" Ehhhh..." Cegah mereka kompak. Ama paling kejam, rambut kuncir kuda Vay di tarik nya hingga rasa kulit kepala Vay terangkat.


" Ama !" Cibik Vay. Ama tercengir dengan jari ia angkat V.


" Sini, Kak Pe betul kan kunciran nya." Perhatian, anak manis Biru membetulkan ikat rambut Vay yang di berantakin Ama. Vay menurut seraya mendengarkan Lautan menjelaskan kalau club di dalam sana punya rahasia spektakuler .


Bahkan Gema-orang tua Guruh-Ama yang notabene nya pemilik Club saja tidak mengetahui di balik gudang sana ada ruangan mewah, Wajar...Gema hanya membeli tempat ini bukan membangun sendiri.


Dulu.... Hanya Gudang berdebu biasa, Tapi Topan tidak sengaja menemukan ruangan rahasia tersebut, dan di tangan mereka di sulap menjadikan ala ala lab nasional di bawah sulapan Topan dan Guruh yang memimpin. Topan yang paling banyak bekerja tentang interior Lab, Anak sulung Biru itu telah banyak belajar perlab-an dari Vero-Opa Dibi secara diam-diam.


Topan bercita cita tinggi, ingin membuat diri nya hebat seperti nama nya Topan.


"Oke, Aku mau lihat !" Vay antusias, berjalan duluan. Para kurcil lainnya saling pandang dengan mata geli nya. Kompak memberi kode untuk menjahili Vay. Petir yang sudah berjanji tidak mau menjahili Neng Bule, melupakan !


" hihihi, Apa dia tahu tempat nya ?" Petir terkikik pelan, Vay belum sadar kalau di antara mereka belum ada yang beranjak mengikuti.


" Sebelah___Kalian !" Tersadar dengan kekonyolan nya yang di kerjain para sahabatnya, Vay berkacak pinggang, galak ! Mereka semua terkikik geli menertawakan nya kecuali Topan yang berdiri datar dengan decak dada nya. Kepala Topan juga menggeleng misterius.


" Kak Topan, jangan harap aku mau menterjemahkan kode rumit itu ya !" Ancam Vay mencibik.


Sejurus Topan menatap wajah wajah Kurcil yang masih tertawa geli yang sengaja menggoda Vay.


Bungkam ! Tanpa bersuara pun, Topan berhasil membuat mereka menghentikan tawanya.


" Jangan bercanda Pe ! Kamu kunci nya bersama Vay di sini. Dan kamu Badai, Kamu sudah membawa Zat kimia itu dari lab Opa Vero kan ?"


Badai memberi jempol nya, tanda beres. Badai mencuri beberapa zat kimia langkah dari kakek kak Dibi nya, Tapi sedikit kok, cuma mengambil perbotol nya masing masing lima pipet ukur. Tapi sepuluh botol kaca khusus botol lab. Lima di kali sepuluh botol. Banyak atau sedikit ?


Mereka memang licik licik pelit, Ingin membuat projects tapi modal tarik sana tarik sini Ok.


Tapi tenang.....Badai bukan nyolong sepenuhnya, ada yang ijin terang terangan dengan berbohong buat praktek sekolah. Ada pula yang ijin dalam batinnya... Opa Vero, Badai minta zat nya ya ? Silahkan Nak, bebas kok ! Begitulah cara ijin konyol Badai, Minta secara membatin, di sahutin oleh batin nya pun.

__ADS_1


Para Kurcil pun masuk ke area club, lewat samping agar para Nak Muay yang latihan tidak melihat kedatangn mereka.


Vay paling belakang di langkah itu, ikut berhenti di saat Topan memencet satu tombol yang yang menyatu di salah satu lukisan yang berjejer tiga di hadapannya.


Dari mata naked, Gudang ini memang sangat kumuh berdebu nan sempit, tidak ada yang menarik. Tapi... Setelah Topan berhasil membuka pintu rahasia, ada anak tangga menuju ke bawah tanah. Vay sampai speechless, bibirnya tidak bisa mengatup saat menelusuri anak tangga, banyak lukisan lukisan menarik di tiap dinding tangga sisi kiri kanan dengan tertulis di sana nama Pelangi.


" Ini lukisan kak Pe ?"


" Eum ? Bagus nggak ?" Pelangi ingin mendengar pujian dari Vay, Hoby nya dari dulu memang ingin menjadi pelukis hebat, dari kecil di saat Mentari-Bundanya koma, Pelangi sudah bersahabat dengan benda yang bernama Kuas dan Warna warna seperti namanya, Pelangi.


" Sangat bagus !"


" Biasa aja !"


Pelangi yang tadinya melambung tinggi di puji Vay, tetiba memanyunkan bibirnya akan ledekan Lautan.


" Coba hina sekali lagi, Utan ?" Pe membuat gaya seakan-akan ingin berkelahi dengan sisi baju di lengan itu di silak naik, padahal baju Pe tidaklah berlengan panjang.


" Lukisan nya jelek." Hahahaha, Lautan langsung berlari mendahului Topan yang paling di depan di turunan anak tangga itu. ia takut di jewer kuping nya atau di tarik bibir nya oleh Pelangi.


" Barang barang ada yang tersenggol dan jatuh, Awas saja kamu, Utan !" Topan memberi peringatan keras nya.


Hahahaha, Kicep si Utan.


Sampai di anak tangga paling bawah. Mereka berhenti kompak, Menunggu Lampu di nyalakan oleh Bhumi.


Dan terpangpang jelas lah lab kimia di hadapan mata Vay saat lampu sudah menderang, ruangan tidak terlalu besar tapi sangat nyaman nan bersih di pandang.


Beaker Glass, pipet macam macam jenis dan peralatan lab lainnya pun tersusun rapi di table panjang yang terbuat dari kaca itu.


Vay yang baru pertama masuk, melongo takjub, para sahabatnya bukan teman biasa, mereka otak nya tidak bisa di remeh kan sesuai kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Vay baru menyadari dan diam diam mengangumi mereka, wajah pada polos layak nya anak biasa padahal otak nya ber-IQ tinggi.


Tapi tetap....Vay memberi unggul jempol nya ke Ama, si Endut teman nya ini yang paling mengecoh.... Chubby Chubby manja lucu tapi jiwa asli nya, sangar sangar mengerikan , Suka nya bermain alat peledak. Lihatlah di rak kaca sana....Ada atribut Ama yang isinya Bill Of Material. Vay mengetahui itu milik Ama karena di kaca sana ada tulisan nya. Coklat milik Ama. Tulisan nya memang coklat, tapi isinya peledak hasil rangkai tangan Ama, tentu saja itu masih ilegal, Bikin nya aja non ijin dari hukum.


" Jangan melongo saja, kita tidak punya banyak waktu, ayo mulai !" Topan menjentikkan tangan nya ke depan mata Vay, Anak Nata itu terkesiap, cepat cepat menelan ludah nya yang mau mengejes.


" Nyebelin !" Dengus Vay. Sejurus mereka di tempat tugas masing-masing, Vay siap dengan laptop kesayangan nya untuk menjelaskan nya ke Topan dan Guruh arti dari kode Zat zat yang harus di baca nya.


Pelangi pun berperan penting di sini, Tangan lihai nya yang telah bertugas mencampur kan Zat demi zat yang di titah kan Guntur sesuai takaran nya.


" Sebentar." Titah Topan, Tangan nya memasang hardisk di laptop Vay untuk copy nya nanti, ia tidak mau mengambil resiko bila mana nanti ada apa apa yang mengakibatkan ada masalah tak terduga.

__ADS_1


Di rumah Nata...Biru dan Gema serta Langit berkunjung, Nata tidak bisa di hubungi lewat handphone. Terpaksa....Mereka bertiga menghampiri Nata. Ketiganya di buat curiga oleh kepergian anak anak yang kata nya ada tugas sekolah. Biru sudah menghubungi pihak guru, dan ternyata nihil. Anak anak mereka berbohong. Tapi ketiga papa macho ini tidak ada yang berniat memberi tahukan ke para istri nya. riweh nanti nya !


" Eh, Kalian ?" Yola yang menyambut ke-tiga sahabat anak nya yang sudah duduk di ruang tamu.


" Nata mana, Tante ?" Tanya Biru.


" Lagi di kamar !"


" Sakit ? kok jam segini di kamar, kami tadi ke kantor nya tapi kata asisten nya, Nata sudah tiga hari tidak ngantor ?" Langit yang bersuara.


" Nggak, dan jangan banyak tanya kenapa ? intinya.. Sahabat kalian itu lagi karantina." Yola malas mau menjawab.


" Karantina ? Sakit virus dong ?" Gema pun penasaran. Bulu kuduk nya jadi merinding, Nata terkena virus yang lagi viral. Batin Gema tidak mau dekat dekat.


" Jangan ngada ngada, Karantina Nata ini berbeda, itu lho... Bulan madu ! Paham kan ? atau mau di jelasin sampai detail !"


Phfufufh... Ketiga Pria ini kompak menahan tawa nya. Jelas Nata balas dendam, Puasa tujuh tahun lebih lamanya. Ketiga nya paham betul karantina Nata. Ternyata itu.


" Bagus kalau kalian sudah paham, jadi jangan di ganggu !" Tandas Yola lagi.


" Tapi Tante, Ini tentang anak anak, Vay juga !"


Biru pun menjelaskan semuanya, Membuat Yola berjalan cepat ke arah kamar Nata. Sabodo peringatan tiga meter berjarak, Cucu nya cuma satu satunya, Yola tidak mau Vay di incar klan atau apapun namanya kalau projects mereka di ketahui satuan khusus.


" NATA !" Panggil Yola menggebu.


Di dalam sana, Nata yang ingin sampai di atas tubuh Ibell, jadi di buat nanggung. Ibell dan Nata saling lirik, sejurus...Nata kembali bergoyang..


" Abaikan !" Bisik Nata berat di telinga Ibell.


" Tapi__"


Ibell langsung di bungkam bibir yang ingin protes. Suami mesumnya tidak ada capek capek nya, Istirahat setengah jam, di gempur dua jam baru sesi ronde terjeda lagi.


Encok pinggang Ibell.


" Nata, Ibell ! Vay pergi dari rumah ! Mereka__ah, Para kurcil katanya lagi pergi bersama, mereka lagi berbuat aneh aneh." Gelegar Yola dengan tangan itu mengetuk pintu.


Lantas, Permainan keringat itu berhenti. Nata langsung di buat gaje. Ingin Keluar kamar dengan Beno masih polos.


" ABANG !" Ibell di buat menggeleng dengan tangan itu menunjuk ke arah soulmate Eni.

__ADS_1


Nata tidak jadi ke arah pintu, melainkan ke arah kamar mandi, Goyangan terakhir telah gagal keluar cairan itu.


__ADS_2