
Kemal susah memejamkan mata nya untuk istrihat, bagaimana bisa...di sebelah peraduannya ada makhluk cantik yang sudah terpejam damai yang bernafas teratur menerpa wajah nya karena ia sengaja mengikis jarak di wajah cantik itu.
percuma mandi air dingin, ujung ujungnya menggembul lagi, Sial... tubuhnya jadi candu bagi ku.
Tangan itu menghela anak rambut pirang Yola yang menutupi separuh wajah nya. menempelkan bibirnya sehingga tidak ada jarak lagi.
Uh... Yola melenguh setengah sadar, Membuat jalan mudah untuk Kemal mengabsen rongga mulut yang selalu manis untuk nya.
Terganggu, Yola membuka matanya terkejut dalam aksi Kemal melahap bibir kenyalnya, ia tidak membalas, melainkan mendorong pelan dada Kemal agar melepaskan nya.
"Mas menginginkan kamu, Maaf mengganggu mu, tapi Mas tidak kuat !" Suara Kemal sudah berat menelisik telinga Yola, membuat aliran aneh di benak Yola, Hormon kewanitaan nya seketika menguasai nya sebelum mengeluarkan penolakannya, Tubuh dan pikirannya perperang.. Tentu saja pikiran jernih nya kala di saat setan sudah ada di antara mereka, Si herder memang patut di acungi jempol sebagai pemain handal yang tidak bisa di tolak nya sekarang. Dari awal ia sudah memilih pria yang salah untuk di goda nya, ia terperangkap sendiri.
Yola terbuai dengan permainan Kemal yang sekarang bermain di kedua tempat terlarang nya. ia memejamkan matanya pasrah dan Jujur, ia menikmati sentuhan itu yang entah sampai kapan akan seperti ini dalam hidupnya.
Merasa Yola tidak mengeluarkan suara boleh nya, Kemal menarik tubuhnya untuk mengambil jarak, ia ingin menggoda Yola yang sebenarnya juga sudah horn* akan Kelakuan tangan dan bibir nya.
""Kenapa, tidak jadi ?""
""Karena kamu tidak menjawab ku, boleh atau tidak ?""
Oh, Dia mau menggoda ku rupanya, Baik lah... Memang nya gue kagak bisa nahan apa ?
""Ya sudah kalau tidak jadi, Yola mau mandi saja !"" Yola bangkit dari kasur, namun orang yang di sampingnya sigap menariknya dan seketika terduduk di atas pangkuan Kemal.
""Kenapa harus mandi untuk menurunkan hasrat tubuh mu, bila ada aku di sini.""
Bibir itu langsung mencari titik sensitif agar Yola merespon nya, Mengecup bahkan menggigit mesra daun telinga Yola membuat seketika suara Ah dari bibir Yola. ia tersenyum dalam hati, menatap wajah sayu Yola yang sudah menginginkan lebih.
__ADS_1
""Lanjut ?"" Goda Kemal Tersenyum nakal. Yola hanya diam pasrah, menatap dalam mata Kemal. Pikirannya gelap saat ini di kala tangan Kemal kembali nakal dengan menelusup masuk ke baju bagian punggung nya, melepas kaitan kaca matanya dan meraba punggungnya sesekali Yola merasakan tangan Kemal sedang mengukir lembut di sana dengan satu jari Membuat nya geli.
" Fine, Mas yang menang."" Yola agresif, melahap bibir Kemal dan tangan itu pun sudah mengalung mesra di leher Kemal agar tidak terjatuh di pangkuan.
Kemal yang merasa menang Tersenyum evil dalam hati nya, ia akan membuat tubuh nya menjadi candu Yola, seperti dirinya yang sudah mencandu akan tubuh seksi Yola yang nikmat punya. Sama sama enak kan bila mana di dalam cumbu ini tidak ada yang terpaksa. Pikirnya.
Nafas mereka tersengal sengal, mencuri oksigen sesaat dan kembali membelit satu Sama lain dalam pangkuan.
Ahh... Suara desa*an kepedasan Yola terdengar di Kala Kemal bermain di ujung gundukan kembarnya. Ia di buat gilaa akan benak aneh yang ingin menginginkan lebih.
"" Sebentar !""
Kemal menurunkan Yola dari pangkuannya, menghela pakai nya sampai tak tersisa, begitu pun Yola yang sudah di bikin Naked oleh Kemal sejak pemanasan global tadi.
Tok Tok Tok
Baru juga mau menyatu suara ketokan pintu membuyarkan segalanya, Yola tersadar dari kegilaan ini.
Yola gelagapan, mendorong dada Kemal untuk turun dari tubuh nya. Seperti nya ia akan terciduk oleh orang orang yang ada di rumah Kemal.
""Bagaimana ini Mas ? itu ibu mas yang manggil ya ?"" Yola bangkit, Menarik bed cover dan membalut kan di tubuhnya asal asalan. Ia baru sadar, Kalau lagi dalam keadaan tidak horn* perabot laki laki itu mengerikan untuk di lihat, ia malu...coeg. Wajah nya berubah ubah antara malu memerah dan antara pucat akan terciduk.
Sementara Kemal yang melihat kegelisahan Yola menjadi geli ingin menjahili, yang tak mau melihat ke arah nya, bola mata cantik itu malah sibuk kesana kemari yang penting tidak tertuju ke arahnya, Kemal justru sengaja berpose gila untuk menonjolkan kemaskulinannya di mata Yola.
"Mas ! itunya di tutup dulu dong, malu ih !"" Bukan hanya wajah yang memerah, bahkan ia merasa asap sudah keluar dari kupingnya.
"" Malu sama siapa ? Di sini kan tidak ada orang."" Kemal semakin geli melihat Yola menjadi serba salah.
__ADS_1
""Saya nggak di anggap orang rupanya." Yola menyahut kesal.
""Ngapain kamu harus malu, kan kamu sudah pernah melihatnya, merasakan berkali kali juga kan pernah, tadi saja hampir merasakan lagi."" Jahil Kemal menjungkitkan satu alisnya.
" Ya..Tap--?""
""Kemal, kamu belum bangun ya nak ?""
""Di jawab atuh Mas, nanti kalau si ibu masuk bisa berabe melihat keadaan kita seperti ini, bagaimana coba ?."" Yola mondar mandir cepat kesana kemari di kamar luas itu masih mencekram bed cover agar tak lepas dari dadanya. ia kebingungan sendiri.
Sementara Kemal hanya Santai dan malah tertawa cengengesan melihat Yola mirip seperti pitik ayam sedang mencari induknya.
"" Iya Ma, Kemal Uda bangun, ada apa Ma ? Mama mau masuk ?"" Kemal semakin kian menakuti Yola, Benar dugaannya...Yola tetiba naik ke peraduan dan menindihi nya seraya memukul mukul dada nya secara barbar.
""Adududuhhhh...Kamu itu tidak ada hujan tidak ada angin main pukul tetiba."" Kemal menangkap dengan mudahnya tangan Yola dan mengusap usapkan ke bulu dadanya.
""Mas itu bagaimana sih, masa si ibu malah di suruh masuk, Kalau kita terciduk bagaimana coba, Yola malu !"" Yola dengan gugup berusaha menarik tangannya dari cekraman nakal Kemal yang masih mengusapkannya di dada berbulu itu. Si herder ini tidak ada takut takutnya dengan orang tuanya, rupanya. dengan situasi di bilang genting masih bisa bisanya berbuat mesummm.
""Mal, Ada apa sih ribut ribut di dalam ?"" Mama Kemal Seperti nya mulai curiga di saat mendengar suara suara tertahan di dalam sana.
""Tidak apa-apa Ma, Nanti Kemal keluar setelah mandi !""
Dan nafas Yola sudah mulai legah di saat telinga nya samar samar mendengar suara langkah menjauh dari pintu kamar.
""Hu ! Akhirnya !"" Gumamnya.
""Akhirnya Kenapa flawless, Eum ? Ayo kita mandi bersama biar hemat waktu, setelah makan siang kita langsung meluncur ke kantor pusat Mas.""
__ADS_1
""Ta---Tapi--!""
""Mas tidak mau mendengar penolakan !"" Dan Kemal dengan santai pun menggendong Yola di pundaknya seperti sekarung beras.