
"Selamat ! Kamu dapat tas branded limited edition dari traktiran orang yang ikut challenge ini."
Jum menyeringai jumawa, Hoki kan diri nya.
Apa ? Senja garuk tengkuk, senjata makan tuan. Batinnya. Harusnya itu adalah bagian nya tapi dengan bodoh, Langit mengganti nya, Huu..Si Mendung-suaminya ini seharusnya di buang saja tuh kertas saat mengganti pita nya, ini sih rugi coeg.
Orang curang kena imbasnya, Menular pula ke sekeliling nya. Jum yang kegirangan, menarik topi Dirgan yang selalu bertengger miring kebelakang, Buat wadah duit, niat nya.
" Ah, nggak sopan amat sih, topi gue mau buat apa eum ?" Protes Dirgan seraya membetulkan rambut nya yang sedikit berantakan.
" Tenang aja Kak Dir, Nanti gue pajak topi nya seratus ribu, tapi sini masukin dulu uang Kakak."
Dirgan malas malasan membuka dompetnya, menarik uang dua lembar merah dari sana.
" Ini dari gue dan Bintang." Sumbang nya hanya segitu, Jum menolak...
"Mana ada tas branded harga dua ratus ribu di kali sembilan orang, cukup buat minyak goreng doang itu mah, satu orang sepuluh juta !!! Kalau mau protes, protes ke daeng Senja noh yang buat challenge ini. "
Eh, Buset..Apa kata isteri somplak nya, Sembilan orang katanya ? berarti ia juga masuk hitungan. Dasar istri matre. Dumel Gema dalam hati. Pan uang pribadinya di bawah kekuasaan istri nya.
" Iya iya, Bawel. Hidup Lo bagus benar ya, main malak saja dapat sepuluh juta per orang." Mata kucing Bintang melirik sinis Senja yang cemberut. " Ini, tidak ada uang tunai, Nanti di balikin lagi."
Topi Jum berisi satu kartu platinum milik Bintang. Jum tersenyum lebar, selebar lapangan.
Kaki itu pun sekarang berdiri di antara Ibell dan Nata yang diam wae tak menganggap nya ada.
" Kakak Ibell yang anggun mempesona, Sepuluh juta." Manis Jum, malak.
" Hehehe, Aku nggak ada uang segitu." Sahut Ibell jujur.
" Oh, tak ada uang kes kartu Gold atau platinum pun jadi."
" Itu juga nggak ada." Ibell tersenyum malu, Ia tidak membawa dompet.
" Astaga, Kak Nata pelit amat ke istri, uang nggak di kasih, percuma jadi pewaris kerajaan bisnis KA Group kalau medit di junjung tinggi. " Jum menyenggol lengan Nata yang lagi minum.
Uhuk !
Tawa terdengar tertahan di mana Nata terbatuk batuk karena keselek.
" Shiit, Jum ! Wah__"
" Buru, di larang ngoceh, uang dua puluh juta siniin."
" Noh, Tiga puluh juta ambil Sono, tapi tarik kata kata pelit ke istri, itu salah besar. iya kan Ibell, Abang nggak pelit kan ?" Nata Menaruh kesal kartu platinum nya ke topi itu.
" Iya Abang !"
__ADS_1
Jum yang menjawab ala ala meniru suara Ibell, cepat cepat beranjak di tengah tengah Biru dan Mentari, yang penting ATM sudah di dalam topi. kesel kesel Sono.
" Tari dan kak Biru yang baik hati, tunai atau kartu ?"
" Nyicil boleh." Canda Biru, tangan nya sudah menaruh kartu nya di topi Dirgan yang di pinjam Jum tanpa protes apa pun. Biru itu lagi berbunga bunga, Bayangan tadi di saat Mentari bernyanyi mesra membuat nya terpesona ke istri sendiri.
" Kau terbaik, Bos !" Puji Jum, Beranjak ke sisi Langit Senja.
" Inilah dia si pembuat challenge hoki buat gue, ayo daeng, keluarkan kekayaan mu." Jum tersenyum geli melihat Senja monyong terus.
" Kasih Mendung." Titah nya kesal ke Langit, lagian bikin kesal aja, Harus nya itu hoki nya. gara gara Langit sih ! Dumel nya membatin.
"Hehehe, Dompet aku di kamar." Langit tercengir bodoh, dompet ada kok, Tapi ia sengaja mengerjai Senja, suruh siapa curang, eh...niat hoki karena curang malah zonk.
" Ck, Diskon lima puluh persen, pajak kertas dan pulpen, kan daeng mu ini yang membuat mu hoki." Tawar Senja, kartu platinum nya sudah berpindah ke Jum.
Jum yang semberinga tak memperdulikan itu, Tidak ada diskon khusus.
" Apa Abang juga harus ngasih, eum ?" Gema langsung bersuara saat topi berisi empat kartu di condong kan kepada nya. Istri durhaka ya...!
" Elah Bang__"
" Uang pribadi kamu yang pegang, Lupa ?" Sambung Gema datar.
" Hehehe." Jum cengengesan bodoh seraya mengamankan kartu platinum yang isi nya pasti wow.
Mata jengah dari semua orang di hadapan Jum, memutar malas kepada nya, Bodoh amat...Yang penting malam ini ia mengantongi uang sejumlah sembilan puluh juta, khusus dari Nata tiga puluh juta. Rejeki anak mu pak Rahmat !
Setelah notif M-banking masuk ke rekening nya dari kerabat yang di tahan kartu ATM para sekalian, Jum pun mengembalikan kartu itu masing masing ke pemilik nya, Padahal sedari tadi ia bisa saja minta di transfer tanpa capek capek memutar malak kartu kerabat nya. Jum sengaja kok, ia pan somplak ingin menggoda, khusus untuk Senja lebih tepatnya yang masih kagak ikhlas tuh wajah, wah...roman roman Langit akan kekurangan jatah kasur malam Ini.
dan ah... wanita harus punya sisi matre tapi sedikit aja ya... Nanti kalau over, tidak baik juga. Itu nasehat Jum ke kalian para reader agar hidup seimbang, heheheh pisss.
" Gombal lah siapa pun orang itu kecuali jangan ke pasangan atau pun jangan ke sesama jenis !"
Apa apa ini, Nja ? Gema protes keras seraya melirik Jum. Marah nggak ya women nya kalau ia menggoda rayu wanita lain ? Batin Gema kicep, jangan sampai tidur kedinginan gara gara Challenge konyol ini.
Lain hal nya Senja.... kenapa terbaik, harus nya Mentari lah yang mendapat kan itu, Secara Biru pasti akan mencak mencak melihat istri nya merayu pria lain...Pan Biru cinta mati ke adik nya.
" Silahkan, Istri mu ini mengijinkan kok." Jum tersenyum manis, tanda tak keberatan, ia yakin...Gema itu kaku kayak kanebo kering, mana bisa merayu bin ngegombal wanita lain, istimewa di hadapan nya banyak orang, tidak akan bisa ! Yakin Jum. Pan Gema bukan lah laki laki manis di kata melainkan lebih banyak bertindak dari pada main kata.
Baiklah...di ijin kan ini kan ! Dengan itu Gema melirik ke sana kemari, menargetkan siapa kira kira yang akan menjadi bahan gombalan nya.
Aha.. dengan siapapun kecuali sesama jenis atau pun ke pasangan sendiri kan, mau ngegombal Ibell ataupun istri teman lainnya, kagak mungkin juga ...Ada para singa nya di sisi masing masing. Dengan itu, Gema mendapati anak kecil kira kira seumuran Purnama yang di gendong ibu nya, baru masuk ke resto kapal pesiar ini.
" Halo anak manis ?"
Jum berikut gerombolan nya ngakak tertahan melihat target Gema adalah anak kecil. Apa apaan itu ? padahal banyak wanita lain di resto itu.
__ADS_1
Huawaaa...
Hayoloh... Anak kecil itu seram melihat Gema, jadi nangis kejer.
" Anda membuat anak saya takut !"
" Maaf, Maaf kan saya Bu, saya hanya menyapa saja....Ingat anak soalnya di rumah."
Gema kabur ! anggap lah ia Cemen bin gagal, bodo amat dah di olok olok para orang nyebelin ini yang lagi pada terbahak bahak.
" Hahahaha, Astaga Gema ! Speechless gue !" Biru terbahak bahak sakit perut, begitu pun yang lainnya, Jum malah paling kenceng.
" Diam nggak Jum, Atau besok besok kamu tidak bisa berjalan karena__"
Jum langsung mingkem, mendapat ancaman yang tak lain ranjang. Gema pan liar di kamar. Walaupun tawa nya masih ingin keluar, ingin kentut karena nahan tawa, tapi di tahan nya...kasihan kepada orang-orang yang lagi makan.
Lanjut Challenge terakhir....Senja getar getir sendiri, sudah tidak ada harapan....yang ada kekonyolan doang isi nya...Batin Senja karena hoki nya sudah di menang kan oleh Jum.
" Kemesraan salah satu nya saling suap suapan dengan pasangan, Namun... Bukan makanan, Saling suaplah anda ke pasangan dengan cemilan Cabe rawit merah."
Senja meringis seraya membaca tulisan tangan nya sendiri...
":Astaga !" Langit mengusap wajahnya kasar, Belum apa apa cabe pedas sudah terasa saja.. padahal ini belum di suapin Senja. begitu pun sebaliknya.
Maid... Ibell meminta cabe merah setan sepuluh biji, lima untuk Senja dan sisa nya untuk Langit.
Bukan kepedasan dari cabe yang gue harap kan, tapi pedas bibir Senja yang gue mau ! Langit menggurutu dalam hati, Ibell tadi sudah mengambil pita tandaannya.
" Huha...Pedas !" Senja dan Langit yang baru saling suap dua buah cabe setan sudah nyerah...Air minum jadi sasaran nya.
Hahahaha... Ibell dan Nata sampai beranjak pergi saking tidak tahan menahan tawa nya,
Senjata makan tuan ! Itulah Senja.
______
Note ; Kemarin ada yang bertanya kisah Jum di judul novel apa ?
Jawaban nya: ada di Novel ke-tiga ku yang berjudul " RANTAU ( Gadis desa masuk kota )
Mentari-Biru, Langit-Senja serta Jum-Gema ada di Novel tersebut, satu judul macam macam kisah di dalam nya...
Bintang-Dirgan...Kisah nya " Bintang (journey of love)"
Kenapa ? mereka pada ikut nimbrung ke kisah Ibell dan Nata. ?
Jawaban nya.... Karena Nata juga berkeliaran di kisah mereka.π Satu sama !π
__ADS_1
Yups ah...Cus ke Novel berjudul RANTAU ( Gadis desa masuk kota) bagi yang belum pernah mampir...Love You Allπππ