
Bugh.
El menghempaskan tubuh Fifi ke atas ranjang yang meracau lirih di telinganya dengan menyebut nya Eh, Bang Gondrong tampan.
Entah cekokan apa yang di berikan orang itu ke Fifi sehingga membuat nya seperti orang mabuk tapi aneh El tidak sama sekali mencium aroma alkohol di inci tubuh Fifi.
""Penasaran gue, Kok ngeracau linglung begini, Apa hidung gue yang mampet.""
Karena penasaran, dan mungkin gegara hidung nya yang mampet pilek sehingga tak bisa mencium aroma aneh di tubuh Fifi, Eldath pun memajukan wajahnya lebih dekat di bibir Fifi yang terpejam ayam. Mencoba mencari aroma alkohol itu. Namun.....
Oh my No...Mata El membola bulat-bulat dapat serangan bibir dari perempuan menyebalkan ini. Ciuman nya di rengut ganas, dengan leher tengkuk nya di kalungin oleh kedua jenjang tangan Fifi.
Shiiiitt, ia kok langsung On, Sebagai laki laki normal di suguhi beginian pasti naluri laki laki nya bangun tersetrum heboh sendiri. Apa lagi tangan Fifi sudah liar meraba punggungnya sesekali di belakang sana dan bermain-main geli di bulu kuduk nya di tengkuk nya. Laki laki normal mana yang bisa mengelak kalau sudah di serang. Tapi dengan menguat kan diri, Nafs* nya mati matian ia tahan agar tak merusak anak gadis orang, menolak dengan cara melepaskan pangutan bibir Fifi dengan sedikit kasar mendorong Fifi di kasur itu.
"" Hahaha, Payah !"" Fifi meracau meledek, kembali bangkit dan menarik cepat dasi Eldath, auto wajah Eldath kembali mendekat. Sangat dekat, Sampai wajah Eldath panas terterpa oleh nafas berat dari Fifi yang sudah muram termakan nafs*.
Shiiit, Apa Fifi di cekokin obat pembangkit gairah ? Dalam hati El meringis yang sekarang Fifi kembali memancing kelakian nya. Urusannya panjang kalau begini. Pusing Eldath yang harus bisa menenangkan Fifi tanpa merusak anak gadis orang.
"" Fifi, lepas !"" Cegah El ke wajah Fifi yang ingin mengendus leher nya.
"" Kenapa ? Apa aku tidak menarik ?"" Rajuknya cemberut, dan kembali nakal mengedus leher Eldath.
__ADS_1
""Bukan begitu, Tapi kamu nanti akan menyesal, Perempuan !"" Eldath Ingin menoyor jidat Fifi yang agresif, Namun tangannya itu di tangkap oleh Fifi.
Shiiit, El mengumpat dalam hati karena tangan nya di taruh paksa oleh wanita yang tidak sadar ini untuk menyentuh si buah bukit dada, Eldath Gugup sekaligus menahan hasrat nya kuat sampai jakung nya pun naik turun menelan nafsunya sendiri.
""Gede kan ?"" Fifi tersenyum nakal. Tubuhnya merasakan panas nafs* butuh pelepasan tanpa sadar akan berujung apa nasib nya nanti.
Pyufffh.... El terhanyut kalah dengan hasratnya, Menarik tengkuk Fifi untuk melahap dalam dalam bibir kurang ajar Fifi yang tadinya menyerang bibir nya. tanpa sadar sudah mengikuti naluri laki nya yang menginginkan lebih. Tubuh dan otak nya tidak sinkron lagi, seraya saling membelit satu sama lain, Tangan Eldath pun sudah nakal meremas balon ku ada dua milik Fifi yang sangat pasrah dan justru malah menantang nya.
Permainan membelit lidah dan tangan nakal semakin menjalar panas. Hasrat Eldath sudah mengubun tinggi, Namun terbesit di otaknya nasib Yola yang hamil dan hancur duluan, Membuat nya tersadar dari kesenangan sesaat tapi kehancuran seorang wanita yang menanti esok harinya, El tidak mau itu... prinsipnya selalu teguh untuk tidak merusak anak orang baik itu pelacu* sekaligus, cukup adik nya saja yang rusak, Tidak untuk Fifi...Kerena kalau ia melanjutkan permainan ini, hidup nya akan seketika berubah di esok harinya. Bigg No No.
"" Hah, Maaf ! ini demi kebaikan mu, dan kebaikan kita bersama.""
Fifi terhempas kasar terlentang di atas kasur ulah Eldath yang tetiba menghentikan pemanasan global nya. Bukan hanya itu, Eldath juga mengikat tangan Fifi dengan dasi yang baru saja di tarik nya di leher. Kaki Fifi ia ikat menggunakan sarung bantal yang ia lepas dari bantal.
Biarkan Fifi sesuka hati meledek kelakian nya yang di sebut payah terus. Eldath tak mau pusing. Dari pada ribet setelah nya, lebih baik begini bin di ikat agar wanita yang lagi tak sadar agresif , tidak bisa berkutik. Bukan hanya itu saja yang El akan perbuat biar Fifi terlelap nyenyak. ia masih ada rencana supaya mulut liar unfaeda Fifi terbungkam tenang sampai efek obat sialan itu habis.
""Rick, Tolong belikan satu suntikan dan obat tidur penenang ampuh yang aman di tubuh. Saya tunggu secepat nya."" Eldath berbicara di layar telpon nya, singkat. Setelah nya masuk ke dalam kamar mandi, Meninggal kan dan tidak menghiraukan racauan kasar Fifi. ia butuh pelepasan ulah pancingan Fifi.
...*****...
Di pagi hari, Kemal yang akan bekerja karena ada pertemuan penting di kantor pengacara milik Meca, mau tak mau harus pergi meninggalkan Yola, Tadinya. Tapi ia tidak mau juga meninggalkan Yola seorang diri. Ah... mungkin mengajak nya lebih baik. Niatnya yang sekarang ini berada di meja makan sedang sarapan bersama.
__ADS_1
"" Yol, kamu ikut mas ya...Kerja sebentar, Lanjut ke dokter kandungan, Terus jalan jalan. Mau ?"" Kemal bertanya bertutur lembut.
"" Seriusan ? Woekeeeeh, Yola mau ! Lagian Yola sudah sumpek di rumah yang jarang kemana mana lagi semenjak hamil. Kita jalan jalan ke mana ?""
Kemal melongo tak percaya, Yola seperti anak kecil antusias nya hanya mendengar jalan jalan, Sumpah... Membaca suasana orang hamil itu tidak bisa di tebak nya yang tadinya Yola badmood seraya mengaduk aduk sarapan nya saja tak niat di makan, ngomong pun ala kadarnya, eh... giliran di ajak keluar,jadi berbinar bahagia... tapi ia senang Yola mau ikut seharian bersama nya.
"" Kemana ?"" Yola bertanya lagi.
""Terserah kamu saja, Sayang !!! Masuk ke hati Mas juga tak masalah."" Gombal Kemal dengan kedipan mata genitnya. Yola hanya memutar matanya, Malas.
...*****...
Mobil Kemal pun sudah terparkir di pelataran parkiran kantor Meca, ia kesini untuk mengurus surat surat penting yang harus di bimbing resmi oleh hukum, dengan itu adik nya sendiri lah yang di mintai bantuan.
"" Mas ke ruang meeting, Meca sudah ada di sana, Kamu tunggu Mas di dalam ruangan Meca saja ya, Mas cuma sebentar kok, Ok ?!"" Kemal menunjuk pintu coklat satu meter dari tempat mereka berdiri.
Yola mengangguk, paham. Tak banyak bicara, sejurus beranjak ke ruangan Meca. Hebat juga si Meca ! Puji nya akan keindahan interior kantor Meca, menikmati. Kalau lorong nya saja bagus, Apa kabar dengan ruangan kerja pribadi pengacara master adik iparnya.
Adik ipar ? Yola menggeleng geli sendiri tak sadar mengakui Meca adalah adik iparnya, itu tandanya ia menerima Kemal sebagai suaminya, Tidak...di ralatnya kembali ucapannya.
Ceklek...
__ADS_1
Yolanda ?
Narendra Ahmad ?