
Kemal dan Yola tersenyum bahagia di hari ini....
Hari di mana telah berlangsung acara resepsi pernikahan mereka !... Mereka ? Tentu saja mereka itu ada pasangan Eldath dan Fifi, juga. Mereka menggabungkan resepsi mereka dan lihat lah...Tamu sekarang membeludak di ballroom hotel besar ini.
" Kamu senang sayang ?" Ucap Kemal menatap mesra Yola yang tak henti hentinya tersenyum.
" Sangat !" Yola speechless, semua kata katanya hilang saking terharunya...Mas suami nya mewujudkan impian nya. Impian yang pernah bercerita ingin mengadakan resepsi pernikahan dengan tema alam hijau seperti taman bunga yang asri. Walaupun bukan tempat nya outdoor karena di luar cuaca tak menentu, Tapi Kemal mewujudkan mimpi nya dengan cara membuat taman di dalam ruangan besar ini.
Bahkan Fifi sempat mendumel, kalau mereka seperti ada di hutan bunga kurang kumbang dan lebah nya saja yang akan mengambil madu si bunga.
Nanti ! Gue telpon tukang petani lebah agar membawa lebah lebah nya ke mari, supaya persis seperti hutan bunga. Begitulah dumelan Fifi yang kadang kala bersin karena terlalu banyak aroma bunga yang berbeda beda keluar masuk ke inderanya.
" Terima kasih untuk semuanya." Bukan hal itu saja, Kini Yola pun mendapatkan perhatian orang tua Kemal yang sekarang menerima nya dengan welcome sebagai menantu nya yang sempat mereka tidak memberi restu, Tapi dengan kejutan. Ke-dua orang tua suaminya ikut serta memeriahkan resepsi.
" Jantung ku pun akan ku berikan kalau kamu memintanya, sayang." Gombal Kemal mengedipkan matanya. Mereka mengobrol berbisik bisik seraya menerima tamu yang naik ke pelaminan memberikan selamat. Banyak kalangan atas yang hadir karena suami nya cukup terkenal di bidang perbisnisan.
"Masa ? Coba sini, berikan ke Yola." Yola tersenyum miring, coba... bisakah Mas suami nya memberi jantung nya katanya yang cuma satu di dalam tubuhnya itu. Mampus Lo, lagian sok gombalin Yola. Batinnya.
" Jangan kan jantung, Buahnya pun Mas berikan." Kemal beranjak ke sisi panggung pelaminan. Mengambil Jantung pisang dan satu buah pisang di pohon nya langsung yang memang sengaja di adakan ada pohon itu yang entah fungsi nya buat apa, Yola kagak ngerti adat istiadat suaminya.
" Ini jantung nya, anggap saja jantung Mas. pan jantung mas cuma satu kan ya ? Itu buat kehidupan Mas, Kehidupan Mas kan hanya di peruntukkan khusus selalu menjaga dan membahagiakan mu, sayang ." Manis Kemal menjelaskan gombalan nya.
Deg.. Jantung Yola berdetak baper dapat gombalan manis. " Kalau buah pisang nya mas, buat apa di serahkan ke Yola ?" Yola memamerkan satu buah pisang kecil tapi siap di makan, Mateng.
" Oh, ini ! ini anggap saja Adek mas yang tiap malam kamu main kan." Mesum Kemal ingin menggoda kemesuman istirnya.
" Hahahaha." Yola tidak kuat untuk tidak tertawa, padahal sekarang ia lagi bersalaman oleh salah satu tamu, Tamu suaminya ini sampai kaget dan buru buru turun, biarkan tamu itu menganggap nya gila. " Mas, Adik mas bentuk nya kecil amat. Tidak sesuai kenyataan yang ada di balik celana mas." Hahaha.. " Ini sih sekali lahap, habis sudah ! Kalau nyari perumpamaan itu yang pas dong mas, Seperti balok panjang gitu." Hahahaha..Yola terus tertawa kecil, geli dengan buah pisang yang di samakan adik Kemal.
Kemal yang tadinya niat menggoda, jadi malu sendiri, adik nya di katawain Yola habis habisan.
"Wah Wah Wah...Yang punya hari istimewa terlihat bahagia... Selamat bro, Selamat menjadi budak cinta."
Kemal langsung menyambut uluran tangan Radja dan Chris yang baru datang.
__ADS_1
"Thanks, kalian sudah datang, Tapi ngomong ngomong, Kalian cuma berdua ?"
Chirs mengangguk. " Bawa pasangan ribet, iya nggak Dja ?"
"Yoi.." Sahut Radja yang sekarang beranjak menatap Yola, ia ingin menggoda pengantin nya Kemal. " Flawless Yola, di antara banyak jenis bunga di sini...ratu nya tetap kamu, Wild flower." Gombal nya di hadapan Kemal dengan tangan terulur meminta Yola meraih nya. Yola pun menurut dengan senyum mengembang, Radja yang sengaja ingin menggoda Kemal berpura pura ingin mencium punggung tangan Yola.
Plak...
" Apa Lo, Pakai mau cium cium segala...sana sana turun, Di belakang ngantri dan Kalian sedari tadi di tunggu oleh Eldath noh." Bohong Kemal beralasan. Radja tertawa kecil sudah membuat Kemal cemburu.
" Chris, Yol...Kalian mau tahu nggak, Kemal pernah berucap seperti ini ke Gue, katanya begini... Sampai kapan pun gue nggak bakalan pernah berhubungan pakai hati dengan perempuan mana pun, celup satu kali... cukup sudah." Ledek Radja meniru gaya ucapan Kemal. Kemal pura pura tidak mendengar nya.
" Tapi di lihat lihat, bucin parah ya bro." Timbal Chris pun meledek.
" Bukan hanya Mas Kemal kok yang Bucin, Yola juga sama, seimbang kan...biar rumah tangga kami hot terus. Iya nggak Mas suami ?" Yola membela Kemal. Dan lihatlah, Mas suami nya seketika Tersenyum jumawa ke Chris dan Radja.
" iya deh... Percaya ! Kalau gitu, kita ke pasangan Eldath dulu, Ok... Setelah acara selesai, jangan masuk kamar dulu ya...Lo punya utang ke kita Mal."
Yola menatap selidik Kemal yang mengangguk. " Utang apa Mas ?" Tanya nya saat kedua teman Kemal beranjak pergi.
" Oh gitu, main rahasia rahasian sekarang. Ok..Tak Masalah." Bibir itu pura pura cemberut.
" Yaak, jangan ngambek dong, ini cuma taruhan biasa kok, di antara kami siapa yang duluan mengadakan acara pernikahan mewah seperti ini maka dia lah yang kalah, Sebagai gantinya...Mas harus memberikan mereka keinginan nya, Gitu doang..sumpah kagak bohong." Kemal mencium gemas pipi Yola. Dan teriakan riuh dari tamu yang melihat itu bersuit suit menggoda, Kemal dan Yola yang menyadari itu jadi malu, Kemal menggaruk tengkuknya, dan Yola tercengir polos.
Di tempat Eldath dan Fifi, Pasangan berbahagia itu pun kebanyakan tersenyum manis. Di anak tangga kecil yang tertuju naik ke panggung, Ada pasangan suami-istri Meca dan Vero ingin memberi selamat ke Eldath dan Fifi.
" Hai pengantin, Kalian serasi deh... Selamat ya...doa terbaik untuk Kalian." Meca menjabat tangan Eldath. Fifi yang tahu perasaan Eldath ke Meca sedikit cemburu, apalagi suami nya ini sekarang tersenyum manis sekali ke Meca. ia sampai meleleh melihat senyuman Eldath yang paling manis menurut Fifi selama berada di dekat Eldath.
" Terima kasih, Meca..Vero. Kalian sudah hadir, semoga pernikahan ku, seperti pernikahan kalian yang hangat dan saling mencintai satu sama lain." Eldath sengaja menekan separuh kata kata nya untuk menyindir Fifi yang entah bagaimana sesungguhnya perasaan Fifi terhadapnya. Apakah sudah mencintai nya atau masih dalam tahap belajar seperti awal kesepakatan mereka.
" Tentu ! Kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakan dalam hubungan rumah tangga, Cinta dan kepercayaan satu sama lain adalah pondasi nya rumah tangga kita yang kokoh" Ucap Vero memberi definisi nya sendiri tentang kunci rumah tangga nya bersama Meca yang sekarang pun dalam mengandung buah hati pertama mereka.
Fifi dan Eldath sempat tertegun mendengar kata sederhana Vero tapi bermakna luar biasa dalam kehidupan baru mereka.
__ADS_1
" Kami kebawah dulu, sekali lagi selamat ya cantik." Ucap Meca pamit ke Fifi. Fifi hanya mengangguk.
Dan saat ini, Mereka dalam mata saling pandang dalam, mencoba ingin mengungkapkan isi hati mereka masing-masing.
Bang
Dek
Mereka kompak berucap. Sedetik tersenyum manis.
" Kamu tahu makna sederhana Vero barusan tidak ?" Tanya Eldath. Fifi mengangguk.
" Dia benar, Cinta dan kepercayaan satu sama lain ke pasangan itu sangat penting dalam rumah tangga. Bagaimana dengan pondasi kita, Bang ? Apakah ada pondasi itu ?" Fifi memancarkan mata sedihnya, walaupun Eldath memperlakukannya dengan baik, Tapi ia ingin tahu bagaimana perasaan suaminya sekarang ini terhadap nya, ia ingin mendengar langsung dari mulut Eldath.
" Eum, Awal nya kita membangun rumah tangga yang masih seumur jagung ini hanya dalam kesepakatan mendadak, Kita memang tidak mengawalinya dengan pondasi cinta, melainkan bersatu hanya karena sikap dewasa satu sama lain yang sama sama merasakan sepinya hidup, sama sama gagal dengan kata percintaan, Tapi kita lihat akhirnya saat ini... kita sudah sampai di sini, Dan jujur.. hati Abang sekarang ada nama mu di sana, Abang mencintai mu, Madelfie." Bisik Eldath di akhir pengakuan perasaannya.
Jantung Fifi berdetak tak karuan, ia bahagia mendengar pengakuan pertama Eldath tentang perasaan nya.
" Bang, Cara tuhan memang berbeda-beda untuk menyatukan jodoh nya, Seperti kita yang awalnya hanya pertolongan semata doang untuk Fifi hingga terjebak pernikahan mendadak, Benar kata Abang,kita lihat akhirnya saja...Dan sekarang akhirnya pun...Nama Danver di hati Fifi dari kemarin kemarin berubah huruf menjadi Eldathio. Seperti Abang yang dulu Meca sekarang di ganti huruf Fifi...Aku pun mencintai Abang." Balas ungkap Fifi.
Dengan hati yang berbunga-bunga, Eldath tak sungkan di hadapan orang banyak menarik Fifi masuk ke dalam dekapannya.
" Bantu Abang untuk tetap menjaga perasaan ini sampai maut memanggil. Beri tahu Abang kalau suatu saat Abang mengecewakan mu, Jangan pergi tapi sadarkan Abang akan kesalahan yang mungkin ada di hadapan sana...I Love you, Madelfie." Cium nya di kening Fifi yang saat ini Fifi sudah menangis terharu.
" Cieeee, Dunia hanya milik berdua ya Abang. Tamu dan lainnya serta Yola hanya pajangan saja." Yola dan Kemal datang, Para tamu yang melihat adegan mesra Fifi dan Eldath hanya tersenyum senyum bahagia, Mereka yang mengenal Perangai sangar Eldath tidak menyangka kalau Eldath bisa romantis juga kepada pasangan nya.
" Sini kalian, Beri selamat ke Abang." Welcome Eldath ke Yola dan Kemal. Mereka berpelukan hangat memberi ucapan selamat nya satu sama lain.
" adakah yang ingat pria tua ini ? Mamang nanti pasti akan kesepian deh." Mamang Asep yang baru sempat naik ke pelaminan, memamerkan wajah harunya. ia tidak menyangka bisa melihat kedua anak angkat nya menikah secara kompak seperti ini.
" Malam ini raja dari segala raja... adalah Mamang Asep ku." Yola mencium kedua pipi Mamang nya. Dan Eldath pun mendekat dengan memeluk dari belakang tubuh Yola yang saat ini sudah berada di tengah-tengah dekapan Eldath dan badan besar Mamang Asepnya.
" Adududuhhhh...Mas Suami, Tolong ! Yola terhimpit dua gorilla besar." Canda Yola yang menyadari kalau Mamang Asep nya sekarang ini sedang menangis diam.
__ADS_1
Hahahaha... Dan tawa dari mereka terdengar riuh menertawakan Yola yang tiba-tiba di gendong Mamang Asep nya seperti anak kecil. Mamang Asep tidak perduli dengan mata horor Kemal yang saat ini tidak senang istri nya di perlakukan khusus oleh nya.
Emang gue pikirin Lo mau melotot kek, Mau keluar tuh mata.. yang penting janji gue terpenuhi yang akan menggendong Neng kecil ku di saat hari bahagia nya.