
Mamang Asep berjalan ragu menuju Eldath berada dengan temuan di tangan , Tadi.... ia nyaris tak percaya dengan apa yang di dengar nya dalam pembicaraan Yola dan Kemal secara sangat samar mendengar kata hamil dari kejauhan lorong yang di saat Kemal menghadang Yola di ambang pintu
Entah siapa yang hamil ? ia belum yakin juga apakah nona muda nya itu yang hamil atau kuping tua nya yang salah dengar ? Bila memang Nona nya hamil, sama siapa ? Apakah Kemal Abraham, Pria yang baru di temui nona muda nya.
Dengan itu, Demi membunuh rasa penasaran akan pertanyaan pertanyaan nya sendiri, Mamang Asep menyelidiki kosan Yola diam diam tanpa gerakan tak terbaca dari satu orang pun, itu lah hebat nya mantan tangan kanan mafia kelas kakap di era nya, Walau pun sudah mantan, Tapi ilmu itu tidak pernah menjalin kata mantan. feeling nya pasti ada sesuatu di kamar petak itu.
Nyaris tak percaya lagi, Setelah mengotak atik isi kosan Yola yang tadinya tidak ada apa apa, Namun berujung menemukan sesuatu yang tak sengaja kaki nya menendang tong sampah kering yang seketika berantakan dan berakhir sebuah, Tidak ! Lima buah alat tes pack dengan hasil kelima nya positif semua terlihat di mata setengah paruh baya nya.
Jantung tua Mamang Asep hampir copot menemukan alat tersebut, walaupun bukan anak kandungnya, Tapi...sejak kematian orang tua Bos Bos muda nya, ia lah yang merawat kedua anak itu sampai besar membuat darah nya seakan-akan sudah menyatu ke El apa lagi ke Yola yang selalu manja kepadanya dari masih orok.
Tidak mungkin ! Tidak mungkin Neng Yola nya itu hamil, Secara dalam hati Yola sebenarnya ada benak ketakutan dalam berbuat intim karena masa lalu pahit nya. Mamang Asep tahu itu, Karena ia juga mengambil peran dalam ide membuang ingatan Yola kecil agar tumbuh menjadi periang dan tidak ketakutan lagi bertatap muka dengan orang, apa lagi orang yang berjenis Laki laki. Dan... Karena gara gara sugesti untuk Yola tidak takut laki laki, eh malah melenceng... Melenceng bukan takut lagi tapi mesu* gila nyamplak bila mana menemukan sosok maskulin sesuai kriteria nya si Neng.
Namun... walaupun Yola mesu* , Mamang Asep masih yakin kalau Nona nya itu masih tahu batasannya untuk tidak bergaul sek* bebas. fix....ini cuma keliru, atau fix... Neng Yola nya dalam ketidak berdayaan melakukan nya yang antara lain, Di perkosa dalam keadaan mabuk atau di jebak ? itulah inti pikiran tua Mamang Asep.
"" Melihat wajah tekuk Mamang, Sepertinya ada sesuatu ?""
Belum apa apa, Bos kecil nya sudah menebak saja, Baru juga masuk ruangan, sudah terbaca saja air mukanya oleh Eldath.
""Sesuai ! Ini ambil lah, Tapi.....Ingat Bos kecil, Biasanya apa yang kita lihat itu tidak lah sesuai fakta, Mang juga belum yakin itu milik si Neng atau bukan ?""
El masih melirik bungkusan kecil yang ada di meja, yang di berikan mang Asep, Tapi mencerna dari kata kata ambigu mamang nya, ini mah ada masalah.
__ADS_1
Praaang..
Tuh kan, Mang Asep sampai ngejimbul kaget dari duduknya, untung ia tidak punya penyakit serangan jantung, kalau iya... ia pasti sudah terkapar kejang kejang ulah El yang langsung meninju meja kaca sampai pecah dengan tenaga dalam kuatnya karena melihat benda positif tersebut.
"" Sabar atuh Bos Kecil, Mamang kan bilang kalau itu mungkin bukan punya Neng Yola. Siapa tahu punya temannya yang numpang buang sampah di kosan Yola."" Mamang Asep masih mengelus dada nya yang kaget.
""Anggap saja begitu kalau hanya mau menghibur diri sendiri mang, Tapi itu seperti nya tidak mungkin.""
Bahkan Mamang Asep mendengar gigi gigi El saling beradu karena menahan marah yang sekarang sedang mengoperasikan layar pipih nya untuk menelpon Yola yang tidak tersambung.
"" Shiit, Yola benar benar !"" Geram nya.
""Mamang berharap Kamu untuk menyelesaikan nya dengan kepala dingin El...Ingat ! Yola itu adik mu, bukan musuh !"" Warning mang Asep dengan mode sebagai orang tua angkatnya, berucap pun tidak memakai embel embel bos kecil melainkan El...
"" Tapi ingat ! Dalam kejadian pasti ada ceritanya, Pahami dulu ceritanya nanti yang akan di katakan adik mu, baru kamu bertindak. INGAT lagi ! Yola itu hanya punya kamu, tidak ada lagi sandaran nya kecuali kamu, Ingat !""
El terdiam mendengar pesan Ambigu Mamang Asep nya yang sekarang meningkalkan ruangan, orang tua angkatnya itu memang menyayangi adik nya yang sekarang bukan Yola dulu lagi.
Sementara di tempat lain, Yola terbangun kaget penuh keringat dingin di kamar salah satu milik panti. ia mimpi buruk lagi.. Sedikit demi sedikit, puzzle mimpi itu merangkai sebuah kenyataan... Sedikit lagi, sedikit lagi mimpi itu akan sambung tersambung dalam otak nya.
Daddy.....Daddy bahkan mau---Hiks...hiks.. me-me-lecehkan anak kecil ini sebagai Pembalasan kehancuran rumah tangganya, katanya ! dan katanya karena itu salah Yola yang tak tahu apa apa pun saat ini.
__ADS_1
"" Sudah sadar ?""
Yola segera memasang wajah jahil nya yang tadinya bermimik sedih setelah menyadari ada suara Kemal di panti, Ngapain orang itu di sini ? Batin Yola heran dan kenapa Kemal tahu tempat ini yang Fifi dan Cicil atau Kellye sebagai sahabat saja tak pernah ia beri tahukan alamat rumah ke-dua nya.
Di belakang Kemal, ada ibu panti pun dengan wajah lega nya.
"" Kamu kenapa ada di sini ? Apa kah di kepala Yola ada tower nya sampai rumah singgah ini pun kamu lihat dari kejauhan."" Yola menyilak selimut, ingin turun dari ranjang kecil milik panti. Kenapa pula lah ia bisa tiduran di mari, perasaan tadi ia ada di taman bermain dengan anak anak panti.
"" Jangan turun atuh Neng, Nak Kemal nya di sini karena Ibu yang nelpon atuh Neng, soalnya, ibu keder...Mau minta bantuan ke siapa, si Neng kan tadi pingsan di taman kecil depan. Kalau begitu Ibu tinggal dulu ke toko roti ya, lagi ada konsumen neng, itu bubur nya, makan ya Neng biar janin neng sehat.""
Uhuk uhuk uhuk...
Yola ampe terbatuk batuk ludah nya sendiri, si ibu panti tahu kalau ia lagi mblendung ? Aih Mak Jang, Si herder pun tahu dong, ah...sial benar sih ini kenyataan, jauh dekat dari keramaian, si herder selalu aja di mana mana, julukan nya memang pas.. Herder yang artinya anjin* pelacak number one...
Lihat lah, wajah nya sangat nyebelin untuk di terawang pakai senyum gaje lagi, walaupun tampan maskulin tapi ada rasa ingin menjitak Kepala si herder.
"" Kalau mau pukul Mas, Mas rela kok yang penting anak kita sehat sehat saja, Kata dokter yang mas bawa ke sini... Banyakin makanan yang sehat biar janin kita pun ikut tumbuh sehat di dalam sana.""
Etdaaaah, Kok tahu kalau aku berniat memukul sih, Apa herder ini paranormal yang bisa membaca batin seseorang. coba sekali lagi ah di tesnya... 'Anak kita ? Anak Yola seorang doang kaliii !''
"" Memang anak kita kan ? Karena kita yang membuat nya bersama sama, karena Mas lah yang pertama kali membuahinya dan mas Yakin itu adalah anak nya Mas walau pun Yola seksi ini mengelak nya seribu alasan pun. dan berhenti mengumpati Mas di dalam hati sana, Mas bukan paranormal yang bisa tahu batin orang, Mas hanya menebak nya karena air muka mu sekarang ini dalam senggol bacok sengit bisa terbaca seperti buku terbuka lebar lebar.""
__ADS_1
Kemal tersenyum geli akan bibir cemberut Yola saat ini, mata Amber itu pun melototi nya tajam, tak apa...Ia nya lagi senang luar biasa mengetahui ada benih nya di dalam sana. Sekarang saatnya bertanggung jawab atas Kelakuan nya, ia perlu mengakui dulu ke Eldath dengan cara laki tanpa ada satu yang di tutup tutupi lagi, Biarkan El mangamuk terlebih dahulu kepada nya, setelah nya kan pasti si El minta pertanggung jawabannya.
Lagi lagi Kemal memakai peribahasa lama ini lagi Berakit rakit ke hulu, bersenang senang kemudian. artinya bagi Kemal,. Berdarah darah dahulu di hajar El, bersenang senang kemudian bersama Yola.