
Bip Bip Bip...
Kemal yang sedang meeting dengan investor dari luar negeri, terganggu dengan Hp nya yang berkedip kedip tanpa suara di atas meja karena sengaja di silent.
Kedipan itu tanda red panic button bin tanda darurat, Segera ia membuka nya cepat dan menampilkan lokasi nomer Yola ?
Dengan sikap lancangnya, ia meninggal kan meeting raksasa itu dengan sedikit penjelasan, Namun mereka pada mengerti dengan berkata... pergilah pak, keluarga adalah segalanya.
Dengan tergopoh-gopoh berlari ke arah parkiran, Mobil pun meluncur gesit seraya mencoba menghubungi Eldath.
" Halo El, Segera meluncur ke lokasi yang udah gue share ke Lo."
"Tapi ada apa ? Tunggu dulu..ini kan di TPU Mommy Daddy g__"
" Yola dalam bahaya, dan posisinya ada di sana."
" Shiiit, Fifi juga bersama Yola, kita bertemu di sana !"
__ADS_1
Sambungan mati, Kemal mengemudi kan mobil nya bak kesetanan, jalanan aspal licin di guyur hujan deras tidak di hiraukan nya, otaknya penuh dengan keselamatan istrinya yang entah ada apa dengan istri Wild nya.
...****...
Kaki dan tangan Yola sudah terikat tak berdaya, seperti Fifi Namun Fifi mulut nya pun tak bisa berkutik karena masih di sumpal. Om nya serasa orang lain kali ini di mata Yola, Yola sedih ketimbang takut. Sedih ? Tangan lebar itu yang dulu pernah momong nya dari kecil tapi dengan tega menyakiti nya sekarang, Danver dan ia hampir sama umur nya, ia sudah menganggap Om nya adalah Daddy nya juga yang dulu sering sekali bahkan tiap hari selalu berkunjung ke rumah nya sebelum orang tua mereka meninggal. Bahkan Mommy dan Om Lexi nya itu sangat akrab.
" Kamu ingat dengan todongan ini Yolanda Aditama Perkasa ? Yap... Todongan pistol ini seperti waktu kamu masih kecil dulu, Adam-Daddy sialan kamu sendiri yang menodongkan senjata persis seperti ini yang ingin membunuh darah dagingnya sendiri." Lexi dengan senjata nya begitu dekat di dahi Yola. Bahkan di bawah hujan deras, Om nya seperti menghirup aroma tubuh nya. Damn..! umpat Yola yang risih, hirupan itu seperti mengandung hormon laki laki nafs*, Bukan hirupan sayang ke keponakan. ia Dejavu, Hari di mana kejadian sewaktu berumur sepuluh tahun, Seperti terulang kembali, Namun pelakunya berbeda.
" Daddy bukan Daddy kandung Yola, Om tahu itu ?" Yola masih berupaya lembut untuk tidak memancing emosi Om nya dan berakhir tertembak dan mati sia sia, ia masih berharap pertolongan datang tepat waktu, melihat keadaan Fifi juga sangat mengiris hati nya, gara gara diri nya, Fifi dalam masalah. Fifi saat ini masih saja menangis dalam ikatan dan sumpalan mulut itu.
"Hahahaha, Yola Yola. Kalian itu bodoh sekali. Kamu, Eldath, Daddy dan Mommy kamu sangat mudah di permainkan. Ok, sebelum kamu mati, Om ingin kamu dengar kenyataan sesungguhnya biar kamu tidak mati penasaran dan bisa bertemu haru di alam sana bersama Daddy Mommy kamu. Dengar Om baik baik...
Pengakuan besar Omnya, Bukan ! Orang jahat ini membuat Yola tertegun kosong, sedetik..ia menangis sedih, mata nya memancarkan kemerahan marah mengubun ke Orang di hadapannya ini.
" Dan ah satu lagi yang harus kamu dengar sayang sebelum bertemu Daddy mu, aku___"
" Kenapa Om lakukan ini ? Apa salah orang tua Yola ? Bukan kan kalian Keluarga ? Daddy sangat menyayangi mu seperti adik kandung sendiri, tapi kenapa Om begitu tega menghancurkan keluarga Yola ? dan Danver ? Apa kah dia tahu kejahatan Om atau malah dia membantu Om juga ?" Yola pasti sangat kecewa kalau pahlawan kecil nya pun ikut sebagai tersangka.
__ADS_1
"Danver ? Bahkan Om Sengaja mengirim dia keluar kota dengan embel-embel pekerjaan, anak Om itu tidak tahu apa apa, Dia real menyayangi mu seperti saudara pada umumnya."
Yola dan Fifi kompak bernapas lega sedikit, setidaknya buahnya tidak jatuh ke kaki indukan jahat ini.
Yola dan Fifi pun masih setia tenang menekan kepanikan nya yang senjata kini semakin dekat di kepala Yola.
" Alasannya ? Karena kamu ingin dengar sebelum peluru ini bersarang ke kepala kalian, maka dengar baik baik...Om itu sangat membenci Daddy kamu Yola... Sangat ! Kenapa ? Karena Adam sudah merebut Mommy mu dari Om, Om sangat mencintai Mommy mu sebelum Daddy mu merebut nya dari Om, Kami itu pacaran.. Tapi karena tahta, Keluarga menjodohkan mereka, sementara Om ? apa yang Om dapatkan, Kehancuran hati. Om yang hanya babu di hidup Daddy mu tidak bisa berbuat banyak untuk mempertahankan Mommy mu, Mommy mu pun pernah berjanji ke Om, kalau dia akan menjadi milik Om lagi di waktu tepat, tapi lambat laun dalam pernikahan mereka, Mommy mu malah jatuh cinta kepada suaminya itu, Om kecewa lagi...di khianati itu sakit Yola, Hati Om tidak bisa sembuh sampai saat ini, Walau pun Om sudah beristri dan mempunyai Danver, tapi di sudut hati Om, Om masih menginginkan Mommy mu ada di sisi Om sehingga Om nekat bermain taktik di belakang semua orang, Tapi Om salah kaprah... Daddy mu malah membunuh Mommy---kekasih hati Om, Dari pada Om ketahuan oleh ante ante Eldath, Om Kembali menipu kalian dengan memberi kan kambing hitam untuk di salah kan. Om sangat mencintai Mommy mu tapi karena Mommy sudah meninggal, Om malah berpindah hati ke kamu, wajah mu, mata amber mu, semuanya... Mommy mu ada di wajah cantik kamu itu, Om melihat Mommy kamu di dirimu Yolanda. Kalian bagaikan pinang di belah dua." Mata tua itu sedikit dikit redup kesedihan, sedikit dikit terpancar kemarahan.
" Om tidak mencintai Mommy, tapi itu hanya obsesi saja, Kalau Om mencintai Mommy, seharusnya Om membiarkan mereka bahagia, merelakan memang tidak mudah Om, Tapi menjadi budak kebencian justru tidak akan ada damai nya seumur hidup pun. Dan Yola..Yola tidak mungkin membalas perasaan Om, Om adalah orang tua bagi Yola, dan Yola juga adalah istri mas Kemal." Jelas Yola lembut, berharap Om nya bisa bertobat dan ingin menebus segala kesalahannya.
Pantas saja hati ku selalu risih di perlakukan lembut oleh Om sedari dulu, itu kelembutan sesama jenis, Bukan ke anak Ponakan nya. Sialan !!!
" Justru itu...Om tidak mau membiarkan kamu hidup, karena Om tidak mau ada yang memiliki mu, termasuk Kemal sialan itu yang sudah menipu mu duluan, dan ah... seharusnya dulu om menabrak mu di atas ojek saja sampai mati, bukan sebagai peringatan lagi biar om tidak sampai di sini. Dan saat tahu kamu tinggal di rumah Kemal satu pekan, Om juga tidak rela. Makanya Om langsung ingin membunuh mu, Tapi sekarang ini... Pasti Om akan berhasil, Om tidak rela kamu di miliki oleh orang lain...Siap siap lah sayang dengan letupan di kepala mu."
Fifi dan Yola bergetar hebat saat pelatuk mulai ingin di tarik, Mereka kompak memejamkan mata, Namun entah kenapa tubuh Yola dan Fifi saat ini terasa hangat padahal hujan sangat lah deras membawa tampias kedinginan. Bahu mereka seolah-olah ada yang merangkul nya penuh dengan kehangatan. Tapi di antara mereka tidak ada siapa siapa yang kompak saat ini menoleh ke pundak tengah tengah mereka.
Tenang sayang, ada mommy di sini...
__ADS_1
Daddy juga ada sayang...
Air mata Yola semakin deras terbawa air hujan, ia seperti mendengar suara Mommy juga Daddy nya. Apakah ia berhalusinasi gila lagi, apakah ia kembali tertekan batin ?