Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 90


__ADS_3

Ting...


" Yola "


" Abang ?"


Yola kaget, begitu lift terbuka di lantai satu, Tetiba ada Abang nya yang sedang menunggu lift untuk mengantarkan ke..?


Ke unit mas suami ? Mungkin ?


"" Bagus Abang bertemu kamu di sini, jadi Abang tidak perlu lagi repot-repot naik ke unit si Kemal kurang ajar itu, bisa bisanya membawa adek Abang dengan paksa."" Tuding El geram ke Kemal yang orang nya tak ada di depan mata.


Tuh kan benar, mau jemput gue... Mana Bang El terlihat kesal lagi.


"" Eh..eh..Bang, Yola mau beliin makanan dulu buat Mas suami, kasihan lagi sakit belum makan !"" Jelas Yola yang main di geret saja ke arah lobby, keluar.


Lantas El, berhenti... Sialan, Adek gue di jadiin babu di suruh suruh seperti babu saja buat beli makanan. dan apa ? Mas suami ? Cuih.


"" Kamu bukan babu nya dia, Seumur umur Abang yang mengurus mu dari kecil tak pernah menyuruh mu membelikan makanan, ayo pulang, Nanti Abang akan membuat perhitungan ke dia kapan kapan.""


El kembali menarik Yola untuk meninggalkan pelataran lobby.

__ADS_1


"" Bang, Bang El salah, Kemal baik kok ke Yola selama ini, ini aja pertama kali Yola membeli makanan untuk nya dengan inisiatif sendiri, kemarin kemarin Yola seperti ratu nya, Bang... Setidaknya kita naik aja dulu yuk, Nanti di bicarakan lagi."" Yola berupaya menahan El untuk tidak membawa nya pulang tanpa sepengetahuan Kemal, entah kenapa ada berat hati untuk meninggalkan orang yang katanya suami nya, satu pekan bersama Kemal membuat nya nyaman, semenjengkel kan sikap nyeleneh somplak nya, Kemal terlihat sabar menanggapi diri nya baik ketidak sengajaan diri nya berbuat somplak maupun di sengaja kan untuk mengetes kesabaran si Mas suami, Tapi tetap...dia sabar !


Damn it, Bahkan Yola kini terdengar berpihak ke Kemal. El semakin kesal. Tak memperdulikan keinginan adik nya, Eldath semakin cepat melangkah, bahkan tak menyadari kalau Yola seperti orang berlari mengikuti langkah geret cepat nya.


Hap...Saat pintu mobil terbuka untuk Yola ingin di masuk kan secara paksa oleh Eldath, Tangan lain Yola yang bebas dari pegangan Eldath, tertahan oleh tangan seseorang.


"' Kamu ingin membuat istri saya ke guguran dengan cara menggeret geret berlari seperti itu, El ?"" Tukas dingin Orang itu yang tak lain adalah Kemal, ia menarik Lembut tangan Yola untuk berdiri di sisinya. Wajah nya nampak marah, dari kejauhan tadi....ia melihat Yola di geret geret tanpa berpikir panjang kalau Yola yang di jagah nya dengan baik bak ratu, tetiba di perlakukan kasar yang kata nya Abang nya yang selalu menyayangi adiknya. ""Marah boleh, tapi jangan lupakan otak di rumah."" Sindir pedas Kemal.


El yang mendengar kepedesan Kemal semakin tersulut, apa lagi Yola kini di rebut oleh pria tukang celup ini yang katanya akan tobat ? Cuih !!!


Bagus orang ini ada di hadapannya, jadi tidak perlu menunggu lagi hari esok untuk memberi kan pelajaran keras.


Insting alarm merah Yola menyalah, sebentar lagi akan ada bau bau kekerasan kalau di biarkan, Lihat lah Abang nya saat ini sudah mengepal kan salah satu tangan nya, siap men-jab Mas suami, Sementara mas Suami kesal kesal santai, terlihat.


Yola geram mengancam, segera berdiri di tengah tengah gorila yang siap bertengkar seperti ingin memperebutkan betina saja. unek unek nya ke Eldath yang kadang mengatur dan memaksakan segala sesuatu hidup nya, keluar sudah yang terpendam begitu lamanya. Dari dulu ia selalu menurut manis keinginan El tanpa menolak brutal. Tapi kali ini mungkin saat nya ia mengeluarkan arah jalannya sendiri.


El diam mencerna, sejurus tatapan mata Elang nya yang siap menerkam mangsanya tertuju ke Kemal yang mengambil kesimpulan kalau adik nya sudah di sugesti agar memberontak terhadap nya. Hebat sekali si brengsek ini , dalam satu pekan sudah membuat adik nya membelot.


"" Jangan lihat dia dengan mata tajam,Bang. Bukan karena dia."" Yola seakan-akan tahu isi pikiran marah Abang nya.


"" Terus ? kenapa kamu berani memberontak hah ?"" El menahan emosi nya, agar ancaman adik nya yang juga keras kepala dalam hal menginginkan sesuatu tidak terlaksana, ia tidak mau Yola pun pergi meninggalkan nya seorang diri di dunia ini tanpa satu saudara pun.

__ADS_1


Kemal benar benar diam, tapi jujur...ia mati matian meredamkan emosi nya yang tersulut tadi melihat Yola di geret geret, orang waras tak selalu mengandalkan otot tapi harus otak juga, ia belajar teori ini dari sikap cerdas adiknya-Meca.


Percaya tidak percaya ia-nya sih mendengar pembelaan Yola terhadapnya dengan mentukas Eldath. Apa Yola sudah menerima nya ? itulah pertanyaan nya yang membutuhkan jawaban saat ini.


"" Maaf Bang El, bukan niat adek untuk membantah mu, bukan karena Kemal pun, tapi jujur...Yola sudah bosan hidup di atur atur arah jalan nya, ibarat kata, Bang El selalu menyuapi Yola dalam makan sesuatu seperti anak kecil yang berumur sepuluh tahun, Yola tahu bang El sangat menyayangi Yola dengan cara seperti itu, tapi apakah Bang El pernah bertanya ke Yola, dalam contoh Dek..hari ini kamu mau makan apa ? Dek, Kamu mau sekolah di mana ? Dek...Kamu suka A atau B ? Abang tidak pernah bertanya keinginan Yola dari dulu, selalu mengambil keputusan sendiri yang menurut Abang baik, tapi belum tentu baik untuk Yola , bahkan laga di ring mencari calon suami Yola pun, Abang tak bertanya kriteria Yola seperti apa ? Yola menolak keras selalu saja tak di respon keinginan Yola. Bang El memang menyayangi Yola dengan cara Abang sendiri, Yola mengerti akan hal itu, Tapi maaf...Yola sebenarnya tidak suka sifat paksaan Abang, Yola selama ini menurut ke Bang El karena menurut Yola, Bang El hanya satu satu nya orang yang menyayangi Yola, tapi--!""


Yola menghentikan ucapannya, ia telan kembali kata itu karena Ingin menjaga perasaan El yang mungkin saja tidak terima dengan pemikiran nya... Bahwa ada Kemal pun yang menyayangi diri nya dengan tulus saat ini, ia sudah menyadari dan yakin kan itu. Mas suami nya bersungguh sungguh, hati batu nya sudah meleleh akan sikap sabar dan manis tulus Kemal satu pekan ini dalam memperlakukan nya.


"" Tapi ?"" El masih menunggu. Kemal pun sama.


"" Tidak ! Cukup sampai di sini, Sebelum kekerasan atau cek-cok alot antara kalian berakhir, maka jangan ada yang menemui Yola atau mencari keberadaan Yola."" Mata Amber itu bersedih.


Mungkin cara ini yang menurut Yola tepat untuk membuat dua kepala pria yang sekarang mengisi hati nya dalam porsi berbeda, Akur.


Ke-dua nya mematung mencerna ucapan Yola. Tanpa sadar perlahan Yola beranjak dari mereka.


El terpaku karena merasa tertampar dengan pernyataan adik nya yang selama ini pura pura nyaman dengan sikap suka suka nya terhadap hidup Yola. Berarti Abang salah selama ini ? kamu ternyata tertekan Yola.


Sementara Kemal, terdiam berpikir keras ucapan apa yang Yola telan kembali.


"" YOLAAAAA, MENUNDUK CEPAT !!!."" Kemal tersadar Yola sudah beranjak kurang lebih dua meter dari tempatnya, tetiba terpekik hebat. Shiiit !!! Kemal menyadari ada sinar sniper merah di punggung Istri nya, Ternyata nyawa Istri nya sedang di incar orang. Sialan !!!

__ADS_1


DOR...


DOR...


__ADS_2