Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 190


__ADS_3

Vay, Abah dan Ambu terkagum kagum apa yang di lihat nya di depan mata, Yap... mereka telah sampai di pelataran rumah besar Abraham.


Rumah yang bernuansa klasik Eropa bertingkat dua di lengkapi taman luas di tumbuhi bunga bunga bermacam macam jenis sesuai ekosistemnya, Mampu menghipnotis Vay dan Abah-Ambu nya.


Ibell pun baru sampai bersama Nata dengan mobil lainnya. Nata memang sengaja menyupir sendiri demi bisa berduaan dengan Ibell, Tapi tak sesuai ekspektasi...di sepanjang perjalanan, Ibell hanya diam, lama lama tertidur pulas. Boro boro mau ngerayu mesra, hmm.. Ngobrol aja sekena nya di jawab oleh Ibell. Kudu di apain sih istrinya agar sikap dinginnya di buang jauh jauh.


" Abah-Ambu, ini rumah Ayah Vay kah ?" Tanya nya polos ceria, Yola dan Kemal yang berdiri di antara mereka, tersenyum senang melihat cucu nya terlihat bahagia melihat rumah megah yang nanti akan milik Vay seutuhnya saat dewasa nanti.


" Jangan tanya kami atuh Neng, Abah aja bengong, ini rumah atau istana ?!" Abah menjawab tanpa menatap Vay, Mata tua itu hanya setia menatap rumah di hadapannya dengan mata kagum. sementara Ambu terlihat menelan ludahnya sendiri, itu rumah asli kah ? Mana tau cuma lukisan 3D raksasa semata.


" Ayo masuk ! Sekarang ini rumah Vay dan Abah-Ambu juga, kita akan tinggal bersama di sini !" Yola melangkah duluan, di susul Kemal yang menuntun Vay, Abah-Ambu tentu saja bergandengan dengan ekspresi kocak mereka, takut nyasar, takut takut di dalam sana ada labirin.


" Abah, sendal nya kok tidak di copot sih, sayang atuh keramik nya, nanti kotor." Bisik Ambu.


" Jangan katro ah, Ambu. Nak Yola serta Suaminya juga tidak di lepas, ikutin aja."


Ambu yang ingin melepaskan sendal nya, di urungkan. Tapi se...Ambu sejenak berhenti. Membuat Abah pun berhenti spontan.


" Kenapa lagi Ambu ?"


" Tunggu Bah, Takut ada ta* ayam yang nemplok di balik sandal."


Oh iya ya !


Abah meniru kelakuan istri nya yakni memeriksa kedua sendal nya di depan Pintu utama, takut takut apa yang di takut kan Ambu nyata adanya, Pan sayang tuh granit mahalnya. nanti bau ee.


" Aman, Buh."


" Ambu juga aman, bersih sih sih." Balas Ambu jenaka dengan ke-dua jempol di udara kan.


Sementara Ibell, Wanita yang berhijab ini masih berdiri di sisi mobil dengan mata terus menatap rumah Nata yang pernah di tempati nya pun.

__ADS_1


" Kenapa hanya diam saja, Apa butuh di gendong, eum ?"


Nata yang melihat Ibell tampak ragu, jadi menggoda, alis itu naik turun di hadapan Ibell yang menawarkan jasa suka rela nya.


" Nanti ! Kalau kaki Ibell tidak berfungsi dengan baik, baru deh di gendong." Sahut Ibell malas, Rupanya, Kupingnya harus bebal untuk mendengar rayuan gombal Nata mulai hari ini.


Nata menyeringai evil di belakang Ibell yang mulai melangkah. Huu.. Terus saja berketus ria, Kamu pikir aku akan nyerah, Tidak akan ! Gumam nya setia mengekor langkah Ibell seperti peliharaan yang membuntuti tuan nya.


Aku kembali lagi ke rumah ini, Tujuh tahun lebih, masih saja nampak sama. Batin Ibell, Langkahnya tetiba berhenti dan Bugh... Nata yang tidak tahu ada rem mendadak dari kaki Ibell, menabrak punggung istri nya hingga Ibell terhuyung ke depan, Namun Alhamdulillah tidak sampai terjengkang karena tangan kekar langsung menariknya cepat seperti angin saja pergerakan itu.


" Ini tandanya kamu butuh di gendong, kaki mu lagi minta di manja."


" Eh__ Bang, Turunin__"


Nata tidak perduli dengan hardikan itu, bukan nya takut, ia malah gemas akan Ibell yang terus saja mendumel dan meronta kecil dari gendongan nya.


" Diam lah, atau Abang jatuh kan sekalian, kan tadi kamu bilang seperti ini, Nanti ! Kalau kaki Ibell tidak berfungsi dengan baik baru di gendo__. " Mulut Nata dapat cubitan kesal dari Ibell yang meniru gaya nya berbicara tepat di pekarangan tadi. Ibell malu coeg akan ulah Nata, Lihat lah...Vay dan semua penghuni rumah termasuk Bi Tina memperhatikan nya dengan mata tak berkedip semua.


Ibell ingin turun tapi Nata seperti nya tidak ada niatan, mau apa sih nih laki ?


"Bunda tidak kenapa napa, Sayang. Kaki nya minta di manjah saja, Ya sudah, Ayah mau taruh Bunda di kamar agar beristirahat, Vay di sini saja atau lihat kamar Vay sama Oma, Abah-Ambu...Ini adalah rumah kalian, jangan sungkan."


Abah-Ambu mengangguk dengan senyum nya, mimpi apa sih semalam, kok tetiba jadi orang gedongan ?


Nata pun berlalu santai, Ia tak sabaran ingin berduaan dengan Ibell di kamar seperti dulu lagi.


Awas kamu, Bang !


Sampai di kamar !


" Turunin sekarang atau Ibell marah !"

__ADS_1


Nata benar benar tak ada niatan untuk menurunkan Ibell.


" Dari kemarin kan kamu sudah marah marah, Lupa, eum ?!" Sahut Nata kalem. tapi menyebalkan bagi Ibell.


Tujuh tahun, kamar ini dingin, seketika berwarna karena kehadiran mu kembali, Ibell.


Fine.. Tidak mau di turunkan, tak masalah, Ibell jabanin.


" Ok, jangan di turunkan sampai dua jam lamanya, berdiri tegak tanpa mengeluh capek, berat apa lagi. Kalau oleng, Ibell akan marah dua kali lipat, sampai lebaran kutu pun Ibell akan bungkam mulut, Ogah bersuara ke Bang Nata."


Alamak... Niat menggoda tapi di kerjain balik oleh istri pintar nya. Tapi eits, Demi keharmonisan kembali terjalin. Nata akan menerima tantangan istri nya. Mana tau bersusah-susah terlebih dahulu, Bersenang senang kemudian untuk Beno.


" Kita buat perjanjian, Challenge itu tidak menarik lho tanpa adanya gift."


" Aaarg, ish !" Ibell reflek mengalungkan tangannya di leher Nata yang sengaja bergerak seolah-olah Ingin menjatuhkan nya.


Nata tertawa kecil, pukulan Ibell di dadanya di anggap nya belaian, lebay memang...tapi ini lah cinta, ibarat kata...Di sarkasme pun terdengar pujian sayang.


" Oke, Katakan gift nya, apa ?"


" Nanti lah, setelah Challenge nya selesai, kamu boleh berpasal seenaknya bila tenaga Abang tidak kuat selama dua jam, begitu pun sebaliknya, Deal or no deal, Babe ? " Nata berambigu dengan seringai misterius nya, Istimewa saat ini Ibell tidak meronta lagi dalam gendongan nya, malah keenakan kayak nya.


" Deal, siapa takut, Ibell yakin, Abang akan oleng, siap siap kena pasal dari Ibell. Di mulai dari sekarang."


Ibell berucap yakin, Suaminya yang sok kuat ini akan terbebani bobot tubuh nya yang semampai tapi berisi ideal, Ibell juga sengaja memberatkan beban nya sendiri.


Tahu ada Challenge begini, Ibell ngalungin barbel lima kilo.


" Ibell jangan curang, Jangan di gerak gerakan kaki nya." Protes Nata, pokok nya ia harus bertahan dua jam.


" Tidak ada peraturan sebelumnya, Lagian kaki Ibell itu lagi gatal, di gigit nyamuk kayak nya " Ibell mulai curang. Jangan sampai Nata menang, habislah diri nya nanti. Ia belum siap di terkam oleh Nata, Ibell yakin... Suaminya ini pasti lagi Berambigu menjebaknya. Cih... Tidak bisa.

__ADS_1


__ADS_2