Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 63


__ADS_3

Baju putih, serba putih, Atas sampai bawa...Yola melihat penampilannya yang sangat cantik, berbeda. Di mana lah diri ini berada ? Rumah ini ? Hey ini...Ini rumah nya namun di versi saat ia kecil, letak barang barang nya sudah berubah semua, Lantai ini ? Lantai inilah yang persis di mimpi nya, lantai yang bergelimang darah, Tapi kali ini bersih.


""Mang Asep ? Bang El, Mommy !"" Senyum Yola mengembang ceria, mommy nya masih hidup, berjalan beriringan Abang nya dengan senyum bahagia. Alhamdulillah. Tapi ? Kenapa Bang El nya berbeda, ia melihat Abang nya itu di versi remaja, Mang Asep nya di versi muda, tak ada bekas luka di wajah itu, hanya ada ketampanan laki abis.


Mommy ! Bang El...


Hah ? Kenapa tangan nya tidak bisa menyentuh mereka, Ia bagaikan arwah penasaran, Tak bisa menyentuh apa pun. Mereka semua juga tidak menyadari keberadaan nya yang sekarang ini ikut mengekori langkah mereka menuju ke luar. ia ingin sekali memeluk Mommy nya.


""Yola kemana El ?""


""Masih tidur mom ! Biasa, hari libur dia akan ngebo sampai siang.""


""Oh, Ya sudah...Mommy akan pergi menyusul Daddy ke kantor ada urusan, Mommy nitip adik mu ya ?""


"" Tapi El ada janji sama teman teman, El juga mau keluar setelah ini. Tapi tenang aja mom, Yola kan ada Danver, mereka itu akan gila waktu kalau sudah bertemu dalam hal gambar. Nah.... Danver panjang umur, sudah datang. El pamit ya !""


Yola hanya bisa mendengarkan dan melihat orang orang di hadapannya tak bisa berbuat apa-apa. memandang mobil kaka nya yang pergi bersama Mamang Asep juga Bang Gultom versi sebaya dengan Abang nya. Danver yang turun dari mobil yang di antar oleh Om Lexi, Mommy nya pun pergi setelah menyapa Danver, Tapi malah pergi bersama Om Lexi.


""Ve ! Danver ingusan ! Hey, Gue di sini !"" Yola berupaya memberi tahu kan keberadaannya, mengekori langkah Danver yang naik tangga. Huh... Gue tabok juga tuh kepala ! plak ! Tak bisa ! sekarang hanya pasrah mengekori langkah Danver versi lucu ini, ia penasaran kenapa mimpi nya yang seperti nyata ini menariknya kemari.


"" Yolaaaa, Dogoong, bangun ! Woy !""


"" Apa sih Ve, Yola masih ngantuk, ah..Ganggu saja. dan jangan berteriak di telinga orang tidur, bisa mati mendadak nanti karena stroke eh jantungan"


Yola tersenyum geli melihat penampakan versi imut nya yang adul dul berantakan dalam kasur nya, Rambut mirip singa yang pirang pirang mengembang, Wajah imut itu terhias dengan jejak tidur.

__ADS_1


""Iiiiih, Jorok amat si ! Jelek... wajah kamu asem untuk di lihat, Kalau Yola kagak bangun, Ve batalin men-drawing nya ya.""


Ancaman kecil itu sudah berhasil membuat Yola kecil ngeberit ke kamar mandi untuk siap siap seraya mengucapkan lima belas menit Yola udah rapi. Yola geli sendiri melihat tingkah nya semasa kecil, ia memang malas sedari kecil.


Dan lima belas menit kemudian, Benar ada nya, Yola kecil sudah rapih berpakaian menggemaskan untuk tubuh montok itu yang baru terlihat dari kamar mandi.


Lo memang seksi Yola !


""Kita mau gambar apa Ve ?""


""Apa saja sesuai dengan imajinasi masing-masing.""


Danver mulai mengeluarkan peralatan lukis nya, Yola pun sama... Bahkan melupakan perutnya yang masih kosong setelah tidur panjang.


""Ve, Bagi warna kuning nya dong ! Yola kehabisan, Masa gambar buah pisang Yola mau di kasih warna ungu sih, nanti di bilang nya pisang janda dong.""


""Tapi Ve juga kehabisan warna pisang, ngga apa apa juga di kasih warna ungu, biar lain dari yang lain.""


Cemberut, Bibir kecil itu mengerucut, ia tidak mau gambar pisang nya di bully oleh Abang nya nanti kalau salah warna. Telinga kelinci nya jeli mendengar suara dari bawah, yes... Mommy Daddy sudah pulang, Tumben cepat ! Batinnya senang.


"" Ve, kita minta beli ke mommy aja yuk mereka sudah pulang, Yola nggak suka warna ungu,Nanti pisang nya nggak laku, monyet nya nanti juga nggak mau makan pisang Yola karena berwarna nya lain, Takut ketularan janda, katanya... hehehe !""


""He,Kagak lucu...Tapi ide bagus tuh Yol, Koas Ve juga rontok. Sudah nggak nyaman di pakai nya. Yuk...kita temui mommy.""


Yola pun mengikuti langkah dua bocah ini dari belakang, lagi lagi ia tersenyum melihat tingkah aktif mereka yang sekarang turun dari tangga dengan nakal membuat pegangan tangga itu sebagai plosotan mainan. Padahal ngeri Kalau jatuh kebawah.

__ADS_1


"" Huuuwaaa....Hahaha, Yola meluncur sempurna Ve, Ayo, Giliran kamu !""


""Ve dataaaaangggg ! Hahahaha, awaaas Yol, jangan berdiri di si-- ""bugh...


""Aww, Ve... Bokon* Yola pasti ilang separuh deh ah..Kamu mah ngebuat Yola pendaratan empuk, Sakit ini...!""


""Ya maaf !""


Hahaha, Yola besar yang melihat dirinya jatuh ketiban badan Danver menjadi lucu sendiri, apa lagi mendengar dumelan.... Bokon* Yola pasti ilang separuh deh ah... Mana ada begitu, yang ada nambah besar karena lebam bengkak. Tawa lucu ia gulum, Kenapa memori lucu ini tak ada di ingatannya ? ia bingung sendiri ! Kembali melangkah mengikuti langkah kedua bocah di hadapannya.


"" Yol, Minta beli alat alat nya nanti saja ya, Daddy sama mommy sepertinya sedang ribut.""


Langkah Danver tertahan tak enak untuk mendekat mendengar suara besar di balik pembatas tembok, Yola besar dan Yola kecil pun otomatis berhenti.


"" Tapi Yola mau nya sekarang Ve, Bagaimana kalau kita minta duit nya saja ke Mommy, biar kita sendiri yang beli di toko."


""Ya sudah, terserah aja deh, Ve ikut aja...Tapi Ve tunggu di teras saja ya ! Jangan lama lama oke !""


""Beresss Ve !""


Yola bingung harus mengikuti langkah siapa, Yola kecil atau langkah Danver yang ingin keluar rumah. Tapi sesegera mungkin ia mengikuti langkah versi kecil nya, naluri nya ada sesuatu yang harus ia lihat dari segi Yola kecil. Pasti ada sesuatu ! Makanya ia bisa mimpi atau apapun namanya itu.


Terlihat, Ada keraguan untuk melangkah lagi dari Langkah kecil bocah ini, Yola pun menajamkan telinganya, Pantas ada keraguan untuk melangkah, orang tuanya sedang ribut besar besaran. Namun langkah kaki kecil itu terlihat memberanikan diri untuk menengok ke pembatas suara ribut ribut.


Penasaran, Yola ikut mengintip di belakang tubuh versi kecil nya. Astaga...Daddy, Daddy menampar mommy nya sekeras itu ! Rasa rasanya, Yola pernah melihat ini sebelum nya, ribut ribut ini pun samar samar teringat, Dejavu !!!!

__ADS_1


__ADS_2