Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 146


__ADS_3

Security penjaga rumah Kemal menelisik masuk mencari Bi Tina untuk memberi tahukan ada seorang perempuan yang mengaku ngaku adalah Mama dari Ibell.


Sang Security dan Bi Tina tidak bisa menerima tamu begitu saja tanpa adanya bukti, Bukan apa apa, sekarang kan marak kejadian penipuan yang embel-embel bertamu namun akhirnya semua penghuni rumah jadi terhipnotis , apa lagi wanita di luar pagar ini tidak ada mirip mirip nya tuh sama wajah ayu nyonya muda nya-- Ibell. Bi Tina curiga.


" Maaf Bu, apa kah ada bukti kalau anda ini adalah Mama dari nyonya Ibell ?" Takzim Bi Tina, Sementara sang Security minta ijin ke toilet, mumpung ada Bi Tina yang jagah gerbang.


Mita mendengus kesal, ART Yola songong. Umpat nya.


"Kenapa harus ada bukti, panggil kan saja Ibell, surah kemari, awas kamu ya nanti saya akan menyuruh Bos mu untuk memecat ART tidak sopan seperti mu."


Bi Tina tak perduli dengan ancaman wanita yang berpenampilan sok kaya itu, yang datang hanya menggunakan bajai, sebagai ART ia harus menjaga segala sesuatu menyangkut rumah majikan baik nya.


" Maaf ya Bu, Nyonya Ibell masih di kamar bersama suaminya, tidak bisa di ganggu, jadi kalau Ibu tidak bisa memberikan bukti, maka ibu tidak akan boleh masuk, ah.. cukup tunjukkan saja foto kebersamaan anda sama Nyonya Ibell, pasti punya kan ?." Kekeuh Bi Tina tidak mau kecolongan.


"Ck, nanti !" Mita mengeluarkan gawai nya untuk meyakinkan ART sok-an di balik pagar itu. Namun ia hanya menelan ludah nya saja, ia dan Ibell tak pernah akur kasih sayang, jadi mana ada potret bersama layak anak ibu yang bahagia, wong ia hanya ibu sambung yang kagak perduli dengan Ibell, ia hanya peduli kalau ada uang nya.


" Saya tidak punya foto bersama, tapi foto Ibell saya punya."


Bi Tina belum puas, Bisa aja modus doang. " Maaf saya belum percaya."


" Ck, belagu amat sih pembantu sialan ini." Lirih Mita, mau tak mau men-chat Andra untuk memotret foto keluarga mereka yang nempel di dinding.


Ting..


Pesan masuk, Mita segera memamerkan foto keluarga mereka di hadapan Bi Tina dengan tatapan sombong nya.


" Percaya ?"


Bi Tina mengangguk malas, membuka pintu dan akhirnya menyuruh wanita yang berpenampilan ala ala orang kaya itu, cara jalannya aja sok di anggun anggunkan padahal aneh di mata Bi Tina.

__ADS_1


" Tolong panggil kan anak saya dong." Mita duduk angkuh di sofa mewah milik Yola.


" Tidak bisa, Bu. Saya tidak berani, Tuan muda pernah berpesan kalau mereka di dalam kamar bersama, tidak boleh ada yang menggangu, jadi tunggu saja ya." Bi Tina tersenyum puas dalam hati, tunggu aja sampai panas tuh panta*, Ia saja tidak tahu Ibell akan keluar kamar atau tidak hari ini, secara.. pengantin baru. Pengantin tua aja masih di karantina kok.


" Saya akan menunggu nya, sediakan makanan yang enak-enak." Tingkah Mita sudah seperti nyonya rumah yang berkuasa. Namun Bi Tina tetap saja menurut, mengambil kan teh dan beberapa kue. Bagaimana pun ia harus menghormati orang tua Ibell.


Satu jam, lima jam, bahkan hari sudah senja Mita masih setia menunggu demi money woy. Tapi anak mantu serta besan nya tidak ada yang terlihat barang sedikit bayangan nya saja, Mita sampai bokon* nya panas menunggu walaupun kadang di lantai, rebahan bahkan terkantuk-kantuk di sofa pun ia masih jabanin padahal mah dalam hati sangat dongkol luar biasa, teh sembilan cangkir pun sudah tandas kembung masuk ke perut nya. balik rumah ia harus cek kadar gula darah nya deh. Takut lewat begitu saja atau mungkin ngiung ngiung ambulance paling rendah nya. Mana tuh teh manis benar lagi, kayak nya pembantu itu sengaja memakai gula banyak ke minuman yang di suguhi nya, Sialan.


Ceklek..


Akhirnya Nata keluar juga, batin Mita semberinga beranjak ke arah Nata.


" Lho, Anda ada di sini ?"


" Ah, jangan panggil anda dong, Panggil Mama saja, kan kamu mantu Mama. Oya.. Ibell mana nak ? Mama mau bertemu, kangen. Boleh di panggil !" Mita bagaikan Mertua lembut selembut sutra. Wajah nya sudah lesu sedari jam sembilan menunggu sampai akhir magrib baru mantu nya terlihat.


" Ibell ada di dalam, Masuk aja, Istri Nata tidak bisa berjalan jadi Mama masuk aja, Nata permisi dulu mau keluar membeli madu asli."


" Wah pengantin baru enak benar hidup mu, Nak."


Ibell kaget mendapati Mamanya masuk begitu saja dengan suara mengejek nya.


" Ma, Kapan sampai ? sini duduk."


Nyata nya Mita tak duduk di dekat Ibell di atas kasur empuk itu, Ia hanya sibuk memindai kamar luas mantu nya yang di penuhi kata Nyaman.


" Mama sedari pagi, menunggu pengantin baru keluar sampai mama terasa lumutan." Sindir nya. Ibell tersenyum, ini ulah Nata yang kembali menggarap nya seperti sawah saja. " Nata mau kemana ? Awas lho nyeleneh di luaran sana." Mita memanas manasin.


" Tidak Ma, Nata keluar karena mau membeli madu untuk obat Eni ?"

__ADS_1


" Eni ? siapa itu Eni ?"


Ibell tersenyum, ia tidak mungkin menjelaskan siapa tuh Eni.


" Ah lupakan, Mama ke sini mau minta uang, tahu sendiri kan ini itu selalu kurang." Tangan Mila menangada di hadapan wajah Ibell. Ibell hanya menghela nafas, ingin beranjak tapi risih di bagian intim nya.


" Bisa tolong buka lemari itu, di rak ketiga ada dompet Ibell."


Secepat kilat Mita menurut manis dengan senyum senang nya, asyik...Malam ini shoping. pekik nya riang.


Astaga... Ibell hanya mengusap dadanya sabar, Mama nya tanpa izin main buka saja dompet nya.


" Mana ? duit nya kagak ada, hanya lima puluh ribu doang isi nya, buat apa coba uang kecil itu." Cemberut nya melempar dompet hitam itu ke pangkuan Ibell, Namun di benak nya bertanya tanya dengan brankas kecil di dalam lemari Nata yang barusan di lihat nya, pasti uang nya banyak di dalam sana.


"Bukan___"


" Bell, itu brankas isi nya apa ?" Antusias Mita bertanya tanya.


" Uang mungkin, atau__entah, Ibell nggak tahu dan tak mau tahu, itu milik suami Ibell jangan coba-coba berniat buruk." Ibell memperingati, ia tahu seluk-beluk mama nya.


" Ck, intip doang sayang." Rayu Mita.


" Ibell tidak tahu kode nya Ma, sudah deh..Ini buat mama, Kata Bang Nata tidak apa apa untuk di pakai untuk keperluan rumah Mama, Karena Ibell tidak bisa berjalan, jadi mama tarik sendiri..."


Mita langsung ingin menyambar kartu kredit di sela jari Ibell, tapi anak nya itu malah sengaja mengelak kan tangan nya. Kurang ajar, Seandainya ia tidak butuh, saya pukul kepala mu anak tiri. Batin nya Kesal namun wajah nya di paksakan tersenyum manis nan ramah.


" Tapi segera di balik kan lagi kartunya, Nanti habis semua kalau Mama yang pegang terus."


" Okeee sayang, Mama pamit dulu, sering sering tengok Mama Papa bawa oleh-oleh, ingat, Oleh oleh. Dan ah... Mertua mu seharian kemana Bell ?"

__ADS_1


Ibell mengedipkan bahu, ia malas menjawab. Mama nya memanggil nya sayang kalau lagi dapat uang saja dari nya. Tapi biarkan...Toh kalau ikhlas ia bisa dapat pahala, itung itung membantu meringankan beban Papa nya yang bodoh itu, Bisa bisa nya termehek-mehek ke Mama tiri nya yang tidak ada bagus bagus nya tuh Kelakuan.


...*****...


__ADS_2